Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Rencana dan tipu muslihat musuh


__ADS_3

"Tuan Gu, apakah kamu mengenal siapa mereka?" tanya Tan Jia Li, masih melihat ke arah pasukan berkuda yang melintas di depan mereka.


"Aku tidak mengenal siapa mereka? Aku hanya mendengar rumor jika mereka adalah pasukan mirip dengan pasukan milikmu yaitu pendekar bayangan naga hitam.


"Namun, mereka tidak pernah mengatakan nama mereka siapa di dunia persilatan. Banyak yang mengatakan, 'Jika mereka adalah pasukan prajurit yang sengaja dibuat seseorang untuk menghancurkan suatu kerajaan atau suku di Mongol.'


"Sialnya, kita terlalu cepat meninggalkan Mongol sehingga kita tidak bisa mencari tahu siapa mereka," bisik Gu Shanzheng.


Keduanya saling berdekatan sehingga tanpa sengaja Gu Shanzheng mengecup pipi Tan Jia Li kala Tan Jia Li memalingkan wajah membuat Tan Jia Li membesarkan bola matanya.


"Sstt, tidak usah komplain! Apakah kamu mau jika mereka mengetahui jika kita berada di atas sini?" tanya Gu Shanzheng.


Ucapan Gu Shanzheng membuat Tan Jia Li terdiam, ia tak lagi bisa membantah. Namun ia hanya mendengus, "Kelak, jika semua ini usai aku akan mencintaimu Gu Shanzheng! Kamu akan membayar semua ini," balas Tan Jia Li kesal.


"Aku pasti membayarnya, dengan menikahimu!" balas Gu Shanzheng sekenanya.


Pasukan berkuda semakin mendekati ke arah pohon yang tepat berada di sisi jalanan, salah satunya menatap ke arah pohon rindang membuat Tan Jia Li dan Gu Shanzheng merunduk tidak ingin dilihat. 


Derap langkah kuda semakin jauh. Tan Jia Li dan Gu Shanzheng langsung melesat melompati dahan demi dahan mengikuti pasukan berkuda ke gunung Kunlun. 


"Apakah mereka menuju ke kuil di Gunung Kunlun?" tanya Tan Jia Li melesat di sisi Gu Shanzheng.


"Ya, berhati-hatilah! Mereka sepertinya adalah orang-orang hebat! Dari cara mereka menggunakan tenaga dalam dan aura yg mereka perlihatkan, sangat berbeda dengan prajurit biasa," kata Gu Shanzheng mengingatkan Tan Jia Li.


"Jangan khawatir, aku rasa kita kali ini benar-benar memasuki sarang musuh! Sial, kita tidak memiliki persiapan!" balas Tan Jia Li.

__ADS_1


"Dengar! Kita hanya mengintip dan mencari informasi yang akurat bukan berperang. Usahakan  untuk menghindari semua pertikaian yang tidak perlu!" balas Gu Shanzheng mengingatkan Tan Jia Li yang terkadang gampang terbakar emosi.


"Baiklah!" balas Tan Jia Li mengingat pesan Gu Shanzheng untuk kali ini, ia benar-benar ingin menuruti apa yang dikatakan oleh Gu Shanzheng ia mengukur kemampuannya kala memasuki wilayah musuh yang sarat dengan racun tinggi dan ilmu beladiri yang luar biasa di setiap prajurit bahkan penguasanya.


Pasukan berkuda memasuki sebuah kuil di lereng bukit Gunung Kunlun, Tan Jia Li dan Gu Shanzheng bersembunyi di balik sebuah stupa dari atap kuil, untuk mengintai apa yang terjadi sebenarnya.


Keduanya melihat jika pasukan berpakaian hitam itu adalah pasukan pendekar sekte racun hitam Ludang dari Mongol.


"Lapor, Yang Mulia Guru, kami sudah tiba! Maaf sedikit telat karena kami harus melewati perbatasan Wuling dan Xihe yang dijaga ketat oleh pasukan Jendral Tan Yuan Ji dan Chin," ujar salah seorang pria yang tidak membuka cadarnya.


"Tidak masalah! Sekarang semua gerakan dipantau oleh pasukan Kaisar Liu Min. Bahkan, banyak dari pasukan rahasia kita mulai ditangkap dan dibunuh oleh mereka," balas Lu Dang.


"Yang Mulia kami sudah mengumpulkan dan memulai aliansi dengan kerajaan Mongol, Changsha, dan Qin untuk mulai bergerak jika perang akan dilakukan. 


"Kami sudah siap untuk berperang. Tolong, perintahkan apa yang harus kami lakukan?" tanya salah seorang murid Lu Dang.


Lu Dang dan pasukannya bermusyawarah mengenai taktik dan siasat perang mereka, "Kita akan melakukan serangan setiap malam untuk memperlemah semua perbatasan. 


"Jika kita tidak melakukannya aku sangat takut jika kekuatan dari Kaisar Liu Min bersatu dengan semua prajurit kerajaan di bawah kedaulatan Donglang akan membantu dan kita pasti akan kalah.


"Sebaiknya kita menyusup ke sana dengan cepat jika kita ingin segalanya sesuai dengan prediksi yang akan kita menangkan," ujar Qin Chai Xi.


"Bukankah Tuan Qin adalah mantan Perdana Menteri sehingga tahu seluk beluk kekaisaran dan pintu rahasia? Itu akan sangat bagus untuk mengalahkan mereka," balas murid Lu Dang.


"Iya kamu benar, Shan Po! Kita akan memanfaatkan pintu rahasia menuju kekaisaran melalui jalur gua rahasia Gunung Kunlun yang langsung masuk ke Istana Kekaisaran," balas Qin Chai Xi.

__ADS_1


"Aku mendengar jika Permaisuri Li Phin dan Pangeran Limen Utara saling mencintai, bagaimana jika kita menggunakan rumor itu untuk menghancurkan reputasi Permaisuri?" ujar Chien Ti'er.


"Apakah itu benar?" tanya Lu Dang penasaran.


"Ya, sebelum Li Phin menikah dengan Liu Min ia adalah kekasih dari Liang Si. Namun, Selir Qin dan Chien menaklukkan dan memaksa Liang Si untuk meminum racun perontok sukma agar menyelamatkan Li Phin dari kematian.


"Demi cintanya kepada Li Phin ia rela minum racun tersebut dan menerima putriku Qin Jiajia sebagai tunangannya.


"Kini, Qin Jiajia sudah tidak ada. Aku ingin kemalangan dan kehancuran kepada Liang Si dan Li Phin bagaimanapun  caranya. Jika perlu kita menyandera Liang Si atau Li Phin agar Liang Si dan Liu Min berseberangan. 


"Dengan demikian kita bisa mengalahkan kedua kubu tersebut. Jika kita tidak melakukan hal itu kita tidak akan bisa menembus pertahanan Kekaisaran Donglang.


"Jika perlu kita juga membunuh Jenderal Tan Jia Li, Gu Shanzheng, Tan Ji, Tan Yuan Ji, Raja Liang Bao, Raja Gu Tian, dan semua kaki tangan Kaisar Liu Min yang hebat.


"Dengan demikian kita bisa melemahkan pertahanan dan menghancurkan semua kekuatan mereka. Jika kita tidak bisa melakukannya aku yakin kita tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka. Bagaimanapun caranya," balas Chien Ti'er.


"Adik Raja Changsha memang luar biasa pintar. Permaisuri Kerajaan Qin benar-benar luar biasa! Kalian benar-benar pintar menyusup dan mendirikan kerajaan Win dengan sangat baik," balas Shan Shi,'er ia termenung sejenak.


"Ada apa Raja Shan Shi'er?" tanya Chien Fu raja Changsha.


"Andaikan permaisuriku Qin Jiajia tidak meninggal ia juga memiliki talenta yang luar biasa selain kecantikannya," balas Shan Shi'er.


Semua orang terdiam dan kembali berduka, "Ayahanda aku akan berusaha untuk mengelabui Tan Jia Li. Aku sudah lama menyukainya dan ingin memperistri dirinya tetapi dia selalu saja menolakku.


"Izinkan aku untuk mencari dan membawanya menjadi salah satu selir. Jika dia tidak mau maka aku akan membunuhnya," tukas Qin Chai Jian.

__ADS_1


Tan Jia Li mendengar perkataan Qin Chai Jian sedikit memanas dan berang akan tetapi Gu Shanzheng menggenggam tangannya dan menggelengkan kepala.


"Jahanam! Aku akan memenggal kepalamu Qin Chai Jian!" batin Tan Jia Li berang. 


__ADS_2