
" Yuk berangkat sekarang juga " ajak kak Rendy kemudian.
" Tapi kak. . . Kevin. . . "
" aduuuh nanti dia pasti menyusul. Biarkan dia menyelesaikan pekerjaannya dulu "
" Eh. . . baik lah aku akan menelponnya dulu "
" so sweet banget ciiih kalian icuuu " ucap kak Shishi menggodaku.
Aku tersipu malu dibuatnya, aaah. . . aku ini, seperti baru mengenal pacaran saja.
Lalu kemudian, kami memutuskan untuk segera pergi lebih dulu. setelah aku memberitahukan Kevin, dia bilang akan segera menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin dan akan menyusul sebelum hari mulai petang.
30 menit kemudian, kami sudah sampai di pantai. Aku bergegas lebih dulu turun dari mobil dan berlari menuju pesisir pantai.
" Haaai, i'm comiiing para peri laut. . . aku kembali lagi untuk menemuimuuuuu. . . " Teriak ku sekeras mungkin hingga suaraku menggema di balik bebatuan karang yang menjulang tinggi di tengah lautan.
"Uuuuufth. . . hah. . . !!! " ku hirup udara di pantai ini dalam-dalam, Udara disini masih saja sama. Penuh ketenangan dan kehangatan, aku sangat rindu suasana ini. Rindu sekali. . . entah sudah berapa lama aku tidak lagi menginjakkan kaki ku di atas butiran pasir yang hangat ini. Seakan mereka menyambutku dengan riang gembira menggelitik telapak kaki ku yang sengaja ku telanjang kaki menginjaknya.
" Beibz, liat tuh Fanny. Dia tampak sangat bahagia diliat dari senyumnya kali ini, menandakan bahwa hari-hari yang dilaluinya kini dihiasi oleh cinta yang luar biasa " Ucap Rendy pada istrinya itu.
" Aku juga ikut bahagia sayang, aku sudah menganggapnya seperti adik ku sendiri. Dan pasti. . . saat itu Fanny sangat membutuhkan kita di sampingnya ketika baru putus dari Ammar. Entah bagaimana dia bisa melewati semua nya sampai akhirnya dia bertemu kembali dengan Kakak ku Kevin "
" Aku sangat bersyukur dan berterimakasih akan kehadiran Kevin di kehidupan Fanny, karena dia lah yang selalu berhasil merubah Fanny jadi ceria kembali " jawab Rendy lagi.
Sementara aku tengah berada lebih jauh dari kak Rendy dan istrinya. Ku tatap jauh menelusuri lautan luas di depan ku ini, mengingat kembali berbagai macam kenangan dan kisah pahit ku di masa lalu.
Terimakasih Tuhan. . .
Karena sampai detik ini, kau masih menguatkan hati ku untuk tetap bertahan dalam kehidupan ku. Berulang kali aku mencoba untuk mengakhiri hidup ku saat ku rapuh, namun kau selalu mampu membuatku mengurungkan niat konyol ku itu.
Dan kini. . . kau memberiku sebuah kado special, dengan menghadirkan kembali sosok lelaki yang ku tahu dia begitu baik, sangat baik. Meski dulu aku pernah menyia-nyiakan nya karena sikap Ego dan kebodohan ku, tapi siapa yang menyangka dia tetap menungguku hatiku terbuka dan menerimanya kembali sebagai kekasih ku seorang.
Aku memang sudah hancur di masa lalu, bahkan aku sudah tidak suci lagi. Tapi bukan kah setiap makhluk di bumi ini berhak untuk berubah dan menerima yang baik di dalam hidupnya??? Dengan mendatangkan Kevin kembali di sisi ku.
Lamunan ku sudah berpetualang jauh menelusuri masa lalu ku di waktu kelam, hingga aku di kejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba memelukku dengan lembut dari arah belakang. Aku menoleh nya seketika saat tercium aroma parfum Kevin di hidung ku. . .
" Kevin, kau. . . mengagetkan ku saja " ucap ku dengan nada kesal.
Jantung ku hampir saja copot dibuatnya. . .
Cup !!!
__ADS_1
Dia mengecup kening ku dengan lembut. Tapi aku masih menatapnya dengan ekspresi kesal.
" Katakan pada ku, apa yang kau pikirkan daritadi hingga kau begitu serius termenung " Tanya nya kemudian.
Dalam hati ku,
Aha. . . sekali-kali aku ingin mengerjainya. Apa yang akan dia lakukan jika aku mengerjainya setelah ini, hihi.
" Aku. . . sedang. . . memikirkan Ammar, aku jadi rindu dia di tempat ini kami pernah menghabiskan waktu hampir semalaman "
Perlahan dia melepaskan pelukannya dari tubuh ku, ketika aku berbalik menghadapnya.
Wah, reaksinya cepat !!!
" Apa dia begitu hebat Fanny??? hingga kini kau masih terus saja memikirkannya walau kau sudah menjadi wanitaku seutuhnya. . . "
Oh Tuhan, apa begini ekspresi cemburunya??? aku jadi tidak tega.
" Dia bukan hanya hebat, tapi juga mampu selalu membuatku jatuh cinta setiap hari nya. Dia juga selalu mampu membuatku tertawa, dan merasa jadi wanita yang paling dia cintai hanya satu di dunia "
Aku tetap melanjutkan untuk mengerjainya. Namun kali ini dia terdiam tanpa kata dengan wajah menunduk di hadapan ku.
" Apa kau cemburu??? " tanya ku lagi. Dia menggelengkan kepalanga perlahan dan menatap ku.
" Tidak, jika nyatanya laki-laki yang sedang kau pikirkan daritadi adalah Ammar. Sebab, walau bagaimanapun. . . dia adalah lelaki pertama yang pernah mengukir banyak kenangan manis dengan mu Fanny, aku memang tidak akan berjanji akan membuatmu selalu bahagia atau bahkan lebih bahagia dari yang pernah dia lakukan. Namun, sebisa mungkin aku akan berusaha " ucap nya dengan tatapan hangat pada ku.
Dia. . . lelaki ku !!!
Kemudian ku sentuh pipi nya dengan lembut, aku membalas tatapannya yang lembut itu.
" Kau tau. . . Dia memang selalu membuatku merasa aku lah wanita yang paling dia cintai di dunia ini, tapi dari dulu. . . kau lah yang selalu berhasil merebut hatiku, hingga kini aku. . . mulai pasrah akan hatiku untuk mu Kevin "
Cup !!!
Ku kecup bibir nya yang merah lembut itu.
" Kau. . . apa sedang mengerjaiku??? " tanya nya dengan mengerutkan kedua alis nya.
" Hahaha. . . maafkan aku sayang, aku cuma. . . "
Ucapan ku terhenti begitu saja saat dia mulai mengecup bibir ku dengan hangat, bibir kami bertemu dan saling memberikan perlawanan perlahan. Erat, semakin erat tangan nya memeluk pinggang ku untuk lebih dekat dengan nya.
Ah, bibirnya ini. . . masih terasa manis seperti dulu. Hangat dan lembut, aku tak ingin melepasnya begitu saja. Meski jantung ku kini sudah tak beraturan lagi berdegub sangat kencang hingga ku merasakan bagai tersengat listrik sekujur tubuh ku.
__ADS_1
Sangat lama kami melakukannya, sama seperti dulu. Dia selalu jago dan handal dalam hal ini, hingga perlahan nafasku mulai tersengal-sengal aku mendorongnya, menghentikan ciuman kami dengan lembut.
Dia tersenyum memandangiku yang berusaha mengatur nafas panjang ku. Di sapu nya bibir ku dengan lembut oleh jari jempolnya. . .
" Aku mencintaimu Fanny. Berjanji lah kau tak akan pernah membuatku cemburu lagi dengan terus saja memikirkan apa lagi mengenang masa lalu mu dengan Ammar ". Ucapnya pada ku.
" Hahaha jadi sebenarnya tadi kau cemburu??? "
" Menurutmu??? "
" Astaga, aku hanya bercanda sayang. Hahaha tapi akhirnya aku berhasil juga mengerjaimu "
" Jadi kau sengaja daritadi??? " tanya Kevin dengan nada sedikit kesal.
" Eeehm. . . apa kau marah Kevin??? maafkan aku " Aku mulai takut dengan nada nya yang terlihat kesal itu.
Dia terdiam dengan memalingkan wajah nya dari ku.
Ya ampun, apa dia sungguh marah??? tanya ku dalam hati.
" Ok ok aku minta maaf, aku harus apa nih agar kau memaafkan ku??? " tanya ku membujuknya.
Dia menoleh kembali pada ku dengan tatapan datar, kemudian berkata. . .
" beri aku satu ciuman "
Aku terbelalak mendengarnya.
" Kau ini. . . dasar " jawab ku dengan tersipu malu.
" Mau tidak??? kalo nolak aku marah lagi nih "
" Ih kok ngancem sih??? ya udah tutup mata mu sekarang "
Kemudian dia menuruti ku dengan memejamkan mata nya.
Ya tuhan. . . bulu matanya sangat lentik, cantik bagai perempuan saja. Aku jadi iri. . .
Hmm. . . dia menggemaskan dengan tingkahnya ini.
Lalu ku sentil hidungnya yang mancung itu, dan aku berlari ketika dia terkejut membuka mata nya.
Hahaha aku terus berlari menjauhinya, namun apa daya langkahku begitu berat berlarian di atas pasir sehingga dengan cepat Kevin sudah mampu meraih tubuhku dalam pelukannya.
__ADS_1
Dan kami. . . kembali berciuman mesra. Tak peduli jika kak Rendy beserta istrinya mungkin sudah memperhatikan kami dari kejauhan, atau mungkin malah mereka lebih dari kami. Hihi. . .
❤ Hai hai hai Readers ku yang setia, mohon maaf baru up. Karena Author sedang kurang sehat, semoga episode kali ini memuaskan ya. Jangan lupa tekan like dan vote nya, sehat-sehat juga kalian semua. . . lopiyuuuh all 😘😘😘❤