
Tante Lina dan Om haris sudah berlalu pergi. Hanya ada aku, amar dan si mbok pembantu rumah ini yang entah kemana. . .
Ammar mengecup pipi ku dengan tiba-tiba membuatku terkejut menolehnya.
" Kau ini, ih. . . suka sekali mencuri kesempatan untuk menciumku " Jawab ku cemberut manja.
" Kenapa??? tidak ada larangan dari undang-undang mencuri kesempatan untuk mencium calon istri sendiri akan di hukum mati, hehe " Jawab nya tak mau kalah.
" Dasar kau, tidak pernah mau kalah soal beginian " Jawab ku yang kemudian di peluk nya dengan sebuah kecupan hangat di keningku.
" Eh iya, ayo ikut masuk ke kamar ku. . . " ucap Ammar kemudian.
" Ah??? mau ngapain??? jangan macam-macam ya, ini dirumah mu. Dan aku. . . aku sedang dalam masa subur Ammar. Aku tidak lagi konsumsi pil anti hamil hari ini " ucap ku dengan serius setengah berbisik.
" Heeeey kau bicara apa sayang? apa kau sudah sangat menginginkan ku hari ini??? baik lah. . . aku bisa memuaskan mu " Bisik Ammar.
" Kau. . . mesum " ku cubit perut Ammar. Dia teriak merintih dan meringis tertawa.
Kemudian aku mengikutinya melangkah menuju kamarnya di atas. Rumah ini memang benar-benar sepi. . . si mbok kemana sih? gak mungkin banget semua pergi dengan sengaja kan???
Tiba di depan pintu kamar Ammar. . . Ammar menghentikan langkah nya untuk segera memasukinya. Kemudian tersenyum manis dengan kedipan mata padaku. Aku terheran dengan sikapnya itu. . .
Dan di bukanya pintu kamar Ammar. Aku melihat sekeliling dengan mata terbelalak menahan rasa kejut ku akan hiasan yang ada di dalam nya.
Begitu banyak bunga mawar yang berwarna warni menghiasi setiap sudut ruangan ini, ruangan ini hanya di sinari lampu tidur yang remang-remang menjadikan suasana jadi terkesan romantis. setiap lantai serta di atas ranjang Ammar sudah tersiram oleh kelopak bunga Mawar putih, merah dan juga pink menghiasi bak musim gugur berserakan sana sini. Tercium Wangi sekali ku hirup di dalam ruangan kamar Ammar ini. . .
Aku memejamkan mata menikmati wewangian bunga-bunga tersebut.
" Hmm. . . Ah. . . wanginyaaaa. . . " ucap ku dengan mata terpejam.
Kemudian Ammar memelukku dari belakang, aku tersenyum memberinya pelukan erat dari tanganku.
__ADS_1
" Happy anniversarry yang ke tiga tahun sayang, terimakasih sudah setia di sampingku sampai detik ini. Dan sudah rela banyak hal demi cinta kita. . . i love you calon istriku " Ucap nya di telinga.
Aku bahagia, bahagia dengan ucapannya yang selalu bilang aku ini calon istrinya. Bahagia dengan kejutan kecilnya menghiasi kamar ini untuk menyambutku. . . sepertinya dia sudah menyiapkan ini entah dari kapan, tapi benarkah memang dia???
" Makasih sayang, Happy anniv yang ke tiga tahun juga. Ku harap cinta kami akan selamanya selalu bersama dan bersatu ya, hingga akhir hayatku " Jawab ku yang kini sudah berbalik badan untu menghadap nya.
Kemudian Ammar mengecup bibir ku dengan lembut. . .
" Tapi, sejak kapan kau menyiapkan ini semua Ammar? sedang tadi kau tiba dirumah ku masih cukup pagi " Tanya ku penasaran.
" Aku hampir semalaman tidak bisa tidur Fanny, ingin sekali aku membuatmu merasa terkesan dengan semua ini meski nyatanya. . . yah. . . masih berantakan, Maaf masih amatiran sayang. Hehe "
" Ya ampun tuhan. . . tunangan ku ini, romantis bangeeet siiiiiih, mmmmuach " jawab ku dengan mencubit gemas kedua pipi nya, aku sungguh merasa kali ini usahanya membuatku berkesan.
aaaah dia romantis sekali kan??? aku jadi makin cinta.
" Aku jadi sedikit lelah dan mengantuk Fanny, temani aku tidur ya " Jawab nya kemudian.
" Hmm. . . maunya. Dasar kau, Baik lah aku akan temani tidur tapi cukup menemani mu duduk di samping saja. Tidak ada embel-embel lainnya " Jawab ku dengan tegas.
" Ammar, hentikan. Jangan memaksaku, ingat. . . aku masih dalam masa subur " Jawab ku menolak dan menepis tangannya ketika mulai menyentuh bagian dadaku.
" Aku akan hati-hati sayang, ayo lah. . . kita belum pernah melakukannya dikamar pribadiku ini kan??? Ini hari anniv kita, ayo lah. . . jangan lewatkan moment bahagia ini " Paksa nya lagi.
Dengan ragu aku menurutinya, meski rasa takut masih menyelimuti. Bagaimanapun juga, kami hanya berdua di dalam satu kamar. Yang tidak ada satupun orang tahu, bagaimana kami akan melakukan apapun diruangan ini.
Oh tidak. . . dengan sekali gerakan Ammar sudah berhasil melepas semua pakaian ku. Begitupun Ammar . . . dia mulai menggendong ku menuju ranjang nya.
Dan akhirnya. . . terjadi lagi, kami melakukan nya lagi yang entah sudah yang keberapa kali. . . sudah tak terhitung lagi. Aku sudah kelelahan, tertidur pulas hingga waktu sudah menjelang sore hari. Ammar sungguh menggila, melakukannya bukan hanya sekali saja seharian ini. Tapi berkali-kali dimana ada kesempatan melihatku membuka mata dari lelap tidur ku. . .
Aku kembali terbangun dari tidur ku, ku raba di sampingku Ammar sudah tidak ada di ranjang bersama ku. Aku kebingungan, ku lirik sebuah jam weker di samping sudah menunjukkan jam 5 sore.
__ADS_1
Astaga tuhan, apa aku ketiduran begitu lama??? Aaah. . . gara-gara Ammar, niat ku kesini banyak hal malah tidur seharian kan.
Ceklek !!!
Terdengar suara pintu di buka. Aaah itu pasti Ammar, aku beranjak dari tidur ku membangunkan diri dan membalut diri dalam selimut, pakaian ku sudah di rapikan di atas meja. Ammar memang jago soal kerapian, hihi. Dasar. . .
" Sayang, kau sudah bangun??? Apa tidur mu nyenyak??? " Sapa Ammar melihatku beranjak dari tidur ku, Kemudian mengecup mesra kening ku.
" Seluruh tubuhku pegal, jadi ingin tidur terus. Kau keterlaluan Ammar, aku kesini banyak hal yang sudah ku niatkan. Tapi kau malah membuatku tidur seharian, uugh " Jawab ku dengan wajah cemberut.
" Hahaha astaga, maafkan aku sayang. Jangan marah begitu dong, setelah ini kita shopping ya lalu dinner baru ku antar kau pulang kerumah. Atau. . . kita melakukannya lagi setelah dinner??? "
" Ammaaaaarrrrr. . . !!! "
Bugh bugh bugh aku memukulinya dengan bantal dia tertawa cekikikan mendapati tingkah ku ini.
" Sayang, berhenti. . . cepatlah bersihkan dirimu dulu. Mandi lah air hangat agar tubuhmu lebih rilex setelah ini " ucap nya sambil tertawa.
" Baik lah aku akan mandi dahulu " Ucapku dengan senyuman.
Lama ku membersihkan diri di kamar mandi, ku pikir Ammar sudah menunggu ku di bawah ternyata tidak. Setelah keluar dari kamar mandi, dia masih duduk manis di sofa nya menunggu ku selesai mandi.
" Sayang, apa kau sungguh tidak lagi meminum pil anti hamil??? " Tanya nya dengan serius. Ku lihat ada kepanikan di wajahnya namun berusaha ia sembunyikan. . .
" Ammar. . . apa kau tidak sengaja melakukannya??? " Tanya ku dengan hati yang sudah berdegub kencang.
" Tidak. . . jangan takut. aku hanya bertanya saja " Jawab nya dengan senyuman paksa.
" Ammar, aku serius " Tanya ku lagi dengan nada tegas. Kemudian dia menghampiriku dan memeluk erat tubuh ku yang masih terbalut oleh handuk.
" Jangan panik begitu sayang, apapun yang akan terjadi aku akan bertanggung jawab. Kita pasti akan menikah " Jawab nya berusaha membuatku tenang.
__ADS_1
Bathin ku. . .
Apa yang aku takutkan? kenapa harus panik dan khawatir. . . bukan kah aku melakukannya dengan calon suamiku??? jika pun akan terjadi sesuatu atau aku akan hamil diluar nikah, toh Aku akan tetap menikah dengan Ammar. Tunangan ku. . . tapi, ah. . . tidak tidak. bukan seperti itu yang ku inginkan.