BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#129


__ADS_3

" Kau sungguh membuatku marah, kau bilang tidak akan hadir ??? " Ucap Violet kembali pada Kevin. Ku lihat Kevin tampak menarik nafasnya dalam-dalam dan melirik ku.


Ah, lebih baik aku pergi saja dari mereka. melihat tingkah Violet demikian membuatku tidak nyaman untuk terus berada di hadapan mereka.


Kemudian aku melangkah begitu saja meninggalkan mereka. . .


Langkah ku terhenti di depan meja yang tertata banyak minuman, ku ambil satu gelas dan meneguknya sekali minum.


Hah. . . ada apa dengan tubuhku malam ini??? kenapa begitu terasa sangat panas. Hingga membuatku ingin meneguk semua minuman disini, kembali aku meraih satu gelas dan hendak meneguknya.


Namun terdengar suara Kevin dari arah belakang ku tiba-tiba, membuatku tersedak dan terbatuk-batuk.


" Ehm Fanny, kau tidak apa-apa??? pelan sedikit minumnya, ku perhatikan dari jauh kau terus saja meminumnya dengan sekali tegukan. apa kau begitu haus??? "


" Kau. . . membuatku terkejut. Ku pikir kau akan berkeliling menemani Violet " jawab ku dengan mengusap bibir ku dengan tissu pemberian Kevin,


Dia tersenyum manis mendengar ucapan ku ini.


" Apa kau cemburu melihatnya bersama ku Fanny??? "


" Kevin, sudah lah. kenapa kau selalu mengulang pertanyaan itu pada ku??? Lebih baik kau temani Violet saja. aku tidak ingin dia salah paham padaku "


Ucap ku dengan mengalingkan pandangan ku sekeliling.


" Lalu kenapa kau tidak berani menatap mata ku langsung setiap kali kau menjawab dan menyuruhku menemani Violet??? "


" Ya. . . aku. . . aku. . . karena. . . uuukh, karena kau selalu menatap wajah ku dari awal bertemu diluar tadi "


Aaarght. . . wajah ku sepertinya sudah memerah kali in di hadapannya. Kenapa aku masih saja kikuk setiap kali melihatnya memandangiku tanpa henti.


" Karena aku sangat rindu padamu Fanny "


Degh !!!


Ya tuhaaaaan, harus kah aku bahagia mendengar ini semua atau aku harus mengabaikannya??? Dia sudah menjadi milik Violet kan? dia berhak bahagia dengan wanita yang baik dan tentunya sangat mencintainya lebih dari apapun. meski aku tidak tau bagaimana hubungan mereka saat ini yang sebenarnya tapi aku bisa melihat dari sorot mata Kevin yang menatap lembut dan hangat pada Violet. Dan itu. . . membuat ku sedikit. . . merasa cemburu meski aku tidak berhak.


" Apa kau sedang menggoda ku saat ini Kevin? pikirkan perasaan Violet saat ini. Kenapa kau malah meninggalkannya sendirian "


" Fanny, ikut aku "


Tiba-tiba Kevin menarik tangan ku kembali untuk pergi mengikutinya yang entah mau kemana. Aku meronta untuk melepaskan genggamannya lagi dari tangan ku.

__ADS_1


" Vin, lepaskan tangan ku ". Ku hempaskan seketika tanganku dari genggaman nya.


Dia tertegun kembali menatap ku.


" Ok ok, aku akan ikut kemana kau akan mengajak ku. Tapi tolong, jangan selalu menyentuh tangan ku. Aku tidak ingin Violet salah paham nantinya "


" Vin, ada apa ini??? "


Violet kembali menghampiri. Seketika aku mundur selangkah dari hadapan Kevin, mungkin ini kesempatan untuk ku menghindari ajakan Kevin tadi.


Maafkan aku Kevin, aku sungguh tidak ingin kau kembali memberikan perhatian mu pada ku. Aku wanita yang tidak pantas kau pedulikan lagi, kau terlalu baik bagiku. Aku tidak ingin menyakitimu lagi seperti dulu, aku tidak ingin kembali membawa mu masuk dalam kisah ku yang kini sudah hancur berantakan.


" Fanny, tunggu " Ucap Kevin yang membuat ku terkejut ketika kaki ku hendak perlahan pergi.


Ku lihat Violet menatapku sedikit bengis. . .


" Violet, maafkan aku tidak bisa menemanimu malam ini. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan Fanny. Kau pun tau aku sudah lama menantikan hal ini bukan??? "


Aapa. . . apa yang dia maksud sudah lama menantikan ini???


" Vin, apa kau sungguh akan begini pada ku??? "


" Vio, mengertilah. . . pliss ku mohon jangan memaksa ku "


Sial !!! Situasi apa ini? kenapa aku seolah kadi orang ketiga disini, oh Tuhan. Apakah kau sedang mengembalikan posisi Kevin saat itu pada ku??? apa begini rasanya jadi orang ketiga???


" Jawab Fanny, kau sudah mengatakan hal itu padaku tadi kan??? " Tanya nya lagi membuatku terbangun dari kegalauan ku.


" Violet, berhentilah. . . jangan memaksanya untuk berkata demikian "


" Kevin, kau "


" Tolong biarkan aku pergi. Selesaikan saja masalah hubungan kalian. Aku tidak ingin jadi pengganggu disini " Jawab ku berusaha menghentikan keributan ini dan melangkah pergi melewati mereka yang masih saling bertatap muka.


Ingin. . . ingin rasanya aku mengumpat habis. Ada apa dengan malam ini hah? harusnya menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku. Kenapa justru menyakiti. . .???


************♥♥♥************


Tiba waktu pagi, aku sungguh malas untuk beranjak dari tidur ku. Hampir semalaman suntuk aku tidak bisa menutup mata ku dalam tidur, segala rasa bercampur aduk.


Bersyukur ini hari libur jadi aku tidak harus memaksakan diri untuk beranjak bangun dan pergi kesekolah untuk mengajar.

__ADS_1


Aku berniat melanjutkan tidur ku, ah tapi. . . aku sangat lapar.


Aaarght. . . selalu saja ini cacing di perut ku tidak bisa diajak kompromi.


Kemudian aku bergegas untuk membersihkan diri dan merapikan tidur ku sebelumnya.


" Sayang, kau semalam pulang lebih dulu tanpa menunggu kami dahulu. Kami sangat kebingungan mencarimu "


Ucap ibu ku ketika aku tiba di meja makan dan duduk lalu menyantap sarapan tanpa menunggu aba-aba lagi serta mengabaikan ucapan ibu.


" Fanny. . . apa kau mendengarkan bunda??? " ucap ibu ku mulai kesal.


Aku tetap diam dan terus menyantap sarapan ku, lagi pula apa yang harus ku jelaskan??? sedangkan aku pergi begitu saja semalam karena rasa kesal mu melihat Kevin dan Violet yang terus memojokkan ku seolah aku jadi orang ketiga diantara mereka. Huh


" Fanny !!! "


Aku langsung menoleh ketika Ayah yang memanggilku kali ini.


" Semalam aku sangat ngantuk dan capek bunda " jawab ku singkat.


" Ngantuk? yakin??? bukan kah dari kemarin-kemarin kau begitu antusias ingin menemani kakak mu Rendy dan istrinya sayang??? "


" Eh. . . itu. . . Fanny. . . nanti Fanny akan menemui kak Rendy lagi " Jawab ku dengan terbata-bata.


" Hmm. . . gak lagi berantem kan dengan Kevin ??? "


Seketika aku menoleh pada ibu ku lagi setelah mendengar ucapan nya itu.


" Ayah. . . lihat tuh, bunda dari semalam terus menggoda ku " jawab ku merengek mengadu pada ayah. Berharap akan membela ku, aku sudah kehabisan kata-kata dengan ledekan ibu dari semalam terus saja membahas Kevin.


" Hahaha, bunda mu sudah sangat ingin kau segera membuka hati mu kembali untuk laki-laki yang nantinya akan bersedia menikahimu Nak. Kalaupun Kevin pilihan bunda mu, ayah rasa cukup baik. Nak Kevin tampan, mapan pula. Wah. . . siapa yang tidak ingin menjadikannya mantu "


" Haish. . . ayah sama aja. Kenapa sih kalian sangat ingin aku segera pergi dari rumah ini??? "


" Hey hey. . . siapa yang bilang begitu sayang??? "


Tanya ibu ku dengan terperangah mendengar ucapan ku ini.


" Habisnya, Bunda dan ayah selalu saja mendorong Fanny untuk segera membuka hati dan pacaran. Fanny masih. . . masih trauma, Fanny takut kembali terulang kisah pahit di masa lalu Fanny. Fanny takut semua lelaki tidak akan ada yang pernah bisa bersungguh-sungguh mencintai Fanny apa adanya, apakah kalian masih belum paham??? "


Seolah aku mengeluarkan uneg-uneg di hati ku selama ini, mereka yang mendengarnya terdiam menatap ku tanpa kata.

__ADS_1


" Nak. . . tidak semua laki-laki akan sebrengsek Ammar sayang, jangan menuruti ego mu begitu. Tidak baik, mau sampai kapan kau akan terus menutup hati begitu??? " Ucap ibu ku dengan nada sedih.


Memang lah tidak semua lelaki akan sama seperti Ammar, tapi jika mereka tau aku sudah pernah melakukan hal gila sex dengan Ammar dan. . . Tristan. apakah mereka para lelaki akan betul-betul menerima ku apa adanya??? ku takut mereka hanya akan kembali membuatku terjatuh dalam belenggu masa lalu ku. Aku sudah bosan dengan hal menggila itu. . . aku capek. Semua pada akhirnya hanya akan merugikan ku.


__ADS_2