Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Kabur dari Guangzhou


__ADS_3

"Aaargh!" Qinglong sedikit murka, kini ia mulai menyadari jika sesuatu telah merangjap mereka.


"Apakah kamu merasakan sesuatu yang mengerikan Tuan Qinglong?" tanya Dara, ia tak mengerti mengapa Qinglong mendesis murka.


"Sialan! Mereka sengaja membuat kita terjebak di dalam ruangan ini, Dara bersikap biasa saja. Biarkan mereka membawamu ke luar dari ruangan ini. Jika mereka berusaha untuk  menyerang di dalam ruangan ini.


"Aku sangsi aku tidak akan bisa menggunakan kekuatanku karena keselamatanmu sedang dipertaruhkan, jaman biarkan mereka menyerangmu di dalam ruangan ini" ujar Qinglong.


"Sial! Aku sama sekali tidak memiliki senjata untuk menghancurkan mereka," umpat Dara, ia tak menyangka jika Guangzhou mengetahui kelemahan Qinglong.


Dara mulai lelah, "Sebaiknya aku tidur saja! Aku sudah lelah, besok kita pikirkan. Aku tidak bisa berpikir," ujar Dara, ia langsung merebahkan dirinya dan tidur di lantai yang keras dan dingin.


Qinglong kembali mengendurkan tenaganya dan masuk ke dalam raga pedang, ia mengikuti apa yang diinginkan oleh Dara.


"Jika aku semakin melawan akan sulit untuk Dara, ruangan ini akan panas dan membakar tubuh Dara yang rapuh itu," batin Qinglong, ia kembali mengingat penderitaan Ling Mei. 


"Aku tak akan membiarkan hal itu akan terjadi pada Dara, bagaimanapun aku akan berusaha melindunginya. Jika dulu aku gagal melindungi klanku dan Long Wan juga kekasihku. Tapi, kali ini aku tak ingin gagal!" batin Qinglong.


Qinglong mencoba untuk diam dan tak terlalu aktif dan melindungi Dara, ia melihat Dara tidur dengan nyenyak ia pun diam dengan santai menatap ruangan sempit dan gelap tersebut.


"Semoga Dewa Agung melindungi kami semua," ujarnya di dalam diam.


Akan tetapi, baru saja keduanya sedikit bersantai mereka merasakan jika suara derap kaki memenuhi ruangan Qinglong terjaga begitu juga Dara.


"Bersiap dan berhati-hatilah, Dara. Usahakan ke luar dari kurungan ini dulu. Jika di dalam sini, aku tidak bisa membantumu. Kau harus mengandalkan kepintaranmu," pesan Qinglong.


"Baiklah, Tuan Qinglong!" balas Dara.


Krieet! Gedebam!


Suara pintu terbuka dan terbanting karena kuatnya, Dara masih meringkuk dengan diam berpura-pura jika ia masih tidur.


"Seret dan ambil pedang wanita itu!" perintah seseorang.


Beberapa pengawal langsung masuk dan berlari secepat  kilat ingin membekuk Dara yang masih diam meringkuk.

__ADS_1


Buk! Buk! Dor! Dor!


Dara langsung memukul dan menendang pengawal dengan secepatnya dan merebut posting di pinggang dua orang pengawal dan langsung menembak semua pengawal yang ada.


"Bajingan! Ambil peluru bius!" teriak seorang pria di balik pintu ruangan.


"Bajingan kau! Kalian menggunakan cara licik!" umpat Dara kesal.


Dara langsung meluncur menggunakan kaki dan punggung bergerak secepatnya sebelum pintu tertutup ia langsung menendang pintu sehingga dia meluncur keluar dengan senjata di kedua belah tangannya ia langsung menembak orang yang berada di depan pintu dengan masih berbaring di lantai.


Dor! Dor!


Suara tembakan bergema membuat semua orang terperanjat dengan keadaan tersebut mereka tidak menyangka jika wanita tersebut berhasil untuk kabur dari kurungan dengan kecepatan yang berbeda.


"Mampus kalian! Dasar manusia berhati iblis!" kutuk Dara murka.


Ia langsung berguling dan mengambil senjata api dari para pengawal yang sudah jatuh terkapar di lantai.


Suara tembakan bergema Dara bergulingan dan berjongkok dan secepatnya melesat berlari menggunakan kekuatan tenaga dalam yang pernah diingatnya kala di Dinasti Donglang.


"Aku harus ke luar dari sini! Jika tidak Tuan Qinglong tidak akan bisa membantuku untuk menyelamatkan sandera," batin Dara, ia melesat dan berlari bersembunyi di balik pilar-pilar tinggi bangunan.


"Banjingan! Bagaimna ini?" batinnya, ia melihat sekelilingnya mengambil senjata dengan cepat dan menyisipkan ke seluruh pinggang dan saku celana miliknya yang mirip celana tentara memiliki banyak saku.


"Apa pun yang terjadi majulah! Tuan Qinglong! Bisakah Anda meminjamkan kekuatanmu sejenak? Agar aku bisa menerobos dinding ini?" tanya Dara, ia tak ingin menggunakan pintu.


"Tentu saja!" balas Qinglong.


Dara mencabut pedang dan menebas dinding beton membuat lubang besar menganga.


"Brengsek!" umpat Dara, ia melihat banyaknya pengawal yang menggunakan senjata bius yang bersiap ingin menembak kepadanya.


"Aku tidak punya granat!" batin Dara, "mengapa di saat genting, selalu saja memikirkan dan membutuhkan benda yang tak ada?" keluhnya, ia langsung menebaskan pedang.


Semburat api Qinglong membakar para pengawal, tetapi jleb! Dua peluru bius mengenai tubuh Dara membuatnya jatuh ke belakang tubuhnya ke lubang yang dibuat Dara, ia  melayang di udara.

__ADS_1


Bayangan langit terlihat di sana teramat biru dan burung berterbangan, "Laogong … Mama …," lirih Dara sebelum menutup mata.


Namun, arwah Qinglong menyelamatkan Dara membawanya kabur dengan menyambar tubuh Dara dan melemparkan ke punggungnya, secepatnya meninggalkan kediaman Guangzhou di gurun Jinping.


"Grrgg!" nguikkan kesedihan Qinglong membahana, di angkasa.ia menyemburkan api membakar apa pun di bawahnya. 


"Tembak!" teriak salah satu komandan di bawah perintah Guangzhou.


Dor! Dor!


"Bodoh! Bagaimana kalian bisa membunuh sebuah arwah!" bentak Guangzhou murka, "kalian menghabis-habiskan peluru saja!" teriak Guangzhou murka.


"Sial! Jika ada yang melihat dan memasukkan ke media, ini bisa kacau. Mereka akan menghubungkan semua ini dengan legenda Dinasti Donglang, ini tidak boleh terjadi. Nanti malam adalah hari yang ditunggu-tunggu.


"Aku harus membuat rencana B aku harap dengan menggunakan sandera, mereka akan muncul nanti malam," batin Guangzhou.


"Axiang! Gunakan sandera untuk nanti malam kita harus melakukan semua ini, aku tidak ingin momen nanti malam terlewatkan, aku sudah tidak ingin menanti lagi," ujar Guangzhou.


"Baik Tuan!" balas Axiang langsung pergi menyelesaikan semua perintah dari Guangzhou yang masih berdiri di lantai gedungnya yang hancur memandang ke luar luas gurun Jinping melalui lubang yang dibuat Dara.


"Hm, apakah pedang dari kaisar Liu Min masih berpengaruh? Jika aku bisa membangkitkan ketujuh klan Naga, aku akan mudah untuk menaklukkan naga Qiulong dan Long Wan.


"Bajingan! Ternyata Dewa agung tak bisa membuatku untuk membangkitkan dan mencari klan ketujuh naga yang dikutuk. Naga yang tersisa hanya Qinglong dan Long Mei, aku harus mendapatkan mereka nanti malam. 


"Aku harus menguasai kedua pedang itu! Jika tidak akan semakin sulit aku menguasai dunia. Apalagi, dunia sudah mulai curiga akibat Liu Min dan Dara Sasmita telah membuat kerusuhan di perusahan Wanchai.


"Pencitraan yang aku lakukan sudah hancur! Sial sekali! Liu Min benar-benar pintar," batinnya.


"Zhong Wu, aku ingin kamu mengaktifkan kode sandi di tubuh Dara Sasmita!" perintah Guangzhou pada salah satu anak buahnya 


"Maaf Tuan! Kode itu tidak berfungsi lagi pada Liu Min dan Dara Sasmita. Aku sendiri tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi?" balas Zhong Wu.


"Apa?! Sialan! Lalu bagaimana dengan pasukan yang menghalangi Liu Amei, Ahim Yilmaz, liang Bo, dan Luo Kang? Apakah mereka sudah tewas?" tanya Guangzhou sedikit cemas.


"Maaf Tuan! Drone tidak bisa mendeteksi mereka, entah apa yang memuat drone tidak bisa mencari mereka." Zhong Wu memberikan semua informasi pada Guangzhou.

__ADS_1


"Bajingan! Mengapa begitu sulit? Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Hm, apakah Long Mei sudah muncul? Jika dia sudah mulai mendekat dan mereka bisa terkoneksi dengan Qinglong. Ini akan sangat mengerikan, aku tidak bisa menguasai mereka," batin Guangzhou, ia marah.


"Bajingan!" kutuk Guangzhou berlari ke dalam ruang rahasianya, ia menarik sebuah tirai merah menutup suatu benda.


__ADS_2