
Tiba malam pesta pernikahan kak Rendy. Aku tiba lebih awal di gedung untuk menemani kak Shishi dahulu sementara para petugas yang mengatur berlangsungnya acara masih sibuk menata ruangan secantik dan semewah mungkin.
" Waaaah kak Shishi, kau sangat cantik malam ini. . . tak salah jika kak Rendy memilih mu sebagai istri nya, hihi " Ucap ku memuji kak Shishi.
" Ah, Fanny. . . kau selalu memuji kakak. Malam ini kau juga sangat anggun, haha. . . gak nyangka kakak, kamu sudah semakin dewasa dan penampilan mu kali ini benar-benar wanita tulen "
" Ih kakak apaan sih, emang dari dulu aku wanita setengah jadi??? uugh " jawab ku cemberut dengan candaan kak Shishi.
Di tengah candaan ku dengan nya, muncul kak Rendy dengan senyuman sumringah tanda bahagia nya saat ini tak terlukiskan. Matanya berbinar-binar melihat ke arah kami, aku langsung melangkah lebih dulu menghampirinya.
" Kakak, sekali lagi selamat ya. Aku ikut bahagia akhirnya kakak segera sah bergelar suami " Ucap ku dengan mata berkaca-kaca.
Seperti biasa, kak Rendy selalu memegangi dan mengelus kepala ku ketika aku berada di dekat nya. Dia tatap wajah ku dengan senyuman haru. . .
" Makasih adik ku yang paaaaaling tersayang, yang kini sudah tumbuh semakin dewasa dan. . . maaf ya, kakak duluan. Hahahaha " jawab nya meledek ku.
" Ih gak lucu !!! baru juga di puji di berikan ucapan tulus malah gitu " jawab ku manyun.
" Sudah sudah. . . jangan ngambek begitu, ini hari bahagia kakak. masa kamu cemberut begitu? entar ilang cantiknya " ucap nya merayuku kembali. Lalu aku tersenyum menanggapinya.
" ayo sayang, kita keluar " ucapnya kemudian menghampiri kak Shishi.
" Aku. . . aku gugup sayang "
" Hey, kak Shishi. Ini hari bahagia mu, untuk apa gugup seperti itu. Aku akan menemani mu. . . tenang lah sedikit " Jawab ku menghibur.
Lalu kemudian kami keluar dari sebuah ruangan yang semulai tadi kak Shishi di make over hingga menjadi sosok wanita paling cantik dan anggun malam ini. Aku hampir pangling dibuatnya. . .
Tiba di aula gedung tempat acara akan berlangsung, tampak sudah terlihat beberapa tamu undangan hadir terus menerus semakin ramai tanpa henti. Ku perhatikan semua keluarga besar kami saling melempar senyuman bahagia dan ceria malam ini, begitu pula aku. Hanya saja. . . aku sedikit, merasa sesak mengingat bahwa aku dan Ammar pernah berada di kenangan seperti ini. Tapi. . . gagal di tengah jalan.
Ah. . . aku bisa gila jika terus mengenang masa indah itu, bahkan saat ini. . . aku tidak tau bagaimana hati Ammar padaku. Dia sungguh brengsek, dia kembali berhasil membuatku menderita lagi karena dia menghilang begitu saja bahkan terakhir aku menelpon nya, dia sedang bersama seorang wanita. Entah dia siapa. . . ku yakin, itu kekasihnya. Lalu selama selama ini dia mengajak ku berteman, menggoda ku, selalu merayu dan memaksaku untuk bertemu itu untuk apa hah???
Sambil terus melamun aku melangkah hendak menuju ke meja yang sudah tersedia dengan berbagai macam minuman juga makanan enak. Pandangan ku tertuju pada dessert cream keju strawaberry. Sejenak jantungku bagai terhenti berdetak, ada rasa sakit menyelinap menusuk hati ku.
Teringat akan kevin, ingin rasanya aku menangis. Dia. . . dia sungguh tidak hadir di pesta pernikahan adik nya malam ini, apakah dia sungguh sedang sibuk atau sengaja tidak ingin bertemu lagi dengan ku. . . Tapi bukan kah Violet disini juga???
__ADS_1
Aaaah apa sebenarnya hubungan mereka saat ini. . .???
Dengan pikiran yang berkecamuk, ku raih minuman manis yang sudah tersedia di depan ku. Paling tidak ini akan melegakan panasnya hati ku malam ini bukan. . . huhft.
" Fanny. . . "
Terdengar seseorang memanggil nama ku dengan lembut. Aku menoleh nya sembari meneguk minuman di tangan ku.
Ku lihat, Violet tengah berdiri dengan senyuman nya di samping ku. Aku sedikit canggung tak tau harus bersikap bagaimana. . .
Bagaimana tidak??? Kini, aku sedang berhadapan dengan wanita yang ku ketahui sebelumnya dari Kevin bahwa dia sangat mencintai nya.
" Eh ah. . . kak. . . kak Violet " Sapa ku.
" Tak usah gugup " Jawab nya dengan nada khasnya.
" Eh, tidak. Aku. . . aku hanya sedikit gelisah daritadi. Hehe, apa kau mau minum??? " Jawab ku mengalihkan. Dia kembali tersenyum pada ku.
" Aku hanya. . . ingin ngobrol dengan mu "
" Hahahaa, ngobrol??? ehm, yah. . . ngobrol saja " Jawab ku dengan kikuk hingga aku tak berani menatap mata nya yang terus melihat ku.
" Aku sudah tau jika kau, wanita yang digilai Kevin "
Hahahaha aku sudah menebaknya tadi kan. . . dia pasti akan membahas Kevin.
" Boleh kah aku bertanya sesuatu padamu Fanny??? " Tanya nya lagi.
" Apakah itu. . . tentang Kevin??? aku tidak mau menjawab nya " ku beranikan diri menjawab nya kali ini, dengan menoleh nya yang masih menatapku dengan lekat.
" Tidak Fanny. Aku harus tau, apakah kau masih mengharapkannya kembali di sisimu??? "
" Kak, aku dan Kevin. . . aku tidak berhak mengharapkannya kembali di sisiku, karena aku bukan wanita yang pantas lagi di sisinya. Dan aku tau, kakak juga sudah lama menunggunya bukan??? aku. . . aku tidak akan mengganggu kalian " Jawab ku dengan tegas. Tapi. . . aaaaarght kenapa rasanya semakin sakit di hatiku.
" Kau tau, Kevin sangat mencintaimu Fanny. Aku tau seberapa keras usahanya selama ini untuk bisa melupakan mu meski aku sudah berusaha membuatnya jatuh cinta namun. . . dia hanya menganggapku teman saja. tidak lebih "
__ADS_1
Aku sudah tidak tahan mendengar kata per kata yang di lontarkan oleh Violet tentang Kevin, apakah dia bermaksud meminta bantuan ku untuk mendapatkan hati kevin??? Ini sangat menyebalkan tuhan ku. . .
Di tengah diam ku mendapati curahan hati Violet tentang Kevin, ponsel ku terus bergetar singkat di dalam tas dompet yang ku genggam semulai tadi. berulang kali bergetar aku mengabaikannya. . . hingga aku mulai penasaran siapa yang sedaritadi terus menghubungiku.
Farrel??? tumbenan ini anak sampai mengirimiku begitu banyak pesan. Ada apa gerangan??? Pikir ku dalam hati. Perlahan satu persatu ku buka pesan singkatnya hingga. . . tangan ku. . . gemetar, memanas, sampai sekujur tubuh ku rasanya terbakar.
Kau tau??? di lain tempat jauh disana, yang sama sekali tak ku sangka. Yang sama sekali tak ku harapkan akan melihatnya. . . Tapi Farrel, Farrel dengan sengaja mengirimkannya untuk ku. . . hatiku sangat sesak tuhan. . . Melihat beberapa foto Ammar dengan seorang wanita yang sangat cantik sedang bertukar cincin.
Mereka tersenyum, terlihat sangat bahagia dengan acara pertunangan mereka.
Oh Tuhan, ingin rasanya aku memakinya sekeras mungkin. Tapi aku tak mampu, tangan ku terus gemetaran melihat semua foto mereka. . . Ah Tuhan, bagaimana ini? aku. . . aku tidak ingin menangis di tengah kerumunan orang malam ini, terlebih lagi di hadapan Violet yang terus menatapku heran semulai tadi. Tanpa berpikir panjang, aku melewatinya begitu saja.
Aku berlarian di tengah kerumunan orang, aku harus pergi, aku harus segera keluar dari ruangan ini. Sembari ku langkahkan kaki dengan berat air mata ku mulai mengalir deras, ku paksakan untuk melangkah lebih cepat. Secepat mungkin hingga langkah ku tiba di lobby terhenti. . .
Ku lihat diluar sedang turun hujan, meski gerimis tapi ini akan cukup membuatku basah kuyup jika aku menerobosnya. Aku tersenyum menyeringai kemudian tertawa, menertawai diriku sendiri.
Hahaha. . . bahkan sepertinya, langit pun mengejekku bukan??? membiarkan ku semakin terjebak dengan hancurnya hati ini, membiarkan ku menikmati pedihnya kisah cintaku kini. . .
Aku tidak akan membiarkan mu menertawaiku begini, aku akan melawan nya meski nantinya aku akan basah kuyup. Harusnya aku ikut serta bahagia dalam acara pernikahan kak Rendy malam ini, tapi. . . ah maafkan aku kak. . . maafkan adik mu ini, aku tidak ingin menjadi sorotan ketika air mata ini tak mampu lagi ku bendung.
Kemudian aku melangkah keluar dengan setengah berlari. Berlari entah kemana tujuan ku nantinya aku tidak tau, lelah ku berlari. . . langkahku terhenti di bawah hujan yang terus terjatuh membasahi bumi, aku berteriak sekeras mungkin tak peduli orang-orang yang melewatiku berpikir aku wanita gila.
Konyol bukan, apakah karena aku menyukai drama korea semenjak aku menginjak ABG. Sehingga rasanya, hidupku di penuhi drama seperti ini. Ini lelucon yang sangat menyedihkan. . . Aaaaaaarght. . .
Tuhaaaaaan. . . kenapa??? kenapaaaaaaaa??? sampai kapan kau terus membuat hatiku hancur oleh orang yang ku cintai??? kenapaaaaaaaaa??? Kenapa tidak kau bunuh saja aku Tuhaaaaa???
Rasa sakit dan sesak di hatiku, membuat tubuhku semakin lemah. Bohong yang orang katakan dengan berteriak di bawah turunnya rintikan hujan akan membuat semua rasa sakit yang kita alami begitu plong. Ini justru semakin membuatku sakit. . .
" Fanny. . . "
Terdengar suara lembut memanggil ku dari arah belakang, di tengah isakan tangisku aku menoleh nya seketika.
Jleb !!!
Apa lagi ini tuhan??? sungguh ini bukan waktu yang tepat kau memberiku kesempatan menatap wajah lembutnya kembali dalam keadaan ku yang seperti ini. . .
__ADS_1
" Kevin. . . kau. . . "