BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#137


__ADS_3

Hingga hari mulai petang, aku dan Kevin masih duduk bersama di pesisir pantai dengan posisi kepalaku bersandar mesra pada bahu Kevin. Dia selalu menggenggam tangan ku dan di kecup nya mesra.


Kami berbincang banyak hal cerita-cerita menarik dan kesibukan kami selama tidak bertemu.


Aku jadi semakin yakin, bahwa dia memang benar-benar mencintaiku dengan tulus. Menanti hal ini dengan sabar walau setiap hari yang ia lewati penuh sesak di hati nya.


" Vin, aku tidak tau lagi harus mengucap syukur bagaimana pada Tuhan. Karena telah mempertemukan kita kembali dan membiarkan hatimu menunggu begitu lama, apa kau percaya??? hingga detik ini aku masih menyesali perbuatan ku dulu yang menjadikan mu pelarian sesaat bahkan ketika aku masih status hubungan dengan Ammar. Dan hingga kini aku sangat menyesal telah mengingkari janji ku pada mu, untuk. . . menjaga kesucian ku "


" Sssttt. . . sudah lah, tak perlu kau menyesalinya lagi sayang. Semua sudah terjadi dan berlalu. . . mendengar semua cerita mu bagaimana hal itu terjadi, aku masih bisa menerimanya. aku akan menganggap itu hal wajar, mungkin jika aku berada di posisi Ammar dan dirimu saat itu. . . mungkin aku. . . ya juga sama "


Aku terperangah mendengat hal itu keluar dari mulut Kevin. . .


" Tapi kau. . . kau tidak pernah melakukan nya pada ku meski saat itu aku dan kau pernah ada dalam satu kesempatan Kevin. . . " tanya ku mulai heran.


" Kau tau kenapa??? karena aku tidak ingin menjadi laki-laki pengecut yang dengan gampangnya merebut kesucian mu saat itu Fanny, aku tidak ingin menodaimu begitu saja lalu pergi meninggalkan luka "


" Kevin. . . kau. . . "


" Tak apa, jangan terus menyesalinya. mari kita buka lembaran baru yang lebih indah " Jawab nya dengan senyuman pada ku.


Aku hanya bisa memeluknya dengan erat kali ini, hingga tak ingin aku melepasnya sedetik pun.


Di tengah kemesraan kami, ku dengar sayup perlahan namun cukup jelas suara desahan dan teriakan manja suara kak Shishi yang di terpa angin sepoy-sepoy menembus dinding telinga kami.


Seketika bulu kuduk ku merinding dan berdiri. . .


Sepertinya Kevin pun merasakan hal yang sama dengan ku, kami saling memandang heran satu sama lain. Kemudian kecanggungan terjadi di antara kami, sikap kami saling kikuk dan gelagapan. Kemudian Kevin menepuk keningnya cukup keras. . .


" Hah, kakak mu sudah gila Fanny " ucapnya pada ku.


" Ah. . . eh, ehm. . . i. . .iya, mereka sungguh gila. Bagaimana bisa melakukannya di tempat terbuka begini??? apa tidak malu, semua benda mati disini jadi menyaksikannya kan. . . "


" Hahaha. . . benda mati mana bisa mereka merasa malu Fanny, kau ada-ada saja " Ucap Kevin sembari tertawa geli tanpa henti.


" Haaah. . . sudah lah, kita harus memaklumi. Mereka masih pengantin baru bukan??? wajar lah kinerja hormon mereka terus memanas tak kenal tempat dan waktu. Cuma. . . mereka sungguh keterlaluan kali ini, huh "


Aku mulai mengomel tanpa henti menggerutu dengan bibir manyun.


Hingga tanpa sadar Kevin telah memandangiku dan perlahan mendekatkan wajah nya pada ku.


" Apa. . . kenapa kau memandangku begitu hah??? " tanya ku dengan cetus ketika menyadari hal itu.


" Saat kita resmi menikah nanti, apakah juga akan melakukannya disini? atau di tempat terbuka lainnya??? "


Pssshhh. . . seketika wajah ku merona tersipu malu mendengarnya.


" Keviiiiin, kau mulai lagi menggoda ku ". jawab ku dengan mencubitnya sangat keras.

__ADS_1


" Hahaha aduh ampun ampun ampun, aku hanya bercanda terbawa suasana saja Fanny. . . hahahaha jangan marah "


Kemudian kami saling berpelukan dan. . . lagi lagi dan lagi. Bibir Kevin mendarat di bibir ku melumatnya dengan lembut.


" Aku sangat mencintaimu Fanny, aku tidak akan pernah bosan mengucapkannya " ucap nya saat melepas ciuman nya dari bibir ku.


" Tapi aku tidak " jawab ku mengerjainya lagi.


" lalu Aku akan membuatmu mencintaiku " jawab nya tegas sembari mencubit hidung ku dengan gemas.


Aku meringkuh dalam dekapan hangat nya lagi.


" Oh iya Fanny, aku hampir lupa. Besok aku akan bertemu clien di kota A " ucap Kevin kemudian. Mendengarnya menyebut nama kota A membuatku tersontak kaget.


" Kota A ??? " tanya ku reflek dengan cepat.


" He'em. kota A, dan clien ku ini sedikit manja dan aneh sekali. Dia yang membutuhkan kinerjaku, tapi dia menolak untuk menemuiku kemari. Dia bilang ada alasan pribadi "


Oh tuhan, kenapa feeling ku adalah Ammar??? ah tidak tidak. . . itu tidak mungkin. aku yakin pasti bukan dia, tapi alasan nya itu. . . membuatku curiga, Kevin bilang dari kota A. Kota tempat tinggal Ammar.


" Apa kau sudah tau nama orang tersebut??? " tanya ku penasaran.


" Sayang nya, dia menyuruh manager nya yang menghubungi ku. Dia sangat sulit untuk di hubungi sekedar untuk berbicara menyapanya di telepon " Jawab Kevin dengan ekspresi heran.


Mungkin memang bukan Ammar. karena tidak mungkin dia akan sesombong itu kan??? tapi sesibuk apakah clien Kevin ini. Kenapa begitu misterius sekali. . .


" Mau kah kau ikut dengan ku Fanny??? temani aku disana. hanya sehari saja, tidak akan menginap. hehe, sekalian saja kan kita berlibur jalan-jalan melepas penatku setelah lelah berpikir ketemu clien aneh itu "


" Nanti sekalian aku ajak Rendy dan shishi deh, ku dengar dari teman-teman di perusahaan di kota A banyak pemandangan indah. Aku ingin menikmatinya bersama mu sayang " ucap nya dengan wajah sendu seakan memohon pada ku.


" Aku. . . "


Apa lagi yang kau pikirkan Fanny??? apa kau takut jika memang nantinya akan bertemu Ammar??? ini justru bagus bukan??? tunjukkan pada nya bahwa kau sudah bahagia bersama Kevin, lelaki yang pernah di cemburuinya.


" Baik lah " jawab ku singkat.


" Aaah senang nyaaaaa akhirnya bisa bepergian jauh dengan mu sayang " ucapnya dengan senyuman manis kepada ku.


Lihat, bagaimana mungkin aku tega mengecewakan senyuman yang timbul dari kedua sudut bibir nya itu. . . begitu manis dan tulus. Aku tidak ingin membuatnya sedih atau curiga dengan menerka-nerka penolakan dari ku untuk ikut dengannya ke kota A. Biarlah ini demi menyenangkan hatinya saja. . .


" Ya sudah kita pulang yuk, aku sudah lapar. lagi pula ini sudah waktunya makan malam. . . uugh. . . aku sangat haus dan lapar ".


Aku mulai merengek manja pada Kevin, untuk mengajaknya pulang.


" Astaga. . . baik lah baik lah. . . ayo kita pulang, eh tapi. . . bagaimana dengan Rendy dan Shishi? apakah mereka sudah selesai bermain??? " tanya Kevin pada ku.


" Hahaha, cih apaan sih. Aku akan menelponnya saja dulu "

__ADS_1


Ku raih ponsel di tas miniku, dan memencet tombol panggilan kepada kak Rendy.


Tuuuuuut. . . tuuuut. . .


** Ha. . . hallo Fan


Terdengar suara kak Rendy sedikit terengah-engah.


Astaga Tuhan. . . apa mereka masih bermain? tanya ku dalam hati.


**Kak, ayo pulang. Aku sangat lapar, ini sudah jam makan malam.


Ba. . . baik lah, tunggu sebentar disitu. 10 menit lagi kita pulang**


Gila, sumpah ini gila. Kak Rendy. . . . . . !!!


Aku mulai teriak dalam hati dengan geram, sementara Kevin memandang ku heran.


Ya ya baik lah !!!


Klik. . .


Ku matikan panggilan ku dengan cepat tanpa aba-aba darinya.


" Gimana??? kenapa kau terlihat bersungut seperti itu Fanny??? "


Seketika aku menutupi wajah ku dengan kedua tangan ku, lalu ku dengar Kevin sudah tertawa lepas melihat sikap ku ini dan memeluk tubuh ku dengan lembut.


" Sudah. . . kita beri mereka waktu dulu sampai puas, tahan dulu lapar mu " ucap nya sembari mengelus rambut ku.


" 10 menit. kak Rendy bilang 10 menit lagi, dia menyuruhku untuk tetap disini selama 10 menit " jawab ku dalam pelukan Kevin. Kevin kembali tertawa geli mendengar ucapan ku.


Aku kesal, dan ku dorong tubuh nya saat memeluk ku.


" Kau, apa yang kau tertawakan hah??? "


" Upz. . . maaf, maaf sayang. Habisnya kau sangat lucu, hey hey. . . mereka baru saja menikah, sudah lah jangan cemberut begitu Hahahaha "


" iiiih kau sedang mengejekku atau menggoda ku. . . " aku memukuli tubuh nya, dia berhasil menghindar dariku dengan gesit. aku tidak terima itu, aku terus mengejarnya untuk membalasnya karena terus menggoda ku.


Langkah ku terhenti untuk mengejarnya, rasa lapar dan haus mengurangi tenaga ku untuk berlarian kecil. lagi pula, bagaimana juga aku bisa menggapai tubuhnya sementara kaki jenjang nya begitu panjang dalam sekali melangkah. Huh. . .


Dan pada akhirnya, Kevin lah yang menghampiriku kembali dan memeluk ku dengan kecupan hangat nya di kening ku.


" Aku juga ingin memanfaatkan waktu 10 menit itu, eh tidak. 9 menit lagi ". ucap nya lirih dengan menengadahkan dagu ku untuk menghadap nya.


Di kecupnya lagi bibir ku dengan penuh kehangatan, ku rangkulkan kedua tangan ku di lehernya. Dia semakin memelukku erat. . .

__ADS_1


Ah. . . Dia memang paling bisa membuatku merasa di atas awan mendengar tutur katanya.


❤ Hai hai, siapkan mental kalian untuk episode berikutnya. Semoga puas dengan kejutan kecil dari ku, semangati aku terus ya. . . aku memang sedang kurang sehat sejak kemarin. Tapi aku tetap ingin membuat kalian para readers ku terhibur dengan episode selanjutnya. Ok readers ❤❤❤❤❤


__ADS_2