
Betapa aku sangat sangat dan sangat jahat disini, ini adalah hari special tunangan ku, dan aku sedang menanti kehadirannya untuk membuat sebuah kejutan kecil, tapi di tempat lain.
Aku.. Aku bercumbu mesra dengan laki-laki lain.
Saat di dalam toko, aku mulai bingung memilih kue yang pas dan cocok untuk hari special Ammar malam ini. Seolah Kevin sudah bisa membaca hati dan pikiran ku, dia menunjuk satu kue yang sedang di pojok sana. Aku sumringah melihatnya, hmm. . . kue itu sangat indah nan elok, sepertinya pantas untuk hari special Ammar malam ini. Kevin memang sudah jago kalo bagian ini. . .
Tanpa berpikir panjang lagi, aku menyetujuinya lalu meminta untuk di bungkus rapi dan indah pada penjaga toko kue tersebut.
Sembari menunggu, aku masih berdiri merangkul manja lengan Kevin. Layaknya kita memang berpacaran. . . Dia tersenyum memandangi wajah ku dan mengelus lembut tangan ku yang merangkul mesra lengannya.
Tak lama kemudian kue sudah terbungkus rapi nan cantik, aku menerimanya. . . dan melangkah keluar kembali menuju mobil. Kemudian Kevin langsung melajukannya dengan lebih cepat.
Tiba di Kafe yang sudah di booking oleh kak Rendy tadi, aku dan Kevin kembali bersamaan keluar dari mobil. Dan. . . benar saja, ini Kafe sudah sepi dari pengunjung. Tiba di dalam ruangan ku lihat sekeliling ruangan sudah di hiasi beberapa perlengkapan party, warna warni pernak pernik yang tertempel dan menggantung menjuntai sangat indah. Semua kursi sudah tersedia rapi, ada beberapa minuman ringan yang sudah tertata rapi di meja dan hisana lilin-lilin di tengahnya.
" Waaah. . . ini mah bukan party kecil namanya kak, ini sangat mewah " Ucap ku pada kak Rendy.
" Paling tidak ini harus sangat mengesankan di hati Ammar, karena kita sudah sengaja mengerjainya malam ini. Hahaha " ucap kak Rendy tertawa.
Kemudian aku dan yang lainnya sudah duduk rapi melingkar di meja yang sudah disiapkan untuk menanti kedatangan Ammar. Aku mulai gugup, tangan ku sudah berkeringat menahan kegelisahan ini.
Jam sudah menunjukkan 08.30 Wita. Seharusnya Ammar sebentar lagi tiba di sini. . . sesekali kak Rendy mondar mandir untuk ngecek halaman di luar barangkali sudah ada tanda-tanda Ammar datang. Seolah mulutku mukai terkunci menanti kedatangan Ammar. Sementara Kevin, dia terus memperhatikan tingkah ku meski sesekali dia juga ikut mondar mandir bersama kak Rendy.
Waktu sudah lewat 15 menit dari jam 08.30 Wita tadi. . . terdengar suara mobil yang baru di hentikan. Karena suasana begitu sepi sehingga suara mobil pun terdengar sangat jelas.
" Matikan lampu nya sekarang " bisik kak Rendy pada salah satu staff disini.
__ADS_1
Seketika seluruh ruangan gelap, hanya sebuah lilin di atas kue yang sengaja sudah ku nyalakan.Perlahan aku melangkah dengan gugup menanti Ammar segera tiba di dalam ruangan, ku lihat dia tampak kebingungan berada di depan kafe. Kak Rendy mulai cekikikan memperhatikannya begitu juga dengan kak Shishi. . .
Dan ntah bagaimana ekspresi Kevin detik ini, hah. . . sungguh aku sudah sangat gugup.
Nampak Ammar merogoh ponselnya, sepertinya dia berusaha menelpon kak Rendy melalui ponsel ku. Haha. . . benar saja, ponsel ku bergetar dalam tas. Aku meminta kak Rendy meraihnya. . . sedang Ammar masih berdiri di halaman depan clingak clinguk kebingungan.
**Halo Ammar,
Halo, apa kau sedang mengerjaiku. . .??? tempat ini bukan rumah sakit**.
Terdengar suara Ammar begitu keras dari luar sepertinya dia sedikit marah. Aku mulai takut melihatnya demikian. . .
Masuk aja bawel. Kau ini. . .
Jawab kak Rendy cetus. Sumpah mendengar jawabannya aku sempat tertawa geli di dalam hati. . .
Entah sejak kapan pintu ini jadi menakjubkan begitu, atau aku nya yang tidak sadar akan hal itu dari awal tiba di kafe ini.
Dan. . .
" Sureprice !!! " Teriak kami bersamaan dengan lampu yang sudah di nyalakan.
Ammar terkejut bukan main hingga sekujur tubuhnya membatu di depan kami. . .
" Happy birthday Ammar. . . !!! " Ucapku langsung. sedang kak Rendy dan kak Shishi ribut dengan segala aksinya memainkan pernak pernik dan hiasan sambutan ulang tahun.
__ADS_1
Amma masih tampak kebingungan, berdiri kaku tanpa kata melihat sekeliling dan kemudian memandang ku yang sudah berdiri di depannya dengan sebuah kue di hiasi lilin yang sudah menyala sedaritadi.
" Kau " Ucapnya pada ku dengan tatapan tajam.
" Make a wish dulu, lalu tiup lilinnya " Ucap ku dengan senyuman.
Ammar masih terheran-heran kemudian menuruti perintahku, memejamkan mata sejenak kemudian meniup lilin dengan sekali tiup.
" Yeeeeey Happy birtday Ammar, god bless for you " ucap kak Rendy dan Shishi bergantian.
Ammar masih setengah sadar tersenyum menanggapinya dengan ucapan singkat dari mulutnya yang masih kaku.
" Sory Mar, gue udah ngerjain elu. Sebab petang tadi, Adik gue kebingungan minta saran gue bilang bahwa elu ulang tahun besok. Hehe, berhubung gue harus balik ke luar negeri besok. . . jadi kita sengaja ngadain party kecil buat elu. Khususnya buat adik gue juga si Fanny. . . kasian dia kebingungan banget " Jelas kak Rendy kemudian.
" Kau. . . tidak marah kan kita semua udah mengerjaimu begini Ammar??? " Tanya ku dengan lembut.
Ammar menghela nafas panjang, dia melangkah lebih dekat dengan ku kemudian mengecup keningku dengan lembut.
" Aku sungguh sangat ingin marah, tapi melihatmu baik-baik saja dan bersusah payah dengan segala kejutan ini. . . sungguh aku. . . aku sangat lega melihatmu sayang, terimakasih. . . " Ucap Ammar dengan menyentuh kedua pipiku.
Aku tersenyum melihatnya. . . syukurlah, dia tidak marah. . . dan kejutan kecil ini cukup berhasil dengan lancar. Aku merasa puas dengan ide kak Rendy dan kak Shishi ini.
Oh tidak, aku lupa !!!
Di sini masih ada Kevin. . . oh tuhan. . . apakah Ammar belum menyadarinya???
__ADS_1
" Ammar, happy birthday ya. . . semoga kebahagiaan selalu menyertaimu " Suara Kevin mulai terdengar, ia mendekati Ammar dan menepuk bahu nya pelan.
Ammar kembali terkejut, ku perhatikan ekspresi wajahnya mulai berubah. . . Plisss jangan sampai ada adegan tidak mengenakkan malam ini Tuhan. . .