Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2 Keabadian Cinta - Kematian Tabib dan Guru Zhang Yung


__ADS_3

Lu Dang murka mendengar kutukan dari sang Guru Zhang Yung, sehingga membuatnya langsung melontarkan serangan mematikan kepada Zhang Yung yang sudah terengah kelelahan.


Bruk!


Hantaman dari kekuatan yang dilakukan oleh Lu Dang kepada ketua Zhang Yung, membuat retakan mengerikan di sekitar tanah di mana ketua Zhang Yung terkapar sekarat.


"Hahaha, akhirnya kau mati juga Guru Keparat! Jika aku tahu dari dulu, kau memiliki kitab racun iblis, Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan waktuku untuk mendengarkan semua omong kosongmu itu!


"Aku pasti sudah membunuhmu dan tidak perlu terlalu lama menunggu untuk hari ini," ketus Lu Dang begitu puas, akan pencapaian yang telah dilakukannya selama ini.


"Kalau mau tahu bagaimana aku bisa menguasai isi dari kitab racun iblis tersebut? Aku cukup memanggilnya, maka dia dengan sendirinya, patuh datang kepadaku. Apakah kau ingin melihatnya Guru Zhang Yung?" ejek Lu Dang, ia merasa jika dirinya adalah pilihan yang tepat dari kitab terkutuk tersebut.


Lu Dang langsung menengadahkan tangan seakan-akan ia memerintahkan seseorang untuk datang kepadanya, ia berdiri dengan pongah dan angkuh. Seakan-akan Lu Dang merasa jika dia adalah pemilik dari alam semesta.


"Datanglah, kepadaku! Wahai, kau kitab suci racun iblis yang agung!" teriak Lu Dang memanggil kitab racun iblis tersebut.


Kitab racun iblis meluncur dengan cepat dari ruang rahasia di kamar pribadi milik Zhang Yung, menuju ke arah Lu Dang seakan-akan kitab itu memiliki sayap, hingga ia terbang dengan kecepatan yang luar biasa menuju ke arah tuannya yang sedang menantikan dirinya. Lu Dang langsung menangkap kitab racun iblis tanpa bersusah payah.


"Akhirnya aku memiliki kitab racun iblis ini! Aku akan memanfaatkan dan menggunakan seluruh kekuatan kitab ini untuk menguasai dunia, hanya akulah Kaisar dari seluruh Kaisar dari muka bumi dan langit!" ujar Lu Dang dengan pongah.


Zhang Yung hanya mampu melihat semua itu tanpa bisa berkata apa pun, sekujur tubuhnya sudah tidak memiliki kekuatan dan daya apa pun.


Lu Dang mendekati guru Zhang Yung, ia ingin membunuh Zhang Yung dengan semua kekuatan miliknya. Akan tetapi, berulang kali Lu Dang melontarkan semua kekuatan kepada Zhang Yung di dada kepala, dan seluruh tubuhnya tak satu pun pukulan tersebut yang bisa menghancurkan tubuh tua dari guru Zhang Yung.


"Bajingan! Ilmu apalagi yang kau miliki sehingga kau masih bisa bertahan hidup? Dasar, tua bangka yang tidak tahu diuntung!" hardik ludang murka. 


Lu Dang tidak menyangka jika guru Zhang Yung benar-benar sakti di balik wajah yang penuh kharisma dan kelembutan yang selama ini diperlihatkannya.


Sehingga pada akhirnya Lu Dang yang kesal langsung meninggalkan perguruan ramuan yang selama ini sebagai rumah keduanya selain kerajaan Changsha.


Lu Dang benar-benar lupa cara untuk membalas kebaikan orang lain yang telah berbuat baik kepadanya, ia hanya memikirkan kesenangan dan kekuatan yang akan diraihnya untuk semua itu. Lu Dang tidak pernah membayangkan jika semua itu hanyalah fatamorgana dan janji sesat iblis yang hanya menggoda manusia untuk menemaninya hidup kekal abadi di neraka.


Lu Dang membiarkan api melalap segalanya, tawa senang dari ludang juga para kelompoknya menggema membahana di pagi yang penuh penderitaan dan derai air mata.


Mereka melesat secepatnya meninggalkan perguruan ramuan, Zhang Yung secara perlahan bangkit berjalan tertatih-tatih memberikan pil kepada mulut semua muridnya yang telah tewas.

__ADS_1


"Aku tidak sanggup melihat kalian menjadi vampir. Apalagi sampai dibakar, hanya karena kalian tidak boleh menjadi vampir


Aku berharap dengan pilihan ini kalian masih menjadi mayat yang masih bisa dikuburkan dengan selayak-layaknya," ucap Zhang Yung.


Setelah ia menyelesaikan semua kebaikan dan kewajibannya, bruk! Ia terjatuh, tetapi ia berusaha untuk bangkit menuju ke kamarnya dengan cara merangkak, hingga ia tiba di sebuah ruangan pribadinya. Zhang Yung menggunakan sisa kekuatannya untuk mengambil sebuah kitab penawar racun dari kitab racun iblis yang telah diambil oleh Lu Dang.


"Aku berharap, Luo Zhu akan mempergunakan ini untuk kebaikan semua orang dan kekaisaran Donglang," lirihnya, ia tersenyum memejamkan mata dengan air mata berlinang di pipinya.


Zhang Yung merasa jika almarhumah istrinya sudah datang membawa dan menjemputnya untuk pergi ke dunia keabadian. Namun, bayangan masa kecil Zhang Mei terlintas di benak Zhang Yung. 


Zhang Yung selama ini memiliki impian, ingin menikahkan putrinya Zhang Mei dan memiliki cucu yang banyak, ia sudah menanti selama 200 tahun lamanya.


"Andaikan kehidupan sedikit adil kepadamu Putriku, mungkin aku dan ibumu adalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini. Kami bisa memiliki Putri secantik dirimu yang tidak pernah kami impikan selama ini.


"Namun, kecantikan milikmu benar-benar membuat segalanya menjadi kaca-balau. Aku dan ibumu sudah membuat banyak pakaian pengantin dan juga perhiasan yang tidak pernah engkau ketahui. Ambillah semua itu di guamu gunakanlah instingmu untuk mencari kotak tersebut.


"Aku berharap kelak, kau memiliki takdir yang lebih baik Putriku. Kau bertemu dengan kekasihmu dan menikah dengan penuh kebahagiaan. Maafkan, jika Ayahmu yang tua ini sudah tak lagi. Menemani hari-harimu, tapi aku sangat yakin. Kau selalu kuat di dalam menghadapi semua kemelut kehidupan ini.


"Jangan pernah menyerah Putriku! Tetaplah menjadi wanita yang luar biasa di kehidupanmu ini," pesan Zhang Yun, sebelum ia menutup mata.


***


Di mana Zhang Mei dan Luo Zhu sedang memeluk jasad ayah dan guru mereka, keduanya masih melihat, semua pertempuran dan apa pun yang ingin diperlihatkan oleh Zhang Yung kepada keduanya.


Semua bayangan itu terlihat jelas di mata Zhang Mei dan Luo Zhu, membuat keduanya semakin menangis. Mereka sama sekali tidak menyangka jika Zhang Yung telah merencanakan semua itu sebagai pembelaan terhadap dirinya dan kedua anaknya untuk masa depan mereka agar tidak menjadi bumerang kepada mereka yang baik.


Hingga bayangan-bayangan bagian akhir sebagai pesan untuk Zhang Mei dan Luo Zhu mengabur dan menghilang hanya tinggal menyisakan pertempuran dan penyerangan Lu Dang terhadap perguruan ramuan.


"Luo Zhu, kamu harus pergi ke kaisaran donglang. Kamu harus menyampaikan ini kepada kaisar Liu Fei, agar ia mengantisipasi segala kekacauan yang akan dibuat oleh ludang ke depannya." Zhang Mei menangkap batu mustika tersebut.


Zhang Mei memberikannya kepada Luo Zhu untuk mengantarkannya kepada kekaisaran sebagai bukti kejahatan yang sudah dilakukan oleh Lu Dang dan sekutunya.


Zhang Mei bergerak secara perlahan menuju ke suatu tempat yang mengetuk sebuah dinding sebuah pintu rahasia terbuka ia mengambil sesuatu di sana yaitu sebuah kitab penawar dari racun iblis.


"Ini untukmu, Adikku. Sesuai dengan pesan ayah dan guru kita, aku ingin kamu menggunakan dan menyimpan juga menepati janji Ayah kita kepada Kaisar Liu Bei. Aku sangat yakin kamu pasti bisa melakukan semua itu," ucap Zhang Mei.

__ADS_1


"Mari, kita kubur jasad Ayah beserta semua saudara-saudara yang telah pulang terlebih dahulu," ucap Zhang mei.


Luo Zhu dan Zhang Mei mengubur jasad Zhang Yung dan semua saudara mereka di Lembah Luo Yi, yang paling dalam di sekitar gunung Luo Yi, di antara kabut yang sangat tebal yang tak akan pernah bisa ditemui oleh siapa pun selain mereka berdua.


Zhang Mei memilih tempat itu untuk menghindari orang-orang yang ingin berbuat jahat kepada jasad ayah dan saudara yang dicintai oleh mereka berdua.


Zhang Mei menandai semua makam saudara dan ayahnya dengan tanaman kuat dari tumbuh-tumbuhan yang digunakan sebagai rempah untuk pengobatan.


Zhang Mei sangat menginginkan jika jasad ayah dan saudaranya kelak menjadi tanah kembali akan menyuburkan tumbuhan obat tersebut yang akan digunakan oleh seluruh manusia dan hewan yang membutuhkannya.


"Cie, mari kita ke Kaisaran Donglang!" ajak Luo Zhu.


"Tidak, Adikku! Aku hanya ingin tinggal di lembah Luo Yi ini, mengenang semua hal yang pernah kita lakukan. Jika kau membutuhkanku seperti biasanya, tiuplah seruling itu. 


"Maka aku akan segera datang dan menemui dirimu. Jangan khawatir aku akan menolong orang-orang di sekitar lembah Luo Yi dan orang-orang yang akan membutuhkan pengobatan dan bantuan dariku.


"Ini adalah misimu untuk menggantikan kedudukan Ayah kita. Misiku adalah menolong orang-orang tanpa diketahui oleh siapa pun, Aku tidak ingin dicari, kecuali olehmu. Biarlah aku yang mencari orang yang ingin aku tolong," janji Zhang Mei.


"Tapi, Cie!" ujar Luo Zhu, ia tidak tega meninggalkan Zhang Mei, sendirian di lembah Luo Yi yang sepi.


"Tidak, Titi! Ini adalah keinginanku, menikahlah engkau dengan wanita dan lahirkanlah keturunan-keturunanmu yang baik untuk meneruskan semua impian Ayah kita dan Kaisar Liu Bei. Aku akan senang jika engkau pun senang, Adikku.


"Kita akan berpisah di sini, semoga kelak kita bisa bertemu lagi! Selamat tinggal Adikku!" ucap Zhang Mei, ia melesat secepat angin meninggalkan Luo Zhu.


Sejak saat itu Luo Zhu menjadi tabib di kekaisaran Donglang dan mengajari semua tabib di kekaisaran di bawah kaisara Liu Fei hingga Liu Min dan Permaisuri Li Phin. 


Sedangkan Zhang Mei keberadaannya selalu menjadi misteri di balik kabut kebaikannya. Ia selalu menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongan, ia tidak sungkan-sungkan membagikan ilmu maupun harta yang dimilikinya.


Zhang Mei selalu hidup abadi, semua orang menjulukinya karena ia memiliki mustika penguat roh dan sebagian lagi mengatakan Jika ia memiliki ramuan keabadian.


Banyak pendekar hebat di seluruh dunia berusaha untuk mencarinya akan tetapi tidak ada seorang pun yang berhasil untuk menemuinya. Selain dirinya sendiri yang ingin menemui dan menolong orang itu.


***


Sementara Lu Dang yang terluka dan diselamatkan oleh raja iblis dari neraka. Ia dibawa oleh raja iblis neraka tersebut ke suatu tempat yang bernama gunung kunlun, di sebuah gua yang memiliki lava yang mengerikan.

__ADS_1


Tubuh luka dan tidak berdaya Lu Dang diletakkan di sebuah batu pipi oleh seorang pria yang memiliki tanduk dan wajah yang sangat mengerikan.


"Si-siapa kau?" tanya Lu Dang sedikit ketakutan, ia ingin beringsut menjauhi pria yang berdiri di depannya, dengan tampang yang sangat menyeramkan.


__ADS_2