
Hampir semalaman full Abel bersamaku menunda mengganggu dan mengusik rasa ngantuk ku. . . Terlalu banyak yang dia ceritakan tentang kehidupan dia, kedekatannya bersama Ammar, hubungannya dengan Andi, seakan tidak pernah ada kata tamat.
Aku sungguh sudah lelah dan mengantuk, ingin segera tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, entah sudah berapa ratus kali aku menguap tiada henti. Dia hanya menatapku saja tanpa rasa bersalah, ingin ku mengumpatnya tapi mulutku terasa di kunci.
Aaaah. . . aku sangat ingin marah.
" Hooaaaaaem. . . ngantuk sekali, makasih ya Fan. Kamu jadi ikutan gak tidur nemenin aku curhat dengan setia. Hehe, yuk ah tidur " Ucap Abel pada ku.
" Hmm. . . ya. Selamat tidur " Sahut ku dengan cuek.
Rasanya sudah gak mampu lagi ini otak ku pakai berpikir, antara ngantuk atau rasa marah kecewa sakit hati semua jadi satu ku rasakan malam ini. Di kamar ini, di ranjang ini, pribadi ku sendiri. yang dimana aku dan Ammar pernah mengukir beberapa cumbuan mesra sampai akhirnya kini. . . semua itu terasa jadi kebodohan ku.
Hingga tiba waktu pagi, terasa berat ini kepala ku. Ntah bagaimana aku menikmati waktu tidur ku, semua seolah membuat ku berada dalam mimpi buruk.
Aku masih bermalas-malasan bergulat dengan selimut ku, sementara Abel masih dengan tidur pulasnya meski suara kicauan burung begitu berisik pagi ini.
Drrrrttt. . . Drrrrttt. . .
Suara getar ponsel mengagetkan ku ketika hendak kembali memejamkan mata, semakin membuatku heran ketika nama Ammar yang ku lihat dari layar ponsel.
Sepagi ini??? Hmm. . . apa dia masih merindukan ku??? heh Bulsyit !!!
Hallo sayang, sudah bangun??? bagaimana tidur mu semalaman??? nyenyak kan. . . hmm. . . atau jangan-jangan kau bergadang ya karena asyik ngobrol bareng Abel. hihihi
Ingin, serasa ingin rasanya aku langsung memakinya. Tapi. . . aku tidak ingin Abel mengetahuinya, ini akan membuat Abel semakin bangga nantinya.
Apa sepagi ini kau menelpon ku hanya untuk menanyakan hal itu saja??? Apa sebegitunya kau penasaran bagaimana kami melewati malam ini berdua dalam satu kama??? Kenapa mau tidak menanyakannya saja langsung pada Abel hah???
Ocehan ku ini seakan tak ingin berhenti sampai disitu saja.
Hey, sayang. . . kenapa cetus begitu menerima telpon dari ku??? apa aku mengganggumu??? Atau kalian sudah bangun lalu saling curhat??? hahahaha aduuuh maaf ya jadi ganggu.
Kau benar Ammar, aku sangat terganggu pagi ini. khususnya saat mengingat kembali bagaimana Abel yang begitu vulgar menceritakan kedekatan kalian.
__ADS_1
Ammar, kau. . . ya udah ya aku sakit perut mau ke kamar mandi. bye
klik !!!
Ku matikan panggilan telpon Ammar. Dengan alasan yang cukup sederhana konyol tapi ku yakin cukup membuatnya percaya dan berhenti menanyai ku dengan hal yang menyakitkan ku.
" Kenapa mesti berbohong??? apa kau malu ngobrol romantis dengan Ammar di depan ku??? Biasa aja dong, aku juga bukan org lain disini " ucap abel tiba-tiba.
Ku lihat dia masih memejamkam mata, ku pikir dia hanya sedang mengigau saja. Tapi kenapa yang di bicarakannya tadi seolah dia mendengar dengan sadar obrolan ku dan Ammar???
" Biasa aja sih, kenapa harus malu??? aku cuma menjaga perasaan mu saja disini. Meski ini wilayah kekuasaanku, tapi aku masih ingin menjaga hatimu. Karena kau tamu disini "
" Yaaa ya yaa. . . kamu memang selalu punya jawaban yang masuk akal, haaaaahft. . . nyenyak sekali ku tidur malam ini, kamar mu benar-benar nyaman. Bagaimana bisa Ammar masih menahan dirinya setiap berdua saja bersamamu disini " Ucap nya lagi sembari beranjak dari tempat tidur.
" Apa kau sangat ingin aku tidur dengan Ammar??? Atau kau sudah pernah mencobanya dengan Ammar hah??? " Jawab ku seketika. Aku sudah tidak bisa lagi menahannya.
" Apa??? apa yang kau tanyakan barusan Fanny??? Hahahaha kau serius dengan ucapanmu barusan??? Hahaha. . . Astaga, kau mencurigaiku berhubungan lebih dengan kekasihmu??? Hahahaha mana mungkin??? "
Dia terus saja tertawa puas mendengarku berkata demikian, entah karena dia sedang meledekku atau memang ini membuatnya merasa geli aku tidak tau.
" Atau kau penasaran ingin melngetahui bentuk junior Ammar seperti apa??? Hey. . . aku tidak sengaja pernah melihatnya ketika dia bangun. Kau pasti akan menyukainya dan terkejut melihatnya, ahahahaha maka dari itu, cepatlah kau lakukan itu dengan nya " Seakan dia menjawab hal ini sudah terbiasa, dia sungguh begitu ceplas ceplos dan tanpa rasa risih menyampaikannya pada ku yang saat ini masih sebagai tunangan Ammar.
Aaaaaaaaaaaaaaarght. . . aku sungguh ingin meremas mulutnya saja, aku ingin menampar habis mulutnya, tapi aku. . . aku gak bisaaaaaa, aku hanya bisa teriak dalam hati dan memakinya.
" Kau saja yang lakukan itu sepuasnya dengan berondong mu " Jawab ku cetus.
" Ah. . . Andi memang berondong, tapi rasanya nya itu tidak pernah bohong. lagian tuh ya, wajahmu ku lihat sudah merona. hahaaha apa kau sungguh membayangkan hal begitu dengan Ammar??? Hahaha atau ku telepon Ammar saja ya pagi ini agar menyiapkan diri setelah ini tidak perlu menahannya lagi "
Oh sial ini tante girang !!!
Aku terus di serangnya, oh tuhan tolong kirimkan malaikat pencabut nyawamu saja. aku ingin enyah dari sini. . Hikst
Aku tidak ingin lagi berdebat dan jadi bahan bulan-bulanannya pagi ini, lebih baik aku bergegas lebih dulu mandi kemudian sarapan di bawah. Terserah jika dia akan bagaimana setelah ini, aku tidak peduli lagi. Tugas ku hanya memberinya tempat untuk tidur dan makan, huh
__ADS_1
**********♡-♡ *********
Aku sudah bersiap diri hendak menuju meja makan di lantai bawah, cukup dengan baju santai saja. Aku karena ini masih hari libur sekolah, sementara ku lihat si Abel masih sibuk memoles wajah nya di depan cermin semulai tadi. Dia memang benar-benar wanita yang menyukai polesan wajah, gak banget. Pikir ku. . .
Ponsel ku kembali bergetar, ku raih dan ku lihat kembali nama Ammar memanggil muncul di layar ponsel ku.
Hmm. . . ya, ada apa lagi???
Tanya ku dengan cetus.
Sayang, kenapa sih pagi ini kau selalu cetus setiap berbicara padaku pagi ini. Apa kau sedang PMS??? Bukan kah ini belum waktunya???
cih. . . dasar konyol. Kenapa jadi bahas tamu bulanan ku, dan sejak kapan dia hafal tanggal nya. . .
**Aku sudah mau sarapan nih, ada apa lagi? cepat bicarakan saja langsung.
Fanny, inget ya sayang. . . Abel gak bisa makan makanan seafood. Harus sedia buah berserat sebagai penutup makanan, dia wajib minum susu juga. Tapi aku yakin semua sudah di siapkan dengan tante kan??? kamu sudah memberitahunya kan sayang**???
Oh tidak. Aku lupa jika Abel tidak menyukai seeafood, bagaimana jika ibu membuat nasi goreng udang kesukaan ku???? Aku yakin pasti ibu sudah membuatnya.
Eh tapi. . . apa sampai segitunya kau perhatian padanya Ammar???
**Sayang, halo. . . halo Fanny, apa kau masih disitu???
Ah ya aku masih mendengarnya. ya udah lah aku sarapan dulu di bawah. Aku akan mematikan panggilan nya, bye**. . .
Kembali aku dibuat kerepotan pagi ini, aaaakh. . . bagaimana bisa aku harus menjadikan Abel ratu dirumah ku sendiri dengan harus meminta ibu ku menyiapkan makanan khusus dia saja??? apakah ini tidak keterlaluan???
Kau. . . kau sangat brengsek Ammar. Kau begitu sangat peduli dengan Abel tanpa menghargaiku sebagai tunangan mu.
" Bel, ayo ke bawah kita sarapan dulu. Tapi aku minta maaf sebelum itu, karena aku lupa memberitahu ibu ku jika kau tidak suka seafood. Sedangkan ibu sudah pasti masak nasi goreng udang menu sarapan favorit aku, dan kau. . . sementara kau bisa makan roti dulu saja, sambil menunggu ibu membuatkan sarapan lain untuk mu " Ucap ku pada Abel yang masih sibuk memoles wajahnya.
" Oh ya, haha tidak apa. Aku cukup sarapan roti dan susu saja kalau ada " Ucapnya dengan santai tanpa menoleh ke arah ku dan menyudahi polesan di wajahnya.
__ADS_1
" Oh ya sudah, yuk ke bawah kalo gitu " Ajak ku dengan ekspresi datar, seolah aku sudah terbiasa dengan riasan di wajahnya itu. Cantik sih emang, tapi masa iya dia selalu menghiasi wajahnya dengan make up begitu. jadi kesannya seperti ibu-ibu arisan saja, ih. . .