Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Perawan dan Perjaka Tua


__ADS_3

Keduanya memasuki perbatasan Xihe dan menemui semua penduduk, Wong Fei juga semua prajurit mereka, "Tuan Gu Shanzheng dan Nona Tan Jia Li sudah kembali!" teriak Zhang Fuk.


Semua orang ke luar dari dalam rumah penduduk beserta 20 prajurit bayangan Tan Jia Li yang langsung melompat turun dari kudanya untuk menemui semua prajurit miliknya dan semua orang.


"Salam sejahtera Yang Mulia Jenderal Tan Jia Li dan Gu Shanzheng!" ujar semua orang serempak memberikan penghormatan.


"Bagaimana kabar kalian semua? Apakah prajurit pemberontak masih datang kemari?" tanya Tan Jia Li menatap ke arah Wong Fei dan Zhao Wei juga Lin Tao.


"Kami berhasil mengusirnya beserta prajurit yang dikirim dari kekaisaran," ucap Lin Tao, "sehingga semua prajurit telah bergabung di sini. Jenderal Tan Yuan Ji baru pulang dari sini. Untuk kembali ke Perbatasan Xuchang," balas Lin Tao.


"Oh, syukurlah! Lalu, apakah kalian masih berjaga terus?" tanya Gu Shanzheng.


"Iya, Yang Mulia Jenderal!" balas Lin Tao dan semua orang serempak.


"Kami mendapatkan informasi jika mereka akan menyerang setiap perbatasan untuk beberapa waktu kedepan ini. Jadi, aku minta kalian bersiap dan berjaga terus.


"Besok mungkin aku dan Jia'er akan ke Istana Kekaisaran," balas Gu Shanzheng.


"Baiklah Yang Mulia!" ujar mereka serempak.


"Wow, Nona Jia'er? Um, aku rasa mereka sudah melewati tahap yang sangat luar biasa, aku sangat yakin jika mereka telah melewati suatu malam yang sangat indah!" bisik Zhao Wei.


Zhang Fuk memegang dagunya berpikir dengan keras, "Kau benar kata, 'Jenderal Tan' berubah menjadi Jia'er. Kita akan menikmati lampion dan pesta meriah di Luoyang atau Wuling?" balas Zhang Fuk.


Bisik-bisik semua orang membuat Tan Jia Li dan Gu Shanzheng merona merah,


"Jika kalian berdua tidak bisa diam! Aku akan menghukum kalian malam ini!" teriak Tan Jia Li.


"Oh, Yang Mulia Jenderal! Aku sangat bahagia jika kalian berdua benar-benar menikah! Bagaimanapun kami akan sangat bahagia jika kalian berdua menikah. 


"Apalagi dari 21 prajurit bayangan naga hitam hanya tinggal Jenderal Jia'er yang belum menikah!" ucap Lin Tao.

__ADS_1


"Benar-benar dipastikan kami pun hanya Jenderal Gu yang belum menikah! Aku rasa mereka harus menikah jika tidak mereka akan menjadi perawan dan jejaka tua!" balas Zhang Fuk.


"Zhang Fuk! Jika kau masih bersuara aku akan mengoyak mulutmu!" teriak Gu Shanzheng membuat Zhang Fuk langsung bersiap.


"Siap Yang Mulia! Tapi kami sangat senang untuk menantikan pesta itu!" lanjutnya membuat semua orang tertawa.


Tan Jia Li dan Gu Shanzheng hanya geleng-geleng kepala, "Apakah Xiang Lu masih bersama dengan kalian?" tanya Gu Shanzheng.


"Lapor Yang Mulia! Hamba masih di sini," ucap Xiang Lu maju ke depan.


"Oh, syukurlah jika kau masih hidup dan memegang janjimu! Terima kasih atas apa yang informasi yang kamu berikan kepada kami.


"Hingga kami selamat dan kembali pulang. Apa yang kamu katakan benar, jika mereka melakukan persekutuan di Gunung Kunlun, aku harap kamu terus berada di sini untuk membantu pasukan perbatasan Xihe.


"Apakah kalian sudah membebaskan kepala Desa?" tanya Tan Jia Li.


"Sudah Yang Mulia Jenderal. Sayangnya Kepala Desa sudah meninggal dunia," ujar Lin Tao.


Semua orang hanya memandang Tan Jia Li yang memasuki tenda, "Yang Mulia Jenderal, apakah kamu sudah bisa menjinakkan Naga Hitam dari Luoyang?" bisik Zhang Fuk.


"Zhang Fuk, aku baru saja meninggalkanmu, beberapa hari. Kamu sudah mulai seperti wanita mulai menjadi tukang gosip begitu?" tanya Gu Shanzheng menatap ke arah Zhang Fuk.


"Ya, bukan apa-apa Jenderal Gu. Kami sangat bahagia jika kalian berdua menjadi akrab, paling tidak kita sedikit nyaman bila bertemu.


"Kami sangat lelah jika harus melihat pedang dan bumerang harus selalu berlaga apalagi adu mulut. Alangkah baiknya jika kalian berdua hanya bertengkar di tempat tidur saja!" lanjut Zhang Fuk.


"Zhang Fuk! Lama-lama kesabaranku habis!" teriak Gu Shanzheng bergema membuat Zhang Fuk melesat meninggalkan Gu Shanzheng.


"Aku berbahagia untuk kebahagiaanmu Jenderal Gu! Karena hidup terlalu sepi!" teriak Zhang Fuk kabur meninggalkan Gu Shanzheng.


"Lama-lama aku bisa gila dibuat oleh anggotaku!" umpat Gu Shanzheng berjalan ke tendanya.

__ADS_1


Ia membersihkan dirinya berendam di sebuah kolam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Zhang Fuk.


"Mereka benar di antara dua pasukan semua jendela yang belum menikah adalah aku, Liang Si, Qin Jian, Tan Jia Li, Tan Ji, yang lain sudah menikah semua," keluh Gu Shanzheng.


Bayangan kesepian dan selalu bertempur di medan perang dan di perbatasan membuat Gu Shanzheng tidak memikirkan untuk menikah.


"Aku memang selalu terbayang dan teringat akan Tan Jia Li, aku rasa aku memang mencintainya," batin Gu Shanzheng.


"Ia mulai merendam dirinya di air panas dan membasuh tubuhnya, ia mengingat beberapa minggu bersama dengan  Tan Jia Li bersandiwara menjadi suami-istri dan mengingat banyak hal romantis yang telah mereka jalani bersama.


"Aku begitu bahagia kala bersama Tan Jia Li, aku berharap dia mau menikah denganku suatu saat nanti," batin Gu Shanzheng.


***


Sementara Tan Jia Li pun masih berbaring di pembaringannya, ia membayangkan wajah Gu Shanzheng, "Mengapa aku terbayang wajah Gu Shanzheng? Hadeh, wajah si sialan ini benar-benar mengganggu tidurku saja!" batin Tan Jia Li.


Ia bergerak dari pembaringannya dan melesat ke atap barak dan melihat sekeliling perbatasan pertahanan benteng Xihe, "Aku sudah berulang kali kembali kemari, tapi tak pernah bersama dengan Gu Shanzheng.


"Para Jenderal sepuh dan Kaisar Liu Fei selalu memisahkan kami, karena kami selalu bertengkar. Namun, hanya Jang Min yang menyatukan kami. 


"Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya, ia selalu mengerti apa yang dipikirkan bahkan ia selalu mengerti kekuatan yang dimiliki setiap orang," batin Tan Jia Li.


Ia berusaha untuk memahami apa yang sedang dipikirkan oleh Jang Min kala menyatukan mereka berdua. Tan Jia Li melihat Gu Shanzheng, sedang berdiri menatap dataran luas di depan mereka dan hutan belantara yang memisahkan Xihe dan Mongol.


Keduanya memandang ke arah depan mengarah ke arah perbatasan Mongol, keduanya berharap perang tak akan pernah terjadi. Namun, keduanya tahu jika hal itu tak 'kan pernah terelakkan.


"Jika Qin Chai Xi, Chien Fu, dan Shan Shi'er masih hidup maka kedamaian tak akan pernah tercapai di Kekaisaran Donglang!" batin keduanya memahami semua hal.


Keduanya saling pandang satu sama lain, "Hai!" ujar keduanya dengan melambaikan tangan.


Gu Shanzheng melesat mendekat ke arah Tan Jia Li, "Aku kira kamu sudah tidur?" tanya Gu Shanzheng menatap ke arah pemilik hatinya.

__ADS_1


 


__ADS_2