BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
Enam puluh tujuh


__ADS_3

Akhirnya Dini yang menghampiriku lebih dulu. Lalu aku mengajaknya untuk pulang, karena hari sudah mulai sore aku harus segera pergi kerumah kak Rendy Petang nanti sebelum acara pertunangannya di mulai.


" Fan, gimana si cogan gramedia tadi??? cakep kan??? bening itu kulit di sekujur tubuhnya, uuugh aku minder berdiri di dekatnya " Ucap Dini sambil berjalan beriringan dengan ku.


" Biasa aja tuh. . . apa hebatnya dia??? cakep doang kan??? " Jawab ku seadanya.


" Hey, kau ini. . . mentang-mentang udah punya tunangan semua cowok di dunia ini kau anggap biasa aja. Emang sih. . . dia masih lebih tampan Ammar "


" Nah lu sadar, lagian. . . postur tubuhnya sedikit. . . pendek, yaaaah standar lah. Hehe, aku gak minat "


" Elu tu ya, keliatan banged cari cowok kudu yang tinggi besar. Pasti karena *Ittu* nya juga besar dan panjang kan??? Hahahaha ketahuan lu " Ucap Dini dengan tawa lepas.


Ku bekap mulutnya yang selalu ceplas ceplos itu. . .


" Pelankan suaramu Dini, apaan sih kau ini. . . bicaramu sangat vulgar " Jawab ku dengan mata melotot padanya. Dini hanya mengedip-ngedipkan matanya tanda mengerti. . .


" Sory Fan, gue kebawa suasana hahaha " Ucapnya lagi setelah ku buka bekapan tangan ku dari mulutnya.


" Gak ada hubungannya tau, cowok tinggi besar lalu itunya juga harus sama besar. Ah dasar kau ini. . . " Aku mencubit lengan Dini dengan gemas.


" Heeeeey, kau. . . kenapa wajahmu memerah begitu hah??? Apa yang kau bayangkan cik gu Fanny. . . "


Tanpa sadar wajahku memerah, mendengar kata panjang dan besar. Aaah apa yang aku pikirkan, kenapa jadi terbayang milik Ammar malam itu. . .


Sial !!! Aku jadi malu mengingatnya kembali.


" Hayo. . . kau mulai berpikir mesum ya??? hahahaa kau pasti membayangkan hal yang begituan dengan tunangan mu Ammar " Ucap Dini lagi meledekku.


" iih apaan sih, berhenti bahas hal beginian dengan ku " Ucap ku dengan menutup kedua wajahku dengan tangan. Hah. . . kenapa aku jadi merasa dag dig dug. . . apa yang ku pikirkan saat ini Tuhan, apa aku merindukan Ammar. . . ???


Ah tidak. . .tidak. . . mengingat Ammar lagi dan lagi tidak mengabariku sama sekali semenjak hari itu, aku yakin kali ini dia pasti benar-benar marah dan kecewa pada ku. Lalu aku??? itu bukan salah ku, jika aku memaksakan diri menghubungi Ammar lebih dulu. Bukan kah sama saja aku merendahkan diri ku sebagai wanita??? iya kan. . .


" Fan . .. Fanny. . . elu mau kemanaaaa??? "


Dini menarik tangan ku, aku terkejut karena tanpa sadar aku melewati mobil milik Dini di halaman parkir.


" Ayo cepat naik, Hmm. . . pasti ngelamun lagi " Ucap Dini kembali.


Aku bergegas menaiki mobilnya tanpa kata lagi, aku mengacuhkan ucapan Dini. Yang kemudian Dini melajukan mobilnya dengan cepat untuk mengantarku pulang kerumah.

__ADS_1


Setiba dirumah aku langsung menuju kamar ku, untuk segera membersihkan diri lalu bersiap-siap untuk pergi kerumah kak Rendy.


Tapi. . . ini pertunangan kakak ku, apa sebaiknya aku mengabari Ammar. . . Meskipun ku tau dia tidak akan merespon pesan ku, apa lagi bisa hadir disini menemaniku. itu tidak mungkin. . .


Ammar, malam ini kak Rendy akan bertunangan. Aku akan menghadiri pestanya malam ini. . . Aku memberimu kabar agar kau mendoakannya dari kejauhan atas pertunangan kakak ku Rendy.


Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk memberitahu Ammar melalui pesan singkat, tak apa meski dia akan mengabaikan nya. Aku sudah mengetahui ini sebelumnya, dia tidak akan hadir dan pasti mengabaikan pesan singkat dari ku.


*************♡-♡************


Tiba di malam kak Rendy. . .


Baru beberapa orang saja yang hadir, sementara aku, ayah dan ibu menghampiri kak Rendy dan keluarga lainnya.


" Wah. . . Kak Rendy sangat tampan dan gagah " Ucap ku berseru melihat kak Rendy yang tengah berdiri dengan setelan Jas bersama keluarga lainnya. Sedang ayah dan ibu menyapa yang lainnya termasuk orang tua kak Rendy.


" Iya dong, siapa dulu. . . hehe, Malam ini adik kakak yang satu ini juga sangat cantik dan anggun. Mana Ammar??? Kenapa tidak ikut hadir??? " Tanya kak Rendy.


" Ah. . . Ammar . . . dia. . . dia titip salam untuk kakak tidak bisa ikut hadir karena ada tugas yang harus dia selesaikan malam ini juga " Jawab ku mengada. Kak Rendy hanya mengerutkan kedua alisnya menatap ku, seolah dia mencoba mencari-cari sesuatu dari ku.


" Ah kak Shishi mana kak??? " Tanya ku lagi berusaha mengalihkan.


" Hmm. . . pasti kak Shishi sangat cantik malam ini, Fanny jadi gak sabar "


" Ya udah sambil menunggu kedatangan Shishi bagaimana kalau kamu. . . berkeliling dulu mencicipi semua hidangan disini. Semua nya enak loh, Kevin yang memberikan ide hidangan ini semua. Pun dia yang membuat resepnya. . . hehehe hebat kan dia. . . " Ucap kak Rendy dengan senyuman Bangga.


" sungguh??? Waaaah. . . gak sabar. Ya udah Fanny cobain dulu deh sambil keliling "


Kau tau. . . ini memang hanya acara pertunangan saja. Tapi disini bagaikan pameran kue saja, hahaha sangat indah hiasan dan berbagai macam makanan manis disini.


Sedang sibuk berkeliling mencicipi sedikit demi sedikit kebiasaan ku colak colek sana sini di atas tatanan dessert di atas meja.


" Hmm. . . ini sungguh lezat, kak Kevin sangat pintar membuatnya. Ini tidak kalah dengan rasa dessert di toko kue terkenal diluaran sana " Ucap ku sambil memejamkan mata menikmati lezatnya.


" Benarkah senikmat itu??? " Bisik seseorang di telinga ku, yang suaranya terdengar tidak asing bagiku.


Aku terkejut menolehnya. . .


Kevin melempar senyuman manis pada ku. Sembari menyodorkan potongan dessert krim keju strawberry di atas piring kecil untuk ku, Sejenak ada getaran kecil di dalam hati.

__ADS_1


Aku tertegun kaku melihatnya, kemudian dengan pelan aku menerima suguhannya tadi.


" Ini special buatan kak Kevin sendiri untuk mu " Ucapnya lagi. . .


" Mma. . .kasih kak, hehe. . . jadi gak enak " ucap ku dengan gugup. Sungguh aku sedikit gemetar mendengarmya berucap demikian, tapi juga. . . ah, jadi GR.


" kau tau Fanny, alasan kakak menjadi koki??? " Tanya nya dengan serius.


Aku menggelengkan kepala, sambil sesekali mencicipi dessert yang di berikannya padaku tadi. . . Hmm. . . rasanya memang sangat nikmat.


" Karena mu. Dan untuk mu. . . Fanny, semua berawal darimu. Selama di luar negeri, jujur aku masih terus memikirkanmu. Dan aku bingung dengan cara apa aku bisa melupakan mu atau dengan cara apa aku menjalani aktifitasku selanjutnya dengan seolah kau masih ada untuk ku. . . kau terlalu keras menghukumku dengan mengganti nomormu seketika, kemudian aku mendengar dari Rendy kau akan bertunangan dengan Ammar. . . aku sungguh sangat terluka ketika itu "


" Tapi kak, aku. . . " Aku ingin menjelaskan, tapi Dia menyela ucapan yang akan aku katakan. Aku kembali menutup rapat kedua bibirku. . .


" Dan kau tau, aku seperti orang gila mendengar hal itu. karena setelah ini, aku mungkin tidak akan lagi mendapat kesempatan untuk ada di hatimu, aku melakukan segalanya yang pernah aku lakukan ketika bersamamu, bahkan semua makanan kesukaan mu aku melahap habis sampai sakit perut. Dan semenjak itu aku jadi suka makanan manis terkhusus Dessert ini, kesukaan mu "


" Kak, ayo lah. . . jangan begini lagi. Ini acara pertunangan kak Rendy, aku sungguh ingin bahagia berada di acara ini, bersama kalian tanpa rasa canggung "


" Tapi. . . benarkah tidak ada kesempatan lagi untuk ku??? " Tanyanya memaksa. . .


Aku semakin kikuk menyikapinya demikian, kenapa kenapa. . . selalu saja aku terjebak dalam keadaan seperti ini.


" Kak, aku sudah punya tunangan. . . aku sudah jadi milik orang lain saat ini "


" Lalu, kapan kau akan putus dengan Ammar??? Apakah aku tidak pantas berada di sampingmu hingga kita menua bersama???


Oh tuhaaan rasanya aku sudah ingin menangis detik ini. . .


kenapa dia menggila begini???


" Kak, kau. . . apa kau tau??? kau ini begitu baik sangat baik, bahkan kau bisa mendapat seseorang yang lebih dariku kapan pun kau mau. . . dan ku yakin kau bisa. . . "


Seseorang. . . tolong aku. . . aku sudah kehabisan kata. . .


" Fanny, jika saja aku bisa. . . hingga detik ini aku tidak akan memintamu begini. Hatiku tetap sama, aku masih mencintaimu "


Deg deg deg. . .


Hatiku. . . hai hatiku. . . kenapa kau tidak bisa pelan sebentar, ku mohon jangan terus berdetak keras begitu. . .

__ADS_1


__ADS_2