
"Jangan khawatir! Tentu saja!" balas Liu Min tegas.
"Terima kasih!" balas Dara di dalam dekapan Liu Min menatap sunset.
"Liu Min, apakah kamu tahu jika Guangzhou sangat mirip dengan Lu Dang?" tanya Dara, ia masih saja menatap lautan luas.
"Apa?"
"Ya, makanya aku ingin ke Kota Hunan, karena aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri apakah betul jika Lu Dang adalah Guangzhou," ucap Dara menoleh sekilas ke arah ombak yang menggulung menghempas dermaga.
"Jadi, kamu berasumsi jika Lu Dang bereinkarnasi menjadi Guangzhou?" Liu Min menatap Dara dengan penuh minat dan ketidakpercayaan.
"Ya, tapi aku belum yakin ini masih asumsiku saja," balas Dara.
Liu Min menarik napas ia merasa semua yang dikatakan adalah omong kosong, akan tetapi ia pun tidak berani untuk menyangkal semua itu. Sejak mengenal Dara ia merasa segala hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.
"Jika benar yang kamu katakan aku, merasa kehancuran yang diciptakannya benar-benar mirip dengan masa lalu. Jika dulu ia menggunakan racun, mungkin sekarang ia menggunakan narkoba untuk kehancuran semua orang," balas Liu Min mulai menghubungkan banyak hal.
"Itulah yang aku takutkan, Liu Min. Aku takut jika apa yang dilakukan oleh Guangzhou akan semakin fatal. Kita harus mencegahnya," ujar Dara.
Keduanya memandang mentari yang sudah tenggelam di ufuk Barat, "Ayo, kita pulang. Aku tidak ingin Luo Kang dan yang lain bingung mencari kita," ajak Liu Min menggandeng tangan Dara.
"Ayo," balas Dara terswnuun dengan menggandeng tangan Liu Min melangkah kembaki ke ruanha Luo Kang.
"Liu Min, aku harap kamu merahasiakan semua kisah yang aku ceritakan kepadamu. Aku tak ingin orang berpikir yang bukan-bukan tentangku," ujar Dara.
"Jangan khawatir, Sayang. Aku pasti akan menjaga semua rahasiamu," balas Liu Min tersenyum masih menggandeng tangan Dara.
Keduanya berjalan menyusuri Kampung Nelayan yang mulai sepi, semua penduduk sudah mulai masuk ke rumah masing-masing. Dara dan Liu Min sudah tiba di rumah Luo Kang, mereka melihat semua penduduk sudah kembali ke rumah masing-masing.
__ADS_1
"Mari, makan Nona Dara dan Tuan Liu," ajak Luo Kang, ia sudah menanti di ruang tengah dengan membaca gulungan-gulungan kertas.
Dara melihat jika semua gulungan kertas itu sudah sangat tua, hanya saja karena dirawat gulungan kertas itu terawat dengan rapi.
"Apakah Nona Dara ingin membacanya?" tanya Luo Kang melihat ke arah Dara yang masih memperhatikan gulungan kertas dengan serius.
"Bolehkah?" tanya Dara penasaran.
"Tentu saja, Nona!" balas Luo Kang sedikit mundur dari tempat berdirinya memberi ruang kepada Dara.
Dara berjalan perlahan menuju ke arah meja dan meraih gulungan kertas, Dara membaca perlahan semua kisahnya yang dituturkan oleh Li Phin. Air mata bergulir perlahan di pipi Dara mengenang semua kejadian yang secara nyata tertulis, semua kisah pertarungan dan petualangan yang tertera di sana.
"Li Phin benar-benar luar biasa. Ia menceritakan semuanya secara detail tanpa mengurangi maupun menambahinya. Ia melihat lukisan Liu Sun Ming yang mulai beranjak berjalan dan sekolah, bermain pedang, berkuda, juga menikahi seorang gadis desa dari Kota Zuhe.
Selain itu catatan meninggalkan pesan dari Asisten Wong Fei jika Li Phin dan Liang Si meninggal dan dimakamkan di taman persik bersama dengan Liu Sun Min.
Dara tersenyum di akhir membaca semua tulisan tangan yang dilakukan oleh Li Phin, Tan Jia, Li, Liang Si, dan Asisten Wong Fei juga putranya Liu Sun Ming.
[Sahabat yang terindah dan tak pernah terlupakan adalah Dara Sasmita dan Liu Min. Terima kasih untuk semua kebahagian untukku. Li Phin.]
Dara menutup gulungan kertas yang telah dibacanya dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang yang tulus dan hakiki dari seorang sahabat dan putranya.
Luo Kang dan Liu Min menatap Dara dengan penuh penasaran, "Bolehkah aku membacanya Tuan Luo?" tanya Liu Min penasaran.
Liu Min merasa penasaran kala melihat Dara sampai meneteskan air mata hingga ia pun merasa jika ia sangat menginginkan kisah indah itu dibagi bersamanya melalui gulungan kertas tersebut.
"Silakan!" balas Luo Kang.
Luo Kang merasa jika pasangan di depannya memiliki suatu keterkaitan, "Aku akan mengetahui semuanya jika aku memperlihatkan semua bagian kisah itu.
__ADS_1
"Aku berharap pasangan ini bisa membunuh Guangzhou." Luo Kang mulai berpikir kala ia melihat wajah Guangzhou pertama kalinya saat di Shenzhen ia merasa Guangzhou adalah Lu Dang, sebuah lukisan yang sering dilihatnya di meja kerja keluarga yang mengatakan, "Jika pria itu adalah pencipta racun yang mengerikan pada masa lalu,".
Dimana racun-racun itu masih sering digunakan, walaupun dengan cara dan warna juga pemakaian yang berbeda sesuai dengan kemajuan zaman.
Liu Min mengambil gulungan dan membacanya, ia merasakan suatu keterikatan dari semua kisah yang telah dilalui Dara dan sebagian jiwanya di masa lalu membuatnya tersentuh.
Liu Min merasakan bayangan-bayangan samar kembali mengusik dan membuatnya sedikit pusing, ia langsung meletakan gulungan kertas tersebut kembali ke atas meja.
"Aku tidak menyangka jika cinta kami dulu begitu luar biasa indah dan tulus. Siapa sangka jika cinta kami begitu indah dan luar biasa? Dara benar, kami adalah pasangan yang hebat pada masanya," batin Liu Min.
"Ada apa Tuan Liu?" tanya Luo Kang khawatir.
"Liu Min, apakah kamu baik-baik, saja?" tanya Dara mendekati Liu Min.
"Aku hanya pusing karena sedikit lelah," balas Liu Min berbohong.
Ia merasa kilatan pedang dan darah juga banyaknya orang tewas di suatu gurun mulai terlihat jelas di benaknya.
Liu Min dan Dara saling pandang dan mengerti arti dari sebab keterikatan cinta di antara mereka yang tak lagi bisa dipisahkan.
"Um, Tuan dan Nona, bagaimana jika kita makan malam dulu," ucap Xiao Ling memecah keheningan di antara ketiganya.
"Baiklah, Nona Xiao Ling. Kami akan segera menyusul ke meja makan," balas Luo Kang, "mari, Tuan Liu dan Nona Dara," ajak Luo Kang.
"Mari, maaf kami sangat menyusahkan kalian." Liu Min menatap pasangan di depannya, ia merasa tidak enak hati.
"Tidak masalah. Jangan terlalu sungkan Tuan Liu dan Nona Dara, saya sangat bahagia dan senang telah menjamu kalian berdua," balas Luo Kang.
Ia merasa sangat bahagia telah menjamu Liu Min dan Dara yang sangat mirip dengan kaisar dan permaisuri Donglang masa lalu yang sangat dihormati leluhurnya.
__ADS_1
Luo Kang sangat berharap jika pasangan di depannya adalah kaisar Liu Min dan permaisuri Li Phin di masa lalu. Walaupun semua itu hanyalah sebuah reinkarnasi dari keduanya maupun hanyalah kemiripan saja.