
Aku mulai menikmati pertemuan ku kembali dengan Kevin, kami mulai berbincang banyak hal, bersantai, bersenda gurau, hingga sepertinya pengaruh obat sudah mulai bereaksi. Perlahan mata ku ngantuk pikiran ku seakan melayang jauh dan kepala ku terjatuh begitu saja pada sesuatu yang entah itu apa aku sudah tidak mampu membuka mata ku lagi.
Lama semakin lama aku merasa tidur ku nyaman dan nyenyak, hingga aku mendengar suara bisikan yang sedikit mengusik telinga ku dan aku membuka mata ku kembali. Ku lihat sekeliling lampu-lampu taman belakang sudah menyala.
Astaga !!! aku. . .
Seketika aku membangunkan tubuh ku. Dan ku lihat sekeliling, mataku sampai pada sosok lelaki yang tengah duduk di samping ku.
" Tidurmu nyenyak??? " Tanya Kevin pada ku.
" Aku. . . ya ampun, malu nya. . . " sahut ku dengan menutupi wajah ku dengan kedua tangan ku.
" Hahaha kepala mu berat juga Fanny, pundak ku jadi pegal nih. Tanggung jawab " Ucap Kevin, dia menggoda ku lagi.
" Aaah maafkan aku Kevin, berapa lama aku tertidur??? kenapa kau tidak membangunkan ku saja atau biarkan saja aku tertidur disini sendirian. Itu sudah biasa bagi ku "
" Apa aku terlihat setega itu pada mu Fanny??? "
" Eh ??? Ehm, maafin aku " jawab ku menundukkan wajah.
" Sudah lah, ayo masuk ke dalam. Tante dan om sudsh menunggu kita untuk makan malam "
" Jadi tadi bunda dan ayah menyusul kesini??? "
" Tidak. . . hanya om saja, dia meminta untuk menggendong mu saja pindah ke kamar mu. Tapi aku melarang nya agar kau tidak terbangun dan tetap tidur nyenyak di samping ku, hehe " Jawab nya dengan senyum nyengir ala kuda pada ku.
Ya tuhaaaaan, entah apa lagi yang akan ayah dan ibu katakan untuk menggoda ku nanti. Ini sudah kali ke dua aku tertidur di sisinya, dulu pun begitu. tapi dia selalu membiarkan ku menikmati tidur ku. . .
" Fan. . . fanny. . . "
" Ah iya, Ehm. . . makasih sudah membiarkan ku tidur di pundak mu. Pasti pegel banget ya, ma. . .afff. . . " ucap ku sembari merengek manja.
" Bayar dong. enak aja maaf doang "
" Haish. . . dasar pamrih " jawab ku cetus.
" Astaga, aku hanya bercanda. . . hahahaa "
Kemudian aku berjalan melewatinya untuk kembali masuk menuju meja makan. Dia mengikuti ku dengan terus mengerjaiku. Hingga tiba di meja makan aku lihat ayah dan ibu sudah tersenyum sumringah penuh kebahagiaan melihatku bersama Kevin bersenda gurau.
" Wah, sepertinya demam mu sudah membaik sayang ? " tanya ibu pada ku sembari ku duduk di sampingnya.
Eh, iya. aku sudah baikan, kenapa aku baru menyadarinya. . .
" Iya dong sayang, tidurnya nyenyak banget sih. . . apa lagi di pundak yang empuk banget " jawab Ayah menggodaku.
" Iiih apaan sih, obat yang Fanny minum tadi obat apaan sih bunda??? reaksinya begitu cepat. Jadi ketiduran deh " Jawab ku mengalihkan. Sementara Kevin hanya diam dengan senyuum-senyum melihat ke arah ayah dan ibu ku.
__ADS_1
" Sudah sudah jangan menggerutu lagi, ayo makan dulu mumpung masih hangat. nak Kevin ayo silahkan cicipi masakan tante ".
" Terimakasih tante, om. Selamat makan " jawab nya dengan santun.
Suasana ini, kenapa begitu terasa indah bagiku. . . semua terasa penuh nikmat dan hikmat, tapi. . . semua ini akan sangat dirindukan setelah Kevin nantinya akan kembali ke luar negeri. Tentunya dia akan kembali menemui wanita yang kini dia cintai, bukan violet.
Uukh. . . aku masih penasaran, lagi-lagi aku ingat akan hal itu.
*********************************
Ini sudah hari ke tiga Kevin di indonesia. Aku mulai terbiasa dengan keberadaan nya dan kehadirannya yang selalu berkunjung kerumah ku hanya sekedar untuk berbincang dengan ayah dan ibu.
Terkadang aku iri melihatnya begitu asyik berbincang lama dengan ayah dan ibu di sela kesibukan ku mengajar dan kuliah.
Hari ini dia tidak datang berkunjung, padahal ini hari libur ku. Aaah, menyebalkan. Kemana dia??? apa dia sengaja membuatku menunggunya???
Drrrt. . . drrrt. . . drtttt. . .
Sebuah nomor baru ku lihat menelpon ku di kayar ponsel yang sedaritadi aku memainkannya selama di kamar.
Siapa ??? tanya ku dalam hati.
** **Hallo. . .
Fanny, ini aku. Violet** !!!
Darimana dia mendapat nomor ku???
**Ah ya? ada apa kak???
Terimakasih sudah mau berbaik hati pada ku selama di indonesia. Hari ini aku akan kembali ke luar negeri, senang bisa bertemu dengan mu meski di waktu yang singkat**.
Eh tunggu, Violet akan kembali ke luar negeri hari ini. Dan Kevin??? Kevin tidak datang berkunjung kerumah ku, jangan -jangan dia. . . juga balik ke luar negeri hari ini. Oh tuhan tidak. . .
**Kak, apakah kau bersama Kevin saat ini??? apakah dia ikut balik dengan mu hari ini???
Aku menyerah Fanny, kau pemenang nya kali ini. Sampai kapan pun kau akan tetap jadi pemenang di hati Kevin. Sekeras apapun usaha ku untuk membuat Kevin menerima ku di hatinya, semakin keras pula ia berusaha menjauh dan menghindar dari ku.
Apa maksudmu??? aku. . . aku tidak ada niat untuk merebutnya dari mu kak. Percaya lah. . .
Sudah lah, semua sudah jelas sekarang. Semoga kita tetap bisa berteman dan bertemu kembali lain waktu, ingat !!! hari ini aku menyerah tapi bukan berarti tak akan kembali ketika kau menyia-nyiakan nya lagi seperti dulu**.
Hello. . . kenapa dia terus saja berbicara tidak jelas sesuka hatinya. Aku tanya dimana Kevin. . . oh tuhan wanita ini sengaja kah???
**Kak, tunggu. Jawab dulu dimana Kevin???
See you next time girl, and thank you so much. Bye. . .
__ADS_1
Hey kak, tunggu. . . hey, halo. . . halo**. . .
Bip bip bip. . .
Panggilan terputus begitu saja. Aku coba menelponnya lagi, namun sudah diluar jangkauan.
Aku mulai gemetaran, ku telepon berulang kali nomornya tetap tak dapat terjangkau.
Oh tidak, aku juga belum menyimpan nomor Kevin di ponsel baru ku. Bagaimana ini. . . ku mohon Tuhan, jangan biarkan Kevin pergi begitu saja tanpa satu katapun pada ku.
Banyak hal yang ingin ku sampaikan sebagai rasa terimakasih ku padanya. . .
Dengan cepat ku raih tas mini ku tanpa merapikan diri lagi, aku bergegas turun hendak pergi ke bandara semoga aku masih bisa menyusulnya kalaupun tidak. . . paling tidak aku tidak akan menyesal dengan seribu alasan walau konyol.
Aku terus berlari menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.
" Bunda. . . ayah. . . bunda. . . " aku mencari-cari mereka sekeliling rumah agar di panggilnya sopir untuk mengantarku ke bandara.
" Ada apa Nak??? hey kenapa kau panik begitu??? " Tanya bunda padaku dengan panik.
" Bunda, pak sopir ada kan??? suruh mengantar ku ke bandara sekarang juga, ayo bunda. . . "
" Hey, tenang lah sedikit. untuk apa kau pergi kesana Nak??? Pak sopir sedang pergi bersama ayah mu bertemu clien di luar " jawab ibu ku dengan tenang.
Astaga. Semua sudah terlambat jika begini. . .
Tanpa menunggu ibu berbicara lagi aku bergegas pergi melewatinya. Lebih baik aku pergi naik taxi saja, aku tau ini sudah lasti terlambat. Tapi. . . apalah daya ku jika begini.
Dan aku berlari menuju pintu depan, dengan cepat tanpa ku sadari. . . rasanya aku tak percaya. Melihat sosok Kevin berdiri di teras, aku terkejut terdiam kaku menatap wajah nya dengan mulut berbentuk O.
" Fanny, kau mau pergi ??? "
Tersadar akan ucapan nya, air mata ku sudah berkaca-kaca. Air mata ini sudah akan terjatuh, tapi ku tahan dengan helaan nafas yang ku hempaskan begitu saja.
" Kevin, kau. . . kau masih disini. Ku pikir kau. . . sudah kembali ke luar negeri bersama Violet, tanpa mengabariku dahulu. Aku sangat takut Vin. . . aku takut " aku berbicara terus tanpa henti hingga membuat tubuh Kevin mendekatiku dan di sentuhnya tangan ku dengan hangat.
" Apa kau hendak menyusul ku ke bandara??? " Tanya nya pada ku, aku hanya mengangguk pelan di hadapan nya.
" Aku memang di bandara tadi. Tapi untuk mengantar Violet dan semua keluarga besar ku di luar negeri sana "
" Kau jahat. Kenapa tidak mengabariku hah??? aku sampai takut begini " jawab ku mulai kesal.
" Aku. . . aku sedang buru-buru tadi" ucapnya lagi dengan lembut kemudian tersenyum pada ku.
Bathin ku. . .
Tuhan, boleh kah kali ini aku memeluk sosok lelaki di hadapan ku ini???
__ADS_1
Tapi apakah tidak keterlaluan??? tapi aku takut membuatnya risih akan sikap ku nanti. Ah biarah begini saja, aku sudah sangat bahagia melihatnya masih berdiri tegak di hadapan ku dengan senyumannya yang khas itu. . .