Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Cinta gila Qin Chai Jian


__ADS_3

"Apa yang akan aku lakukan?" batin Tan Jia Li menatap ke arah semua prajurit Donglang dan Gu Shanzheng. Ia merasa semakin bingung, apalagi semua senjata tajam dan racun mulai menyerang ke arahnya dan Gu Shanzheng. 


Ia melihat semua prajurit bayangan miliknya dan anggota Shenzheng sedang sibuk bertempur juga. Tan Jia Li berusaha untuk memutar otaknya dengan cepat untuk mendapatkan solusi atas masalah pelik yang sedang dihadapinya.


Tan Jia Li melihat kabut beracun di sekeliling mereka, melingkupi benteng Xihe dengan kabut hitam yang mengerikan.


Namun, ia dan para prajurit Donglang mulai tidak terpengaruh lagi,  "Aku berharap kekuatan dari Wong Fei benar-benar bisa menawarkan semua jenis racun yang sangat mengerikan ini!" batin Tan Jia Li. 


Trang! Pedang dan tombak kembali menyerangnya ia harus memutar otak untuk menangkis dan melesat, "Aku harus mengakhiri semua ini?" batinnya.


Tan Jia Li ingin menggunakan bumerang miliknya. Akan tetapi, jarak antara dirinya dan Gu Shanzheng terlalu jauh membuatnya semakin kewalahan untuk melontarkan bumerang.


Ia menyerang musuhnya dengan dua pedang sekaligus berkeinginan untuk menghabisi semua musuh di depannya dan berputar naik ke udara untuk menghindari tombak serta pedang. Ia berdiri di antara pedang dan tombak melesat memenggal kepala musuh.


Ia masih melihat Gu Shanzheng yang mulai terhuyung lemah dan sudah dikerubungi musuh, "Bajingan! Menjauhlah dari Gu Shanzheng!" teriak Tan Jia Li melesat ke angkasa dan melontarkan bumerang ke arah musuh yang merubungi Gu Shanzheng membuat para prajurit gabungan Qin Chai Xi langsung kocar-kacir menghindari bumerang Tan Jia Li. 


Bahkan, ada yang terlambat menghindar langsung kehilangan anggota tubuh, akibat bumerang milik Tan Jia Li.


Membuat Tan Jia Li semakin cepat ingin mengakhiri pertempuran. Namun, sebuah tendangan langsung mendarat di punggung, membuat Tan Jia Li sedikit terhuyung, ia membalik tubuh dengan cepat.


"Bajingan, kau Qin Chai Jian! Kau selalu saja menggunakan cara kotormu!" hardik Tan Jia Li marah. 

__ADS_1


"Hahaha, aku sangat berharap akan membunuh kalian di sini! Agar kami bisa memasuki Donglang dan membunuh sepupu dan adik angkatmu itu, Sialan!" teriak  Qin Chai Jian marah.


Ia masih mengingat kematian adiknya Qin Jiajia yang meninggal saat memasuki wilayah Donglang, karena kematian adiknya Ibunya Chien Ti'er menjadi pemurung dan gampang marah. bukan itu saja, ibunya lebih banyak menguring diri di kamarnya dab tidak i gin makan maupun minum.


Chien Ti'er selalu berteriak marah dan memintanya juga seluruh orang yang menemuinya untuk membalaskan dendam akan kematian adiknya. Qin Chai Jian langsung berkeinginan untuk membalaskan dendam, dengan menyerang dan mempengaruhi semua orang untuk melakukan penyerangan.


"Kau benar-benar bajingan, Qin Chai Jian! Aku tidak menyangka, jika kau dan keluargamu adalah parasit." Tan Jia Li memasang kuda-kuda dengan pedangnya dan berusaha untuk mengantisipasi segala serangan yang dilakujan oleh Qin Chai Jian.


"Hahaha, aku tidak menyangka jika kau berhasil berteman dengan Gu Shanzheng! Heh! Hanya pria seperti dia mampu membuatmu jatuh cinta? Dasar bodoh!


"Kau begitu pintar tapi sangat goblok! Seharusnya kau bisa memilihku yang akan menjadi kaisar selanjutnya dan seorang pangeran dari Qin, bukan pangeran ke-3. 


"Pangeran yang menjadi pertukaran karena kerjasama dan hanya anak seorang selir!" hina Qin Chai Jian mengatai Gu Shanzheng.


"Bagiku tidak penting, apakah dia pengeran, kaisar, jenderal, atau anak petani sekalipun! Yang penting dia memiliki harga diri bukan seorang pengkhianat!" ketus Tan Jia Li.


"Aku tidak menyangka, kau akan begitu mudahnya mencintai pria seperti Gu Shanzheng! Aku membencimu Jia'er! Aku sangat mencintaimu, tapi kau selalu saja menolak dan berpura-pura jika kau tidak pernah tahu jika aku mencintaimu!" teriak Gu Shanzheng marah dan kesal.


Qin Chai Jian tidak habis pikir mengapa Tan Jia Li tak pernah mencintainya. Ia sangat tulus mencintai Tan Jia Li sejak memasuki asrama pelatihan militer di Kekaisaran Donglang.


"Kau adalah pria yang tak akan pernah aku pilih walaupun di dunia ini hanya ada kau seorang! Lebih baik aku tidak akan pernah menikah, jikalau hanya kaulah pria terakhir di dunia ini, Jian!" balas Tan Jia Li sengit.

__ADS_1


"Aku tanya sekali lagi, Jia'er. Maukah kau menikah denganku atau kematian yang akan kau hadapi?" tanya Qin Chai Jian menatap tajam ke arah Tan Jia Li.


"Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu, Qin Jian. Walaupun kau akan memberikan dunia ini kepadaku!


"Aku bukanlah wanita lemah yang gila akan kedudukan. Jika kau hanya menawarkan kedudukan bukan cinta dan kasih sayang aku tak akan pernah memilihmu! Ingatlah, itu!" balas Tan Jia Li mendengus kesal.


"Hahaha, di situlah letak kebodohanmu! Kau tidak pernah memakai logikamu! Jika kita bersatu, kita akan mudah menjadi pasangan kaisar dan Permaisuri. Bahkan apa pun yang akan kamu minta akan aku turuti!" ucap Qin Chai Jian tersenyum.


"Apa?! Benarkah yang kamu katakan itu? Aku tidak pernah yakin, tuh!" ejek Tan Jia Li, ia masih melirik ke arah Gu Shanzheng yang sudah mulai berdiri. Ia melihat jika Wong Fei mendekat ke arah Gu Shanzheng bersama para prajurit lainnya.


"Mengapa kau tak pernah mempercayaiku? Apa kurangnya aku padamu?" teriak Qin Chai Jian marah.


"Karena aku tahu siapa kau yang sebenarnya. Kau hanyalah pecudang dan penjilat! Kau tidak akan pernah memilikin cinta dan kasih sayang, kau hanyalah bajingan kecil seperti ayahmu!" balas Tan Jia Li.


"Jangan kau hina ayahku, Jia'er! Jika kau melakukan hal itu aku akan membunuhmu," ancam Qin Chai Jian murka.


"Hahaha, kau marah?! Bukankah itu fakta  sialan! Kau, adikmu, ibumu, bahkan seluruh keluargamu adalah penipu! Begitu juga dengan saudara Ayahmu Lu Dang sialan dan permaisuri Chien yang tak lain adalah sepupu Ibumu!" balas Tan Jia Li yang mengetahui silsilah keluarga dari Qin Chai Xi dari nenek Mo Yu'er.


"Diam, kau Perempuan! Aku akan membunuhmu jika aku kehilangan kesabaranku!" ucap Qin Chai Jian murka.


Ia tidak menyangka jika Tan Jia Li mengetahui rahasia keluarganya dari hal-hal terkecil sekalipun, Qin Chai Jian menatap marah ke arah Tan Jia Li, "Jangan salahkan aku jika aku kan membunuhmu!" lanjutnya marah.

__ADS_1


"Aku tidak peduli lagi. Siapa pun kau aku akan meladeni dan menumpas semua kejahatan yang kalian lakukan," ujar Tan Jia Li tersenyum.


"Terimalah kematianmu Jia'er!" teriak Qin Chai Jian melompat dan melesat dengan pedang terhunus di tangan berusaha untuk membunuh Tan Jia Li yang melesat menghindari semua serangan tersebut.


__ADS_2