Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta -Jalik Nasution


__ADS_3

Liu Min dan Dara masih terdiam, suara ribut orang-orang mulai naik ke dalam truk, "Aku hanya membawa ikan! Aku tidak membawa apa pun! Percayalah!" suara Pak Jalik Nasution, sedikit ketakutan.


"Apakah kamu mengambil ikan ini dari pemilik pukat Harianza?" tanya sebuah suara yang lebih berat.


"Ya, karena Sardi sakit hingga ia menyuruhku untuk membawa peti ikan ke Kota Tebing!" ujar Jalik Nasution.


"Nah, itu benar! Hei, kalian! Turunkan semua peti kemas ini!" teriak sebuah suara.


"Tapi, apa yang telah kalian lakukan? Sardi mengatakan, 'Jika aku harus menurunkan di Pekan Kota Tebing di Pasar Rambutan,' aku hanya tahu instruksinya seperti itu saja," teriak Jalik Nasution.


"Sardi benar! Tapi peti yang ini akan turun di sini. Kamu bisa membawa peti kemas yang lain, yang akan dinaikkan oleh anggotaku!" ujar suara itu.


"Apakah kalian kelompok Bajing Lompat atau perampok?" tanya Jalik dengan keras, ia sengaja mengeraskan suaranya agar mampu didengar oleh Liu Min dan Dara.


"Kau tidak perlu tahu! Jika masih mau hidup!" ancam suara yang menakuti Jalik Nasution.


Dor!


Suara tembakan terjadi, Dara dan Liu Min terkesiap, keduanya menahan napas dan saling pandang. Kedua berharap jika Jalik Nasution masih selamat.


 "Ba-baiklah! Kalian boleh menurunkannya, ke mana aku akan akan membawa peti yang lainnya?" ujar Jalik dengan suara lebih tinggi 2 oktaf agar Liu Min dan Dara mendengar.


Dara dan Liu Min bernapas lega mendengar suara Jalik Nasution masih terdengar dan selamat. 


"Kau akan membawa ke Kota Tebing dan memberikannya kepada yang disuruh Sardi," balas si suara penjahat.


"Kalian semua memiliki senjata! Aku sangat ketakutan, apakah sebaiknya aku di dalam truk saja! Kalian bisa melakukan apa pun! Aku harap kalian cepatlah bergerak!


"Aku akan menunggu di balik kemudi saja. Jika sudah selesai kalian bisa mengatakan maju saja!" ujar Jalik memberitahukan kepada Dara dan Liu Min. 


Jalik langsung melompat turun dan menanti di balik kemudi truk, "Aku harap pasangan itu mengerti dengan apa yang aku ucapkan!" batin Jalik Nasution.


"Sial, aku tidak menyangka terlalu banyak gembong narkoba. Jika tidak karena Jovick, Danu, dan Danil membuat rencana ini. Semuanya tak 'kan semudah ini, sial.

__ADS_1


"Sardi benar-benar pengkhianat seperti Jimmy!" umpat Jalik, yang tidak lain adalah bawahan Danu, sebagai Intel yang ditugaskan diam-diam menyelidiki mwngaoa Dara koma. Jalik Nasution sudah bertugas selama Dara koma, sehingga Dara tidak mengenalnya.


Jalik berusaha untuk menyiapkan senjata di balik bangku kemudinya namun, ia melihat terlalu banyak anggota perampok yang ia sendiri pun tidak tahu siapa pemilik anggota di depannya  yang sedang menurunkan semua ikan di dalam peti kemas.


"Apakah di dalam perut-perut ikan tersebut ada sesuatu!" batin Jalik bingung.


Sementara di atas truk semua orang langsung berbondong-bondong menurunkan peti kemas hingga, mereka berada tepat di depan peti kemas Dara dan Liu Min.


Dua orang pria ingin mengangkat peti kemas yang sedikit bergeser penutupnya.


Dor! Dor! Dor!


Dara dan Liu Min muncul dari dalam peti dengan senjata yang langsung menembak ke arah perampok dengan cepat menumbangkan semua orang yang berada di sana.


"Maju tancap gas!" teriak Dara. 


Jalik langsung menancap gas truk melesat meninggalkan semua orang sehingga berondongan senjata masih terus menembaki truk di mana Dara dan Liu Min berada.


Jalik Nasution terus melesat membawa truknya hingga ikan-ikan masih berserakan di atas truk yang belum sempat di susun oleh pihak musuh. Dia berjongkok dan membelah perut ikan, "Bajingan!" umpat Dara kesal.


"Lihatlah!" balas Dara membelah semua perut ikan.


"Sial! Jadi mereka mengisi narkoba di dalam perut ikan ini? Lalu siapa sebenarnya Jalik Nasution?" ujar Liu Min.


Keduanya saling pandang dan langsung melesat menuruni kabin truk saat mobil masih bergerak dan masuk ke dalam truk.


"Siapa kau sebenarnya, Jalik Nasution?" ujar Dara mengokang senjata ke kepala Jalik Nasution.


"Kau pasti seseorang, kamu tidak takut dengan ancaman senjata. Siapa yang menugaskan kamu?" tanya Dara.


"Lapor Bu Dara, saya adalah Bripda Jalik Nasution yang ditugaskan oleh Bripda Danu untuk menuelidiki pengkhianat saat misi di Perkebunan Tebu di Binjai," ujar Jalik Nasution.


"Apakah kamu membawa surat-surat penting kamu?" tanya Dara tidak mempercayai begitu saja apa yang dikatakan oleh Jalik.

__ADS_1


"Ada di bawah kursi ini," balas Jalik.


"Baiklah! Masuklah ke hutan karet di depan sana! Aku akan memeriksanya," perintah Dara.


Jalik langsung memutar mobil dan memarkirkan ke dalam perkebunan karet ia masih ditodong senjata oleh Dara dan Liu Min memeriksa semua kelengkapan dan senjata milik Jalik Nasution.


"Semua suratnya asli!" ujar Liu Min memberikan kepada Dara.


Dara membaca sekilas dan menyarungkan kembali pistolnya, "Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita ikutin aja permainan mereka? Tidak mungkin? Mereka pasti sudah memberitahukan kebenaran semua ini pada atasan mereka!" ujar Dara.


Menatap kedua pria di depannya, "Sebaiknya Ibu dan Pak Liu menaiki kendaraan lain di Kota Kisaran nanti dengan bantuan teman saya yang lain.


"Aku akan membawa semua bahan bukti ini kepada atasan. Ini, gunakanlah ATM ini Bu, saya yakin ini tidak terlacak. Ini diberikan Pak Danu atas nama orang lain. 


"Tapi semua uang di dalamnya adalah murni hasil dari semua sumbangan rekan kepolisian saat Ibu koma," ucap Jalik.


Dara terperanjat ia tidak menyangka jika anggotanya ada yang begitu setia yaitu Danu dan Jalik, "Baiklah, usul kamu boleh juga!" ujar Dara.


Dara menerima ATM dan ketiganya langsung melanjutkan perjalanan.


Sesampainya di Kota Kisaran Jalik Nasution memberikan sebuah sepeda motor yang sangat bagus dan keren, hingga Liu Min membonceng Dara menuju ke Kota Medan.


"Apakah kamu yakin ingin kembali ke rumah kamu, Dara?" tanya Liu Min.


"Aku rasa tidak! Kau tahu, karena mereka pasti sedang mengawasi rumah Ibuku, sebaiknya kita mencari penginapan dan toko baju," ujar Dara.


Mereka memasuki Kota Medan, Dara memberikan arah yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua melewati gang-gang sempit. 


"Berhenti di hotel itu saja!" ujar Dara menunjuk sebuah hotel dan langsung memesan kamar.


"Apakah kamu yakin kita hanya memesan satu kamar?" tanya Liu Min, merasa sedikit tidak nyaman.


"Jangan khawatir, aku tidak akan memperkosa kamu Tuan Liu!" balas Dara sinis.

__ADS_1


"Aku sangat yakin kamu tidak akan memperkosaku! Tapi aku tidak yakin dengan diriku sendiri!" balas Liu Min jujur.


"Jika kau melakukan hal itu, maka aku akan memotong burung clutak(rakus)-mu!" hardik Dara kesal, "pesanlah makanan! Aku akan mandi," ujar Dara tidak peduli langsung menyambar handuk dan membawa baju yang baru mereka beli.


__ADS_2