BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#110


__ADS_3

Kami masih saling memandang di dalam mobil, dengan sikap salah tingkah ku palingkan wajah ku dari tatapan mata Kevin.


" Fan, setelah ini kita mau kemana??? " Tanya Tristan kemudian.


" Emm. . . ke mall aja yuk, temani aku shopping "


" Shopping doang??? "


" Iya, lalu apa??? "


" Pacaran dong, hehe " Jawab Tristan dengan senyuman nyengir.


" Hahaha apaan sih, kita kan emang udah pacaran daritadi " Jawab ku membantah.


" Hmm. . . pacaran apaan di dalam mobil begini, duduk nya jauhan pula " Ucap Tristan manyun.


" cih, dasar ya. Kamu ini, so. . . pacaran yang kamu maksud itu harus selalu duduk berdampingan deketan lalu saling memeluk mesra gitu??? hah??? huh. . . itu sih mau mu saja " Ucap ku meledeknya.


" Lebih tepatnya lagi seperti ini "


Ucap Tristan yang kemudian. . . dia. . . mengecup bibir ku. Aku terperangah mendapati ciumannya yang mengenai tepat di bibir ku ini.


Kembali jantung ku manabuh gendang sangat berisik di dalam sana. Rasanya. . . mau meledak melewati ubun-ubun ku.


Ukh, kecupannya sangat lembut dan mesra. Membuat darahku mengalir deras memanas ku rasakan kehangatan dari sentuhan bibir nya di bibir ku. . . Aku masih terdiam tanpa membalasnya.


Deru nafasnya mulai tercium merasuki kedua lubang hidung ku. . .


Aroma yang energik, aku suka. . .


Kemudian aku tersenyum sembari membalas ciuman bibirnya.


Ciuman kami cukup lama, sehingga aku menyadari bahwa kami sedang di mobil saat ini. Ku takut semakin lama akan mengundang perhatian dari orang-orang yang melihatnya.


Ku lepaskan ciuman ku perlahan dari bibir Tristan, begitupun dia yang mulai mengerti.


Kemudian ku lihat dia tersipu malu dengan wajahnya yang berwarna merah jambu dan menundukkan wajah nya dari tatapan ku.


" Hey, kepiting rebus. Kenapa dengan sikapmu itu??? " tanya ku meledeknya.


" Aku sangat malu, aku jadi merasa tidak sopan langsung mencium bibirmu tanpa ijin dulu. Tapi. . . aku jadi reflek melihat senyuman mu yang semakin manis ku lihat. Maafin aku Fanny, tolong jangan berpikir aku ini mesum " Jawab nya dengan suara gemetar.


Astaga Tuhan, lelaki ini. . . membuatku gemas saja. Kenapa dia meminta maaf segala hanya karena mencium bibirku tadi. Howah. . . berbeda dengan. . . ah sial, ammar lagi. . . ammar lagi yang ku ingat.


" Tristan, hey. . . tidak apa. Jangan berpikir begitu ,tak perlu minta maaf. Aku. . . aku mengerti maksudmu, dan. . . aku menyukainya " ucap ku berusaha menenangkan dan membuatnya kembali menatap wajah ku.


" Sungguh? kau tidak marah dan. . . kau. . . menyukainya??? "

__ADS_1


" Hemm. . . " Jawab ku mengangguk.


Kemudian dia tersenyum sumringah dengan menghembuskan nafas panjang. . .


" Hah, syukur lah. Aku jadi lega kau tidak marah Fanny, ya udah yuk kita ke mall sekarang " Ajaknya kemudian. Aku mengangguk tanda setuju. . .


Dalam hati ku. . .


Tak apa kan, toh ini hanya ciuman bibir saja. Tidak ada yang lebih, tapi. . . entah kenapa serasa aku ingin mengulanginya lagi, aku ingin terus menciumnya dan bercumbu mesra dengannya. Eh, tidak tidak. . . pikiran kotor apa ini??? kita baru saja memulai nya, Tahan dirimu Fanny. . . jangan terpancing oleh nafsumu lagi.


Tanpa sadar aku mulai menggenggam erat tangan Tristan, sehingga membuat Tristan melirik ku sesaat.


" Ada apa sayang??? kenapa kau. . . menggenggam tangan ku sangat erat, apa kau merasa sakit??? "


Oh shit !!! dasar aku ini. apaa coba???


" Ehm, tidak. . . aku hanya. . . hanya ingin mengerjaimu saja hehe " Jawab ku berbohong.


" Kau ini, membuatku takut saja "


Kemudian Tristan melajukan mobilnya lebih cepat lagi. Sementara aku, tersenyum geli dalam hati.


************♡-♡************


Sesampainya di Mall, aku dan Tristan segera memasuki menuju ke dalam. Aku melangkah lebih dulu di depan Tristan, namun. . . perlahan ku melangkah dan berbalik badan berdiri tepat di hadapan Tristan.


" Ada apa Fanny??? " Tanya nya dengan heran.


Aku tersenyum menanggapi ucapannya itu, lalu ku rangkul lengan kiri nya kemudian menariknya untuk melangkah kembali bersama di sisi ku. Berjalan dengan bergandengan tangan. . .


" Astaga, Fanny. . . kau membuat jantungku hampir copot. Aku bahagia sekali kau memperlakukan ku begini " Ucap nya sambil berjalan di samping ku. Dia terus saja melirik ku sesekali dengan senyuman bahagia. . .


" Kita kan udah pacaran, bukan temenan atau sahabatan lagi. Hari ini nikmati waktu bersamaku sebagai pacar aku " Ucap ku meliriknya dengan senyuman.


Sembari terus berjalan berkeliling sejenak sambil menggandeng tangan Tristan, tatapan ku tertuju pada seseorang di depan sana. Tepat di area pakaian khusus wanita. . .


Tapi. . . ah, tidak mungkin. Eh tapi. . . penglihatan ku belum kabur. Aku tau dua sosok lelaki yang sedang berdiri mondar mandir didepan sana.


" Tristan, kita kesana yuk " Ajak ku pada Tristan.


" Eh, mau beli baju??? ayo. . . aku yang belikan sebagai hadiah pertama kita sebagai pacar "


" Aah gak perlu, aku hanya ingin memastikan saja. Dua orang lelaki yang berdiri di depan sana. . . aku yakin aku mengenalnya " Jawab ku.


" Hah??? dua orang lelaki??? hmm. . . kau membuatku cemburu. Apa kau mengajakku untuk bertemu mereka??? uuugh. . . "


" Iiih apaan sih, ayo lah. . . ikuti aku saja nanti ku beritahu dan ku perkenalkan kau sebagai pacar baru ku "

__ADS_1


Kemudian ku tarik paksa lengan Tristan yang sudah ku rangkul semulai tadi, aku tidak sabar ingin segera memastikan penglihatan ku ini.


Sesampainya di tempat, aku sudah yakin penglihatan ku masih terbilang jernih dan cukup baik. Ingin rasanya aku langsung menjewer telinga nya. . .


" Farreeeeeeelllll " Ucap ku setengah teriak dengan nada lantang.


Yah, dia Farrel. Keponakan ku yang sudah lama tak lagi kami bertemu setelah terakhir dia marah padaku gara-gara kebenciannya terhadap Ammar dan Nayla, tapi aku malah masih menerima Ammar. Dan sekarang aku sangat menyesalinya. . .


Seketika Farrel menoleh ke arah ku dengan ekspresi terkejut.


Kemudian aku langsung menjewer telinga nya dengan cukup keras. . .


" Aduh aduh aduh. . . ampun bi ampuuuun. . . " Ucapnya merintih.


" Ngapain kau mondar mandir di area pakaian wanita haaah siapa yang kau ajak kemari. . . haaaah. . . ini jam berapaaa. . . kenapa kau tidak ada jam sekolah haaah apa kau bolos lagiiii??? " Aku mulai mengomelinya dengan mencubiti seluruh badannya.


" Bibiiii ampuuun. . . iya iya Farrel emang bolooos hari ini. Karena Farrel. . . Farrel bosan ingin sekedar menghirup udara bebas saja setelah sekian lama tinggal di asrama. Lagipula aku tidak sendiri kesini "


Jelasnya pada ku, yang memang benar. Aku sedikit bertanya-tanya. . . kemana lelaki yang tadi mengobrol dengan Farrel??? aku juga mengenalnya dilihat dari postur tubuhnya itu.


" So, kau kesini dengan siapa hah??? Jangan bilang kau sudah mempunyai pacar " Jawab ku menatapnya tajam.


" Ih kumat galaknya, lalu siapa. . . lelaki di belakang bibi itu? pacar baru??? hah??? serius??? lalu pak Ammar??? wah. . . jangan bilang bibi balas dendam untuk selingkuh gara-gara Nayla ya" Jawab nya kemudian setengah berbisik.


" Heeeey mulut mu itu. . . jaga bicaramu, kau sudah lama menghilang dengan sengaja kan??? makanya. . . jangan terus menghindari bibi. Dia. . . dia pacar baru bibi. Dan Ammar. . . kami. . . sudah putus setahun yang lalu "


" Apa??? hahahahaa benarkah??? waaaaah akhirnya, aku senang sekali mendengarnya " Ucapnya dengan tertawa keras.


Ingin sekali aku membungkam mulutnya itu. . . kebiasaan nya tidak berubah.


" Halo om, saya Farrel keponakan bibi Fanny. Wah. . . ganteng juga " Sapa Farrel kemudian memperkenalkan diri pada Tristan.


" Halo. . . aku Tristan, pacar. . . Fanny, senang berkenalan dengan mu Farrel " sapa nya balik memperkenalkan diri dengan senyuman ramah.


" Bi, cakep banget hihi. Tapi selera elu berubah ya, sejak kapan elu tertarik dengan cowok yang datar. Ini mah lebih pendek dari pak Ammar " ucap Tristan meledekku dengan berbisik.


" Diam kau, atau ku jewer lagi telingamu itu " Jawab ku kemudian.


Dan. . . di tengah asyiknya kami saling menyapa dan menanyakan kabar, pandangan ku tertuju pada dua orang yang kemudian keluar dari sebuah ruangan di dalam area ini.


Betapa aku sangat tidak percaya dengan siapa yang tengah berdiri di hadapan ku saat ini. . .


" ABEL. . .??? "


Kami saling menatap terpaku diam mematung begitu saja.


Oh my God. . .

__ADS_1


__ADS_2