Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Sandera


__ADS_3

Qin Jiajia mulai berpikir banyak hal, untuk menutupi perbuatannya. Ia melihat semua orang mulai diam dan gelisah, "Bagus semua orang sudah terlihat begitu tegang dan ketakutan, aku ingin segala masalah ini jatuh ke salah satu permaisuri yang hadir.


"Hingga, aku bebas dari rasa dicurigai oleh Kaisar Liu Min dan Permaisuri Li Phin. Aku sangat yakin jika mereka mengetahui semua ini adalah perbuatanku," batin Qin Jiajia cemas.


Qin Jiajia mulai berpikir untuk melimpahkan semua kesalahannya kepada seseorang, ia melihat semua permaisuri yang hadir.


Qin Jiajia melihat permaisuri Luoyang yang sangat cantik dan lembut, "Aku rasa Permaisuri Luoyang-lah yang akan menanggung semua ini," batin Qin Jiajia senang. Ia melemparkan racunnya melalui jentikan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Sebuah bandul kecil melesat menuju ke arah tubuh Permaisuri Luoyang yang sedang memegang tatakan cangkir minuman ingin menyesap minuman yang tepat berada di bibirnya.


Trang!


Dara melesat mengambil tatakan cangkir miliknya dan langsung melemparkan tepat di sisi wajah Permaisuri Luoyang untuk menangkis bandul kecil racun, hingga tatakan dari tembikar pecah berserakan membuat serbuk putih berhamburan. Dara melesat menarik tubuh Permaisuri Luoyang ke sisinya.


"Tangkap Permaisuri Mongol, jebloskan dia ke penjara. Dia berusaha membunuh Permaisuri Luoyang dan Jenderal Liang Si!" teriak Dara.


"Baik Yang Mulia!" teriak semua pengawal mulai bergerak menghunuskan senjata untuk meringkus Qin Jiajia.


"Tidak semudah itu! Apa hak kamu menangkapku, Li Phin?" teriak Qin Jiajia melesat berusaha untuk menyelamatkan diri ia berdiri di pilar penyanggah tiang kerajaan dengan satu tangan memegang pilar dengan kaki dan tubuh menempel di sana bagaikan seekor cicak.


Membuat semua permaisuri yang hadir ketakutan, "Para permaisuri menjauhlah! Pengawal jangan biarkan wanita iblis ini lolos! Tangkap hidup atau mati!" teriak Jang Min murka.


"Akhirnya kau memperlihatkan belangmu, Qin Jiajia!" teriak Dara melesat menghadang dan menyerang Qin Jiajia.

__ADS_1


"Hahaha, kau tidak memiliki hak untuk menangkapku! Apakah kalian ingin berperang dengan kerajaan Mongol? Kalian jangan lupa, Mongol didukung oleh Qin dan Changsha!" teriak Qin Jiajia.


"Hah! Aku tidak peduli jika harus berperang dengan ketiga kerajaan itu! Kau tahu aku masih seorang Jenderal dari Donglang, selain aku seorang permaisuri. Jangan kau lupakan itu!" ketus Dara melesat berusaha mendaratkan pukulan kepada Qin Jiajia dengan tangan kosong.


"Tidak semudah itu!" teriak Qin Jiajia. Ia membalas serangan dari Dara dengan lincah dan cekatan. 


Semua orang terperangah melihat ketangkasan dua permaisuri yang sudah bermusuhan dari kecil, "Dayang Ling'er dan Kasim Tang Ta. Amankan Putra Mahkota. Pengawal tutup pintu aula dan semua pintu agar tikus ini tidak bisa meninggalkan Kekaisaran Donglang hidup-hidup! Dia harus menjadi salah satu contoh bagi kerajaan yang berusaha berkhianat!" teriak Jang Min. 


Ia melesat ingin membantu istrinya, "Yang Mulia Kaisar! Biar hamba saja yang menangkapnya, ini tugasku sebagai seorang jenderal dan permaisuri kekaisaran!" teriak Dara melesat menangkap pedang naga hijau yang dilemparkan oleh Kasim Tang Ta.


Pertempuran semakin sengit kala Qin Jiajia menggunakan racunnya, Li Phin menaburkan serbuk putih dibantu oleh raganya yang dikendalikan oleh Dara. Hingga racun yang diberikan oleh Qin Jiajia tidak berpengaruh sama sekali.


"Kau pikir, racunmu akan berpengaruh lagi kepadaku Qin Jiajia! Aku sudah lelah kau racuni juga bibimu yaitu Selir Qin," balas Dara, ia melesat menyerang dengan cepat menebas semua tirai yang digunakan Qin Jiajia untuk menangkis serangan pedang Dara.


Dara melompat menebas berbagai ornamen yang digunakan Qin Jiajia, hingga Tabib Luo tiba mengobati Liang Si, Menariknya ke sudut ruangan.


Pertempuran semakin sengit kala Qin Jiajia dengan kecepatannya menarik tubuh Permaisuri Zedong yang lemah dan sedang hamil 7 bulan menyanderanya dengan menekuk tangan kiri permaisuri Zedong dan kuku tajam Qin Jiajia berada tepat di leher Permaisuri Zedong.


Semua orang terperanjat mereka tidak menyangka jika Qin Jiajia memiliki ilmu aliran sesat racun hitam Lu Dang, "Lepaskan Permaisuri Zedong, Qin Jiajia! Ini antara kau dan aku, tidak ada hubungannya dengan Permaisuri Zedong!" tukas Dara.


"Hahaha, jika kau ingin menukar nyawa Permaisuri Zedong yang ringkih ini. Kau bisa menukar dengan kau bunuh anakmu sendiri! Bagaimana?" teriak Qin Jiajia memberi penawaran dan merasa berada di atas angin.


"Apa! Kau gila permaisuri Mongol. Jika kamu melewati batasmu! Aku akan membunuhmu!" teriak Jang Min semakin murka ia melesat ingin menyerang Qin Jiajia.

__ADS_1


Namun, Qin Jiajia mulai menekankan kuku hitam palsu miliknya yang runcing ke leher tepat di urat nadi Permaisuri Zedong hingga darah mulai menetes dari luka tersebut.


"Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri! Tolong selamatkan Putra Mahkota. Jika saya mati tolong sampaikan kepada suamiku Raja Zedong jika aku mencintainya," ucap Permaisuri Zedong dengan tersenyum dan mengernyit menahan rasa sakit di leher juga kehamilannya akibat racun mulai menyerang dari kuku Qin Jiajia.


"Tidak akan ada yang terjadi Permaisuri Zedong. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada bayi dan dirimu!" ujar Jang Min ia mulai maju selangkah. 


"Majulah Kaisar Liu Min. Aku akan membunuhnya, aku tidak peduli jika aku dan Permaisuri Zedong mati. Aku hanya ingin Kekaisaran Donglang dan Kerajaan Zedong bermusuhan," ucap Qin Jiajia.


"Kau benar-benar wanita iblis!" teriak Permaisuri Zedong.


"Hahaha, terserah kamu ingin mengatakan apa pun. Hal itu tidak berpengaruh padaku. Hei, kalian! Semua permaisuri dan orang yang hadir di ruangan ini. Aku telah membubuhkan racun kepada kalian melalui minuman dan makanan kalian. Aku sangat yakin Li Phin pun tidak akan bisa mendeteksi jenis racun apa itu!" lanjut Qin Jiajia tersenyum puas.


"Apa?!" terjak semua orang yang hadir masing-masing memegang semua leher dan berjatuhan ke lantai berguling berteriak kesakitan.


"Panas! Panas!" teriak semua orang suasana meriah menjadi semakin kacau.


"Hahaha, akhirnya rencanaku berhasil! Aku berhasil membunuh semua permaisuri kerajaaan tetangga. Dan kalian!" ia menunjuk ke arah Jang Min dan Dara di dalam tubuh Li Phin.


"Kalian akan menuai perang dengan kerajaan tetangga! Itu akan benar-benar luar biasa dan semua kaki tangan kami akan menyebarkan rumor, jika kalianlah, yang telah membunuh kami semua! Kalian bayangkan apa yang akan kalian tuai," lanjut Qin Jiajia tersenyum puas.


"Dasar, wanita iblis!" umpat Dara jesal. 


Tabib Luo melesar ke atas menyebarkan serbuk bening dan melesat dengan kecepatan yang luar biasa meminumkan pil ke dalam mulut semua permaisuri dan orang yang berada di ruangan.

__ADS_1


"Bajingan! Dasar tua bangka, kurang ajar!" teriak Qin Jiajia murka ia tak menyangka jika Tabib Luo begitu hebat.


__ADS_2