Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Siasat


__ADS_3

"Baiklah, mari kita temui mereka!" ajak Li Phin pada Dara, yang berjalan dengan sebuah keanggunan menuju ke paviliun.


"Salam Ibunda Selir Qin dan Ibunda Selir Chien," ujar Dara memberi hormat dengan sedikit menekuk kakinya.


"Salam sejahtera Yang Mulia Permaisuri Li Phin, Semoga Dewa memberkati!" ujar kedua selir dari ayah dan ayah mertuanya.


"Mari, Ibunda," ajak Dara dengan bermanis kata, "aku semakin lihai bersandiwara sejak di kaisaran ini," ujar Dara.


"Santailah, Dara. Kali ini mereka tidak berbau racun, tapi entah apalagi yang ingin mereka lakukan!" ujar Li Phin di dalam benak Dara.


"Ibunda Selir ada hal apa Ibunda malam-malam begini datang?" tanya Dara tak sabar ingin mengetahui tujuan mereka.


"Kami mendengar jika kamu muntah dan pingsan di arena pertandingan. Selain itu, rumor mengatakan, 'Kamu hampir saja diserang oleh musuh,'. Kami hanya ingin memberikan tonik ginseng ini untuk menjaga kesegaran tubuh Yang Mulia Permaisuri.


"Makanya kami menyarankan agar Yang Mulia Kaisar mengambil selir agar Yang Mulia Permaisuri tidak merasa kelelahan," ujar Selir Chien.


"Selain itu, kami juga berharap bujuklah Yang Mulia Kaisar Liu Min, agar tidak memperpanjang masalah penyergapan itu. Bukankah semua penyergap sudah mati?


"Jika kita terlalu lama mencurigai para raja dari negara tetangga, maka itu artinya akan membuat jarak persahabatan semangkin renggang," timpal Selir Qin Chai Cu (Selir Li Sun ayah Li Phin).


"Um, terima kasih atas tonic ginseng ini Ibunda Selir! Bagaimana kalau kita minum tonic ini Ibu? Ananda ingin bersulang dengan kalian, selain itu jangan khawatir aku akan meminta kepada suamiku untuk tidak memperpanjang masalah ini," ujar Dara tersenyum.


"Kau sudah gila Dara? Apakah kau tidak tahu jika tonik ginseng itu pun mungkin sudah diberi racun?" tanya Li Phin beranjak dari duduknya di dalam benak Dara.


"Sabar dan lihatlah!" ucap Dara.


"Eh, maaf! Itu hanya khusus dibuat untuk calon ibu hamil dan untuk permaisuri. Kami tidak berhak meminumnya," ujar Selir Chien.


"Dayang Ling'er, tuangkan ginseng pada ketiga cawan itu!" perintah Dara.

__ADS_1


Ling'er membungkuk langsung meraih tonik ginseng dan menuangkan ke dalam tiga cawan di depan mereka, "Aneh kali ini racunnya tidak beraroma apa pun, tetapi bentuknya sedikit aneh! Kita belum selesai membaca gulungan itu," keluh Li Phin.


"Jika kalian tidak ingin meminumnya maka aku beranggapan jika ginseng ini pun beracun, aku akan meminta pencicip makanan untuk mencicipinya. Jika aku menemukan  ada racun di dalamnya.


"Maka aku akan menghukum kalian dengan cambukan 1000 kali, atas tuduhan mencoba untuk membunuhku!


"Dan berkomplot dengan para pemberontak dan mencoba untuk melakukan pembunuhan kepadaku di pertandingan," ujar Dara menatap keduanya.


"Yang Mulia Permaisuri! Sungguh tega kamu melakukan hal ini. Apa kurangnya kami didalam menyayangimu? Apa pernah kami melakukan suatu kesalahan? Hingga kau melakukan hal ini?" tanya Selir Chien.


"Selir Chien, aku hanya ingin kalian dan aku sama-sama minum tonik ginseng yang kalian bawa, apa salah? Jika memang tidak ada racunnya maka, mengapa kalian tidak berani meminumnya?" tanya Dara menatap keduanya.


"Aku akan melaporkan kepada Kaisar Liu Fei, kamu tidak memberiku muka sama sekali! Kau terlalu angkuh!" teriak Selir Chien.


"Jika kau mencoba melapor kepada ayah mertuaku Kaisar Liu Fei, itu akan sangat membahagiakanku! Apakah jurus racun Teratai Kematian milikmu sudah sembuh total, Selir Chien?" tanya Dara menatap ke arah Selir Chien.


"Apa? Si-siapa yang terkena jurus Teratai Kematian?" tanya Selir Qin sedikit terkejut begitu juga dengan Selir Chien.


"Aku hanya meminta mari, kita minum tonik ini. Mengapa kalian menjadi ribut dan menolak? Jika kalian pun tidak berniat meracuniku, maka kalian tak begitu sulit untuk minum bersamaku!" balas Dara.


"Kau! Kau sangat sombong Li Phin kau akan mati!" teriak Selir Qin.


"Siapa yang berani menghina Permaisuriku! Hukum pancung dia!" teriak Jang Min.


"Ampun! Yang Mulia Kaisar! Ha-hamba tidak berani Yang Mulia!" ujar Selir Qin dan Selir Chien.


"Sudahlah, Suamiku! Tidak perlu menghukum pancung kedua Ibunda Selir . Mereka datang kemari membawakan tonik ginseng ini, tetapi aku mengajak mereka untuk mencicipinya namun keduanya menolak.


"Sehingga aku merasa ada yang aneh, mengapa mereka menolak? Jika Yang Mulia ingin menghukum mereka, maka beri saja tonik ini kepada mereka," ujar Dara, dengan sebuah kelembutan yang luar biasa.

__ADS_1


Selir Qin dan Selir Chien terdiam, "Pengawal pegang kedua tangan kedua selir ini dan paksa mereka untuk meminum apa yang mereka bawa sebagai hukuman!" ujar Jang Min.


Pengawal langsung bergerak ingin menangkap kedua selir tersebut, tetapi kedua selir tersebut langsung melesat dengan cepat menjauh melesat ke luar dari paviliun berdiri di lapangan luas di depan paviliun.


"Kalian tidak akan bisa mendapatkan kami!" teriak Qin Chai Cu.


"Aku akan mengatakan kepada Kaisar Liu Fei! Kalian semena-mena kepada kami!" teriak Selir Chien.


"Hahaha, akhirnya belang kalian berdua terbongkar, bukan! Selir Qin kau adalah  wanita yang kejam berpura-pura baik dan kamu memiliki racun yang luar biasa. Dan kau selir Chien kaulah yang telah menyerangku di Taman Persik.


"Kau juga yang telah membuat Ibunda Selir Min Hwa buta, kau juga yang meracuni Kaisar Liu Fei dan Ibunda Ratu Li Hun! Pengawal tangkap mereka jangan biarkan mereka lolos!" teriak Dara.


Semua pengawal langsung menyerang dengan gesit, namun kedua selir yang tidak lain adalah saudara sepupu tersebut langsung berusaha untuk menangkis setiap serangan demi serangan dengan kekuatan yang sangat luar biasa.


"Sial! Siapa kedua wanita tersebut? Pantas saja banyak yang meninggal terkena racun di kekaisaran jangan-jangan merekalah yang telah meracuninya," ujar Jang Min, ingin melesat membekuk keduanya.


"Yang Mulia, biarkan saja mereka lolos," ujar Dara.


"Apa maksudmu, Istriku?" tanya Jang Min tak memahami maksud Dara.


"Aku susah mengirim mata-mata untuk mengikuti mereka nanti," ujar Dara, memegang tangan Jang Min.


"Um, tapi jika kita tidak bersandiwara sedikit, bagaimana jika mereka curiga?" tanya Jang Min berbisik.


"Lihat saja!" balas Dara, "untuk memancing tikus kembali ke sarangnya kita cukup taburkan umpan maka ia 'kan mencapai lubungnya," lanjut Dara.


"Tanggap kedua Selir itu hidup-hidup! Jangan biarkan mereka lolos!" teriak Jang Min.


Para prajurit semangkin banyak berdatangan membuat semua orang di Istana Harem dan istana Permaisuri keluar, "Dayang Ling'er dan Kasim Tang Ta, geledah kedua kamar selir itu di Istana Persik dan Istana Harem!" teriak Dara.

__ADS_1


"Sialan kau Li Phin! Aku akan membuat perhitungan denganmu! Kau lihat saja, kau harus mampus di tanganku, seperi ibumu!" teriak Selir Qin melesat sejauh-jauhnya menebaskan selendangnya dan jarum beracun menyerang ke arah prajutit dan Li Phin juga kaisar.


__ADS_2