Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta- Keganasan seorang Dara


__ADS_3

"Wah, si Siluman Rubah mulai marah! Atut!" balas Liu Min.


Sekujur tubuh Dara sudah terbakar emosi seakan ia memiliki api di tubuhnya karena amarah, membuat Liu Min dan Luo Kang tersenyum melihat Dara yang sudah mengepalkan tangan ingin meninju Liu Min.


Brak! Ceklek!


Xiao Ling berlari dari luar rumah masuk dengan tergesa dan langsung mengunci pintu rapat-rapat, berdiri di belakang daun pintu dengan napas terengah-engah seakan dikejar hantu.


"Ada apa?" tanya Luo Kang penasaran begitu juga Liu Min dan Dara.


Luo Kang mendekati Xiao Ling dan meraba nadi di tangannya, langsung menuntuntun Xiao Ling untuk duduk di sebuah kursi.


"Um, aku melihat anggota mafia naga merah sedang berada di pelabuhan Kampung Nelayan," ujar Xiao Ling terengah karena berlari.


"Apa?!" balas ketiganya terperanjat.


Luo Kang langsung mengambil segelas air mineral, "Apa yang mereka lakukan di sini Xiao Ling?" tanya Luo Kang penasaran dan mulai cemas.


Luo Kang merasa khawatir dengan para penduduk Kampung Nelayan yang lugu dan tak bisa berkelahi. Luo Kang, Dara, dan Liu Min masih menanti jawaban dari Xiao Ling yang pucat pasi.


"Sepertinya mereka sedang meminta upeti atau menjual suatu barang. Akan tetapi, para penduduk tidak mau, sehingga terjadilah perkelahian, Dokter." Xiao Ling menerima segelas air yang diberikan oleh Luo Kang dan langsung meminumnya hingga habis tak tersisa hingga tetes terakhir.


"Apa?!" balas Dara, Liu Min, dan Luo Kang serempak saling pandang. Liu Min, dan Dara langsung melompat turun dari brankar.


Liu Min tidak peduli dengan lukanya langsung mencabut selang infus di tangan dan berlari ke arah pelabuhan bersama Luo Kang juga Dara.


Xiao Ling mengikuti ketiganya berlari ke arah pelabuhan, "Aduh, tenagaku terkuras habis," ujar Xiao Ling, berulang kali berhenti mengambil napas dan kembali berlari.


Namun, ia masih mengikuti ketiganya yang berlari sangat cepat. Sesampainya di pelabuhan mereka melihat jika anak buah sindikat mafia naga merah telah melukai banyak penduduk yang bukan tandingannya.

__ADS_1


"Bajingan!" umpat Dara.


Ia menarik salah satu selendang sutra penduduk yang terjatuh di tanah. Dara langsung memakainya, menutupi kepala, dan separuh wajah seakan ia memakai kerudung dan cadar, ia melesat mengambil salah satu samurai yang terletak begitu saja di tanah.


Kras! Trang! Ting!


Suara samurai Dara menebas dan menyerang para kelompok mafia naga merah yang terkejut karena melihat seorang wanita yang luar biasa tangkas di bidang seni ilmu beladiri juga menggunakan pedang telah menyerang mereka dengan tiba-tiba.


"Siapa kau? Apakah kau tidak mengenal siapa kami? Kau berani melawan kami, hah! Kami adalah sindikat mafia naga merah!" ketus seseorang sebagai ketua diantara pria sindikat kelompok naga merah.


"Apa yang kalian lakukan di Kampung Nelayan?" tanya Dara penasaran,"apa yang kalian perdagangkan di sini?" selidik Dara.


Ia menatap tajam ke arah semua anggota naga merah yang langsung bergerak maju dengan mengacungkan samurai ke arah Dara. 


Luo Kang dan Liu Min hanya diam memandang Dara, "Um, ckckck … malang sekali, nasib kalian! Aku menyarankan kepada kalian untuk menyerah saja.


"Wanita ini mengerikan, lebih baik kalian pulang. Sebelum malaikat kematian, datang menjemput kalian!" ucap Liu Min mengingatkan kelompok mafia naga merah.


"Ya, sudahlah! Silakan saja! Jangan salahkan aku, jika kalian mati!  Aku sudah mengingatkan kalian, Jagoan!" balas Liu Min.


Liu Min malah santai mengambil kursi dan satu es krim vanila dari seorang anak kecil yang masih mematung menyaksikan perkelahian yang mengerikan yang tak pernah dilihatnya secara nyata.


"Buat, Om saja! Jangan terlalu banyak makan es krim, nanti gigi kamu sakit!" ujar Liu Min santai membuat anak tersebut berlari ke arah ibunya yang masih berjongkok di antara semua penduduk, di bawah ancaman kelompok naga merah.


Semua penduduk ketakutan dan memandang ke arah Luo Kang dan Liu Min, "Tuan Liu, bagaimana dengan Nona Dara?" tanyanya sedikit cemas.


"Sudah santai saja, dokter! Paling hanya beberapa menit, mereka sudah mati semua! Gali saja lubang kuburan sebanyak … I,2,3 … um, 20 lubang! Kalau mau cepat, kremasi saja agar tidak meninggalkan jejak!" usul Liu Min.


Glek!

__ADS_1


Luo Kang dan para penduduk menelan ludah. Mereka sedikit tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Liu Min, "Apakah itu mungkin?" balas Luo Kang tidak yakin.


"Sudah santai saja, Tuan Luo. Ayo, kita tonton saja pertandingan ini," balas Liu Min masih memakan es krim vanila tersebut.


Ia melihat sebilah besi sebagai tombak ikan, ia mengambil dan memegangnya sambil duduk santai menikmati es krimnya.


Luo Kang masih berdiri tak percaya, "Apa benar yang dikatakan Tuan Liu?" batinnya tak mempercayai apa yang didengarnya.


Sementara di atas anjungan pelabuhan yang terbuat dari cor semen dan pasir yang kasar, Dari dan ke-20 anggota mafia naga merah masih bersiap, ingin menyerang.


Dara berada di tengah lingkaran para pria berpakaian necis dengan setelan jas dan celana pantalon memakai kemeja putih layaknya seorang yang berkelas.


"Hyatt!" teriakan seorang anggota mafia bergerak maju menyerang Dara dengan  pedang samurai yang langsung jatuh terkapar ditusuk samurai oleh Dara tepat di jantung.


"Aaa!" teriak semua wanita dan anak-anak yang terkejut karena darah menyembur dari luka, kala Dara menusuk dan menariknya dengan cepat. 


Si pria jatuh tersungkur dengan berlumur darah, Luo Kang terperanjat. Setiap pria yang maju selalu saja jatuh terjengkang ke belakang, samping, dan depan dengan tangan, kaki, juga kepala yang terpenggal.


Darah sudah mewarnai area pelabuhan Kampung Nelayan yang damai, "Serang, bunuh wanita ini!" teriak ketua kelompok mereka.


'Ayo, majulah! Aku atau kalian yang mati!" ketus Dara memegang erat pedangnya, ia merasakan suatu kerinduan dengan Li Phin yang selalu akan berkomentar jika ia sedang gugup.


"Li Phin … andaikan kamu tahu, jika di zamanku pun, aku masih mengangkat pedang," batin Dara.


Semua pria langsung menyerang Dara dan tebasan demi tebasan bergema semua penduduk menahan napas, para ibu menutup wajah anak mereka agar tak melihat kebengisan sebuah pertempuran.


Dara melesat menangkis dan bersalto di udara ia pun menyerang balik musuhnya hingga satu per satu musuhnya telah terkapar di lantai pelabuhan disaksikan oleh penduduk Kampung Nelayan.


Glek! 

__ADS_1


"Tuan Liu, Nona Dara sangat hebat dan luar biasa. Anda benar Tuan. Sebaiknya kami melakukan kremasi saja. Daripada mengubur atau membuang mayat mereka ke laut.


"Lalu bagaimana dengan mobil mereka Tuan?" tanya Luo Kang penasaran.


__ADS_2