
Liu Min menatap Danu, "Jadi Pablo tidak ikut!" lirih Liu Min menatap kembali ke serpihan proyektil peluru yang berada di dinding.
Liu Min hanya menarik napas, "Apa yang kamu dapatkan Saudaraku? Apakah ada petunjuk? Aku tidak yakin jika Bu Dara akan semudah itu hilang," ujar Danu mencoba untuk mencari tahu.
"Aku rasa pun tidak mungkin, hanya saja … apa yang menjadi motif hilangnya Dara?" ucap Liu Min menatap ke arah Danu yang masih terdiam menatap Liu Min.
Keduanya masih saling memandang dan terdiam, ponsel berdering Liu Min langsung menjawab panggilan tersebut dengan bahasa Inggris Danu hanya diam menyimak apa yang dibicarakan oleh Liu Min dan atasan mereka di pangkalan.
"Sepertinya, malam ini kita harus melakukan penyergapan lagi," ujar Liu Min.
"Ya, marilah!" ujar Danu.
Keduanya kembali ke pangkalan untuk menjalankan misi mereka, "Jadi Laksamana Wira menugaskan kita ke perairan Tanjung balai begitu?" tanya Liu Min.
"Ya, begitulah!" ujar Danu, "tapi sepertinya kali ini aku tidak ikut untuk misi ini," lanjut Danu.
"Ya, kamu harus menemani Bu Ningrum kasihan dia!" ujar Danu.
"Ya, kamu benar! Nanti jika sudah selesai misi. Aku akan kembali secepatnya untuk menggantikan dirimu," janji Liu Min.
Liu Min dan Lettu Daniel dan beberapa orang langsung menuju ke perairan Tanjung Balai, sesuai dengan yang diberikan intel mereka telah melihat sebuah rumah di daerah desa yang sangat jauh masuk ke dalam dari Kota Tanjung Balai. mereka menyamar dengan mengenakan pakaian perlente seakan mereka juga dari golongan mafia.
Serma Daniel memakai tato buatan yang ditempel, begitu juga dengan yang lain bergaya seakan mereka adalah mafia ganas yang sedang bernegosiasi sesuai dengan janji Serma Daniel yang terlebih dahulu melobi.
"Apakah semuanya sudah beres Tuan Daniel?" tania Liu Min di dalam bahasa Inggris.
"Tentu saja! Hanya saja kita harus berhati-hati, terlalu banyak penjaga! Aku rasa kita melalui jalur sungai saja. Lepas tengah malam, aku sangat yakin jika tidak akan ada yang akan curiga. Termasuk Pablo!" ujar Daniel.
"Ya, benar juga!" balas Liu Min bayangan wajah Dara mulai mengusik, "siapa yang berani menculik Dara?" batin Liu Min tidak menyimak apa yang dikatakan Danil.
"Apakah kamu masih berpikir mengenai Letda Dara Sasmita dari kepolisian?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Ya, aku hanya heran. Mengapa mereka harus menculik orang koma?" balas Liu Min.
"Hanya Tuhan beserta staf-Nya yang tahu. Mungkin Letda Dara sudah mulai menampakan tanda-tanda dia mulai siuman. Jadi musuhnya terancam, aku sangat yakin di kepolisian terlalu banyak yang ya … begitulah dimana-mana terlalu banyak yang korup!" ujar Danil.
"Apakah kamu yakin jika misi kali ini pun tidak ada pengkhianatan?" balas Liu Min.
"Aku susah memilih orang yang benar-benar setia dan loyal! Sayangnya Danu tidak bisa ikut, dia adalah orang yang luar biasa bisa dipercaya. Sayang, sekali! Orang jujur naik pangkatnya sangat repot!" balas Danil.
"Hahaha, begitulah!" Liu Min melihat semua orang telah bersiap siaga dengan gaya mafia yang luar biasa, "terkadang aku salut dengan para petinggi yang bisa mengumpulkan semua orang di dalam satu wadah.
"Dan lihatlah mereka semua, termasuk kamu adalah orang hebat!" puji Liu Min.
Daniel hanya mengedikkan bahu acuh, Liu Min tersenyum selama 3 bulan bersama dengan berbagai orang di dalam satu wadah dia mulai memahami karakter setiap orang, Daniel bersifat terlalu cuek akan tetapi ia sangat luar biasa lihai dan pintar.
Motor kapal sudah meluncur dan mendarat di tempat yang sudah dijanjikan, beberapa anak buah mafia Pablo langsung turun dan mengokang senjata laras panjang ke arah Liu Min dan Daniel juga teman mereka.
"Hei! Hei! Bukankah kita sudah berjanji untuk transaksi malam ini?" ucap Daniel, mengangkat kedua belah tangannya.
"Baiklah, Tuan Pablo sudah menunggu di gudang!" ujar salah satu sebagai kepala pasukan mafia yang sedang bertugas.
Liu Min, Daniel, dan anak buahnya langsung dibawa menuju gudang yang mereka maksud, "Selamat datang Tuan Liu Lei!" ujar Pablo dengan memeluk Liu Min.
"Saya sangat senang berbisnis dengan Anda Tuan Sandez, aku harap bisnis ini akan sangat menguntungkan!" ujar Liu Min dengan bahasa Inggris.
"Apakah kamu membawa duitnya?" tanya Pablo Sandez.
"Terus saja! Seperti yang kau minta Tuan!" balas Liu Min menggerakkan tangan.
Danil langsung maju ke dekat meja dan meletakkan koper dan membukanya, Pablo Sandez langsung menyuruh anak buahnya memeriksa uang tersebut dengan gerakan kepala.
"Asli!" ujar anak buah Sandez dengan bahasa Meksiko.
__ADS_1
Sandez menganggukan kepala, seorang anak buahnya langsung membawa koper membukanya di hadapan Liu Min dan Daniel.
Daniel memeriksa dengan menjilat sedikit bubuk di ujung jarinya, "Murni!" ucap Daniel di dalam bahasa Inggris jepads Liu Min yang langsung tersenyum puas.
"Sangat luar biasa, senang bekerjasama denganmu Tuan Sandez!" balas Liu Min.
"Lapor, Tuan Pablo! Polwan itu telah kabur! Dia telah membunuh beberapa penjaga dan dokter yang jangan mengambil organnya!" seorang pria melaporkan kejadian di dalam bahasa Indonesia.
"Jangan biarkan polwan itu kabur!" teriak Sandez, ia langsung mengokang pistol dan mengacungkan kepada Liu Min yang dengan gesit pun mengokang senjata dan mengarahkan kepada Sandez.
"Apa-apaan ini?" teriak Liu Min.
"Apakah kalian polisi!" teriak Sandez.
Sebuah ledakan terjadi hingga baku tembak pun berlangsung, di antara baku tembak Liu Min melihat seseorang jatuh dari plafon langsung meluncur dengan gesit.
"Dara Sasmita?!" batin Liu Min girang ia sedikit terperanjat akan ketangguhan wanita tersebut mengambil barang haram dan meluncur menembus jendela kaca.
"Mundur!" teriak Daniel kepada pasukan mereka yang masih baku tembak dengan mafia Meksiko tersebut.
Liu Min melesat mengejar Dara, ia ingin mengatakan agar Dara berhenti dan berbicara kepadanya, "Dia sangat luar biasa," batin Liu Min.
Ia dan Dara berlarian di bawah desingan peluru hingga Liu Min melihat Dara masuk ke dalam air, "sial!" umpat Liu Min ikut masuk ke dalam air.
"Jangan dibuang!" teriak batin Liu Min. Dara langsung membuka koper dan membuang bubuk haram tersebut yang langsung bercampur dengan air.
Liu Min menarik kaki Dara namun Dara melakukan perlawanan hingga ia pingsan, "Sial! Wanita ini benar-benar buat kesal saja!" umpat batin Liu Min langsung meraih tubuh Dara dan memberikan napas buatan melalui bibir.
Deg! Deg!
Kepala Liu Min pusing ia melihat bayangan dari suatu masa yang dia sendiri tak tahu, ia hanya melihat bayangan dua anak manusia yang sedang berciumann.
__ADS_1