
Qinglong dan Dara terus menuju ke arah suara dari nona Long Mei yang terus menuntun mereka, Qinglong berusaha untuk menemukan dan terus bertelepati menjaga agar telepati mereka tidak terputus oleh hal-hal yang tidak diinginkan.
Qinglong mulai belajar satu hal jika dia tidak ingin terbang di angkasa yang akan mengundang banyak masalah baru bagi mereka berdua. Qinglong tidak ingin jika musuh mereka akan mengetahui di mana mereka berada.
Qinglong mulai terbang melalui dahan-dahan pepohonan sehingga menyembunyikan dirinya yang memiliki sisik berwarna hijau bersama dengan dedaunan, sehingga membuat musuh kesulitan untuk melihat ke arah mereka.
"Aku rasa kita sudah mulai sampai Dara, berpeganglah dan naiklah ke punggungku!" perintah Qinglong, ia tidak ingin jika Dara sampai terluka atau kenapa-kenapa membuat bayi di dalam rahimnya akan terganggu.
"Aku tidak ingin jika Dara sampai terluka?" batin Qinglong.
"Tuan Qinglong apa benar aku sedang hamil? Aku lupa menghitungnya karena keadaan membuat segalanya semakin kacau-balau!" balas Dara, ia mulai menghitung siklusnya dan ia merasa jika kini ia sudah mulai hamil dua bulan.
"Aku benar-benar hamil! Andaikan Liu Min ada, ia pasti senang!" batin Dara, ia mengingat kala ia masih berada di tubuh Li Phin kala ia hamil untuk pertama kalinya.
"Kita akan mencari Liu Min nanti bersabarlah, yang penting, buat dulu dirimu nyaman," ucap Qinglong.
Dara mengikuti semua perintah dari Qinglong, ia langsung memanjat ke arah punggung Qinglong. Ia duduk nyaman di sana, merasakan deru angin.
"Tuan Qinglong! Apakah kamu tidak merasakan ada musuh?" tanya Dara, ia masih khawatir jika ada musuh yang ingin mendekat dan menyerang mereka.
"Tidak aku sudah menyegel semua orang agar tidak melihat keberadaan kita, aku tidak ingin semua ini menjadi semakin kacau," balas Qinglong, ia sudah belajar banyak hal dan ia merasa sangat bebas untuk berpikir daripada ia berada di dalam raga pedang.
"Oh, syukurlah kalau begitu! Aku sangat senang mendengarnya," balas Dara, ia masih melihat ke arah depan.
Dara berusaha untuk mencari dan melihat sesuatu di sana sebagai petunjuk keberadaan dari naga merah Mei, Dara sudah sangat penasaran ingin mengenalnya. Seekor naga betina yang paling cantik yang membuat seorang kinglong menjadi begitu melankolis.
"Apakah di rumah itu?" tanya Dara menuju ke sebuah rumah.
"Tunggu dulu! Jangan kau turun dulu! Aku ingin memastikan, apakah benar itu adalah Long Mei atau jebakan untuk menangkap kita lagi?" balas Qinglong.
"Baiklah kalau begitu terserah padamu, Tuan!" balas Dara, ia mulai mencengkram senjatanya, bersiap jika musuh tiba-tiba menyerang mereka.
Keduanya tiba di sebuah rumah mungil yang hampir ambruk, Qinglong masih berputar-putar di angkasa mencoba untuk mencari jika itu adalah jebakan musuh.
Namun, ia tidak merasakan ada jebakan musuh ataupun kekuatan musuh di sana,
Seorang wanita cantik keluar dari pondok yang hampir ambruk tersebut.
"Nona Zhang Mei?! Kaukah itu? Ya, ampun kamu masih sangat cantik?" ketus Dara melompat, ia langsung berlari menyongsong ke arah nona Zhang Mei.
Dara tidak peduli jika itu Zhang Mei, ia sudah sangat senang bisa bertemu lagi dengan wanita tersebut. Wanita yang sudah berulang kali menolongnya kala ia masih kecil hingga dia sudah menjadi seorang permaisuri di dalam tubuh seorang Li Phin.
Ini pun ia masih bertemu dengan nona cantik tersebut, itu adalah sebuah hal yang sangat membahagiakan sekali bagi Dara. Ia bertemu dengan orang-orang yang baik dari masa lalunya, meskipun ia juga bertemu dengan musuh.
"Ah, Dara aku merindukanmu juga!" balas Zhang Mei memeluknya dan menciumi wajah Dara Sasmita.
Sementara Qinglong masih terpana mendaratkan kakinya menyentuh tanah ia masih terpukau akan kecantikan orang yang selama ini dirindukannya, pagi, siang, malam selama ribuan tahun ini. Walaupun kekasih hatinya itu berwujud manusia biasa namun, mata itu masihlah mata dari Long Mei si naga.
"Nona Zhang Mei, apakah Kau melihat naga merah di sini? Maksudku adalah Nona Long Mei. Aku membawa Tuan Naga Hijau untuk bertemu dengan dia. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu aku menginginkan mereka bertemu," ujar Dara, ia tak menyadari akan rasa keterpanaan keduanya.
Kerinduan yang selama ini mereka pendam tidak mampu dikatakan dengan apa pun lagi, keduanya hanya saling memandang dan berjalan secara perlahan-lahan menuju ke arah pasangan masing-masing.
__ADS_1
"Dara, apakah selama ini kamu mengenal Nona ini?" tanya Qinglong berjalan mendekat ke arah keduanya.
"Tentu saja! Kan aku sudah bilang jika Lembah Luo Yi itu adalah rumah dari Nona Zhang Mei. Kau sudah mulai pikun ternyata," balas Dara, ia tak mengerti mengapa Qinglong begitu cepat melupakan sesuatu.
"Biasanya kamu paling ingat akan sesuatu hal, Tuan!" sindir Dara, ia masih memperhatikan keduanya.
"Jika kamu mengenalnya dari dulu, mengapa kamu tidak mengatakannya padaku?" tanya Qinglong, ia tak mengerti mengapa mereka selalu saja dipertemukan secara dekat akan tetapi mereka tidak bisa bertemu.
Mereka masih di dalam satu lingkaran, akan tetapi perjalanan cinta mereka begitu banyak membutuhkan pengorbanan yang sangat panjang dan pahit.
"Hah! Kamu tidak pernah bertanya, lagian …," Dara terkesiap menatap keduanya, "jadi, Nona Zhang Mei adalah … Long Mei?" ujar Dara.
Dara tidak pernah menyangka akan hal itu, "Pantas saja, Nona Long Mei, memiliki sebuah mustika," lirih Dara, ia mulai menyadari banyak hal.
Jika selama ini pasangan itu benar-benar terlalu dekat dan mereka melindungi orang yang sama. Tetapi tak seorang pun bertanya akan masa lalu mereka masing-masing. Semua orang menyimpan rahasia yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.
Sehingga waktu membuat mereka terus berputar dan jatuh cinta pada orang yang sama di suatu titik yang berbeda.
Kini Dara menyadari sesuatu, mengapa Qinglong bersikap manja padanya kala di Lembah Luo Yi semua itu karena bau dan sentuhan Nona Long Mei di sana sehingga ia merasakan keintiman dan kedekatan yang menyatukan mereka, semua itu tanpa disadari oleh Qinglong.
"Qinglong …,"
" Long Mei …,"
Keduanya berhamburan saling memeluk dan berciuman di sana, tubuh Nona Zhang berubah menjadi seekor naga bersisik merah, Dara begitu takjub dan terpesona melihat mereka berdua.
Keajaiban dari Tuhan yang tidak mungkin terjadi kini benar-benar terjadi di depan matanya di era modern hanya karena kesalahan dari sebuah masa lalu.
"Dara!" teriak Liu Min, ia mendengar keributan di luar pondok sehingga dia berlari, dia tidak ingin ada orang yang ingin menangkap nenek Zhang Mei.
"Aku sangat merindukanmu Laogong!" ucap Dara, iya berulang kali mencium wajah dan bibir leumin yang langsung membalasnya dengan penuh kasih sayang dan cinta.
"Aku juga merindukanmLaopo!" lirih Liu Min, ia berderai air mata.
Liu Min tidak menyangka Jika ia akan bertemu dengan istri tercintanya, iya sudah mulai putus asa dan takut jika Dara terluka.
"Kamu benar-benar luar biasa, Laopo!" balas Liu Min.
"Kau juga Sayang!" ujar Dara, ia merasa dunianya begitu bahagia.
Dara dan Long Mei merasa jika tidak ada kekurangan apa pun lagi, di kehidupan mereka berdua saat ini. Mereka sudah mendapatkan apa yang mereka nantikan selama ini yaitu cinta dari kedua pasangan mereka masing-masing.
"Apalah cinta jika kau tidak bersama dengan orang yang kau kasihi dari sanubarimu yang paling dalam," batin kedua wanita tersebut.
Liu Min menatap ke arah pasangan naga legenda tersebut, ia merasa bingung. Liu Min berulang kali menatap kedua naga dan istrinya.
"Bisakah kamu menjelaskan semua ini, Sayang? Aku benar-benar sudah menjadi gila saat ini! Tolong katakan jika ini di era modern bukan di zaman dongeng yang dipenuhi oleh naga," ucap Liu Min.
"Jangan khawatir, Laogong! Itu adalah arwah pedang naga hijau dia bernama Qinglong, sedangkan yang merah adalah kekasih hatinya yang tidak lain adalah istrinya bernama Long Mei atau si naga merah yang kita kenal selama ini dengan nama Nona Zhang Mei," balas Dara.
Dara berusaha untuk menjelaskan banyak hal kepada Liu Min, ia tahu jika Liu Min sedikit kebingungan dengan semua hal.
__ADS_1
"Apa?! Nona Nenek Zhang Mei?" ketus Liu Min, iya tidak percaya akan semua hal.
Pasangan naga tersebut mendekati Liu Min dan Dara, "Apa kabarmu Kaisar Lee Min? Aku adalah arwah Pedang Naga hijau yang selama ini berada di sisi istrimu sebagai pedangnya.
"Sedangkan ini adalah istriku Long Mei atau kau sering menyebutnya sebagai Nona Zhang Mei," ujar Qinglong.
"Oh, jadi begitu ya? Sebaiknya kita masuk dulu sebaik. Aku sangat berharap jika kalian semua mau menceritakan banyak hal kepadaku," ucap Liu Min.
Mereka semua masuk ke dalam rumah yang hampir roboh tersebut, Liu Min masih memandang pasangan naga yang terlihat berdekatan dan saling curi-curi pandang.
"Um, tuan dan Nona. Maksudku, kalian kan sudah lama tidak ketemu. Sebaiknya kalian melepas rindu dan saling berbicara banyak hal, arena aku juga lelaki aku merasakan kerinduan juga sama istriku," ujar Liu Min.
"Liu Min!" pekik Dara, ia merasa jika suaminya masih memiliki penyakit omes yang sulit untuk disembuhkan terlalu akut.
"Bilang saja kau ingin mempraktekkan video mesum milikmu yang baru kau download itu ya?" ejek Long Mei.
"Woy! Nenek, aku sudah bilang jangan ditonton. Mengapa masih ditonton juga? Tidak tanggung jawab jika kau ingin melakukannya juga.
"Eh, Tuan Qinglong. Apakah Anda ingin menontonnya juga? Aku akan meminjamkannya nanti," balas Liu Min.
"Tidak perlu! Aku akan mengajarinya nanti Liu Min, pergilah sana dari tempatmu. Aku ingin melepas rindu dengan suamiku!" usir Long Mei.
"Idih, yang baru ketemu langsung deh!" balas Liu Min melagakan kedua belah telapak tangannya.
Dara dan Long Mei hanya geleng-geleng kepala melihat semua kelakuan Liu Min, berbeda dengan Qinglong, ia masih tidak mengerti mengapa reinkarnasi dari Kaisar Liu Min kali ini benar-benar kacau.
"Apa benar dia Kaisar Liu Min? Mengapa dia jadi aneh?" tanya Qinglong, iya tidak mempercayai Apa yang sedang dilihatnya kali ini.
"Tentu saja!" balas Dara dan Long Mei.
"Hehehe, aku tidak tahu aku seperti apa dulunya. Tapi mengapa semua orang merasa aneh padaku? Anggap sajalah Kaisar kalian yang dulu itu sedang tertabrak pintu atau tertabrak kuda sehingga dia lupa ingatan," balas Liu Min.
Saat Liu Min menyebut seekor kuda terbayang di pelupuk matanya si Hitam dan Pocia.
"Apakah Fauziah dan si hitam memiliki anak keturunan? Apa kabarnya mereka ya?" lirih Liu Min, ia menggaruk dagunya.
"Jika kau bersikap seperti itu, aku sangat yakin jika kau adalah Kaisar Liu Min. Tapi, jika kau bersikap seperti tadi dengan kegenitanmu. Kamu mirip sekali dengan Gu Shanzheng," ujar Qinglong.
"Um, ngomong-ngomong soal Gu Shanzeng. Mengapa mereka belum menelpon juga? Apakah mereka tersesat?" ujar Liu Min, ia tak mengerti mengapa kedua kakak iparnya belum tiba juga beserta kakaknya Liu Amei.
"Mungkin mereka masih di dalam perjalanan?" balas Long Mei.
"Eh, Nenek Long Mei! Ternyata di dalam bentukmu sekarang, kamu sangat cantik juga? Pantas aja Tuan naga itu begitu tergila-gila padamu?" puji Liu Min.
"Jangan merayu istriku! Dara juga sangat cantik. Apakah kau tahu kalau Dara lagi hamil?" ketus Qinglong.
"Apa?! Dara hamil? Wah, ternyata pusaka saktiku itu sangat hebat juga ya? Bagaimana kalau kita menambahi minyak rambutnya, Dara?" usul Liu Min tanpa malu.
Liu Min langsung menarik lengan Dara membawanya ke sebuah ruangan lain, "kalian nikmatilah waktu kalian! Siapa tahu bulan depan kalian juga akan punya anak?" ujar Liu Min.
Glek!
__ADS_1
Long Mei dan Qinglong menelan ludah mereka, keduanya tidak menyangka jika kaisar Liu Min yang sekarang benar-benar bocor keliling dan susah untuk ditambah lagi.
"Long Mei, apakah kamu yakin jika itu adalah Kaisar Liu Min?" tanya Qinglong, ia masih saja tidak mempercayai apa yang ada di depan matanya.