
Bruk!
Lu Dang langsung terjatuh kala ucapan Raja Iblis Neraka benar-benar menjatuhkan dirinya, ia tidak menyangka jika sumpah yang dibuatnya dengan tergesa-gesa hanya untuk menguasai dunia semua itu hanyalah fatamorgana semu.
"Aaa! Dasar Sialan, Kau! Kau benar-benar telah membuatku menjadi orang bodoh se-dunia ini. Jika aku tahu kau hanya memanfaatkan diriku, aku tidak akan pernah melakukan pengkhianatan kepada guru Zhang yung dan perguruan ramuan.
Aku sangat membencimu Raja Iblis Neraka!" amuk Lu Dang.
Lu Dang sedikit menyesali semua perbuatannya, tetapi sebagian jiwanya Santos dan bangga mengenai semua itu.
"Hahaha, 1000 kali kau menyesali dan menangisi semua perbuatanmu itu, sudah terlambat dan semua itu telah terjadi.
"Kau tidak memiliki jalan untuk kembali lagi Lu Dang. Maka nikmatilah, semua hasil dari keinginan dan sumpahmu itu," ejek Raj Iblis Neraka.
Sejak saat itu semua anak keturunan Lu Dang menjadi pengikut dari raja iblis neraka hingga dunia kiamat. Semua anak keturunan adalah orang-orang hebat namun berhati dingin, culas, kejam, dan mengerikan.
Di setiap generasi selalu muncul Lu Dang ang-Lu Dang baru, yang selalu menciptakan kehebohan dan kehancuran di sana-sini.
Namun, setiap generasi dari Lu Dang itu sendiri tidak pernah bertahan lama selalu saja ada yang menghancurkan mereka.
***
Masa kini ….
Guangzhou masih mengingat banyak hal dari kisah leluhurnya yaitu : Lu Dang, yang telah membuat mereka terikat dengan raja iblis neraka tersebut hingga kiamat tiba.
Guangzhou menyadari banyak hal jika selama ini, semua keinginannya selalu terkabulkan. Akan tetapi, ia tak pernah merasa puas untuk semua pencapaian yang dimilikinya ia selalu merasa kurang dan kurang lagi.
"Jika Lu Dang tidak mengikat perjanjian sumpah darahnya yang gila! Mungkin kami tidak akan menjadi seperti ini. Bajingan! Apa yang harus aku lakukan untuk menemukan Dara Sasmita dan semua teman-temannya?
"Ke mana mereka bersembunyi dan apa yang sedang mereka rencanakan? Aku harus mencari tahu, jika aku masih ingin hidup di dunia ini. Jika tidak, raja iblis neraka akan menghukumku dan aku tidak menginginkan hal itu Aku tidak ingin menjadi budak dari iblis itu," umpat Guangzhou.
Guangzhou semakin kesal dan murka akan kaburnya Dara Sasmita dari gedung miliknya. Kini ia menyadari satu hal, jika ia sudah melihat naga.
Guangzhou perusahaan mencari tahu akan banyak hal, semua kejadian yang telah terjadi selama ini. Guangzhou berusaha untuk menghubungkan semua itu.
"Aku sudah mengetahuinya!" teriaknya senang, ia berjalan ingin menemui semua orang untuk menjalankan semu rencananya.
***
Sementara tubuh Dara Sasmita yang melayang yang diselamatkan oleh arwah naga pedang hijau langsung melesat sejauhnya membawa Dara ke sebuah sungai yang tidak jauh dari gunung Luo Yi, yaitu : Lembah Luo Yi.
__ADS_1
Pada masa sekarang gunung Lembah Luo Yi masih saja tertutup oleh kabut dan orang-orang tidak pernah berani untuk menginjakkan kakinya di lembah tersebut, jika tidak menginginkan pertolongan dari nona Zhang Mei. Penduduk di sekitaran masih meyakini hal itu.
Mereka masih meyakini dan selalu meminta pertolongan kepada Nona Zhang Mei dengan membawa anak mereka yang sakit ke sana, maka seorang wanita tua akan datang dan memberikan ramuan obat-obatan kepada mereka.
Para penduduk cukup membawakan manisan atau beras juga lauk pauk sebagai bayarannya, para penduduk begitu bahagia dengan Nona Zhang Mei yang selalu muncul tiba-tiba.
Jika Nona Zhang Mei masih hidup dan selalu menolong orang-orang yang sangat membutuhkan, walaupun dia tidak memperlihatkan wajahnya. Ia mana sih selalu saja menggunakan cadar.
Para penduduk masih sering melihat kemunculan seorang nenek tua yang sering keluar masuk di lembah Luo Yi. Namun, tidak ada seorang pun yang benar-benar menemukan nenek tersebut.
Arwah Pedang Naga hijau atau Qinglong membaringkan tubuh Dara Sasmita di sebuah batu pipih, Qinglong mengambil air melalui moncongnya di antara bebatuan yang berkilau tertimpa cahaya pagi.
Qinglong menyemburkan air tersebut kepada tubuh Dara Sasmita, "Bangunlah Dara! Aku yakin kamu sangat lapar!" ucap Qinglong, ia langsung menangkap beberapa ikan dari dalam sungai dan memanggang dengan api yang disemburkan melalui moncongnya.
Keharuman ikan panggang tersebut membuat cacing di perut Dara langsung bersuara secara refleks Dara pun bangkit, ia mengamati sekelilingnya.
"Tuan Qinglong, di manakah kita?" tanya Dara, ia mengamati sekelilingnya yang dipenuhi oleh rumput yang sangat tinggi dan semak belukar.
Samar-samar ia mengingat sesuatu, ia melihat bebatuan cadas yang sangat besar di pinggir sungai. Bayangan di mana ia dan Liu Min pernah mandi di sana dan saling menggoda kembali terbayang.
Dara merindukan saat-saat bahagia bersama suaminya, "Apakah ini Lembah Luo Yi? Apakah mungkin Nona Zhang Mei, masih hidup? Itu adalah hal yang sangat tidak mungkin!" batin Dara Sasmita.
Dara masih melihat ke sekelilingnya dan ia masih meyakini jika itu adalah lembah Luo Yi, Dara masih melihat sebuah rumah mungil di sana yang sudah memiliki bentuk yang sedikit berbeda.
"Makanlah Dara, Aku tidak ingin kamu kekurangan kekuatan jika ingin bertempur nanti malam, untuk menyelamatkan para sandera. Kita harus kembali ke gurun Jinping.
"Jika kau masih ingin menyelamatkan ibumu dan para sandera juga membunuh Guangzhou atau Lu Dang?" ujar Qinglong, ia masih mengamati wajah Dara Sasmita.
Qinglong melihat jika darah masih menoleh ke kanan dan ke kiri seakan-akan ia mengenali tempat itu.
"Tentu saja aku ingin membunuh mereka! Aku sudah banyak berkorban dan aku tidak ingin menyia-nyiakan semua ini," balas Dara, ia langsung mengambil makanan dan menyantapnya dengan cepat.
Dara tidak ingin menyia-nyiakan semua hal, waktu terus berjalan. Jauh di dalam lubuk hatinya darah sangat ingin bertemu suaminya Liu Min.
"Aku harap saja Liu Min dan semua orang tetap baik-baik saja! Dan sedang menuju ke gurun Jinping," batin Dara Sasmita.
Qinglong hanya diam memandang sekelilingnya, ia merasakan sesuatu tapi ia tidak bisa memastikan dengan pasti.
"Mungkin hanya perasaanku saja! Tetapi, aku merasa semua ini sangat nyata," batin Naga hijau tersebut.
Qinglong hanya menarik nafasnya, ia meletakkan kepalanya di salah satu paha Dara Sasmita, mengapa ia ingin bermanja-manja dengan Dara.
__ADS_1
Qinglong hanya merasakan mendapatkan kasih sayang dari Dara Sasmita juga Li Phin. Ia juga rindu kepada Li Phin, tetapi ia menyadari hal itu tidak mungkin lagi terjadi. Masa dan waktu telah berganti ia sudah berada di generasi Dara Sasmita dan di kehidupan modern.
"Tuan Qinglong, Apakah kau tidak ingin makan?" tanya Dara bingung, ia tidak tahu apakah seorang naga butuh makan atau tidak.
Dara juga tidak bisa membayangkan apa yang akan dimakan naga jika ia lapar, melihat bentuk naga itu yang terlalu besar dan mengerikan darah tidak bisa memprediksi berapa sapi yang akan dimakan oleh si naga.
"Hahaha, Apakah kau lupa jika aku ini hanyalah seorang arwah,? Bagaimana mungkin seorang arwah bisa memakan makanan itu? Aku hanya bisa membaui tapi tidak bisa memakannya seperti kalian memakan makanan itu," balas Qinglong.
Qinglong merasa geli terhadap pertanyaan Dara, "Terkadang kau terlihat bodoh!" ejek Qinglong.
"Oh begitu! Aku pikir kau membutuhkan makanan juga! Yee, kan aku hanya bertanya, sebagai rasa sopan santun," ucap Dara,.
Dara tidak habis pikir, bagaimana jika naga kingdong terperangkap di dalam pedang selama ribuan tahun tanpa makan dan minum. Kini, ia tahu jawabannya jika ia hanyalah seorang arwah.
"Aku rasa ini adalah Lembah Luo Yi, dulu aku pernah bersama Liu Min kemari saat aku pertama kali memakai kekuatan Pedang Naga hijau ini. Namun, saat itu aku masih berada di dalam tubuh Li Phin.
"Pemilik Lembah ini adalah seorang nona yang sangat cantik, dia adalah teman dari Tabib Luo. Dia jugalah yang memberikanku kekuatan untuk menguasai Pedang Naga hijau ini, tapi saat itu aku tidak tahu jika pedang ini memiliki seorang arwah dari seekor naga hijau yang sangat hebat!" puji Dara.
Dara masih mengunyah ikan yang dibakar oleh Qinglong menggunakan apinya. Qinglong hanya melihat Dara yang begitu lahap memakan ikan tersebut.
"Apakah Liu Min tidak pernah memberimu makan? Aku merasa kau tidak pernah makan di sepanjang hidupmu!" dengus Qinglong sebel, ia tidak menyangka jika Liu Min benar-benar tidak memperhatikan keadaan istrinya.
"Suami dan pria macam apa itu! Apakah dia tidak tahu jika istrinya ini sedang mengandung? Aduh, Mengapa aku selalu saja terjebak dengan pertarungan bersama Dara saat dia sedang hamil?" batin Qinglong.
Qinglong melihat jika Dara tidak mengetahui jika dirinya sedang mengandung, ia masih terus bergerak dengan cepat seakan-akan ia tidak memiliki halangan apa pun.
"Aku harus melindungi Dara dan putranya yang akan lahir ke dunia ini, andaikan aku bisa melihatnya juga! Aku akan sangat bahagia sekali," batin Qinglong tersenyum.
"Apa yang membuatmu tersenyum, Tuan?" tanya Dara tidak mengerti, ia merasa jika Qinglong sedang tersenyum manis seakan-akan ia sedang menghayalkan sesuatu.
"Memang ada larangan, seekor naga tidak boleh tersenyum begitu?" balas Qinglong ketus.
Dara baru saja membuyarkan lamunannya ia tidak mengerti mengapa ia begitu bahagia melihat Dara akan memiliki seorang putra.
Di sepanjang kehidupan Qinglong, kebahagiaan yang paling besar dirasakannya adalah kala ia melihat Dara Sasmita memiliki seorang putra, itu mengingatkan dirinya akan kekasihnya Long Mei.
"Sedang apakah kau Sayang? Kapankah kita akan memiliki anak hasil dari buah cinta kita?" batin Qinglong bertanya.
Seraut wajah kekasihnya terbayang sudah, akhir-akhir ini ia selalu merindukan dan membayangkan wajah Long Mei. Namun, seketika ia juga merasakan rasa kesedihan yang sangat besar.
"Qinglong …," sebuah suara Long Mei memanggilnya dari kejauhan.
__ADS_1
"Long Mei?!" lirih Qinglong, ia seakan merasakan suara itu begitu dekat di sekitarnya.
"Apakah Long Mei berada di sekitar sini? Apakah Guangzhou atau Lu Dang berhasil menangkapnya? Tapi aku tidak merasakan dia berada di sana? Apakah dia masih menuju ke arah gurun Jinping?" batin Qinglong.