BUDAK CINTA

BUDAK CINTA
#124


__ADS_3

Hari yang ku nanti-nantikan tiba. Dimana, pesta pernikahan kak Rendy akan berlangsung malam nanti di gedung hotel berbintang.


Ingin sekali hari ini aku ikut menjemput kedatangan nya di bandara. Tapi apa daya, mata pelajaran yang ku bawa bersamaan jadwal nya dengan kedatangan kak Rendy hari ini.


Aaarght. . . aku kesal. Aku sudah sangat tidak sabar ingin menemuinya, aku rindu sekali dengan nya dan kak Shishi juga. Tapi hatiku juga gemetaran mengingat akan kak Shishi masih adik kandung dari Kevin, itu berarti. . . Kevin. . . akan ikut hadir bukan???


Lalu bagaimana bila ku bertemu dengannya nanti??? bagaimana aku akan menyapanya, bagaimana aku akan bersikap di hadapannya???


Oh tuhan, hatiku sungguh gelisah semulai tadi malam.


Jam mengajar di sekolah sudah berakhir. Aku bergegas untuk segera pulang kerumah kemudian pergi menemui kak Rendy, walau dalam keadaan hati yang penuh kegelisahan tak menentu.


Tommy sudah menunggu ku di luar pintu gerbang sekolah, menantiku karena aku meminta nya menjemputku hari ini. Dia memang teman ku yang baik, meski berulang kali aku membuatnya marah dan kecewa akan sikap lemah ku terhadap Ammar kemarin, tapi dia tetap mudah luluh akan sikap manja ku padanya. Dia tetap berteman baik dengan ku walau dia tau aku mantan dari kedua teman nya yang membuatku menggila saat itu.


" Tommy, makasih sudah mau menjemputku di sela kesibukan mu " ucap ku sembari memasuki mobilnya.


" Tak apa, aku tau kau sangat menantikan ini semua. Apakah setelah ini aku boleh menemanimu bertemu kakak mu juga??? "


" Ehm, gak dulu deh. Kapan-kapan saja ya, jangan sekarang. Ada banyak hal yang ingin aku lakukan dengan kakak ku Rendy, biarkan aku sendiri saja "


" Hmm. . . yah, ok. Baiklah. . . "


Kemudian Tommy melajukan mobilanya dengan cepat lagi. Membuatku semakin gugup dan gelisah. Karena tak lama lagi aku segera bertemu dengan kak Rendy. . .


Sesampainya dirumah aku setengah berlari memasuki halaman rumah ku dan bergegas menuju kamar. Kemudian tergesa-gesa aku membersihkan diri lalu mengganti pakaian ku dengan seadanya yang ku lihat di depan mata. Kemudian bergegas turun ke bawah berniat hendak langsung pergi kerumah kak Rendy. Dan tanpa sadar aku langkah ku menabrak kaki sofa hingga membuatku hampir terjatuh.


Aaah. . . ada apa dengan ku ini? kegelisahan membuatku jadi tergesa-gesa gak karuan.


" Hey sayang, pelan sedikit. Kenapa terburu-buru begitu??? apa kakimu baik-baik saja??? " Tanya ibu ku kemudian yang duduk di balik sofa.


" Eh maaf, Fanny gapapa. Fanny sudah tidak sabar ingin segera bertemu kak Rendy, Fanny mau bertemu kakak dirumah nya sekarang juga "


" apa kau sudah makan siang? makan dulu Nak. . . nanti kau sakit " Ucap ibu ku dengan panik.

__ADS_1


" Aduh Fanny masih kenyang bunda, nanti saja jika Fanny lapar. Atau Fanny makan bareng kak Rendy aja nanti "


" Baik lah baiklah. . . biar pak sopir yang mengantarmu ya, baru saja tiba di depan tuh bareng ayah mu "


" Yesss. . . makasih bunda, mmuach " Jawab ku sembari mengecup pipi bunda dengan gemas. Dengan begini aku tidak perlu lagi menunggu taxi lama-lama.


" Eeeeeh mau kemana Nak buru-buru begitu??? " sapa ayah ku ketika kembali aku bertubrukan.


" Aduh ayah maaf, fanny sedang buru-buru mau kerumah kak Rendy " jawab ku sembari berjalan melewati ayah begitu saja.


Kemudian aku memasuki mobil dan meminta pak sopir mengantarku segera.


**************♥♥♥**************


Tiba dirumah kak Rendy, aku langsung masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi. ini sudah biasa aku lakukan setiap kali kemari. Hihi. . .


Ku lihat, hanya ada kak Shishi dan seorang wanita yang tampak terlihat lebih dewasa darinya. Namun, dia tetap cantik anggun menawan. Rambutnya yang ikal panjang terurai berwarna cokelat kemerahan menambah kecantikannya lebih khas. Dari kejauhan posisi duduknya saja sudah menunjukkan bahwa dia wanita yang berkelas.


Tapi, siapa dia??? apakah keluarga kak Shishi dari luar negeri??? aku bertanya-tanya dalam hati.


Tampak kak Shishi begitu terkejut mendengar teriakan ku kemudian tersenyum sumringah merentangkan kedua tangannya untuk menyambutku dalam pelukannya.


" Huuft. . . Kakak sangat merindukan mu Fanny " ucap nya sembari memeluk ku.


" Aaaah aku juga, aku sangat rindu sekali padamu kak. . . apa kabar mu??? upz, sudah pasti sangat bahagia karena sebentar lagi kau akan sah menjadi kakak ipar ku. Hahahaha " ucap ku sembari melepas pelukan kami perlahan.


" Ih kau ini masih saja suka menggodaku dengan kejahilan mu ini. . . hmm. . . kau. . . terlihat sangat kurus Fanny. . . apa kau sedang sakit??? "


" Ehm, tidak kak. . . aku. . . aku hanya terlalu sibuk dengan profesi baru ku juga di kampus sangat banyak kegiatan yang menguras otak. hehe, btw. . . mana nih kak Randy??? " tanya ku kemudian melihat sekeliling dan pandangan ku tertuju pada wanita yang semulai tadi duduk bersama kak Shishi. Aku jadi hampir lupa menyapanya. . .


" Kakak mu sedang istrahat di kamarnya, dia sangat kelelahan. Karena sebelum keberangkatan kami kakak mu bergadang menyelesaikan pekerjaan nya dahulu "


" Ya ampun, kasihan kakak. Uugh padahal aku sudah sangat ingin bertemu dengan nya. . . jadi gak tega membangunkan nya jika begini " jawab ku sembari melirik kembali pada wanita di depan ku ini.

__ADS_1


Dan kak Shishi mulai peka melihat ku terus menatap heran wanita itu.


" Ehhem, Fanny. . . Kak Kevin, tidak ikut kemari. Dia sedang ada pekerjaan mendesak di tempatnya bekerja, dia tidak berjanji akan bisa menyusul kami di indonesia untuk hadir di acara pernikahan kami. Dan. . . ini. . . dia. . . teman kerja kak Kevin, Violet " Ucap kak Shishi kemudian dengan suara lirih dan ragu-ragu.


Degh !!!


Seakan nafasku tergenti sejenak.


Jadi. . . ini yang bernama. . . Violet??? Dia. . . sangat cantik dan berkelas.


" Hay, aku Violet " Ucap nya menyapaku dengan logatnya yang menunjukkan bahwa dia memang darimana asalanya.


Aku gelagapan salah tingkah mendengar suaranya membangunkan ku dari rasa terkejut tadi.


" Aa. . . aku Fanny " jawab ku dengan sedikit gagap.


" Oh jadi kau yang bernama Fanny, wah. . . gak nyangka ya. Senang bertemu dengan mu gadis mungil " Ucapnya lagi dengan senyuman ramah pada ku.


Ku naikkan kedua alis ku hingga sedikit mengkerut dengan tatapan heran.


Kenapa dia begitu terkesan penasaran padaku sebelumnya?


mungkin kah Kevin. . . sudah menceritakan sesuatu tentang ku???


Tapi bagaimana mungkin, Kevin mengabaikan wanita secantik dan berkelas sepertinya disisni.


" Aah eeh iya, aku Fanny. . . se. . . senang juga bertemu dengan mu " jawab ku seadanya.


Kemudian dengan ragu kak Shishi mengajakku duduk dan berbincang-bincang dengannya dan juga Violet. Aku semakin gelisah tak menentu mendapatkan ini semua.


Bathin ku. . .


Kevin, aku senang mendengar kabarmu baik-baik saja tentunya. Dan sepertinya kau sudah hidup tenang dan sukses, namun satu hal yang sedikit membuat ledakan kecil dalam hatiku. Bagaimana bisa, Violet ikut serta hadir dalam pernikahan kak Rendy dan adik mu Shishi sebagai tamu undangan???

__ADS_1


Apakah ini berarti kalian mempunyai hubungan yang special??? atau. . . kau. . . Ah, entah lah. . .


__ADS_2