
Dara dan kelimanya menembus malam dan langsung menuju ke tempat yang sudah direncanakan, menyembunyikan sepeda motor dan mengendap-ngendap masuk, masing-masing memakai earphone di telinga untuk melanjutkan sesi semua percakapan yang penting.
"Kelompok kita bagi tiga sesuai rencana," ujar Liu Min, "aku bersama dengan Dara, Daniel bersama dengan Danu dan Hendra dengan Jalik. Kita akan bertemu di titik kordinat ini," ucap Liu Min menunjuk tempat di layar ponsel.
"Jangan lupa hubungi Kolonel Ardi jika kalian sudah berhasil melumpuhkan musuh. Aku berharap kalian selamat dan kita semua selamat, temasuk sandera!" ucap Dara menatap semua orang.
"Siap Komandan!" balas keempat pria di depannya.
Liu Min hanya memandang ke arah Dara dengan suara ketakjuban, "Dara selalu saja mementingkan keselamatan semua bawahannya. Apakah itu bawahannya atau tidak?" batin Liu Min.
"Baiklah!" balas semua orang serempak.
"Mari kita lakukan! Semoga sukses!" ujar semua orang sebelum berpisah.
Masing-masing mengendap ke tempat tujuan masing-masing, Danu dan Daniel mengendap dengan senjata di tangan menuju sebuah jalan menuju ke arah gudang ikan yang sepi.
"Aku akan masuk, lindungi aku!" ucap Daniel kepada Jalik dengan gerakan tangan.
Danu mengacungkan jempolnya, mereka saling mengendap-endap memasuki gudang ikan, melumpuhkan beberapa orang anggota mafia yang sedang berjaga-jaga. Menarik dan menyembunyikan mayat mereka ke tempat-tempat tersembunyi dan gelap.
"Siapa itu?!" teriak seorang penjaga mengacungkan senjata.
Kras!
Sebuah cangkir melayang tepat menusuk ke leher si penjaga yang dilakukan oleh Daniel, hingga si penjaga terkapar dengan darah merembes di sana.
"Keren!" ujar Danu mengacungkan jempolnya, ia masih mengacungkan senjata berusaha untuk melindungi Daniel yang maju terlebih dahulu.
Lampu mercusuar masih berkeliling menerangi sebagian daerah, "Merunduk!" ujar Danu kala kilatan sinar mercusuar mulai mengarah ke arah mereka. Keduanya kandung merunduk menghindari cahaya lampu.
Mereka kembali mengendap-endap memasuki ruangan akan terapi berondongan peluru berusaha untuk menembaki mereka.
"Penyusup! Bunyikan alarm!" teriak penjaga lain.
Daniel dan Danu membalas tembakam hingga mereka menumbangkan beberala orang penjaga.
Alarm bergema dan semua orang di dalam gudang bersiaga termasuk semua orang di pelabuhan, yang merupakan anggota sindikat tersebut.
__ADS_1
"Sialan, berarti gudang ini hanyalah kamuflase sebagai gudang ikan selain itu Jalik benar, mereka menundukkan narkoba melalui perut ikan," ketus Daniel geram.
"Ya, kita baru mengetahuinya sekarang. Oknum-oknum tertentu membebaskan mereka dengan mudah," balas Danu.
"Ya, uang benar-benar mampu membeli harga diri dan hukum," ketus Danu masih menembak musuh di depan mereka.
"Sial! Kacau, musuh sudah mengetahui keberadaan kami, kelompok B masuklah dan kelompok C selamatkan sandera!" ujar Danu bicara lewat earphone.
"Permainan akan dimulai! Aku berharap kita sedang bermain FF di game atau ML," ujar Daniel yang senang memainkan dua game tersebut.
"Baik!" balas semua orang di earphone masing-masing.
Hendra dan Jalik yang berada di atas kontainer langsung menembak musuh dengan senjata sniper untuk menjatuhkan lawan yang ingin menyerang Danu dan Daniel yang terus menyusu dengan menembak musuh.
"Apakah semua kargo di peti itu adalah narkoba atau senjata?" tanya Danu.
"Kita akan mengetahuinya nanti, apa isinya. Tapi aku rasa itu senjata, jika narkoba gila! Mama mungkin sebanyak itu. Itu artinya mereka ingin membunuh penduduk Kota Medan," balas Daniel.
"Ini semakin seru! Aku berharap kita berhasil dan memulihkan nama baik kita juga jajaran aparat!" balas Daniel.
"Ya, aku sudah semakin lelah menjadi buronan tak jelas!" umpat Danu menembak musuh dan langsung berdiri di ambang pintu masuk dan kembali menembak musuh yang ingin keluar dari dalam gudang.
"Angkat tangan kalian!" teriak Daniel. Namun mereka terkepung, di sekeliling mereka musuh sudah siap dengan senjata mengarah ke arah mereka.
"Sial! Kita terjebak!" umpat Daniel.
"Hahaha, kalian tidak akan mudah untuk meringkus kami! Sekarang giliran kamilah yang akan memutar balikkan fakta, jika kalianlah biang kerok dari semua kejahatan ini," ucap seseorang di sana.
"Apakah kamu mengenalnya?" tanya Danu pada Daniel.
"Aku tidak mengenalnya, tapi aku pernah melihatnya sebagai kapten di jajaran divisimu!" balas Daniel.
"Ckck, kamu benar! Aku baru tahu mengapa semua bisa hancur lebur setiap penggerebekan yang kami lakukan. Jika kepalanya sendiri berkomplot pada musuh.
"Bagaimana kami bisa menangkap sindikat tersebut? Sungguh nasib anak bawang! Selalu saja menjadi pion," balas Danu menggosokkan pistol ke dagunya memahami banyak hal memandang seorang kapten di jajaran kepolisiannya yang sangat terkenal.
"Um, karena kau sudah melihat pekerjaan sampinganku, aku rasa kau tidak berhak untuk keluar dari sini hidup-hidup," balas Kapten Jenner.
__ADS_1
"Cobalah!" ujar Danu dan Daniel saling begedik dan landang.
Duar! Duar! Dor! Dor!
Ledakan bergema dan berondongan senjata dari sniper dan granat yang dilemparkan oleh Jalik dan Hendra membuat semua orang kacau Danu dan Daniel tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membalas serangan.
Keduanya langsung menembak semua orang termasuk Kapten Jenner yang langsung berusaha untuk kabur.
***
Sementara Dara dan Liu Min yang berada di kapal karet dengan mengayuh mendekati kapal muatan kargo langsung masuk ke dalam air berenang menuju kapal muatan kargo yang berada di tengah lautan.
Dara dan Liu Min melihat di pelabuhan jika adu senjata mulai bergema, begitu juga dengan ledakan granat dan bom asap mulai memenuhi pelabuhan.
"Aku harap mereka bisa mengalihkan terus penggerebekan ini, selain itu apakah mereka sudah menghubungi Kolonel Ardi?" tania Liu Min.
"Aku harap sudah," balas Dara dingin.
Byur!
Dara melompat ke dalam air dan berenang secepatnya disusun oleh Liu Min yang langsung bergerak mendahului Dara.
"Tidak percuma Liu Min seorang pasukan amphibi di AL laut," batin Dara. Ia melihat Liu Min begitu mudah berenang hingga kedalaman 5 meter dari permukaan air laut.
Kali ini Liu Min tak ingin lagi tertinggal di belakang Dara. Ia mengambil alih di zona yang bisa ia arungi bertahun-tahun lamanya. Mereka muncul di lambung kapal dan langsung menaiki geladak dengan mengendap-endap.
Liu Min menatap Dara sudah muncul di sisinya, "Wanita ini benar-benar membuatku kagum hingga ke tulang sumsum!" umpat Liu Min.
Buk! Buk! Byur!
Seorang anggota mafia langsung dilumpuhkan dan dibuang ke laut oleh Liu Min secepatnya Dara maju dan mengacungkan senjata memasuki kabin kapal.
Keduanya terus masuk ke dalam kapal melewati koridor, mereka membuka sedikit celah di setiap pintu. Dor! Dor!
Tembakan langsung mengarah ke arah Liu Min dan Dara.
Dara bergulingan di lantai kapal dan menembak kembali kepada musuh yang sedang menyerang mereka.
__ADS_1
"Penyusup!" teriak salah satu kaki tangan mafia sebelum menghembuskan napas.