Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Hancurnya Perguruan Ramuan


__ADS_3

"Ada apa denganmu, Zu Yi?" tanya ketua tabib Zhang Yung, ia langsung mendekati salah satu muridnya yang sudah terluka parah.


Zhang Yung berusaha untuk mengobati luka tersebut akan tetapi, ia sendiri tahu jika Zu Yi sudah tidak lagi bisa tertolong.


"Siapa yang melakukan semua ini padamu Zu Yi?" tanya Zhang Yung murka, ia melihat jika tanda-tanda luka yang dialami oleh Zu Yi akibat dari ilmu racun yang berasal dari kitab racun iblis yang dimilikinya selama ini.


"Siapa yang telah melakukan ini Zu Yi?" ulang Zhang Yung, "katakanlah!" pintanya, ia segera ingin memeriksa kitab yang disembunyikannya.


"Guru Zhang, maafkan saya. Saya tidak bisa untuk mempertahankan pintu gerbang, karena ada penyusup yang ingin membunuh kita," ujar Zu Yi, ia mengatupkan kedua belah tangannya yang sudah babak belur dan menghembuskan napas terakhir di pangkuan sang Guru.


Zhang Yung, menggenggam kedua belah tangan Zu Yi, "Kamu sudah bekerja dan mengabdi, kepada perguruan ramuan sudah sangat lama dan baik. Kamu adalah salah satu muridku yang paling berharga, Zu Yi. Tidurlah dengan tenang," ucap Guru Zhang Yung menutup kedua belah mata muridnya yang masih terbuka.


"Zu Yi …!" teriak semua murid perguruan ramuan.


Mereka  melihat sahabatnya yang paling baik hati dan jujur itu menghembuskan napas dengan cara yang tidak disangka-sangka.


"Anak-anak, bersiaplah! Musuh sudah berada di depan pintu gerbang. Siapa yang ingin pergi? Pergilah dari pintu belakang …aku mengizinkan kalian untuk menyelamatkan diri kalian, aku hanya berpesan gunakanlah kepandaian yang aku ajarkan itu untuk kebaikanmu dan semua orang," ucap guru Zhang Yung.


"Tidak, Guru! Engkau telah mengajari kami dari kami kecil, merawat kami hingga kami seperti sekarang, kami akan mengabdi padamu hingga tetes darah kami penghabisan. Jangan usir kami Guru, kami ingin bersamamu!" ujar semua murid perguruan ramuan.


Zhang Yung terenyuh dengan semua sikap muridnya yang sangat baik dan luar biasa berhati mulia. Tiada seorang pun yang bergerak meninggalkan dirinya, semuanya membuat lingkaran untuk melindungi sang Guru tercinta.


"Kalian benar-benar berhati mulia. Semoga Dewa selalu melindungi kita semua," balas Zhang Yung, ia merasakan jika musuh semakin mendekat.


Semua murid perguruan ramuan telah bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan yang akan mereka hadapi.


"Luo Zhu dan Zhang Mei … aku harap kalianlah yang akan meneruskan ilmu pengobatan ini kepada generasi yang akan datang.


"Luo Zhu, aku sangat yakin dengan kebaikan dan kepintaranmu, kau akan mewariskan ilmu pengobatan ini kepada semua orang untuk mencapai janjiku kepada Kaisar Liu Bei.


"Putriku Zhang Mei, sudah waktunya ayahmu ini kembali untuk menghadap kepada Dewa. Ragaku sangat rapuh tapi jiwaku akan selalu menemanimu di mana pun kau berada. Aku selalu berdoa kepada Dewa, agar kau dan kekasihmu bertemu di suatu saat nanti," lirih Zhang Yung.


Zhang Yung, mengatakan semua itu tanpa didengar oleh murid perguruan ramuan lainnya, ia sengaja melakukan gerakan bibir itu hanya untuk menyimpan sesuatu pada kristal mutiara miliknya sebagai bukti dan saksi kejahatan yang akan dilakukan musuhnya.


"Aku tidak tahu siapa musuhku ini? Tapi aku merasa dia adalah orang yang paling dekat denganku dan orang yang aku percaya selama ini. Aku berharap, kecurigaanku tidak benar! Andaipun itu benar, aku tidak menyesal telah mengajarkan kebaikan padanya.


"Aku hanya menyesal karena aku tidak pernah bisa menghancurkan kitab racun iblis tersebut. Sehingga meracuni jiwanya yang kotor," ucap Zhang Yung, ia hanya menyesali satu hal di dalam hidupnya yaitu: jika ia dan putrinya tidak pernah berhasil untuk menghancurkan kitab racun iblis tersebut.


Duar! Duar!


Ledakan beruntun menyerang di perguruan ramuan. Lebaran nyala api telah membakar genting dari perguruan dan juga dinding-dinding yang terbuat dari kayu dan bambu.


Kobaran api juga telah membakar sebagian tumbuhan ramuan obat yang sedang dijemur dan di ruang penyimpanan. Semua orang melihat ke arah penyerbuan tersebut, dengan hati yang was-was.


"Siapa mereka? Kita tidak pernah merasa memiliki musuh, tapi mengapa mereka menganggap kita musuh?" ucap salah satu murid dari perguruan ramuan.

__ADS_1


"Orang yang sudah memiliki hati yang jahat tidak butuh alasan untuk menghancurkan orang lain, ia hanya membutuhkan kata tidak suka di dalam kehidupannya. Itu sudah cukup baginya untuk membuat kehidupan seseorang menjadi hancur,"balas Guru Zhang Yung.


Semua muridnya dia membenarkan apa yang dikatakan oleh sang Guru, mereka bersiap-siap untuk menanti serangan berikutnya. Bola-bola api telah menyerang ke arah mereka namun berhasil ditangkis oleh murid perguruan ramuan.


Sehingga bola-bola api tersebut membakar sebagian rumah-rumah yang lain lagi, hingga ke bulan api semakin mengerikan. Mereka terjebak di antara kepulauan api tersebut.


"Siapa kalian? Apa yang kalian inginkan dari kami? Kami sama sekali tidak memiliki apa pun yang bisa memuaskan kalian?" tanya Zhang Yung, ia masih berada di lingkaran perlindungan yang dilakukan oleh semua muridnya.


Zhang Yung masih memperhatikan semua gerombolan tersebut yang memakai topeng tengkorak, Zhang Yung merasakan jika kekuatan mereka berasal dari kitab racun iblis.


"Bagaimana bisa kalian memiliki dan menguasai kitab racun iblis? Siapa yang telah mengajari kalian? Dan dari mana kalian bisa mendapatkan kekuatan itu?" tanya Zhang Yung, ia masih menyelidiki dan mengamati semua orang yang berada di sana.


Ia merasa mengenal semua orang itu dari postur tubuh dan gerak-gerik yang mereka tampilkan, "Lu Dang! Sejak kapan kau menguasai kitab ramuan iblis yang sangat menyesatkan itu, Lu Dang?


"Siapa yang telah mengajarimu? Dan dari mana kau mendapatkannya?" selidik Zhang Yung.


"Hahaha, kau benar-benar hebat, Guru Zhang! Kau sama sekali tidak bisa ditipu. Aku belajar sendiri dan buku itu datang kepadaku. Kau benar-benar bangsat, Guru Zhang. Kau menyimpan kitab racun yang sangat hebat.


"Tapi kau begitu bodoh! Kau sama sekali tidak ingin menguasai dunia dan menerapkannya," hina Lu Dang, ia selalu tidak mengerti dengan cara pikir dan pandang gurunya.


"Lu Dang, kitab itu sangat tidak baik kau akan menyesalinya suatu saat nanti. Mengapa aku tidak pernah belajar dan menerapkan itu kepada kalian? Karena aku tidak ingin kalian menjadi iblis, tujuan kita adalah untuk mengobati orang lain bukan untuk membuat kesengsaraan kepada mereka.


"Apakah kau tidak pernah memikirkan hal itu Lu Dang? Apa sebenarnya yang ingin kau capai? Kau adalah murid yang paling cerdas, tanpa kitab racun iblis itu pun, kau sudah sangat hebat!" puji Zhang Yung.


Zhang Yung berusaha untuk kembali menarik muridnya untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, ia menyadari satu hal jika pancaran sinar mata yang terlihat dari kedua bola mata Lu Dang dirinya lagi. Melainkan pancaran keserakahan dan kejahatan yang sangat mengerikan.


"Hahaha, aku bukanlah kau, Guru bodoh! Aku ingin lebih dan lebih! Aku ingin menguasai dunia ini, sehingga tak ada seorang pun yang akan berani melawanku. Aku akan menumbangkan kekaisaran Donglang dan membuat kaisar baru, di bawah kekuasaan dan kedaulatanku


"Aku akan membawa dunia ini di dalam genggamanku. Aku bukanlah dirimu yang sangat tolol! Memiliki kitab dan kekuatan yang hebat tapi tidak pernah memanfaatkannya," ujar Lu Dang murka.


Lu Dang membenci pilihan gurunya yang sangat tidak masuk akal baginya, Lu Dang sudah menyia-nyiakan masa muda gurunya hanya untuk hal yang tidak menghasilkan uang dan kekayaan maupun ketenaran.


"Apalah arti kepandaian dan kepintaran juga kehebatan yang kau, Guru. Jika kau tidak menggunakannya dan memanfaatkan semua itu untuk sebuah kemasyuran," hina Lu Dang tak jual mengerti arti kata dari kebajikan dan kebaikan.


"Semua itu tak akan pernah kamu capai Lu Dang. Di atas langit masih banyak langit, kamu merasa hebat pada saat ini, tapi akan ada masanya dimana orang yang lebih hebat lagi di atasmu akan muncul. Seharusnya kamu mensyukuri semua pemberian Dewa kepadamu itu, Lu Dang," ujar Zhang Yung.


"Hahaha, aku sudah bosan mendengar semua nasihatmu selama ini. Aku ingin engkau mati, Tua Bangka!" hardik Lu Dang.


Lu Dang langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang Zhang Yung. Zhang Yung bergerak secepat kilat untuk menangkis semua serangan yang dilancarkan oleh Lu Dang si murid durhaka.


Zhang Yung tidak ingin jika murid-muridnya yang berhati emas akan tewas hanya untuk melindungi dirinya yang sudah tua, Zhang Yung merasa jika ia telah lama hidup di dunia dengan asam manis garam kehidupan berbeda dengan murid-murid perguruan rambut yang masih terlalu muda. Pertempuran sengit terjadi antara Zhang Yung dan Lu Dang.


"Hahaha, kau sudah terlalu tua Guru! Kau sudah pantas untuk mati saja! Sebaiknya perguruan ramuan ini sudah tidak ada lagi, aku akan membunuh semua orang untuk menghancurkan kekaisaran Donglang.


"Aku sudah muak dengan kebaikan-kebaikan yang selalu kalian perlihatkan pada semua orang. Apalagi, Luo Zhu dan Zhang Mei sedang tidak ada. Aku begitu mudah untuk membunuh kalian, karena mereka bukanlah tandinganku. Akulah pendekar nomor satu di dunia ini, tak akan ada yang bisa mendampingi diriku."Lu Dang begitu terobsesi, ia melesat ke sana kemari meluncurkan bola api.

__ADS_1


"Jangan khawatir aku akan membunuh mereka nanti, jika aku sudah berhasil membunuhmu dan semua murid yang tidak berguna ini.


"Donglang tidak boleh memiliki tabib untuk mengobati semua rakyatnya, aku ingin Donglang akan menjadi kekaisaran yang hancur dan menderita," ujar Lu Dang tersenyum dengan rasa puas dan bangga.


"Kau tahu, selama ini aku telah membuat nama perguruan ini buruk, karena aku ingin semua orang tidak lagi mempercayai kepintaran dan kebaikanmu Guru Zhang.


"Zhang Yung yang berhati baik itu akan menderita dengan nama yang buruk di akhir kehidupannya. Hahaha, bagaimana bagus bukan skenario yang aku mainkan?" ucap Lu Dang, ia semakin mengejek guru Zhang yang hanya diam saja.


"Kau tidak akan pernah berhasil Lu Dang, akan ada masanya seseorang yang akan membunuhmu kelak. Mungkin kamu akan berhasil kali ini tapi, tidak sepenuhnya, ingatlah! Kekuasaan Dewa Agung! Dewa tidak akan membiarkan kejahatan akan semakin merajalela di bumi ini," balas Zhang Yung.


Zhang Yung masih menangkis dan menyerang semua serangan yang dilontarkan oleh Lu Dang dengan mudah. Namun, usianya yang sudah tua, membuatnya sedikit tak bisa terlalu lama untuk bertarung.  


Zhang Yung mulai kehabisan tenaga ia berdiri dengan terengah-engah, "Ayo, kita lindungi guru Zhang!" ajak salah satu muridnya untuk melindungi dirinya.


Namun, Lu Dang dan teman-temannya benar-benar lebih hebat dari mereka semua. Semua murid dari perguruan ramuan begitu mudah dikalahkan. Sebagian dari mereka telah tewas dengan cara yang mengenaskan.


Bahkan, Zhang Yung dan semua murid perguruan ramuan tidak menyangka jika teman-teman dari Lu Dang adalah sahabat mereka sendiri yang berkhianat.


"Apa yang telah kalian lakukan? Mengapa kalian membelot dan berkhianat kepada Guru Zhang? Bukankah selama ini guru Zhanglah yang telah merawat kita dan mengajar kita? Kalian benar-benar tidak tahu malu!" hardik Wong Yi, ia adalah murid ketiga dari perguruan ramuan.


"Hahaha, minggir kau Wong Yi! Kemampuanmu tidak seberapa dibandingkan kami, kau akan mudah kami bunuh!" balas Chien Chik, ia adalah murid Ke-4 dari perguruan ramuan.


"Aku rela mati demi kebenaran dan melindungi guru Zhang yang telah membesarkan kita. Aku bukanlah penghianat sepertimu!" balas wong Yi, ia mulai bersiap-siap melesat menyerang ke arah Chien Chik.


"Majulah, aku akan membuatmu menjadi korban pertama dari ilmu racun milikku yang sangat hebat! Jangan salahkan aku wong Yi. Namun jika kau masih ingin selamat kami akan sangat senang jika kau mau bergabung dengan kami.


"Kita akan bersama-sama menaklukkan dunia ini dan membantu Kakak kedua untuk mewujudkan semua impian kita. Aku sudah lelah menjadi pekerja relawan yang tidak pernah dibayar. 


"Jika hanya dengan makan dan minum juga tempat tinggal, aku pun bisa tinggal di rumah orang tuaku.


"Untuk apa aku bersusah payah mempertaruhkan kepintaranku hanya untuk membela orang-orang bodoh yaitu rakyat jelata yang sangat menjijikkan." 


Chien Chik melesat dan berusaha untuk mempengaruhi wong Yi untuk berkhianat kepada perguruan ramuan. Namun, usaha yang dilakukan oleh Chien Chik tidak membuahkan hasil, Wong Yi benar-benar memiliki hati seteguh batu karang, ia sama sekali tidak mau berkhianat kepada guru  Zhang Yung.


"Tidak akan pernah! Lebih baik aku mati daripada menjadi seorang pengkhianat, aku bukanlah anjing suruhan yang bisa diperintah oleh seorang Lu Dang!" teriak Wong Yi, iya langsung melesat menangkis serangan yang dilakukan oleh Chien Chik.


Pertempuran semakin mengerikan apalagi Lu Dang dan semua teman-temannya telah menghancurkan sebagian bangunan-bangunan rumah juga membuang dan membakar tumbuhan ramuan yang sedang dijemur.


Semua murid perguruan ramuan yang masih memihak kepada guru Zhang Yung berusaha untuk melindungi tumbuhan ramuan tersebut, akan tetapi pukulan pukulan dan serangan yang dilakukan oleh teman-teman mereka yang berkhianat telah berhasil membuat semuanya tewas


Mereka tewas dengan mengenaskan tanpa bisa melawan, kala para penghianat menggunakan ilmu hitam dari kitab racun iblis. Semua murid dari perguruan ramuan tewas dengan cara tidak memiliki darah sedikit pun di tubuh mereka.


"Hahaha, pada akhirnya kalian menjadi rumput kering yang tidak ada artinya. Aku akan menggunakan kalian untuk menjadi pasukan vampir milikku, untuk menyerang kekaisaran Donglang.


"Dalam 36 jam ke depan maka kalian akan berubah menjadi tentara vampir milikku yang sangat hebat dan kuat! Bagi siapa pun yang akan membangkang padaku. Maka aku tidak segan-segan membunuh dan menjadikan mereka sebagai pasukan vampir milikku," ujar Lu Dang tertawa bahagia.

__ADS_1


"Hentikan, Lu Dang! Kau benar-benar murid tidak tahu diri, aku akan membunuhmu. Jika aku mati pun, aku meminta kepada Dewa yang Agung, untuk mengirimkan seseorang yang luar biasa hebat, suatu saat nanti untuk menghancurkan dirimu dan anak keturunanmu hingga tak ada satu pun lagi yang tersisa di muka bumi ini," kutuk Zhang Yung.


__ADS_2