BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
Dua puluh satu


__ADS_3

" Hahaha, astaga Ammar. Kenapa ekspresi wajah mu masih ketakutan seperti itu? Apa kau beneran takut pada Farel? " Aku kembali menertawai Ammar yang sedaritadi menggerutu sendirian dengan wajah ketakutan.


Tanpa sadar hari sudah mulai petang, jam menunjukkan pukul 19.00 Wita. Ku lihat ibu masuk kamar menghampiri kami.


" Wah, asyik sekali bercandanya ya.. Kalian ini kalau sudah berdua sampai lupa waktu ya, hihi.. " Ucap ibu ku dengan tawa kecil.


" Iih bunda apaan sih, mulai deh.. " Jawab ku manja.


Ammar hanya tersenyum malu melihat ibu ku berkata demikian.


" Waduh ceritanya sudah sembuh nih di jengukin sang pujaan hati? Udah bisa cemberut gitu tuh muka, hmm.. Tau gitu gak perlu repot-repot ke dokter lalu minum obat dengan paksa. Tinggal telpon saja si pangeran ini, wah.. Langsung deh sembuh. Iya kan Ammar? "


Jawab ibu kemudian dengan ledekan melirik wajah Ammar yang sudah kikuk.


" Eh ah anu.. Hahaha tante bisa aja, saya kan jadi malu tante, sebenarnya Fanny cuma kangen aja kok, gak bisa jauh lama-lama sama saya tante. Iya kan Fan? " Jawab Ammar melempar balik ledekan itu untuk ku.


Aku melototinya.


" Ih apaan sih, jangan GR deh. " Jawab ku cetus.


" Sudah.. Sudah.. Fanny sayang, apa kau masih demam Nak?" Tanya ibu sembari menempelkan telapak tangannya di kening ku.


" Tuh kan.. Demam nya langsung hilang loh, manjurrr dokter cintanya ya, hihihi. " Ibu masih tetap meledek ku.


" Aaah bunda.. Iiih apaan sih, sore tadi kan Fanny sudah bilang. Gak mau minum obat lagi, Fanny sudah enakan. Ya udah Fanny mau mandi aja deh, gerah. " Jawab ku dengan manja pada ibu.


" Siang sampai sore tadi masih demam loh Ammar, gak salah kan tante coba menelpon mu untuk segera kemari, eh berhasil deh. " Jawab bunda kemudian melirik Ammar sambil senyum-senyum. Wajah Ammar sudah memerah menahan rasa malu.


" Ooh jadi ini semua kerjaan bunda? Ih.. Jadi GR kan dia. Ih, bunda ah.. " Aku sedikit manyun, pura-pura ngambek.


Padahal dalam hati, aku bahagiaaa banget kali ini dia datang.


" Ya sudah sudah kalau mau mandi, bunda siapin air hangat dulu ya sayang. Kau masih sedikit flu. Ammar, ayo tunggu di bawah kita makan malam bersama. Biar nanti Fanny di bawakan saja makan malamnya kesini, gih.. Duluan turun. Om sudah menunggumu di bawah." Ibu memberikan perintah pada Ammar, kemudian Ammar menuruti nya segera melangkah keluar dari kamar.


" Bunda.. Ehm.. Terimakasih ya, " ucapku sedikit terbata pada bunda yang sedang sibuk merapikan kamar ku dan kasur ku.


" Makasih untuk apa sayang? Karena Ammar? Ah Tidak. Ini bukan karena bunda, melainkan hati dan cinta kalian yang begitu kuat sehingga membuat Ammar nekat kemari. Sebenarnya tadi ibu menelponnya melalui Farel, dulunya sih Farel menolak keras. Tapi ibu merayunya, akhirnya dia mau. Dan ternyata Ammar memang sudah di tengah perjalanan menuju kemari. Kebetulan yang sangat di harapkan bunda pikir Nak, hihi.. Iya kan? "


Aku terdiam mendengar penjelasan ibu, setelah ini Farel pasti akan marah besar pada ku. Atau mungkin dia akan kecewa pada ku.


Walau sebenarnya mungkin, Ammar menuju ke kota ini bukan untuk ku, melainkan untuk Nayla. Tapi karena mungkin mendengar aku sakit, dia merubah segalanya.

__ADS_1


Huhft, tuhaaannn.. Benarkah demikian???


" Sayang, sayang.. Fanny, hey... " Ibu memanggil-manggil ku berulang daritadi, aku gelagapan menanggapinya.


" Ah iya bunda, maaf. " Jawab ku.


" Ayo mandi, airnya sudah bunda siapkan." Jawab ibu.


" Eh, kapan bunda menyiapkannya? " Tanya ku heran.


" Hemm.. Ngelamun aja sih daritadi, ayo sana mandi. Bunda ke bawah dulu ya menyusul mereka makan malam di bawah, nanti biar bunda bawakan makan malam mu kesini. Ok sayang, bersihkan dulu badan mu biar kembali segar."


Ibu mengecup kening ku kemudian berlalu pergi ke luar kamar menyusul Ammar ke lantai bawah.


******************♡-♡******************


Ah, segarnya.. Baru bisa membersihkan diri dan keramas.


Setelah dua hari ini sudah terbaring lemas di kasur, tanpa mandi pula. Ught.. Ini semua memang pantas Ammar saja yang bertanggung jawab.


Aku kembali memggerutu dalam hati sendirian.


Aku mengeringkan rambut ku yang basah dengan handuk kecil sementara aku masih memakai piyama handuk untuk mengeringkan tubuh ku yang setengah basah.


Ku dengar suara pintu kamar kembali di buka. Pasti bunda membawakan ku makan malam.


Tanpa menoleh kebelakang aku tetap mengeringkan rambut dengan handuk kecil membelakangi pintu kamar, dekat tempat tidur ku berdiri.


Terdengar langkah kaki pelan menghampiri ku dari belakang.


" Hmm.. Wanginya, aku jadi sedikit nafsu melihat mu begini dari belakang sayang."


Seketika aku menoleh ke belakang.


" A,ammar, kau.. Kenapa kau yang kemari membawakan makan malam ku? Bunda mana? " Jawab ku gelagapan sembari menutup rapat piyama handuk ku di bagian dada dengan tangan ku.


Ammar tertawa melihat ku.


" Apaan sih jadi gelagapan gitu Fanny, hei. . . lupa? Aku sudah pernah menyentuh mu di bagian itu. " Jawab Ammar setengah berbisik sambil menunjuk ke bagian dada ku.


" Ih Ammar. Dasar kau ya, mesum. Nakal, keluar sana. Aku mau ganti baju dulu, " Aku mendorongnya, Ammar meronta menahan diri untuk tetap disini.

__ADS_1


" Tante sebentar lagi kesini, dia menyuruh ku membawakan makan malam mu lebih dulu. Jauh lah sedikit sebelum tante kemari, aku gak mau di cap cowok mesum dan liar oleh orang tua mu Fanny. " Jawab Ammar sembari menjauh dari ku dan meletakkan makan malam ku dengan segelas air putih di meja.


Benar saja.. Tak lama kemudian ibu masuk dengan sepiring potongan buah yang sudah di kupas bersih dan beberap cemilan lainnya beserta jus jeruk hangat.


Ibu senyum-senyum melihat ku yang tengah berdiri dengan wajah cemberut pada Ammar.


" Ammar, malam ini kau menginap saja dirumah kami ya. Tante sudah menyiapkan kamar kosong di bawah. Sudah kami rapikan kok, semua perlengkapan juga sudah tante siapin. Untuk pakaian, kamu pakai baju om saja dulu ya. Biar om siapkan di kamar bawah, kalian ngobrol lah dulu berdua. Tante dan om duluan istrahat. Kami cukup lelah seharian ini," Jawab ibu dengan senyum hangat sembari meletakkan nampan yang di bawa nya tadi di atas meja sofa kecil di kamar ku.


" Baik tante. terimakasih banyak, maaf sudah merepotkan om dan tante. " Jawab Ammar kikuk.


" Kami yang seharusnya berterimakasih kau mau datang kemari menjenguk Fanny, jauh-jauh. Perjalanan yang cukup melelahkan. Padahal baru beberapa hari kau kembali ke kota mu kan? "


" Gapapa tante. Bisa di terima selalu dengan baik dirumah ini saya sudah sangat senang dan berterimakasih."


" Ya sudah, kalian ngobrol saja berdua ya. Dan jangan lupa, kau paksa puteri kesayangan tante ini untuk menghabiskan makan malamnya, beberapa hari ini dia selalu menolak makan malam. Coba lihat, dia semakin kurus bukan? membuat tante sedih melihatnya. "


" Oh tenang aja tante, siap laksanakan. Lihat saja, nanti Fanny akan kembali sehat dengan pipi cubby nya itu. Haha, Ammar punya cara sendiri agar dia mau makan banyak. "


Aku hanya terdiam kaku tanpa kata melihat mereka asyik berbincang berdua saja tanpa menghiraukan adanya aku yang tengah berdiri di hadapan mereka.


SoWhat?


Ammar akan menginap dirumah ini? Apa aku tidak salah dengar?


Kyaaaaaaaaaaaaaa. . . !!!!


Teriakku dalam hati,


Aku senang banget dong. Bisa puas bareng dia malam ini.


" Ya sudah tante duluan ya, udah capek banget nih. Kalian jangan terlalu bergadang nantinya, jaga kesehatan. Hahaha, tante juga pernah muda loh. Kalo sudah berdua dengan orang yang di sayang memang suka lupa waktu. Tapi ingat, kesehatan selalu nomor satu bukan?"


" Hahaha, tante ini. Haha, Iya tante. Sekali lagi terimakasih."


Wajah Ammar memerah, pasti dia gerogi banget tuh di ledekin mulu daritadi. Hahaha pemandangan yang indah, aku senyum-senyum sendiri menyaksikannya.


Kemudian ibu berlalu pergi keluar kamar begitu saja. Sedang aku dan Ammar salah tingkah, saling memandang kemudian saling tersipu malu.


Ya ampun.. Ini benar-benar seperti mimpi rasanya, Ammar kembali berada di kamar ku. Dan ini yang ke dua kalinya. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya nanti. Hati ku mulai berdegub kencang.


Hayo hayo. . . pada penasaran gak apa yang akan terjadi selanjutnya??? hahahaaha.

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dong, dan komen yang banyak. nanti aku kasih bonus Up yang banyak deh. . .


okeh readers ❤


__ADS_2