
"Entahlah, sebaiknya kita jujur saja! Mungkin itu lebih baik, siapa tahu ada keajaiban untuk cintamu dan Liang Si," balas Dara.
"Kau gila, Dara. Lalu bagaimana dengan Jang Min? Apakah kamu tidak mencintainya?" tanya Li Phin.
"Aku mencintainya! Tapi, aku juga tidak bisa meninggalkan urusanku di duniaku. Aku harus kembali segera Li Phin," balas Dara, bayangan ibu dan Danu juga Jimmy benar-benar menghantuinya.
"Katakanlah, siapa kau sebenarnya? Mengapa kamu berada di tubuh istriku? Apakah kau iblis?" ujar Jang Min.
Ucapan Jang Min membuat Dara dan Li Phin yang masih bertengkar mengenai ingin berbicara jujur atau tidak tersentak, "Enak saja! Kamu bilang aku iblis, aku istrimu!" teriak Dara marah
Jang Min terkesiap, ia seperti mengenal suara itu yang terus menerus di dalam hidupnya, suara wanita yang selalu merindukannya setiap hari dengan suara serak dan tegas, bahkan terkadang sangat manja.
"Maaf Yang Mulia! Kami, aduh aku tidak bisa bicara apa pun lagi," ujar Li Phin.
"Aku bilang kita jujur saja, jadi tidak pusing! Lagian aku ingin pulang ke duniaku. Jika semua peperangan ini sudah selesai!" balas Dara masih melanjutkan obrolan mereka.
Sementara Jang Min juga Zhang Mei melihat dua wajah dan dua suara berbeda yang terus bertengkar dengan dua suara lemah lembut dan yang satu keras kepala.
"Aku tidak mengerti, siapa kalian sebenarnya?" terjak Jang Min ingin mengetahui kebenaran.
"Aku adalah Dara Samita yang melakukan perjalanan waktu dari zaman modern kembali ke zaman ini, maaf …!" balas Dara sedikit melunak.
"Apa? Lalu bagaimana bisa hal itu terjadi?" tanya Jang Min masih bingung dan tidak mengerti akan hal itu.
"Aku juga tidak tahu, jika aku tahu aku tidak akan mau melakukan ini, karena tubuhku di dunia modern sedang koma dan ada yang ingin membunuhku juga," balas Dara.
"Apa maksudmu Dara? Bagaimana jika engkau kembali? Aku tidak akan mungkin bisa hidup di dalam tubuh ini? Lalu bagaimana dengan Jang Min dan anak kita?" ketus Li Phin.
__ADS_1
"Li Phin, kamu akan tetap hidup dan melanjutkan cintamu dengan Liang Si. Aku tahu kamu tidak pernah mencintai Jang Min, dan teruslah mengurus anak kita," balas Dara.
"Dara, itu tidak semudah yang kamu katakan!" ucap Li Phin.
Jang Min semakin bingung dan mulai mencerna semua ucapan kedua orang wanita di depannya, tetapi ia masih tidak bisa menyimpulkan banyak hal. Tujuan dan maksud dari pertengkaran dua wanita cantik di satu tubuh itu.
"Apa maksud kalian berdua? Jika Li Phin masih mencintai Liang Si. Lalu apakah selama ini pernikahan kita hanya sandiwara Li Phin?" tanya Jang Min marah.
"Maaf Yang Mulia sebenarnya yang menikah denganmu adalah Dara. Dialah wanita yang selama ini mendampingi dirimu, sedangkan aku hanya sebuah jiwa yang mengembara, jika kalian berdua sedang berduaan. Walaupun ini adalah tubuhku," balas Li Phin.
"Apa? Hal ini adalah hal yang mustahil," balas Jang Min bingung, "Nona Zhang, bisakah engkau menjelaskan hal ini padaku? Aku benar-benar menjadi bodoh dan dibodohi!" ucap Jang Min meminta saran dari Nona Zhang Mei.
"Yang Mulia, tenanglah dulu. Hamba rasa sebaiknya kita harus mendengarkan asal muasal mengapa semua ini bisa terjadi," balas Zhang Mei.
Suasana sedikit hening, "Begini, Permaisuri Li Phin dan Nona Dara, katakanlah yang sejujurnya, bagaimana semua ini bisa terjadi?" tanya Zhang Mei dengan lemah lembut dan menuntut.
"Ya, Dewa! Jadi, kamu benar-benar berasal dari masa depan? Lalu Li Phin pun masih berada didalam tubuh itu, kalian bersama-sama menjadi pendekar hebat," ujar Nona Zhang.
"Lalu bagaimana sekarang?" tanya Jang Min bingung mendapati kenyataan.
Dia tak mengerti harus bagaimana ia hanya mampu memandang Li Phin dan Dara bersamaan, "apakah kita harus mengatakan semua ini kepada Liang Si juga?" tanya Jang Min ia seakan sudah merasa orang paling bodoh di dunia bila harus berbagi istri.
"Yang Mulia! Di mana-mana yang ada berbagi suami, bukan berbagi istri! Aku rasa, tidak usah menceritakan hal ini kepada Liang Si. Biarlah, ini hanya menjadi rahasia kita saja!" ucap Li Phin.
"Lalu siapa yang sebenarnya menjadi istriku?" tanya Jang Min bingung.
"Jika engkau bertanya demikian yang selama ini selalu melayanimu dan mendampingimu adalah Dara. Walaupun aku juga ikut andil di dalam semua ini Yang Mulia, sekalipun itu tubuhku, tapi ... yang selalu bersamamu adalah Dara," ujar Li Phin menjelaskan.
__ADS_1
Dara hanya diam saja tak berbicara sepatah kata pun, ia merasa bingung harus bagaimana. Ia hanya menyerahkan segalanya kepada takdir, karena ia merasa dia juga tidak pantas di sana. Namun, ia juga bingung bila harus mengucapkan kata perpisahan dengan suami dan anaknya.
"Baiklah kalau begitu," ujar Jang Min diam, memandang ke wajah gadis bernama Dara.
"Nona Li Phin, sebaiknya kita pergi dulu. Temani aku mencari ramuan dan binatang buruan. Biarlah mereka berbicara," ajak Nona Zhang Mei, mengatasi kebingungan pasangan di depannya .
"Baiklah, Nona Zhang!" balas Li Phin. Jiwanya melesat dari tubuhnya dan mengikuti Nona Zhang Mei.
Dara Sasmita dan Jang Min hanya menatap Nona Zhang Mei melesat bersama Li Phin ke luar gua.
Keheningan terjadi mereka merasa sedikit bingung dengan banyak hal yang terjadi, "Apa yang harus aku katakan?" batin Dara, "aduh, Jang Min pasti kecewa karena yang dicintainya bukan aku tapi Li Phin," batin Dara bersedih.
Dara tidak menyangka jika sakit di hatinya begitu besar, "Aku tak pernah jatuh cinta, sekali jatuh cinta aku benar-benar merana," batinnya.
"Bagaimana aku menyapa gadis ini? Apa yang ada dipikirannya? Mengapa Dewa benar-benar mempermainkanku? Apa yang harus aku lakukan dengan semua hal ini?" batin Jang Min bingung.
"Aku-"
"Aku-"
Jang Min dan Dara berbicara bersamaan kemudian hening.
"Katakanlah, apa yang ingin engkau katakan!" ujar Jang Min mempersilahkan Dara untuk berbicara.
"Aku … hanya ingin bertanya kapankah Su-suamiku tiba di Xihe?" balas Dara sedikit malu juga bingung, "lebih nyaman jika aku masih berada di tubuh Li Phin, tanpa terlihat jika aku adalah Dara," keluh Dara.
"Tadi malam. Dan mereka mengatakan, 'Jika kamu dan Jenderal Liang mengejar bola api musuh hingga aku dan Jenderal Tan Ji menyusul kemari,' tapi aku malah mendapatkan kejutan yang lain," balas Jang Min.
__ADS_1
"Maafkan, aku! Aku sendiri pun tidak tahu jika kekuatan pedang bisa memunculkan kami berdua, selain itu, aku pun bisa pulang sejenak ke duniaku. Tapi, mungkin aku harus menyelesaikan semua hal di sini dulu, agar aku bisa kembali ke duniaku," ujar Dara termenung.