Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Raja Iblis Neraka


__ADS_3

Guangzhou menarik tirai merah tersebut dan terlihat sebuah patung raja iblis dari neraka, Guangzhou mengiris sedikit ujung jarinya, hingga darah mulai menetes dan memberikan tetesan darah pada lidah patung raja iblis yang menjulur keajaiban terjadi, deru angin kencang dan seberkas sinar hitam masuk ke dalam tubuh patung serta mata patung tersebut bersinar merah seakan hidup.


Patung raja iblis neraka memandang ke arah Guangzhou dengan tatapan menyelidik, gumpalan asap hitam itu ke luar dari patung dan membentuk siluet tubuh manusia yang memiliki tanduk dan kuku-kuku runcing yang mengerikan.


Melesat membaui dan berputar-putar ke arah tubuh Guangzhou seakan-akan ia ingin mengambil sisa hidup dari Guangzhou. Raja iblis neraka tersebut mendengus murka, ia merasakan jika sesuatu kesalahan sedang terjadi.


"Salam, Yang Mulia!" sapa Guangzhou, ia sedikit membungkuk memberikan hormat pada raja iblis neraka.


"Hm, aargh! Guangzhou aku mencium aroma kegagalan. Guangzhou … apakah kamu telah gagal?" tanya Raja iblis neraka murka.


Raja Inggris neraka memandang ke arah Guangzhou yang masih menunduk ketakutan di depannya, raja iblis neraka masuk melalui kuping kiri Guangzhou. Hal itu membuat Guangzhou menggelepar kesakitan terjatuh ke lantai.


Namun, beberapa saat kemudian. Guangzhou sudah kembali berdiri dan memberi hormat kembali kepada raja iblis neraka yang sudah keluar dari tubuhnya.


Raja iblis neraka masih berputar-putar mengitari tubuh Guangzhou yang sedikit menggigil ketakutan dan meneteskan peluh di sekujur tubuh.


"Ada apa Guangzhou? Apakah kau sudah membuat rencana yang bagus? Nanti malam adalah hitungan yang sama dengan 221 tahun saka. 


"Kita akan bisa membangkitkan kembali naga Qiulong dan Long Wan. Aku ingin membuat kerusuhan lagi di kekaisaran langit, seperti yang aku katakan, jika dulu aku gagal untuk menghancurkan semua klan naga. 


"Namun sekarang aku berharap, agar kemenangan berada di pihakku," ucap Raja Iblis Neraka, yang masih berputar-putar di sekitar tubuh Guangzhou.


"Sa-saya tahu Yang Mulia! Akan tetapi, aku ingin mengatakan kepada Anda jika Dara Sasmita berhasil kabur dari kurungan emas yang telah Paduka berikan, untuk menjerat Dara Sasmita dan Qinglong Qinglong," balas Guangzhou sedikit ketakutan.


"Apa kau bilang?! Mengapa bisa kau tak begitu becus Guangzhou? Aku sudah bilang padamu, jika Dara sasmita itu adalah wanita yang sangat hebat, dia bukan wanita biasa. Tapi, mengapa kau begitu ceroboh Guangzhou?" pekik Raja Iblis Neraka, ia murka mendengar semua laporan dari bawahannya.

__ADS_1


"Maafkan saya, Yang Mulia. Saya sudah melakukan semua perintah dan instruksi dari Tuan. Namun, aku tidak tahu mengapa Dara Sasmita bisa lolos juga?" balas Guangzhou, ia masih menunjukkan wajahnya.


Guangzhou merasa merana karena semua ini adalah ikatan sumpah dari leluhurnya seorang kepala dan pendiri aliran sesat sekte hitam yaitu Lu Dang.


"Sial! Jika bukan karena leluhurku Lu Dang yang mengikat janji dengan raja iblis neraka. Maka malapetaka ini tidak akan pernah terjadi, aku bisa bersenang-senang dan menikmati semua bisnis bawah tanah milikku tanpa bersusah payah untuk melakukan semua hal gila ini.


"Namun, kenyataannya akibat perjanjian sesat antara Lu Dang dan raja iblis neraka akulah yang harus menanggung semua perjanjian sesat mereka. Aku bersyukur aku tidak memiliki anak keturunan lagi sehingga semua itu akan berakhir pada diriku," batin Guangzhou.


Guangzhou ingin sekali bebas dari perjanjian berdarah tersebut akan tetapi, ia sama sekali tidak bisa, keluar dari semua lingkaran setan itu, segalanya semakin kacau. Saat raja iblis neraka malah memintanya untuk mengambil pedang naga hijau dan mencari naga merah.


Ia harus berkelana ke sana kemari mencari semua hal mustahil itu.


"Jika kau sudah mengumpulkan semua itu, maka dengan mudah kita menghancurkan musuh. Jangan bilang kau tidak berhasil, maka semua ini akan sia-sia," ujar Raja Iblis Neraka.


"Heh! Kau bodoh sekali Guangzhou! Mengapa Dara bisa lolos? Argh! Aku tidak mau tahu, jika nanti malam kau tidak  bisa mendapatkannya maka aku yang akan membunuhmu! Ingatlah, janjimu padaku," ujar Raja iblis.


"Ba-baik, Tuan! Saya akan usahakan untuk mendapatkan Dara dan pedang naga hijau kembali," ujar Guangzhou, ia menunduk ketakutan. 


"Sialan! Bagaimana bajingan itu bisa kabur? Aku terlalu menganggap remeh mereka semua. Siapa sangka jika mereka begitu hebat? Apa yang harus aku lakukan?" batin Guangzhou.


"Guangzhou, reinkarnasimu sungguh menyebalkan. Kau sangat bodoh dari Lu Dang, hm … kau hanya bisa meracik barang haram. Berbeda dengan Lu Dang, aku akan memberikanmu kekuatan Guangzhou," ujar Raja iblis neraka.


Raja iblis neraka langsung memberikan sebuah kekuatan pada Lu Dang, dengan sebuah telur emas di tangan Lu Dang.


"Apa yang akan aku lakukan dengan telur ini Yang Mulia?" tanya Lu Dang kebingungan.

__ADS_1


"Hm, kau akan tahu nanti! Bawa saja itu. Ingat sesuai dengan rencana kita Lu Dang, kau harus melakukan semua itu!" perintah Raja Iblis Neraka dengan suara yang parau dan mengerikan.


"Ba-baik, Tuan! Hamba akan melakukan semua itu. Sesuai dengan janji kita bersama," balas Lu Dang, sedikit takut.


Lu Dang merasakan ketakutan dengan tubuh gemetar ia berharap agar raja iblis neraka segera kembali ke neraka.


"Hm, aku tak ingin mendengar lagi kegagalan yang akan kamu lakukan Lu Dang," ucap Raja Iblis Neraka murka.


"Ba-baik Yang Mulia! Hamba berjanji tak akan gagal lagi," ucap Lu Dang.


"Baiklah! Siapkan semua ritual nanti malam, tepat purnama di atas kepala, saat itu portal gerbang neraka akan terbuka maka seluruh iblis dan arwah yang terhukum akan terbebaskan untuk kembali mengadakan pesta darah," ucap Raja Iblis Neraka.


"Ba-baik, Yang Mulia," jawab Lu Dang, ia melihat seberkas cahaya hitam lenyap dari patung tersebut.


"Apa yang harus aku lakukan? Di mana aku bisa menemukan Dara Sasmita dan Qinglong?" batin Guangzhou, ia mulai cemas harus menghadapi semua itu, ia tak mengerti harus bagaimana lagi.


Guangzhou pergi ke luar dan memerintahkan kepada semua anak buah miliknya, "Cari dan tangkap mereka semua! Aku ingin kalian sudah menangkap mereka sebelum senja!" Perintah Guangzhou.


"Baik, Tuan!" ujar anak buah Guangzhou.


Guangzhou melihat semua anak buahnya berlari ke luar dari gedung miliknya. Guangzhou masih was-was.


"Andaikan leluhur sialan itu tidak bersekutu dengan raja iblis neraka, semua ini tak akan seperti ini …," umpat batinnya mengutuk Lu Dang.


Guangzhou hanya mendengar selentingan dari ayahnya jika masalah itu berawal dari keinginan Lu Dang untuk menguasai kitab suci di perguruan racun dan obat-obatan di sebuah perguruan mereka di lembah Luo Yi.

__ADS_1


__ADS_2