
Tiba waktu sore. Aku sudah siap tinggal menunggu kak Rendy menjemput ku, jelang 10 menit kemudian suara klakson mobil terdengar oleh ku saat aku tengah duduk santai di ruang tamu.
Aku bergegas berlari menuju keluar, sementara ibu sudah melihatku berlari menuju keluar dia hanya tersenyum menggelengkan kepalanya. . .
Kak Shishi tersenyum menyambutku keluar dari balik pintu rumah ku. . .
begitupun kak Rendy, tapi dimana Kevin???
Aku melihat sekeliling halaman rumah ku. . . ah, barangkali dia menunggu di suatu tempat.
" Kak, Kevin mana??? " Tanya ku sembari menaiki mobil.
Kak Rendy sibuk memutar setir nya untuk melajukan mobil kemudian. . .
" Kak Kevin sudah lebih dahulu di pergi ke tempat yang kita tuju Fanny, apa dia tidak mengabarimu??? " Jawab kak Shishi.
Ku gelengkan kepalaku menanggapi jawaban kak Shishi. . . Tapi, Kevin memang belum bilang apa-apa padaku. . . bahkan soal keberangkatannya ke luar negeri yang di majukan dia belum mengabariku.
" Sekarang kita mau kemana kak??? " Tanya ku lagi.
" Seperti biasa, kakak mu Shishi penasaran dimana tempat yang selalu jadi persembunyian kita dahulu " Jawab kak Rendy.
" Hmm. . . kakak ini, sepertinya mulai mempromosikan tempat rahasia kita ya??? Hehe " Tanya ku dengan ketawa nyengir.
" Khusus untuk orang yang kakak sayangi saja, tidak untuk yang lain. Begitu juga dengan mu, kau belum memberitahu pada orang lain selain kita kan??? "
Degh !!!
Pertanyaan kak Rendy membuat hatiku sedikit bergetar. . . mengingat malam pertunangan ku dengan Ammar, aku. . . aku dan Ammar. . . sedang melakukan **** *** yang kelewat batas bagiku. Sejenak bulu kuduk ku merinding dan terbangun bulu-bulu kecilnya. . .
Rasanya, itu terakhir kali aku bercumbu mesra dengan Ammar. Apa selama itu??? Jujur aku rindu sosok Ammar walau begitu. . .
" Fanny. . . hey, ngelamun lagi hayo " Panggil kak Rendy mengagetkan ku.
" Eh. . . aaah. . . be. . . belum lah, Itu kan tempat rahasia khusus bagi orang-orang yang pernah tersakiti bagi kita, ya kan kak??? Hahahaha " Jawab ku menertawai kak Rendy, yang kemudian di susul tawa oleh kak Shishi.
Tiba di tempat, pesisir pantai yang hanya terdengar dera deru ombak menghantam bebatuan karang besar di tengah lautan. . . dan, tempat pantai ini selalu sepi. Maka dari itu selalu bersih. . .
Aku turun lebih dulu dari mobil kemudian dengan riang ku berlari menuju pesisir pantai, ku buka lebih dulu sepatu kets yang ku pakai. Agar lebih bisa menikmati butiran halus pasir yang selalu hangat ini. . .
Kak Rendy dan kak Shishi menyusul ku dari belakang.
" Waow. . . the beach is very beautiful, I like it !!! " Seru kak Shishi dengan mata berbinar-binar.
" Tentu dong beb, pantai ini sesuai dengan wajahmu yang selalu cantik ini " Ucap Kak Rendy sembari memeluk mesra tubuh kak Shishi.
__ADS_1
Aku bahagia melihat kak Rendy tersenyum begitu, yang pada akhirnya. . . di tempat ini, yang dahulu membuatnya menyimpan luka mendalam tapi kali ini. . . di tempat ini pula, akhirnya dia bisa membawa orang yang tersayang.
Eh dimana Kevin??? kenapa masih belum tiba disini???
" Kak, Kevin mana??? " Tanya ku lagi.
" Sebentar lagi sampai, sabar lah sebentar. Kenapa jadi gak sabaran gitu untuk bertemu Kevin??? " Tanya kak Rendy dengan menatap serius mata ku.
" Ih kakak, kan cuma nanya aja. . . " Jawab ku memalingkan wajah. Aku takut kak Rendy makin curiga.
" Beb. . . jangan gitu ah, Fanny cuma nanya aja. . . karena kau yang bilang bahwa kak Kevin akan ikut bersama kita " Jawa kak Shishi dengan lembut.
Hah. . . lebih baik aku agak menjauh dari mereka, gak enak kan kalo aku nya jadi obat nyamuk di tengah-tengah kak Rendy dan kak Shishi. Siapa tau mereka ingin. . . hahaha, menjauh ah. Pikir ku. . .
Aku berlarian menapaki butiran halus pasir di pesisir pantai ini. . . sembari memandang jauh ke tengah lautan luas ini, banyak kenangan yang membuat jantungku berdegub kencang dengan sendiri nya.
Dan di satu sisi, seseorang yang kini jadi pelarian ke egoisan hatiku. Pun pernah mengukir kenangan hangat disini bersamaku. Ketika itu, kita masih sekedar layaknya sahabat saja. Entah yang saat ini, bagaimana kita akan menikmati suasana disini berdua.
Tanpa sadar aku terus berjalan menikmati pesisir pantai dan langkahku terhenti cukup jauh dari kak Rendy dan kak Shishi. Hampir tak terlihat oleh mereka, Hah.. Suara deburan ombak walau terdengar mengusik tapi tak tahu mengapa ini justru menenangkan.
Pikiran ku melayang jauh sudah entah kemana menatap jauh lagi ke tengah lautan sana, sepertinya matahari sudah semakin akan terbenam. . .
Di tengah lamunan ku ini, seseorang tiba-tiba memeluk ku dengan lembut dari belakang yang sontak hampir membuat mataku copot melotot keluar dari saking kagetnya begitu juga dengan jantungku. . .
" Hayo. . . lamunin apa??? " Suara kevin berbisik di telinga
" Kau ini, bisakah memanggil ku dahulu??? jangan asal main peluk begitu. aku terkejut bukan main dengan sikapmu ini Kevin. . . "
Hah. . . aku sungguh sempat ketakutan, ku pikir siapa yang tiba-tiba memelukku di tempat sepi begini.
" Hahaha astaga, maafin aku Fanny. Jika cara ku ini mengejutkan mu. Ku pikir kau akan langsung mengenali ku " Ucap Kevin dengan lembut dan menyentuh tangan ku.
Aku masih manyun menatapnya. . .
" Kau kemana saja daritadi? baru menyusul ke tempat ini ??? " Tanya ku.
" Kakak mu Rendy memintaku membeli banyak hal, tuh liat mereka sudah asyik berdua duduk di atas karpet dengan hidangan berbagai macam cemilan dan minuman. Sungguh kakak mu itu gak pernah bisa jauh dari makanan. . . hahaha " Ucap Kevin sambil menunjuk kak Rendy dengan kak Shishi.
Dari kejauhan mereka memang terlihat layaknya orang yang sedang piknik. Astaga. . . yang benar saja piknik di pantai begini??? hahaha ada-ada saja.
Aku tersenyum geli melihat nya dari kejauhan. . .
" Fanny, aku. . . harus balik besok juga ke luar negeri "
Jleb !!! ucapan Kevin menghentikan senyuman ku.
__ADS_1
Aku menatap wajah nya. . .
" Aku sudah tau, kak Rendy yang memberitahuku "
" Aaah Rendy, selalu deh. . . " Ucap Kevin pelan.
Ku genggam balik tangan Kevin yang semulai tadi sudah menggenggam hangat tangan kanan ku.
" Kevin, aku. . . aku pasti akan sangat merindukan mu berada di sampingku seperti saat ini dan kemarin. . . " Ucapku lirih, aku memang sudah merasakan kesedihan ini daritadi siang. . .
Kevin menatapky dengan sendu, kemudian. . .
Cup !!! dia mengecup kening ku dengan lembut, bibir nya yang lembut terasa hangat di keningku sehingga menjalar keseluruh tubuh ku.
Aku tersenyum sambil memejamkan mata menikmati kecupan lembut dari Kevin, kemudian Kevin meraih tubuhku untuk lebih dekat dan menempel erat dengan nya.
Kevin mulai mencium bibirku dengan mesra.
Selalu, selalu terasa manis. . . ah. . . dengan seketika kedua tangan ku langsung reflek memeluk lehernya untuk lebih dekat menyentuh wajahku.
Dug dug dug dug dug. . .
Ah jantung ku, jangan berisik begitu. Kenapa terdengar begitu keras. . . ku mohon berhenti menabuh gendang begitu. Nanti Kevin mendengarnya tau. . .
Di tengah ciuman ku dengan Kevin hatiku berkecamuk, antara bahagia, senang pake banget, nafsu, gairah, sedih, takut, bimbang dan ragu. . . aah pokoknya campur aduk.
Kevin melepaskan ciumannya, dan tersenyum melihatku. . .
Masih dengan posisi aku di pelukannya.
" Kenapa jantungmu berdegub begitu kencang Fanny, apa kau takut aku mencium mu di tempat sepi begini??? " Tanya Kevin dengan tersenyum kecil seolah meledekku.
Ku beranikan diri menyentuh bibir nya yang lembut itu. . . Kevin terdiam seketika.
" Ciuman bibir mu selalu menggoda hatiku, jantungku jadi berisik tau, hehe. . . " Jawab ku dengan ketawa nyengir lagi.
Tanpa aba-aba kemudian, lagi-lagi Kevin mencium bibir ku. Kali ini, ciumannya sedikit lebih intens membuatku merasa seperti kesetrum sekujur tubuh ku, seperti bergetar dengan sendirinya, nafasku tersengal-sengal . . .
Aku mendesah sesekali. Ada perasaan gila datang menyelimuti, entah kenapa aku ingin Kevin menyentuh bagian dada ku seperti yang selalu Ammar lakukan.
Aku semakin mempererat kedua tangan ku yang memeluk leher Kevin, seakan Kevin bisa membaca pikiranku. . . yang dia lakukan menarik pinggangku untuk lebih rapat menyentuh tubuhnya.
Di tengah nikmatnya ciuman kami, aku sedikit terkejut namun tetap melakukan perlawanan Kevin di bibirku.
Oh shit. . . ada apa dengan pikiran ku ini???
__ADS_1
❤ Hai hai hai Readers setia ku, lama tak ku sapa kalian di setiap episode karya ku. Apa kabar??? semoga episode kali ini cukup bikin senyum-senyum sendiri ya. Hehe ada yang bisa nebak gak apa yang akan terjadi selanjutnya??? Jangan lupa tekan like nya ya, love kalian. . .❤