Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Terdampar di Hunan


__ADS_3

Ombak menggulung membawa keduanya terdampar di sebuah balok di tengah lautan tanpa sedetik pun keduanya melepaskan pegangan tangan mereka, "Lihat, apa itu?" teriak seorang nelayan di kapal penangkap ikan.


"Ayo, tarik mereka!" ujar salah satunya.


Para nelayan beramai-ramai menurunkan perahu dan membawa mereka menuju ke kapal, "Wah, sepertinya mereka pasangan suami istri.


"Setia sekali mereka ya? Mereka tak ingin saling melepaskan," ujar salah satunya.


"Ya, kamu benar! Ayo, kita bawa mereka ke kota," ujar orang yang lebih tua dari semua nelayan yang merubungi Dara dan Liu Min.


"Sepertinya mereka telah dirampok dan dibunuh! Lihatlah, luka di tubuh mereka bekas tembakan," ucap salah seorang nelayan.


Kapal kembali menderu dan membawa Dara dan Liu Min ke kota, semua orang menggotong pasangan tersebut membawanya kepada seorang dokter, "Dokter Luo! Apakah engkau ada?" teriak salah satu nelayan.


"Ya, ada apa?" jawaban seorang pria dengan tampang awut-awutan dan sembrono melangkah ke luar dengan sebotol minuman di tangannya.


Dokter Luo Kang adalah dokter hebat akan tetapi, ia selalu saja mabuk hingga ia dikeluarkan dari ikatan kedokteran di Hunan. 


Ia mendedikasikan kepintarannya di sebuah Kampung Nelayan di pesisir Hunan, "Apa yang terjadi?" tanya Dokter Luo Kang melihat ke arah pasangan tersebut.


Ia meneliti pasangan tersebut dan wajah keduanya, deg! Jantungnya bergemuruh, ia berusaha menajamkan pandangan dan menghalau mabuknya.


"Kami tidak tahu! Kami hanya menemukan mereka di lautan," balas salah satu nelayan yang lebih tua.


"Um, baiklah Acang! Bawalah meraka masuk!" ujarnya. 


Acang dan beberapa pria membawa tubuh Dara dan Liu Min membaringkannya di sebuah brankar dan Luo Kang langsung memeriksa dan memasukkan selang ke dalam mulut Dara dan Liu Min mengeluarkan cairan air di sana.


"Hebat juga mereka masih hidup, paling tidak mereka sudah seminggu atau lebih terombang-ambing di lautan. Dewa Maha Hebat!" batin Luo Kang.


Luo Akang menyuntikkan obat dan memasang oksigen juga infus pada keduanya, "Xiao Ling ambilkan peralatan bedah," ujarnya.


Xiao Ling langsung mengambil peralatan bedah tanpa disterilkan terlebih dahulu, Akang hanya menyiramkan alkohol dari botol minumannya langsung pada alat bedah. 

__ADS_1


Ia langsung mengeluarkan sisa proyektil peluru dan membersihkan  luka Dara dan menjahitnya. Setelah selesai mengobati Dara, ia beralih kepada tubuh Liu Min, ia pun melakukan hal yang sama.


"Dokter Luo, kami hanya memiliki ikan untuk biaya perobatan kedua orang ini. Apakah itu cukup?" tanya Acang.


"Sudahlah, bawa saja ikan itu pulang, anak-istrimu lebih membutuhkannya. Aku masih memiliki beras dan minuman, bukankah begitu Xiao Ling?" tanya Luo Kang kepada Xiao Ling.


"Masih, Tuan!" balas Xiao Ling dari balik tubuh Liu Min.


"Apakah masih ada makanan untuk kedua orang ini?" tanya Luo Kang kepada Xiao Ling, seorang janda tanpa anak yang ditinggal suaminya ke laut dan tak pernah kembali. 


Ia membantu Dokter Luo Kang, ia pun mendedikasikan kepintarannya di bidang perawat. Xiao Ling melihat ke arah Luo Kang, "Masih ada Dokter!" balas Xiao Ling tersenyum.


Walaupun ia mendapatkan gaji hanya sedikit dan tak cukup tapi ia bahagia menemani Dokter Luo Kang yang pintar di dalam ilmu kedokteran dan obat-obatan kuno.


Selain itu, Xiao Ling terpesona karena Luo Kang begitu baik di dalam menolong orang-orang tanpa mengharapkan imbalan. Para penduduk hanya memberinya uang berapa yuan dan bahan pangan dan sandang saja.


Segelintir orang mempercayai jika Dokter Luo Kang adalah keturunan dari Tabib Luo dari dinasti Donglang beratus-ratus tahun yang lalu.


Namun, Luo Kang tidak peduli dengan nama leluhurnya tersebut. Wajahnya yang tampan tertutup oleh rambut panjang hitamnya yang awut-awutan yang hanya dikuncir, menggunakan kacamata setebal dasar kuali.


"Terima kasih, Tuan Acang!" ucap Xiao Ling ribuan kali.


Xiao Ling memasak ikan tuna di kuali besar dengan tungku tanah liat, aromanya begitu menggoda. 


"Xiao Ling, masakanmu sungguh luar biasa," ujar Dokter Luo Kang menggerakkan kedua tangan dan kepalanya.


"Apakah kamu ingin makan Tuan?" tanya Xiao Ling menatap Luo Kang.


"Sebentar lagi, aku ingin mandi dulu. Um, Xiao Ling, jika kedua pasien itu sadar, untuk setengah jam jangan langsung beri mereka makanan.


"Tapi suruh mereka mencium aroma makanan selama setengah jam, baru mereka makan," pesan Luo Kang.


"Baik, Dokter!" balas Xiao Ling. Ia percaya ada alasan dibalik semua itu hingga ia mematuhinya saja.

__ADS_1


***


"Ooh, dimanakah aku?" batin Dara memegang sisi kepalanya, ia membuka mata dan melihat sekelilingnya ornamen abu-abu dan banyak lukisan sejarah tiongkok bertebaran di sana.


Dara menyipitkan mata memandang salah satu lukisan Li Phin dan Liang Si juga Tabib Luo, "Di mana ini? Apakah aku terlempar kembali ke dinasti Donglang?" batin Dara mencoba mengingat banyak hal.


Dara melirik ke samping nya Liu Min masih berbaring di brankar dengan selang-selang yang sama dengannya, "Tidak mungkin ini, dinasti Donglang, ini zaman modern," batinnya.


Seorang wanita muncul berpakaian modern, "Halo, selamat malam!" ujar Xiao Ling menggunakan bahasa Inggris.


"Maaf, ini di mana!" tanya Dara di dalam bahasa Mandarin.


"Oh, ini Desa Nelayan … di daerah Provinsi Hunan," balas Xiao Ling, "aku senang kamu bisa berbahasa Mandarin," balas Xiao Ling.


"Bagaimana dengan temanku?" tanya Dara khawatir.


"Jangan khawatir! Sebentar lagi dia juga sadar, Dokter Luo sudah menolong kalian berdua," balas Xiao Ling ceria dengan senyuman.


"Silakan! Tapi untuk sementara kamu tidak boleh memakannya cukup mencium aromanya saja selama setengah jam sebelum memakannya," pesan Xiao Ling.


"Oh …," balas Dara mematuhi semua  instruksi perawat cantik di depannya.


Setengah jam kemudian ia pun mulai memakan ikan tuna tersebut, "Um, bagaimana bisa kami tiba di sini?" tanya Dara.


Ia masih melihat lukisan tangan di dinding, "Tabib Luo? Apa hubungannya dengan Dokter …." Dara mulai berpikir dan mencerna banyak hal.


 Xiao Ling yang turut memandang ke arah lukisan Tabib Luo dan Li Phin juga Liang Si bersama dengan seorang pemuda tampan di sana.


"Oh, itu ... leluhur Dokter Luo Kang. Sejarah mengatakan, 'Jika Tabib Luo adalah orang yang hebat di dalam menyembuhkan segala jenis racun dan penyakit,' aku rasa itu benar adanya," balas Xiao Ling.


"Oh, um … itu adalah Permaisuri Li Phin dan Jenderal Liang Si, bukan?" tanya Dara penasaran.


"Iya, benar, um … dia menikah dengan jenderalnya karena titah almarhum Kaisar Liu Min sebelum meninggal dan pergi bersama permaisuri Dara Sasmita," ujar Xiao Ling.

__ADS_1


"Apa? Ya, Tuhan! Apakah semua kisah itu benar adanya?" batin Dara, "lalu pemuda itu?" tanya Dara, hatinya berdetak kencang ia merasa sangat dekat dengan pria itu.


__ADS_2