
Hari berganti hari aku mulai jengah dan tertekan yang kemana-mana harus memohon ijin yang kemana-mana di antar pak sopir jadi kesannya aku ini di kekang. Apaan sih??? Aku bukan anak kecil lagi. . . dan aku. . . aku ingin gila rasanya menahan rindu pada Tristan.
Kami hanya bisa berkomunikasi melalui ponsel saja itu pun. . . ada yang berubah dari perhatian Tristan. Entah ini hanya perasaan ku saja atau memang dia mulai ingin menyerah. Aku tidak akan membiarkan ini semua. . . tidak. . .
Jam mengajar ku sudah waktunya pulang dari sekolah, aku bergegas keluar dari ruangan ku hendak pulang. Dan benar saja, ku lihat di luar sana pak sopir suruhan ayah ku sudah di depan menunggu ku tepat waktu.
Tapi, mata ku tertuju pada mobil yang tiba-tiba muncul di samping mobil ayah ku. Aku mengabaikannya, tapi kembali mataku terbelalak melihat sosok yang cukup ku kenal saat dia melambaikan tangannya padaku.
" Hai bu guru " sapanya pada ku sementara pak sopir yang dikirimkan oleh ayah sedang menungguku di dalam mobil.
" Ega, kau. . . disini??? siapa yang kau cari??? " Tanya ku heran.
" Aku sengaja ingin menemui mu. Hehe. . . " Jawab nya langsung tanpa ragu.
" Aku??? emm. . . untuk apa??? atau. . . Tristan yang menyuruh mu iya??? "
" Tristan??? untuk apa dia menyuruh ku menemuinya, yang ada nanti dia terbakar api cemburu " jawab nya dengan senyuman genit.
Ku lirik pak sopir yang sudah menungguku di dalam dengan memandangiku, seakan memberikan isyarat untuk segera masuk. Aku membalas isyarat untuk menunggu sebentar, lalu dia mengangguk pelan.
" Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku??? " Tanya ku lagi.
" Tidak, aku hanya. . . penasaran dan terus memikirkan mu semenjak di malam pesta waktu itu "
Gila ni cowok. Dia datang kemari hanya untuk berkata demikian? apakah ini sebuah pernyataan perasaan??? hahaha konyol.
" Ega, jika kau kemari hanya untuk berkata hal konyol demikian lebih baik kau pulang saja. Aku sudah lelah ingin segera pulang juga " jawab ku cetus mengalihkan pandangan dari sorotan matanya yang selalu menatapku dengan tajam.
" Fanny, tunggu sebentar. Aku hanya. . . aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu "
" Apa??? " tanya ku cetus menolehnya lagi.
" mau kah kau jadi pacar ku??? " ucapnya dengan tegas.
Membuatku kikuk seketika. . .
" Ap. . .apa maksudmu Ga??? Kau. . . kau Gila. Kau bahkan tau, aku ini siapa. . . aku. . . aku pacar Tristan, sahabat mu " Jawab ku dengan ragu.
__ADS_1
" Aku tau, tapi aku. . . aku sungguh tergila-gila setiap kali melihatmu semenjak di pesta malam itu aku selalu memikirkan mu tanpa henti, ini sangat mengganggu ku Fanny. Aku sampai susah tidur dan sulit fokus bekerja, hanya terbayang wajah dan senyuman mu terus "
Degh !!!
Kenapa dia begitu gila hah??? membuatku takut saja.
" Sudah, aku mau pulang. kau gila Ega, kau sinting " ucap ku sembari melangkah melewatinya dan segera masuk ke mobil. Sementara dia terus memanggil nama ku tanpa henti, aku tetap mengabaikannya.
Selama perjalanan pulang, aku terdiam dengan pikiran kacau. Ku coba hubungi Tristan tapi selalu terabaikan. . . apakah dia sakit??? atau dia marah??? atau. . . dia memang ingin putus dari ku??? hah, brengsek. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi setelah dia berhasil membuatku jatuh hati.
Sedang ucapan Ega terus saja terngiang-ngiang di telinga, dia menyatakan perasaannya pada ku padahal kita tidak akrab dan hanya beberapa kali saja bertemu. apakah ini tidak aneh???
****************♥♥♥***************
Setelah di kampus sore ini, aku berniat nekat untuk menemui Tristan diam-diam. Di jam mata kuliah gak mungkin pak sopir menunggu ku selama itu diluar, dan Ku yakin Tristan pasti berada di tempat biasanya, gramedia. Aku sudah sangat rindu, rindu semua yang ada pada Tristan. Aku tidak kuat lagi menahannya. . .
Ketika aku melangkah diam-diam keluar dari halaman kampus, benar saja pak sopir tidak ada disni. Ah lega. . .
Seketika ku berlari lebih jauh dari kampus untuk menunggu sebuah taxi lewat.
Dan tak berapa lama kemudian akhirnya sebuah taxi mendarat di hadapan ku, aku bergegas masuk hendak menuju Gramedia tempat Tristan berada. Tak jauh dari kampus, aku sudah tiba di halaman Gramedia.
Bugh !!!
Seseorang yang tanpa sengaja ku tabrak dengan tubuh ku yang berlari tergesa-gesa.
" Ukh, maaf. . . aku sedang terburu-buru " ucap ku tanpa menoleh siapa yang ku tabrak ini.
" Fanny, kau. . . "
" Ah. . . E. . .ga. . .??? " aku terkejut melihat sosok lelaki di hadapan ku ini.
" Apa kau hendak menemui Tristan hingga terburu-buru begini??? " Tanya nya pada ku.
" yaaa. . . jika kau tau, cepat minggir aku sedang terburu-buru " ucap ku mendorongnya dari hadapan ku.
" lebih baik jangan sekarang " Ucap Ega kemudian menghentikan ku. Aku menoleh nya kebelakang. . .
__ADS_1
" Apa urusannya dengan mu hah??? dasar gila " ucap ku dengan cetus kemudian kembali setengah berlari mengabaikan ucapan Ega barusan.
Akhirnya, aku sampai di ruangan yang dimana Tristan memang sudah berdiri dengan sambutan nya yang ramah pada pengunjung. Aku berlari lalu memeluknya, aku tidak peduli banyak orang melihat ke arah kami.
" Fanny, Hey hey. . . jangan begini, banyak orang disini fanny. Ini tempat kerja ku??? " ucap nya berbisik.
Ku lepaskan pelukan ku dari tubuhnya dan menatapnya heran. . .
" Kenapa??? apa kau tidak merindukan ku hah??? dan sejak kapan Tristan, kau peduli dengan sekitar saat kita sedang berdua??? kenapa kau terus menghindariku beberapa minggu ini, kenapa kau mengabaikan pesan dan telepon ku hah??? apa kau sengaja??? " ucap ku yang terus nyerocos tanpa henti dengan nada marah.
Tristan masih tersenyum melihat ku begini kemudian menarik tangan ku, di bawa nya aku keluar dari ruangan kerjanya kemudian dia terus mengajak ku memasuki sebuah ruangan yang dimana hanya ada aku dan dia.
Tanpa menunggu aba-aba lagi, aku menciumi bibirnya. Aku sudah sangat tidak tahan, aku benci. Tapi aku juga rindu, sangat rindu. namun. . . Tristan terdiam tanpa perlawanan membalas ciuman bibir ku. Tak seperti biasanya. . . Ku lepaskan ciuman ku dari bibir nya dan menatapnya lagi dengan heran. . .
" Fanny, maafkan aku. Mari. . . kita akhiri hubungan ini saja. Kita. . . berteman lagi seperti dulu "
Jleb !!!
Apa aku salah dengar ucapan Tristan???
" Hahaha apa maksudmu Tristan??? " Tanya ku dengan nafad yang tersengal-sengal.
" Maafkan aku, aku tidak bisa menyakiti kedua orang tua mu juga orang tua ku Fanny. Kita tidak akan pernah bisa bersatu. . . sekuat apapun usaha kita. Aku. . . aku bisa saja berbuat nekat dengan menodaimu hingga akhirnya, kita akan bersatu karenanya. Tapi. . . aku. . . aku bukan ******** yang akan mengambil keuntungan dari hal itu, jika ku lakukan. . . orang tua mu pasti akan sangat terpukul "
" Kau munafik Tristan, kau bohoooong, kau pasti sudah bosan dengan ku kan??? kau pasti sudah di jodohkan dengan wanita lain pilihan orang tua mu. Jawab aku, jujur lah Tristan. tolong jujuuuur. . . "
Tangis ku pecah dengan meronta-ronta tubuh Tristan dengan keras. Tristan tak bergeming menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. . .
" Fanny. . . pliss jangan begini, jangan membuatku merasa semakin buruk, aku yang salah disini. Kau boleh membenciku setelah ini. . . "
" Kau jahat pada ku Tristan, kau jahaaaat. . . kau meminta kita akhiri hubungan ini lalu berteman??? apa kau yakin aku bisa??? tidak Tristan, tidak. . . aku mencintaimu. . . aku mencintaimuuuuuuu ".
Aku terus saja menangisi dengan memeluk tubuh Tristan lagi. . . sementara. . . ku rasakan. . . Ada isakan tangis terdengar oleh ku.
Ku lepas pelukan ku dari tubuh Tristan, dan. . . yah. . . dia pun menangis menatapku dengan pilu.
" Aku pun sama Fanny, apa kau tau. . . apa kau percaya??? aku sudah nekat meminta bahkan memohon pada orang tua ku, bahwa aku rela berpindah keyakinan dengan mu, tapi mereka mengancam ku dengan banyak hal Fanny. Aku. . . aku tidak bisa. . . maafkan aku jika aku harus mengingkari janji kita "
__ADS_1
Seakan aku merasa kembali pada masa lalu ku, yang dimana. . . aku berpisah karena terpaksa dengan Ammar yang begitu bejat di belakang ku. . . dan kini. . . aku kembali merasakan sakit itu, namun berbeda. Ini lebih sakit saat aku harus mengalah karena alasan beda keyakinan dan di tentang kedua orang tua ku. . .
Ini tidak adil, ini sangat menggelikan, ini konyol !!!