Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Seutas benang merah perjodohan


__ADS_3

Naga hijau masih diam membeku bicara dengan sebuah kenangan masa lalu, ia tak ingin ada yang tahu kisah cinta berlumur duka miliknya. Namun, semakin hari semakin ia merasa kerinduan dan keletihan di dalam hidupnya.


"Apakah Naga merah, masih setia menantiku? Ataukah dia sudah menyerah?" batin Naga Hijau.


Qinglong menerawang seraut bayangan naga cantik bersisik merah berkilau dengan mata ambernya yang indah, yang mampu menghipnotis siapa pun untuk jatuh tersungkur di kakinya yang jenjang.


"Naga Hijau, apakah kamu melamun? Apakah klan kalian juga memiliki cinta? Maksudku apakah dirimu pernah jatuh cinta?" tanya Dara, ia hanya ingin mengusir bayangan ketakutan masa lalunya.


Ia mengingat ibu, kakak ipar, ponakan, dan jutaan umat manusia lainnya. Jika dulu ia memiliki Liu Min di sisinya menguatkannya kala perang di Perbatasan Xihe. Sekarang saat menuju perbatasan Xihe masa kini (Kota Jinping) ia merana sendirian tanpa kabar dari suaminya.


"Aku masih lebih beruntung memiliki Tuan Naga yang baik, tapi, namanya juga suami … pastikan dialah segalanya. Tempat berbagi di dalam suka dan duka," batin Dara.


Dara rindu Liu Min, rindu belaian dan kekonyolannya. Dara merasa lebih menyukai Liu Min masa kini yang lebih terbuka dan selalu tertawa berbeda dengan Kaisar Liu Min yang diam menatap malam dan memikirkan rakyatnya.


Waktu mereka tak begitu banyak hanya tatapan dan rengkuhan yang selalu diingat Dara, cara kaisar Liu Min mencintainya, berbeda dengan Liu Min masa kini yang penuh dengan kejutan dan candaan lebih hangat dan romantis dengan caranya yang sembrono.


"Andaikan Liu Min ada, aku tak begitu cemas Tuan Qinglong. Hm, aku tidak tahu apakah dia akan selamat dan telah menuju kemari? Tak ada kabar, malangnya aku juga tidak memiliki ponsel," keluh Dara.


"Heh! Liu Min yang sekarang berbeda dari kaisar Liu Min dulu, tapi percayalah serpihan jiwa reinkarnasinya masih tetap sama. Hanya pergeseran zaman saja yang membuat segalanya berubah. 


"Dia akan selamat dan dia pun sedang menuju ke arahmu. Percayalah dengan seutas benang merah perjodohan," ujar Qinglong.


"Seutas benang merah perjodohan? Apa itu?" tanya Dara bingung, ia tak pernah mendengarnya.


"Pada kepercayaan suatu suku dan di klan Naga, jika dia adalah tulang rusuk dan pemilik tulang rusukmu. Maka dia adalah jodohmu, oleh karena itu, kalian diikat suatu benang merah yang menautkan walau sejauh mana pun kalian berada. 


"Bedanya benang merah itu tak terlihat ia hanyalah kasat mata, hingga sejauh mana pun kau berlari dan menghindar maka benang merah itu akan tetap menarikmu untuk kembali kepadanya.


"Jika benang merah itu membelit ke benang merah orang lain walaupun dia bukan jodohmu maka kalian ditakdirkan bertemu, walaupun hanya sekedar menorehkan luka, kasih sayang, tangisan, tawa, cinta, dan arti pengorbanan. Semua itu adalah suatu hal yang mendewasakan seseorang.


"Segala sesuatu yang terjadi dan kehadiran seseorang baik itu pria maupun wanita di kehidupanmu, apakah itu musuh atau temanmu? Saudara atau kekasih, semua itu memiliki arti di dalam membentuk mental seseorang untuk menghadapi kehidupan.


"Jadi, jangan pernah sesali semua orang yang hadir di kehidupanmu dengan sejuta cerita meskipun cerita itu tak selamanya indah," ujar Qinglong dengan bijak.


"Lalu, dimanakah benang merah itu?" tanya Dara penasaran.


"Benang merahmu ada di jari kelingking kanan dan bersambung ke jari kelingking kiri Liu Min. Jika dia jodohmu maka dengan sendirinya kalian saling menuju satu sama lain, hingga kalian bertemu dan menikah. Walaupun ada yang namanya perceraian karena itu bukanlah benang merahnya," ujar Qinglong.


"Kau pikir hanya klan manusia saja yang memiliki rasa cinta begitu? Kamu salah, kami pun memiliki naluri ingin berkembang biak, cinta, dan kasih sayang. Namun, terkadang cinta membutuhkan banyak pengorbanan yang tak pernah terpikirkan.


"Begitulah cinta, deritanya tiada akhir. Kemalangan selalu saja datang dan menghadang. Tapi, aku percaya cinta akan indah pada waktunya walaupun entah kapan?" balas Naga hijau.


"Wah, kamu puitis sekali! Tuan Qinglong, apakah naga merah itu naga betina?" tanya Dara, entah mengapa ia masih ingin membicarakan kisah lalu.


Ia sendiri tidak memahami dan mengerti jika harus terjebak di antara hal dongeng dan tidak masuk akal tersebut. Namun, inilah kenyataannya.


"Mengapa kau bertanya demikian?" tanya Naga hijau tercekat, "Dara terlalu pintar ia mirip dengan Kaisar Qin Shi Huang, leluhurnya. Namun, pergeseran tampuk dari kepemimpinan dan kudeta membuat Dinasti Qin berakhir. 


"Dan anak keturunannya pun telah terpecah belah tersebar di seluruh penjuru dunia. Hm, apakah Lu Dang tidak tahu jika leluhur sejarah Dara adalah keturunan Qin? Jika dia tahu, bahwa ragaku ini (pedang) milik kaisar pertama Tiongkok


"Aku yakin tak akan ada yang bisa memilikinya hanya saja, ragaku telah berpindah-pindah tangan kepada seluruh anak keturunan Qin yang terlahir dengan berbagai marga akibat pernikahan," batin Qinglong.


"Jika Qin Shi Huang tidak terlalu berambisi dengan ramuan keabadian, ia tak akan bersekutu dengan klan Naga," batin Qinglong. Qin Chai Xi terlalu bodoh, ia bersaing dengan keluarganya sendiri. Hukum karma terlalu menyakitkan," batin Qinglong.


Qinglong mengingat jika Li Sun bisa membawa pedang naga hijau karena leluhurnya berasal dari marga Qin yaitu ibunya. 


"Li Sun sendiri pun tak pernah bisa mengeluarkan dan menggunakan diriku karena ia bermarga Li. Li Phin bisa menyentuhku karena jiwa Dara Sasmita. Hm, terlalu banyak kaitan jika ditelusuri.

__ADS_1


"Namun, Lu Dang yang bukan siapa-siapa terlalu bodoh! Sedangkan Qin Chai Xi mungkin bisa menggunakan aku, tapi dia memiliki jiwa yang jahat." Qinglong berbicara dengan benaknya sendiri tanpa ingin membaginya pada Dara.


"Aku takut, jika Dara pun merasa gentar jika bermusuhan dengan keluarganya sendiri. Aku tahu, jika jiwa Dara memiliki kebaikan dan pengampunan. Ini tak akan pernah berakhir jika ia tak memutuskan sumpah kami.


"Selamanya aku akan terperangkap di raga ini, aku sudah lelah selain itu, aku ingin bertemu Naga merah," batin Qinglong.


"Tuan Qinglong … apakah Anda mendengarkanku?" tanya Dara tak sabaran, ia tak ingin berpikir mengenai banyak hal ia terlalu gugup.


"Aku pernah jatuh cinta … cinta yang membuatku dan kekasihku berkorban banyak hal, aku tidak tahu apakah cinta ini akan pernah bersatu hingga ajal kami? Dewa terlalu senang membuat banyak penderitaan dan kebahagiaan di waktu bersamaan," balas Qinglong.


"Apakah dia naga yang cantik?" tanya Dara, ia bingung mengkategorikan kata cantik pada seekor naga.


"Cantik itu relatif tapi, jika kau sudah jauh cinta tak butuh fisik dan isi otaknya yang ada hanyalah cinta. Kau akan merangkak di pecahan kaca dan bara api hanya karena cinta, betapa bodohnya."Qinglong mengutuk cinta, "karena aku salah satu orang bodoh itu!" batin Qinglong.


"Maukah engkau menceritakan kisah cintamu Tuan Qinglong? Aku rasa perjalanan ini sangat panjang, aku tidak tahu apa yang akan Lu Dang atau Guangzhou lakukan lagi padaku?" ujar Dara.


"Dia tak akan secepat itu membunuh sandera dan dirimu! Dia hanya menggunakan dirimu, besok malam adalah 221 tahun saka pada masa lalu dan terulang lagi perhitungannya pada masa sekarang. 


"Mungkin dia berpikir bisa mengulang  pertempuran di Xihe dan membalik keadaan," ujar Qinglong, "hanya orang bodoh yang berpikir demikian. Takdir yang sudah ditetapkan sulit diubah," ujar Qinglong.


"Bukankah doa bisa mengubah takdir?" balas Dara.


"Ya, tapi … itu mungkin hanya keberuntungan. Bukankah Dewa atau Tuhan di kepercayaanmu sudah mengabulkan semua itu saat ini? Itu adalah bentuk doa yang dikabulkan, namun kita tidak tahu apakah hasilnya akan tetap sama atau sebaliknya? Hanya Dewa atau Tuhan yang Tahu," balas Qinglong.


Keduanya masih diam di ujung benak masih-masing, sementara mobil terus berjalan dan para ninja masih berjumpalitan melompat di sisi mobil berusaha untuk mengawal mereka hingga tiba di Kota Jinping.


"Tuan Qinglong, ceritakanlah kisah cintamu. Aku penasaran, paling tidak jika kelak kita berpisah aku bisa menceritakan pada anak cucuku mengenai dirimu yang baik itu!" balas Dara Sasmita.


"Apa yang ingin kamu ketahui. Wahai, anak manusia?" tanya Qinglong, ia menyadari sesuatu.


"Mengapa kau katakan jika kita akan berpisah?" selidik Qinglong.


Qinglong tersenyum, "Kau lebih mulia dari leluhurmu dulu!" balas Qinglong, ia mengingat kekejaman Dinasti Qin dan keinginan Qin Shi Huang yang ingin hidup abadi, nyatanya ia pun mati juga.


l


"Um, aku pertama bertemu dengan pujaan hatiku pada saat Tuan Naga Long Wan di dasar samudera ingin mencari pengawal untuk putrinya yang cantik, kau bayangkan aku hanyalah seorang anak pengawal rendahan tak mungkin bisa memiliki mimpi itu.


"Namun, Dewa memiliki keinginan lain, aku pergi dengan diam-diam ke sayembara itu hanya berniat untuk menonton. Namun, kala melihat seorang putri naga yang cantik dengan sisiknya yang berkilau dan berbeda … dan sinar mata yang rapuh tapi aku tertipu, ia sangat kuat dan pintar. 


"Seketika aku terpesona dan aku jatuh cinta. Seharusnya cinta itu datang karena terbiasa tapi berbeda denganku …," kenangnya.


"Kamu jatuh cinta pada pandangan pertama bukan?" balas Dara tersenyum.


"Woy, aku yang akan bercerita atau kau! Jika kau menyela aku tak akan menceritakan kisahku!" umpat Qinglong kesal.


"Hahaha, maaf! Ayo, lanjutkan!" pinta Dara.


"Baiklah, tapi aku tak ingin jika kau tertawa dan mengejek!" pinta Qinglong, ia begitu malu.


"Tentu saja, tidak! Anda tahu kisah cintaku bersama Liu Min. Jadi, aku tahu rasa dari bahagia dan perih karena cinta, itu bagaimana rasanya?" balas Dara.


"Baiklah aku akan menceritakannya," balas Qinglong.


***


Masa zaman kehidupan naga ….

__ADS_1


Naga hijau (Qinglong) dari klan Qiulong menyeruak di keramaian para naga lain, berusaha mencari tempat duduk dengan membawa seekor rusa untuk kudapan menonton pertandingan.


Ia duduk di salah satu kursi di podium, ia beruntung mendapatkan tempat duduk itu tanpa bersusah payah.


Ia mengamati pertandingan dari berbagai klan Naga yaitu : 


Tianlong: Memiliki tugas menarik kereta para Dewa dan menjaga singgasana mereka sebagai Naga Langit.


Shenlong: Memiliki tugas mengendalikan angin dan hujan.


Fucalong: Memiliki tugas menjaga harta karun dari alam dan temuan manusia. Sebuah kisah menceritakan terciptanya gunung api adalah karena Fucalong berusaha keluar dari perut bumi untuk melaporkan tugasnya ke surga.


Dilong: Memiliki tugas memimpin semua sungai sebagai Naga bumi.


Yinlong: Merupakan Naga yang memiliki umur paling tua di antara Naga Timur dan satu-satunya Naga yang memiliki sayap.


Qiulong: Merupakan Naga paling kuat di antara kesembilan Naga Tiongkok.


Panlong: Memiliki tugas menjaga dan mendiami Danau Timur sebagai Naga air.


Huanglong: Merupakan Naga yang pernah muncul dari sungai Luo dan dipercaya menjadi sumber unsur penulisan huruf Mandarin pada Kekaisaran Fu.


Long Wan: Merupakan Naga yang paling memiliki kuasa pada empat lautan, orang-orang dari Timur, Selatan, Barat, dan Utara. Naga Long Wan adalah Raja dari semua Naga di Tiongkok dan memiliki keistimewaan berubah wujud menjadi manusia serta mendiami Istana Kristal yang dijaga oleh pasukan udang juga kepiting.


Qinglong (naga hijau) masih mengamati semua pertandingan dari kesembilan naga dengan kepandaian dan kelebihan mereka, menggunakan taring, cakar, dan semburan api yang berubah menjadi kaca, es, dan berbagai bentuk berbeda yang sangat hebat melumpuhkan musuh.


"Wah, putri dari Raja Naga Long Wan sangat cantik!" bisik-bisik semua orang.


"Benarkah?" tanya Qinglong penasaran.


"Tentu saja! Apakah kamu tidak pernah melihatnya?" ujar naga biru di sisinya, "klan Naga Yinglong)


Qinglong hanya menggelengkan kepala, "Aku rela mati, jika bisa mengawalnya jangankan untuk menjadi suaminya. Jadi pengawalnya saja pun aku sudah senang!" balas naga biru.


"Oh, begitu!" balas Qinglong bingung, ia tak memahami bagaimana bisa seseorang rela mati hanya untuk orang lain.


"Hei, bukankah kamu dari klan Qiulong mengapa kau tidak mendaftar?" tanya Naga biru.


"Aku ?! Aku tidak sehebat mereka. Bagaimana mungkin? Aku tidak memiliki kesaktian atau pun kelebihan, jadi aku hanya menonton saja!" balas Qinglong jujur.


Semasa pelatihan sudah 50 guru yang dikerahkan ayahnya untuk mengeluarkan api miliknya tetapi ia sama sekali tak bisa dan pada akhirnya ia menjadi ejekan semua orang jika dia adalah naga yang tidak berguna.


"Hidup yang Yang Mulia Putri Long Mei!" sorak semua orang membuat Qinglong dan naga biru menghentikan obrolan.


Mereka melihat seekor naga ke luar dari balik pintu di kastil air di dalam samudra, ia seorang naga yang cantik dengan mahkota emas di kepalanya dan matanya begitu indah tepat menatap ke arah Qinglong yang sedang mengunyah rusa.


Deg!


Jantung Qinglong tersungkur seketika, rusa di dalam mulutnya terlempar jatuh,


"Woy, kalau makan lihat-lihat dong!" umpat seorang naga hitam di bawah sana. 


Qinglong tak peduli ia terpesona akan tatapan putri Long Mei yang cantik dengan sisik merah menyala terang berkilau terterpa cahaya matahari.


"CANTIK SEKALI, NAGA BIRU! KAU BENAR, AKU PUN RELA MATI DEMI DIRINYA!"  seru Qinglong memecah kesunyian.


Suara nyaring Qinglong yang lugu terdengar ke seantero ruangan sayembara, membuat semua orang tertawa mengejeknya.

__ADS_1


"Bukankah itu putra dari panglima klan Naga Qiulong yang sangat bodoh? Bagaimana mungkin kau bisa melindungi Putri Long Mei, jika kau sendiri tidak bisa membela dirimu? Kau hanyalah naga tak berguna!" hina seseorang dari klan Tianlong.


__ADS_2