
Sementara terus melaju dengan cepat di dalam mobil kak Rendy masih tetap tidak memberitahu ku siapa yang akan di temui setelah ini. . .
Ih aku penasaran tapi kak Rendy hanya tersenyum menanggapi meski aku sudah merengek merayunya dengan manja. Tetap tidak berhasil. . . huh
Tiba di Kafe XXX yang kak Rendy bilang tadi, aku turun terlebih dahulu dan menunggu kak Rendy memarkir mobilnya sementara aku masih berdiri di depan pintu masuk.
" yuk. . . kita masuk "
Aku mengikuti langkah kak Rendy dari belakang, kemudian kak Rendy menghentikan langkahnya. . .
" Eh tunggu sebentar, tarik nafas dulu dalam-dalam. Nanti shock lalu pingsan kakak jadi kerepotan, hahaha " Kak rendy kembali meledek ku dengan tawa nya. Membuat ku sedikit gugup, siapa. . . siapa sih yang akan kita temui ini???
" Kakak jangan bikin Fanny nervous dong. . . ih. . . kalo gitu Fanny pulang aja " Aku berbalik badan dan kak rendy menarik tangan ku seketika.
" Hahaha apaan sih, katanya udah dewasa. Udah jadi guru pula, masa gugup gitu. . . rilex dong, kakak cuma bercanda Fanny. . . " Jawab nya menertawaiku.
Uuugh ku makin gugup aja nih.
Kemudian kak rendy terus menarik ku dan melangkah pelan mencari-cari sekeliling yang ntah siapa di carinya, lalu tiba di sebuah meja yang tengah duduk laki-laki dan perempuan sedang duduk santai.
Dari arah belakang aku masih terheran siapa mereka, kenapa kak Rendy langsung melirik ku dengan senyuman bahagia? Sementara aku masih terheran heran melihatnya.
Kak Rendy kembali menarik tangan ku menuju meja tersebut, dan hingga tiba di meja kak rendy menyapa pasangan tersebut.
" Sory ya, agak telat. Hehe "
Sontak mereka melihat ke arah kami bersamaan dengan senyuman manis dan ramah. . .
Degh !!!
Ke. . . kevin. . . hahaha hahaha apa aku sedang bermimpi lagi siang bolong begini??? kenapa. . . kenapa aku jadi berhalu melihatnya, tapi. . . siapa??? siapa wanita di sampingnya itu??? kenapa sangat cantik dan manis sekali. . . aaaah. . . aku terpesona melihatnya meski sebagai sesama wanita juga.
Mereka berdiri menyambut kedatangan ku dengan kak Rendy. Aku mendadak lemas dan gemetar hingga rasanya keringat dingin mulai bercucuran di sekujur tubuhku.
" Iya gapapa kok, gue paham betul soal beginian " Ucap Kevin sembari melirik ku dengan senyuman.
Oh tuhan, senyuman itu nyata. . . ini nyataaa. . . ini beneran kan??? iya kan tuhan??? ini beneran Kevin kan???
__ADS_1
Aku terus bergumam dalam hati dengan tubuh kaku.
" Hey, kenapa kaku begitu??? Apa sudah lupa siapa dia??? hahaha " Kak rendy mencubit pelan bahu ku. Mengagetkan ku yang semulai tadi masih tertegun kaku dengan ekspresi heran antara percaya dan tidak dengan sosok yang ku lihat ini.
" Hai, si manja. Upz. . . tidak lagi, oh apa ku panggil bu guru saja??? hehe " Kevin menyapa ku dengan mengulurkan tangannya hendak bersalaman.
Dengan kaku dan gugup aku menerimanya, aku harus pastikan kalau ini memang nyata.
" Kak Kevin, kau. . . " Ah. . . aku tidak mampu lagi mengeluarkan kata-kata ku. Ini terlalu mengejutkan untuk ku. . . dan kau tau, ini bukan mimpi. . . ini nyata, aku menyentuh tangan nya. tangannya yang selalu lembut dan hangat. . .
Aaaaaarght. . . aku berteriak dalam hati, aku ingin sekali langsung memeluknya. Ingin sekaliiiii. . . tapi. . . melihat sosok wanita yang semulai tadi memandangiku dengan senyuman ramah, hatiku sedikit terasa pilu. Siapa dia??? apakah Kevin sudah punya pacar??? dan semudah itu melupakan ku???
Tak apa. . . tak apa. . . syukurlah. . . meski. . . aku sedikit belum rela dan tidak siap.
" Duduk lah dulu, kenapa kau jadi kaku begitu Fanny??? ini beneran aku. . . kak Kevin, hehe " Kembali Kevin menyapaku dan meyakinkan ku, aku masih sedikit kaku tanpa kata kemudian duduk bersamaan dengan kak Rendy.
Kak Rendy menertawaiku terus menerus tanpa henti. . . Terlalu semua seolah sengaja mengagetkan ku, dirumah tadi ibu sudah mengerjaiku. Dan sekarang. . . kak Rendy pun balik mengerjaiku soal kedatangan Kevin. Lebih mengejutkan lagi, Kevin datang bersama seorang wanita. Aku masih belum berani bertanya padanya. . .
" Ngomong dong, jangan diem aja. kok jadi pendiam gitu adik kakak yang biasa cerewet ini " ucap kak Rendy pada ku.
" Kak Kevin, kau. . . kapan datang ke indonesia??? "
" Tepat jam 3 pagi tadi samaan dengan kakak mu Rendy, hehe. kenapa??? dia sengaja lagi tidak mengabarimu??? hahahaa jangan heran lagi. Dia memang suka sekali membuatmu kaget begini "
" Iya, kakak sengaja. sebab, kalo kakak bilang duluan juga percuma, kau akan tetap mengabaikannya kan. . . hayo. . . apa lagi nih ya kalo kakak bilang duluan siapa yang ikut bersama kakak. . . waaaah bisa sembunyi duluan tuh ke lubang semut Hahahahaa "
Ih kak Rendy ini, kenapa dia begitu santai meledekku dengan Kevin di depan wanita ini. . .
ku cubit paha kak Rendy, dia merintih menahannya.
" Fanny, bagaimana hubungan mu dengan Ammar??? ku dengar kalian sudah. . . bertunangan. . . wah, aku benar-benar sudah kalah dong " ucap Kevin dengan senyuman. Meski ku tau senyuman itu dia ciptakan dengan palsuuu. . . senyuman paksaaa.
Oh tuhan. . . akhirnya Kevin tau jika aku dan Ammar, sudah bertunangan. Aku. . . aku merasa tidak nyaman. tapi kenapa dia tetap santai begitu sih, kenalin kek dulu siapa wanita di sebelah nya itu. . .
Sementara aku masih menatap ragu pada wanita di sebelah Kevin itu.
Dan akhirnya kak Rendy peka, dengan bahasa tubuhku ini. . .
__ADS_1
" Astaga, aku jadi lupa. Kenalin, nih. . . dia. . . shishi " Ucap kak Rendy sambil menujuk wanita yang duduk di sebelah Kevin. Kemudian kami saling berjabat tangan, dia sangat ramah dan sedikit pendiam. Lembut sekali, sangat sopan menyambutku.
" Dia adik Kevin yang nomor tiga " Lanjut kak Rendy yang membuat ku terkejut sekaligus senang dong mendengarnya, ternyata wanita ini adik Kevin.
" Dan calon kakak ipar Fanny, hahahaha " Susul Kevin menjelaskan.
" Oh ya??? sungguh??? aaaah akhirnya, ya ampun. . . kak Shishi selamat datang di indonesia dan selamat datang di keluarga kami, semoga kalian benar-benar jodoh nantinya. eh tapi apa serius kakak mau menerima kak Rendy??? secara. . . dia suka narsis dan jahilnya gak ketulungan, haduwh pokoknya gak banged sih tapi dia baik kok fanny yakin dia juga cowok setia loh "
Hu hah, dari saking bahagia dobel dobel aku kembali nyerocos tanpa henti, sampai lupa diri kalau Kevin sedang disini. . . di hadapan ku, sedang menatap ku dengan tawa manisnya.
" Tuh tuh kan. . . mulai lagi kan, sudah keluar kan sifat aslinya " Jawab Kak Rendy kemudian.
Aku terhenti sejenak. Sadar akan ucapan Kak Rendy, haduuuuh malunya. . . padahal kan lagi bersama kevin nih, anggun dikit kek lama gak ketemu. . . uuuugh Fanny. . . kau. . .
" Gapapa ah beb, aku suka sosok adik mu ini. Ramai dan ceria, sama seperti yang selalu di ceritakan oleh kak Kevin. Iya kan kak??? " Ucap Shishi kemudian pada Kak Rendy, tapi matanya melirik ke arah kevin seolah sedang menyindirnya.
Kevin terlihat salah tingkah, sementara kak Rendy kembali mentertawainya.
" Benar beb, apa yang kau bilang itu sangat benarrr hahahaha " Ucap kak rendy lagi sembari menyentuh tangan Shishi.
Mata mereka bertemu dan saling melempar senyuman hangat. . .
" Ih kak Rendy mulai genit, kak Shishi jangan mudah luluh tuh ma senyuman kak Rendy " Ucap ku mengalihkan pembicaran. Agar tidak semakin canggung disini.
" Hahaha. . . kau ini, sungguh sedikit nakal ya Fanny. Tapi gimana dong, kak shishi udah terlanjur sayang banget sama kakak mu Rendy " Jawab nya dengan senyuman.
" Huh. . . yakin deh hati kak Rendy pasti berbunga-bunga tuh kak " Jawab ku sembari manyun. Dan kak Rendy makin mesra mengecup tangan Shishi di depan kami.
Hah. . . aku bahagia melihat kak Rendy akhirnya menemukan dambaan hatinya. Setelah sekian lama ia berkelana, hihi. . . akhirnya, malah jadian dengan adik sahabat nya sendiri.
Dan Kevin. . .
Kembali mata kami saling bertemu, dia masih tetap memberiku senyuman hangat dan sendu.
Diluar kebahagiaan kejutan kejutan manja ini, aku jadi lupa. . . apakah Ammar sudah tiba disini, dan sungguh sungguh menjemput Abel???
Aku menunduk dengan lesu, ku tarik nafas dalam-dalam namun tertahan. Sebab Kevin selalu menatap wajah ku, aku tidak ingin dia mengetahui kegalauan ku hari ini, tepat di saat kedatangan dia yang tak terduga oleh ku.
__ADS_1