BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
Tujuh puluh sembilan


__ADS_3

Kevin dengan sikap tenangnya itu melempar senyuman hangat pada Ammar yang masih menatapnya heran.


Aku yang menyaksikannya, jantungku serasa mau copot. Begitu juga dengan kak Rendy dan shishi yang mulai tegang. . .


Namun akhirnya, Ammar merangkul bahu Kevin dengan hangat dan ramah.


" Makasih Vin, ternyata kau juga disini. . . aku sampai tidak memperhatikan sekeliling dari saking terkejutnya mendapat kejutan begini. Kalian berhasil mengerjaiku. . . but, makasih banyak. . . kalian semua sungguh terbaik kali ini " ucap Ammar dengan riang gembira.


Huhft. . . lega rasanya jika begini, pikir ku.


" Haha iya dong, ide siapa dulu??? Mmh. . . btw, selamat ya brow atas pertunangan kalian. Semoga langgeng sampai pernikahan nanti. Oiya kenalin nih tunangan gue, shishi. " Ucap kak Rendy kemudian memperkenalkan Shishi pada Ammar.


" Aku Ammar, tunangan Fanny. Makasih Rend atas ucapan dan doanya, selamat juga atas pertunangan mu ya. Maaf, malam itu aku tidak bisa ikut hadir " Jawab Ammar menanggapi. . .


Aku ikut tersenyum mendengar percakapan mereka begitu. . . tapi Kevin, dia hanya mampu menyimpulkan senyuman yang sangat terlihat itu terpaksa dia lakukan.


" Ya udah beb, kita jangan ganggu mereka lagi. Ini acara special Ammar. biarkan Fanny dan Ammar menikmatinya. . . yuk ah kita lanjut shopping dulu sebelum malam berlarut. " Ucap kak Shishi kemudian.


Kak Rendy mengangguk tanda setuju, dan mengajak Kevin pula untuk segera pergi dari Kafe ini. Kevin tampak sedih. . . melihat ke arah ku. Aku mengatupkan kedua bibir ku melepas senyuman ku semulai tadi. . . aku. . . aku tidak tega. . .


Lalu dia mengedipkan kedua matanya dan berpamitan dengan ramah dan lembut pada Ammar. Tanpa menyapaku lagi. . . Dadaku sesak melihatnya berlalu yang di susul kemudian oleh kak Rendy dan Shishi.


Kevin, maafin aku. . . maafin aku. . . !!!


Kemudian Ammar mengagetkan ku dengan sentuhan tangannya di pipi ku.


" Fanny, kau sungguh jahat " Ucapnya


" Hehe. . . ini bukan ide ku Ammar, tapi ulah kak Rendy " Jawab ku singkat. kemudian mengajaknya duduk di tempat yang sudah di sediakan. . .


" Apa kau sengaja menyiapkan semua kejutan ini. . . ?aku sangat bahagia sayang, makasih ya " Ucap Ammar kemudian.


" Aku memang sengaja mendahuluinya beberapa jam sebelum waktunya tiba, tadinya aku ingin memberimu sebuah ucapan saja malam nanti. tapi. . . ini kali pertama aku bisa merayakan ulang tahun mu bersama ku semenjak kita bertunangan. Paling tidak aku ingin memberikan mu malam yang berkesan " ucap ku. . .


" Kau selalu membuat ku jatuh hati akan semua tindakan mu Fanny " Jawabnya dengan mengecup tangan ku kemudian.

__ADS_1


Tak lama kami berbincang-bincang mesra penuh canda tawa di kafe ini, seakan lupa rasa marah luka yang dibuatnya tentang Abel saat itu. . . ah biarlah nanti ku bahas lagi, ini hari specialnya. Aku tidak ingin merusak suasana hatinya malam ini.


" Ammar, apa kau akan langsung kembali pulang ke kota A ??? "


" Wah, kau sungguh kejam kali ini Fanny. Kau sudah mengerjaiku keterlaluan malam ini, lalu kau langsung mengusirku untuk segera kembali pulang ke kota ku??? Bagaimana kau bisa setega itu pada ku??? Kau tau. . . aku masih sedikit pusing, menahan segala kepanikan dan kekhawatiran ku selama di jalan tadi. Aku sungguh takut. . . "


" Hahaha ya ya ya maafkan aku sayang, aku memang sengaja ingin membuatmu demikian " Aku meledeknya dengan tawa.


" Aku akan menginap di hotek saja, besok aku harus menemui om dan tante dulu. Aku rindu mereka " jawabnya tegas.


" Tapi kau besok bukannya harus mengajar dan kuliah??? begitupun aku Ammar. . . " Jawab ku membantah.


" Sayang. . . ini hari special ku kan, tidak bisakah kau memberikan ku waktu seharian bersamaku??? "


" Tapi. . . "


" Pliss aku merindukan mu Fanny. . . Apa kau tidak merindukan ku??? " ucap nya merengek padaku dengan wajah melas.


" Aaah baiklah baiklaaaah. . . kau ini. . . " Jawab ku menyetujui.


" Antarkan aku pulang dulu Ammar, baru kau cek in ke hotel " Jawab ku menolak.


" Sayang, aku akan menelpon om dan tante lebih dulu jika begitu "


" Ih ya sudah aku ikut kau cek in ke hotel saja dulu, jangan menelpon mereka. Nanti mereka akan terus mendette mu memintamu segera datang kerumah dulu " Jawab ku cemberut.


" Nah gitu dong. . . " Jawab Ammar puas.


Lalu kami hendak keluar dari Kafe untuk mencari hotel terdekat. . . sampai di luar pintu kafe, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras di sertai angin. . . Hah. . . sepertinya sudah mulai musim hujan ya? pikir ku dalam hati.


" Bagaimana ini Ammar, hujan begitu deras beserta angin. . . aku langsung kedinginan " jawab ku gemetaran.


Ammar langsung melepas jaket yang di kenakannya semulai tadi kemudian memakaikannya padaku.


" Kita terobos saja sampai dimobil, gapapa basah sedikit kita keringkan tubuh sampai di hotel saja " jawab nya dengan bads keras di bawah derasnya hujan. Aku mengangguk setuju tanpa berpikir panjang. . . kami berlarian menuju mobil, sembari Ammar memelukku.

__ADS_1


Tiba di dalam mobil kami sudah setengah basah kuyup. . . Ammar langsung melajukan mobilnya dengan cepat melihatku kedinginan. Sembari mencari-cari hotel terdekat, banyak penginapan kecil yang ia lewati. Aku mengerti. . . jika dia, pasti akan mencari penginapan yang mewah tentunya, yang tersedia air hangat untuk mandi dan menghangatkan tubuhnya yang kini telah basah kuyup.


Setelah menemukan sebuah hotel yang mewah dan megah, Ammar berhenti dan memarkir mobilnya. Sementara hujan masih sangat deras, Kemudian Ammar mengajakku untuk kembali menerobos hujan deras ini menuju ke dalam hotel.


Aku mengikuti langkahnya hingga tiba di dalam hotel, lalu. . . Ammar berbincang-bincang sebentar dengan receptionis hotel ini, dan menerima sebuah kunci. Kemudian Ammar mengajakku untuk segera menuju kamar yang di yang sudah di pesannya tadi. . .


Ammar tergesa-gesa menarik tangan ku menuju sebuah life. Dia memencet tombol lantai 28, tiba kemudian. . . ku lihat sekeliling nya memang tampak mewah. . . sepertinya ini suite room.


Hah. . . dasar Ammar, sifat sederhananya di hadapan ku sepertinya mulai memudar. Pikir ku dalam hati. . .


Tiba di dalam ruangan yang Ammar tuju, aku mengikuti langkah Ammar dari belakang untuk masuk tanpa rasa canggung lagi.


Aku dibuat takjub sejenak dengan isi di ruangan ini, berapa duit yang sudah Ammar keluarkan untuk menyewa kamar ini satu malam saja kan??? Huh gila. . .


Ammar sudah mengutak atik sebuah remot AC untuk mengaturnya untuk tidak terlalu dingin dalam ruangan ini. Aku menghampirinya. . .


" Ammar, Kau ini. . . apakah tidak rugi menyewa kamar semewah ini hanya untuk satu malam saja??? " Tanya ku.


Dia tersenyum menghampiriku. . .


" Aku sengaja memesannya agar kita bisa mandi air hangat setelah ini, agar kau tidak terserang flu akibat hujan tadi sayang " Jawab nya mencubit gemas pipiku.


" Baik lah aku mandi duluan kalo gitu " Jawab ku singkat dan berbalik darinya.


" Eh. . . tunggu " Ammar tiba-tiba menarik tubuhku ke dalam pelukannya dari belakang.


" Ammar. . . kau basah kuyup, memelukku begini makin membuatku gemetaran kedinginan " Aku meronta dalam pelukan Ammar.


Tapi Ammar dengan gesit memutar tubuhku hingga menghadapnya, dan langsung mengecup mesra bibir ku.


Seketika. . . sekujur tubuh ku yang kedinginan berubah panas dan jantungku mulai beraksi, berdetak sangat cepat. . .


Ammar terus mengecup bibirku yang gemetar karena kedinginan tadi. Tapi kini. . . sudah berubah hangat, Ah. . . Ammar menaikkan gairah nafsu ku begitu cepat ketika di peluknya erat pinggangku untuk lebih rapat menempel ke tubuhnya.


Aku membalas ciuman hangatnya di bibirku. . . oh. . . sungguh hangat. . . ciuman kami sudah semakin memanas membuat aliran darahku semakin naik hingga ubun-ubun.

__ADS_1


__ADS_2