Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Kerinduan dan kesedihan karena cinta


__ADS_3

"Kamu pasti bisa, Yang Mulia! Ayo, semangat!" ujar Zhang Mei, ia memberikan excited dengan kepalan tangan di letakkan di dadanya.


"Yee, nih, Nenek keren banget! Masa aku yang masih muda kalah sama nenek-nenek sih?" batin Liu Min, ia langsung melesat ke luar rumah berdiri dengan sigap mencoba kuda-kuda yang diingatnya lewat bayangan masa lalu.


Zhang Mei tersenyum dengan mengunyah manisan, "Hm, manisan ini enak sekali!" batinnya, ia langsung melemparkan biji manisan kepada Liu Min yang langsung menangkapnya secara refleks.


"Hehehe," Zhang Mei tersenyum.


Zhang Mei semangkin bersemangat melemparkan semua biji-bijian hingga habis tak tersisa yang berhasil ditangkap dan dihindari oleh Liu Min.


Zhang Mei kehabisan bijinya, ia langsung mengambil batu di sekitarnya dan melemparkan semua batu seakan menggunakan kekuatan sihir.


Membuat Liu Min bergerak ke sana kemari berusaha menghindar, semua batu seakan menjadi air hujan melesat ke arahnya.


"Woy, Nenek - Nona Zhang … pakai kira-kira dong! Aku bisa mati  lemas tahu!" keluh Liu Min.


"Hah! Bagaimana bisa kamu tamat sekolah? Jika kosakata bahasa kamu amburadul begitu?" umpat Zhang Mei kesal, ia tak menyangka jika kaisar Liu Min menjadi dungu di dalam menggunakan bahasa.


"Aku mencontek! Aku pakai ilmu kopekologi," balas Liu Min tanpa malu.


"Cuih! Buat malu Dinasti Donglang kau!" umpat Zhang Mei, semakin gencar melemparkan semua benda di sekitarnya termasuk rumah yang menjadi serpihan.


Liu Min semakin gencar, melesat menghindari semuanya melesat ke sana kemari menendang dan membelah semuanya. Zhang Mei tersenyum.


"Kaisar Bego ini hebat juga! Tak percuma dia reinkarnasi dari Kaisar Liu Min," batin Zhang Mei, ia menyudahinya.


"Baru segitu saja! Lalu, bagaimana kamu bisa melayani Permaisuri Dara Sasmita di tempat tidur? Jika semangatmu melempem begitu?" tanya Zhang Mei cemberut.


"Hah! Apa hubungannya dengan semua ini, Nek? Kayaknya, nggak ada deh! Itu 'kan beda perlawanannya cukup plak! Plak! Selesai deh!" jelas Liu Min tanpa malu, ia melagakan kedua tangannya.


"Dasar, anak kurang ajar!" umpat Zhang Mei kesal, "hahaha!" Zhang Mei tertawa geli terpingkal-pingkal.


"Kamu benar-benar omes! Beda dengan kaisar tempo dulu! Hm, kamu memang keturunan Gu si playboy. Hadeh, mengapa bisa Tuhan membuat kau terlahir dari keturunan mereka sih?" ujar Zhang Mei menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Jika aku keturunan Gu, apakah aku ada kaitannya dengan Ko Ahim Yilmaz?" tanya Liu min, bingung.


"Ahim Yilmaz? Siapa itu? Apakah dia dari daratan Turki yang berbatasan dengan Mongol, daerah Lembah Arkhon (Lembah indah Mongol perbatasan dengan Turki pada masa sekarang)?" tanya Zhang Mei.


"Ya, aku rasa iya. Ibu Ko Ahim masih keturunan marga Gu dan ia memiliki warisan dari Liu Bei. Aku tidak tahu, yang aku tahu Gu Shanzhenglah yang menyerahkan semua warisan itu ke Nona Mo'yuer!" ujar Liu Min, ia sedikit mengingat kisah itu.


"Mungkin hukum terbalik, jika dulu Gu Shanzheng adalah keturunan Gu dan ibunya yang keturunan Liu dan sekarang ibunya yang Gu dan kamu sendiri ….


"Ibu kamu masih keturunan Gu sebenarnya cuman diganti menjadi Li, makanya namanya menjadi Li Hun, karena diangkat oleh raja Li Wen dulunya dan ayahmu yang Liu.


"Di kehidupan sekarang Ibu kandungmu yang Liu dan Ayahmu Gu! Kebalikan dari Gu Shanzheng pada masa lalu! Aku tidak tahu rahasia apa yang akan diberikan Dewa dan Tuhan. Kita hanya bisa berdoa, semoga segalanya akan jadi lebih baik lagi," balas Zhang Mei.


"Um, tapi mengapa mereka belum tiba juga ya?" tanya Liu Min bingung. 


Zhang Mei diam, "Apakah kamu tidak memiliki alat yang untuk bicara itu?" tanya Zhang Mei, ia membuat gerakan menelepon di telinga dengan tangannya.


"Ponsel maksudnya, Nek? Ini?" balas Liu Min memperlihatkan ponselnya.


"Ya, itu! Coba kamu pakai saja!" ujar Zhang Mei.


"Latihanmu belum selesai, kamu latihan lagi. Sebentar lagi mereka sampai. Sudah, tidak usah berbicara pakai itu. Sini, aku ingin melihatnya! Aku ingin main itu … apa?" ujar Zhang Mei bingung.


"Game Nek?" balas Liu Min, bingung, ia memberikan ponselnya pada nona Zhang.


"Tunggu dulu, Nek!" pinta Liu Min, ia baru mengingat jika ia baru saja mendownload film haram di ponselnya.


"Memang ada apa?" tanya Zhang Mei bingung, ia memberikan ponsel tersebut.


"Hehehe tidak apa-apa, Nek! Nanti nenek jadi pengen nikah 'kan bahaya!" balas Liu Min.


Pletak!


"Hadeh! Mengapa kaisar Liu Min jadi eror begini sih?" ketus Zhang Mei tak mengerti.

__ADS_1


"Yee, sesuai dengan kemajuan zaman, Nek! Nah, ini silakan, Nek! Tolong yang sudah saya kunci jangan dicoba dilihat bahaya, Nek!" pesan Liu Min.


Liu Min kembali berlatih menggunakan pedang dan tenaga dalamnya melesat ke sana kemari. Sementara Zhang Mei bermain sudoku.


***


Sementara Dara masih berada di dalam mobil dengan pedang naga hijau di punggung, di kanan-kirinya diapit pengawal juga di depan supir bersama Quino serta di belakang juga terdapat pengawal.


"Naga hijau, apakah kau tidur? Apakah kamu merasakan jika para sandera masih hidup?" tanya Dara.


"Tentu saja, Lu Dang tak akan membunuh Li Phin (Liu Aching). Dia paling hanya membunuh Liu Min, Gu Shanzheng, Tan Jia Li, Liang Bo, dan tabib Luo," balas naga hijau di dalam benak Dara.


"Jadi, mereka benar-benar reinkarnasi dari mereka semua?" tanya Dara.


"Ya, kamu lihat saja! Jika Kaisar Liu Min dan para jendral juga tabibnya tewas. Akan sangat mudah menaklukkan dirimu dan Li Phin.


"Dengan darah kalian berdua, Lu Dang mengira akan mudah membangkitkan diriku dan naga merah," ujar Arwah naga hijau.


"Aku sendiri tak pernah bertemu dengan naga merah, sejak … ya begitu lah!" ujar Arwah naga hijau, ia terdiam mengenang kisah yang tak ingin dibaginya pada Dara.


Arwah naga hijau menutup koneksi di bagian benaknya yang lain, ia malu jika anak manusia mengetahui kesalahan yang pernah dilakukannya bersama wanita naga merah yang cantik tersebut. 


Bayangan wanita cantik itu mengusiknya, Naga hijau terdiam di sudut kerinduan dan kesedihan yang dalam akibat cinta.


Naga merah dari klan Naga Long Wan (naga merah adalah naga betina putri dari raja klan Naga Long Wan, yang menguasai 4 penjuru lautan dan tinggal di laut. Long Wan juga disebut raja dari seluruh naga yang tinggal di istana kristal, ia juga bisa berwujud menjadi manusia).


Sedangkan Arwah naga hijau berasal dari Klan naga Qinglong yaitu : naga yang paling kuat dari sembilan klan Naga Tiongkok.


Arwah naga hijau menjadi pengawal dari putri klan Long Wan, yaitu : naga merah hingga keduanya jatuh cinta dan terbuang. Mereka dipisahkan dan dikutuk hingga ribuan tahun, Qinglong menjadi arwah pedang naga hijau mengikat sumpah dengan Kaisar Tiongkok keturunan leluhur dari Dara Sasmita. 


Sedangkan Long Wan si Naga Merah menjadi wanita yang sepanjang hidupnya mengembara tak tentu arah mencari kekasihnya.


"Bagaimana kabarmu, Kekasih hatiku?" batin Naga hijau miris, ia memendam cinta dan kerinduan ratusan bahkan ribuan tahun dengan berbagai musim, waktu juga zaman yang berganti. Namun, Dewa belum memberinya kesempatan untuk mereka bersatu. 

__ADS_1


"Hukuman ini begitu berat. Jika cinta kami salah, mengapa kami ditakdirkan bertemu?"  batin Qinglong si naga hijau.


__ADS_2