
2 bulan sudah hubungan ku dengan Kevin berjalan dengan sangat manis serta penuh keromantisan. Dan tepat hari ini orang tua Kevin akan datang berkunjung ke indonesia untuk melepas rindu dan merayakan kebahagiaan karena kak Shishi kini tengah hamil. Meski terbilang aku sudah mengenal cukup akrab dengan orang tua Kevin khususnya om iqbal papa nya, tapi aku masih gugup untuk bertemu kembali padanya.
" Sayang, malam nanti aku jemput ya kita dinner bareng dirumah Rendy. Papa menanyakan mu ". Ucap Kevin sembari memeluk ku di sofa mini apartemen nya.
" Tapi, aku. . . aku malu yank "
" Cih, apaan sih kamu ini. Malu nya baru sekarang??? ". Tanyanya kemudian dengan mendekatkan wajahnya hingga kening kami saling beradu.
Aku tersenyum merangkul lehernya dengan kedua tangan ku.
" Baik lah. . . katakan padaku, aku harus bagaimana menyambut kedatangan mereka Kevin??? "
" Huh, kau membuatku cemburu "
" Apaan sih, sama orang tua sendiri kau cemburu. Hahaha, Astaga. . . kau ini ". Jawab ku sembari mencubit hidung mancung Kevin.
" Aku bercanda sayang, ehm. . . tak perlu berbuat apa dan seperti apa, tetaplah jadi Fanny kekasih ku yang apa adanya ".
Ucap Kevin sembari mengecup bibir ku, aku membalasnya dengan senyuman.
##
Tiba waktu malam, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Aku sudah bersiap diri menunggu Kevin datang menjemputku dengan kegelisahan.
Aah aku sungguh gugup, bagaimana aku harus bersikap saat bertemu dengan mama papa nya Kevin nanti???
Lalu bagaimana jika nanti aku ditanya tentang keseriusan hubungan kami???
Tin tin. . .
Terdengar suara klakson mobil Kevin dari halaman rumah, aku yang semula tadi menunggunya di ruang tamu bergegas keluar untuk menyambutnya.
Dia tersenyum melihatku keluar dsri arah pintu dan dengan segera aku menaiki mobilnya lalu kemudian Kevin mengemudikan mobilnya perlahan.
" Cantik banget malam ini, udah siap kah bertemu calon mertua??? ". Ucap Kevin menggoda ku.
" Sedikit gugup ". jawab ku singkat.
" Ayo lah Fanny, santai saja ya ".
__ADS_1
Aku tersenyum menanggapinya.
Tiba dirumah kak Rendy, aku segera keluar dari dalam mobil bersamaan dengan Kevin. Aku semakin gugup namun Kevin menghentikan langkahku sejenak sebelum memasuki rumah kak Rendy.
" Sayang, santai lah sedikit. jangan gugup begitu, kan terlihat sangat kikuk. Bukan kah kau sudah berkali-kali bertemu bahkan berbincang dengan mereka??? "
" Iya aku tau, tapi. . . aku. . . entah kenapa kali ini aku sangat gugup " jawab ku. Kemudian Kevin memeluk ku dan mengecup kening ku begitu lama.
" Tenang ya, jangan gugup lagi ". Aku mengangguk pelan melempar senyuman pada Kevin.
Lalu kami melangkah bersama masuk hingga ke dalam rumah, ku lihat semua sudah berkumpul dan berbincang di ruang tamu dengan hangat disertai senda gurau.
" Nah, tuh mereka baru datang. duuuh emang ya kalo lagi berbunga-bunga " ucap kak Shishi ketika melihat kami.
" Halo tante, halo om, apa kabar??? ", aku langsung menyapa kedua orang tua Kevin dengan menjabat tangan mereka satu persatu.
" Kabar kami baik Nak, bagaimana dengan mu??? ". Jawab om iqbal menyambutku dengan hangat.
" Baik om, sangat baik " jawab ku dengan senyuman menahan gerogi ku.
" Tentu sangat baik dong pa, kan sudah ada seorang pangeran yang selalu membuatnya bahagia setiap hari, ya gak kak Kevin??? hihihi ". Kak shishi mulai menggoda kami di depan semua keluarga.
" Kak Shishi, selamat ya. Atas kehamilannya, duuh akhirnya kalian bakal jadi mama papa " jawab ku kemudian.
" Sudah sudah ayo kita makan malam dulu, Vin. . . ayo duduk bareng mama. Mama kangen banget sama ku loh ".
Degh !!!
Tiba-tiba saja hatiku jadi tak nyaman setelah mama nya Kevin berbicara demikian tanpa mengajak ku juga untuk berada di samping Kevin.
" Ayo nak, kita makan malam dulu " . Ajak om iqbal padaku. Sementara yang lain sudah mendahului menuju meja makan.
" Fanny, ayo bantu geser sedikit dan rapikan makanan ini ". Pinta mama kak Rendy pada ku di sela kesibukannya mengatur hidangan makan malam. Aku membantu merapikan semua hidangan di atas meja dengan sedikit rasa tidak nyaman melihat mama nya Kevin selalu mengalihkan ketika Kevin hendak menyapa ku.
Makan malam pun dimulai, dengan berbagai hidangan yang mewah. Aku duduk di dekat mama kak Rendy berhadapan dengan Kevin beserta orang tuanya.
" Sayang, ambilkan aku ayam goreng ". Pinta Kevin tiba-tiba di tengah aktifitas kami menikmati makan malam. Ini membuatku semakin gerogi, aku berdiri mengambilkan ayam goreng untuknya lalu kak Rendy dan Istrinya lagi-lagi menggoda kami dengan pura-pura terbatuk-batuk.
" Nak, jaga sikapmu. Ini di meja makan, kau juga bisa meminta ibu saja yang mengambilkannya untuk mu ".
__ADS_1
" Ga. . . gapapa tante. . . " jawab ku dengan kikuk.
" Hmm. . . melihat sikap Kevin sepertinya sudah serius. Apakah kalian sudah berencana ke jenjang ysng lebih serius??? ".
Aku tertegun hampir saja tertelan begitu saja makanan yang masih ada dalam mulut ku, mendengar om iqbal berkata demikian. Aku gelagapan tanpa mampu mengeluarkan kata.
" Fanny sudah kami anggap sebagai putri kedua dalam waktu keluarga kami pak Iqbal, sejak kecil saya sudah tau bagaimana dia. Dia anak baik, ceria, penurut, dia selalu mampu membuat semua orang yang berada di dekatnya bahagia. Begitu juga Kevin, saya percaya nak Kevin adalah laki-laki baik dan tentunya cocok untuk mendampingi Fanny kelak. ". Papa kak Rendy menambahkan, aku sedikit terharu mendengarnya. Dia memang sudah seperti ayah kedua ku. Dia begitu baik dan memanjakan ku lebih dari kak Rendy anak kandungnya sendiri.
Kemudian mama kak Rendy mengelus kepala ku dengan senyuman.
" Ehm, sebaiknya biarkan mereka saling mengenal dulu. hubungan mereka juga baru saja berjalan bukan, biarkan Kevin menjadi mapan dan pekerja keras. Baru lah memikirkan soal menikah, iya kan Nak ??? ".
Jleb !!!
Terasa panas ucapan mama Kevin di telingaku ini, dan ku lihat Kevin sangat terkejut mendengar hal itu dari mama nya sendiri.
" Ma. . . Kevin. . . "
" Sudah lah makan yang banyak dulu, Fanny juga masih harus menyelesaikan kuliahnya dengan benar. Karena dia anak satu-satunya di keluarga nya bukan??? Iya kan Fanny??? "
" Eh. . . ah. . . Fanny. . . Fanny. . . "
Oh tuhan, suasana apa ini??? kenapa jadi di dette begini aku nya. . .
Aku menggerutu dalam hati.
" Tapi, Fanny mau kan jadi istri Kevin nak??? " Tanya om iqbal menyela.
" Eh Fanny bersedia om ". Jawab ku spontan.
Semua tampak diam menegang, kemudian berubah jadi gelak tawa memecah keheningan. Membuat ku tersipu malu, sedang kevin tampak sumringah mendengar jawab ku pada papa nya.
" Ciye. . . selamat bro " ucap kak Rendy kemudian pada Kevin.
" Tunggu, Eh maksud Fanny. . . "
" Sayang, sssst. . . ayo habiskan makan malam mu dulu. Nanti kita lanjut ngobrolnya ya ". Mama kak Rendy menghentikan ucapan ku dengan tiba-tiba.
Oh ya ampun, maksudku tadi. . . aaaakh, sial. Itu hanya jawaban dari respon spontan ku, karena om iqbal yang bertanya padaku. Sekarang apapun alasan ku nantinya, percuma. Aku sudah menjawab nya di depan semua keluarga, ini sudah pasti dianggap secara tidak langsung aku menerima lamaran mereka meski. . . mama nya Kevin terlihat tidak menyukaiku. Sejak awal bertemu kami memang tak pernah banyak bicara, hanya papa nya Kevin saja yang selalu menyambutku dengan hangat.
__ADS_1
Jadi, aku tidak heran meski membuatku tak nyaman dengan sikapnya tadi.