
"Jika kamu meninggal dan Jang Min masih hidup itu artinya aku tetap di dalam tubuh ini, lalu … aku juga tidak akan pernah bersatu dengan Liang Si. Kamu tahu mengapa? Karena Jang Min hanya tahu jika dia menikah dengan Li Phin bukan Dara.
"Sudahlah Dara, tidak usah berpikir terlalu jauh! Kita nikmati saja segala yang sudah tertulis yang diberikan Dewa kepada kita," balas Li Phin arif.
"Apakah kamu tidak ingin bersatu dengan Liang Si?" tanya Dara penasaran, "sebagai pecinta pasti menginginkan hal itu!" lanjut Dara menatap Li Phin yang masih memaksanya mencuri pandang melihat ke arah Liang Si yang sudah menepuk-nepuk punggung Li Sun Ming di bahunya yang sudah mulai tertidur.
"Jika aku katakan aku tidak ingin bersatu dengan Liang Si, itu munafik namanya. Aku sangat ingin bersatu dengan kekasihku di dalam ikatan pernikahan hingga ajal yang memisahkan. Namun, aku tahu dan sadar semua ini hanyalah ilusi yang tak 'kan mungkin terjadi.
"Andaikan terjadi pun mungkin kami juga akan mengalami malapetaka yang lebih parah, kami akan dibunuh dan rakyat Wuling akan menderita. Selain itu akan dijadikan bahan gosip sepanjang sejarah.
"Bukan itu saja, mungkin anak cucu kita akan menjadi malu akan kelakuan bejat yang dilakukan oleh ibunda, nenek, dan leluhur mereka. Aku tidak mau hal itu terjadi, aku sudah lelah menjadi bahan gosip," balas Li Phin tegas.
Keduanya terdiam, memandang ke arah kolam dan mencuri pandang ke arah Liang Si yang sudah memberikan Liu Sun Ming kepada Ling'er dan membawanya ke dalam kamar Dara.
"Permaisuri, apakah Anda menginginkan sesuatu?" tanya Liang Si menatap ke arah Dara dan Li Phin.
Keduanya terdiam, "Tidak Pangeran! Sebaiknya Anda istirahatlah, saya yakin akan bisa mebjaga diriku di sini." Dara melihat sekilas ke arah Liang Si yang masih terdiam.
"Baiklah, kami akan berjaga di luar paviliun," balasnya berusaha untuk terlihat biasa dan menjaga hubungan baik antara atasan dan majikannya.
"Baiklah, Pangeran!" balas Liang Si menuruni tangga dan berdiri di luar paviliun berbicara dengan para prajurit.
"Dara, apakah kamu yakin besok saat hukuman Qin Jiajia tidak akan terjadi kerusuhan?" tanya Li Phin sedikit khawatir.
"Aku sangat yakin akan ada kerusuhan dan mereka tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tapi, aku pun percaya jika Jang Min telah mempersiapkan segala sesuatunya," balas Dara.
__ADS_1
"Aku akan meminta kepada semua jenderal agar bersiap dan bersiaga di Chang An dan di perbatasan. Aku yakin mereka akan melakukan pengalihan agar mereka bisa menghancurkan dan menggagalkan hukuman Qin Jiajia."
Dara menarik napas, "selain itu, aku tidak percaya jika mereka melepas Qin Jiajia memasuki kekaisaran tanpa adanya perlindungan dari Mongol, Qin, dan Changsha, mereka juga tidak akan bodoh akan hal itu," lanjut Dara.
"Ya, kamu benar. Mengingat Selir Qin, selir Chien, Qin Chai Xie, Lu Dang, dan semua sekutu mereka adalah orang-orang hebat. Tak mungkin mereka dengan mudah membiarkan jika Qin Jiajia menemui kesulitan dan hambatan," balas Li Phin.
"Selain itu, aku curiga apalagi status Qin Jiajia adalah permaisuri dari Mongol, aku sangat yakin jika Raja Shan Shi'er tidak akan membiarkan istrinya akan dihukum dengan mudah. Mungkin juga itu adalah tujuan utama mereka," balas Sara.
"Maksud kamu?" tanya Li Phin tidak mengerti.
"Bisa saja semua apa yang dilakukan oleh Qin Jiajia adalah salah satu rencana mereka untuk menyusup ke kekaisaran agar mereka dengan mudah mengadakan perang dengan alasan pembunuhan semena-mena yang dilakukan oleh Kaisar Liu Min.
"Apakah kamu lupa jika Qin Jiajia berkata, 'Jika para kaki tangan mereka akan mengatakan jika Kaisar dan aku yang mencoba menjebak para Permaisuri,' untungnya kita memiliki Tabib Luo sehingga rencananya membunuh para permaisuri gagal.
"Bayangkan saja jika berhasil, kita pasti berperang dengan semua kerajaan tetangga," balas Dara mencoba untuk menelaah dan memberikan alasan yang masuk akan kepada Li Phin.
"Iya, kamu benar. Kita harus bersiap-siap untuk menghancurkan musuh jika kita ingin kekaisaran Donglang aman sentosa juga makmur," balas Dara.
Keduanya melihat Liang Si sudah berdiri di tangga naik paviliun, "Seharusnya Liang Si istirahat ia baru saja pulih dari racunnya," ucap Dara menatap ke arah Liang Si.
"Entahlah, kamu perintahkan saja agar dia istirahat," balas Li Phin.
"Pangeran Liang, sebaiknya Anda istirahatlah," sapa Dara berdiri dan menatap ke bawah di mana Liang Si berdiri. Semua orang tahu jika itu bukanlah pekerjaan Liang Si.
Namun, demi cintanya kepada Li Phin ia begitu bahagia berada di sisi kekasih hati tak sampainya walaupun ia harus berdiri berjam-jam hanya demi melihat senyum Li Phin.
__ADS_1
"Tidak masalah Yang Mulia Permaisuri! Saya akan menantikan Kaisar Liu Min untuk berjaga di sini," balas Liang Si menatap ke arah Dara dan Li Phin.
"Baiklah, saya akan istirahat. Sebaiknya Pangeran juga," balas Dara berjalan cepat meninggalkan paviliun di mana Liang Si dan semua pengawal berusaha untuk mengikuti langkah Dara.
"Aku baru tahu ada pecinta yang begitu mengerikan. Aku rasa di duniaku tidak ada pria seperti itu?"batin Dara berusaha menutup benaknya agar Li Phin tidak mengetahuinya.
Di belakangnya Liang Si masih mengikutinya, "Pangeran Liang," Dara memutar tubuhnya menghadap ke arah Liang Si.
"Ya, Yang Mulia Permaisuri!" balas Liang Si menanti perintah Dara.
"Aku ingin Pangeran berusaha untuk membantu Kaisar Jang Min untuk membuat pertahanan untuk esok hari saat hukuman Qin Jiajia dilakukan.
"Aku merasa besok akan semakin kacau dan mengerikan sekali! Aku yakin mereka akan membunuh dan melakukan pemberontakan," balas Dara sangat yakin.
"Baik, Yang Mulia!" balas Liang Si langsung meninggalkan Dara dan Li Phin.
"Mengapa kamu memberinya perintah itu Dara?" tanya Li Phin.
"Aku ingin dia sedikit menjauh dari kita, kamu tahu aku semakin bingung dan kikuk melihatnya yang begitu pasrah. Kamu tahu, apalagi rasamu di tubuh ini masih begitu besar sama besarnya dengan cintaku kepada Jang Min.
"Aku tidak ingin suatu saat kita melakukan kesalahan, itu akan sangat mengerikan! Aku ingin dia bersenang-senang melihat dunia luar, wanita bukan kita saja, Li Phin.
"Aku tahu kamu pastinya menderita dengan apa yang aku katakan, tapi hal itu benar adanya," balas Dara.
Li Phin hanya diam, ia tahu hatinya teramat sakit jika Liang Si mendapatkan wanita lain. Namun, ia juga tidak mengerti dan tidak tahu harus bagaimana? Dia hanyalah seonggok jiwa yang tak memiliki bayangan dan tak berarti.
__ADS_1
Li Phin hanya mampu diam menghilang menyusul Liang Si yang benar-benar melakukan tugas dengan sebaik mungkin mengatur semua bawahannya untuk berjaga di istana dalam dan kekaisaran.