Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
BIOSKOP


__ADS_3

"*mi... Rania nanti sore mau nonton , boleh nggak*?" manja rania.



"*sama siapa* ?" tanya mami yang sedang asyik menonton televisi.


"sama keren juga nora , boleh ya mi ?" rayu rania.


" boleh , tapi pulangnya jangan malem -malem" pinta mami.


"*ok mami , mmuuuaacchhhh* " rani mencium dan memeluk maminya dengan manja.



"rania mau siap - siap dulu . Oh ya mi , papi udah bangun? " tanya rania yang belum melihat papinya.



"*papi sudah bangun , lagi ada di ruang kerjanya* " jelas mami.



" *ohhh... Nanti malem aja ah ganggu papinya* " celetuk rania.



" *ya sudah , terserah kamu saja. Cepet mandi sana , ntar kesorean lagi"



"iya.. Ini juga mau mandi*"



drrrrtttt......drrttttt....ddrrrttttt


"woy.... Ran...! Lama amat loe ngangkat telfonya" teriak keren dari sebrang telefon.


" *gue abis ijin sama mami , hapenya gue tinggal di kamar*"



" *trus gimana..! Diijinin nggak sama mami loe ?"



"tenang aja , diijinin kok . key , gue mau mandi dulu ya. Lanjut nanti "



" ok. Bye rania "



" bye keren* "



tak butuh waktu lama bagi rania untuk membersihkan tubuhnya. kaos dan celana jeans menjadi pilihan rania. Dia bukan tipe orang yang suka mengikuti trend model. Baginya apa yang dia suka, itu yang akan dia pakai.



Setelah dirasa baju yang ia pilih cocok. Rania melanjutkan dengan merias wajahnya. Ia memilih kucir kuda untuk rambutnya dan memoles wajahnya dengan make up tipis. Liptin warna pink membuat tampilanya semakin cantik.



Rania keluar dari kamarnya. Keadaan masih sepi , berarti teman - temanya belum datang.



"*noi... Dah nyampe mana ?"



"kita udah hampir sampe kok , loe tunggu bentar lagi "



" ok* "

__ADS_1



rania memasukkan handphone ke dalam tas slempangnya. Kemudian mencari maminya di ruang keluarga.



" *kamu udah mau berangkat sayang*?" tanya mami. Yang melihat anak gadisnya sudah rapi.



"*iya mi , mereka bentar lagi nyampe kok"


"permisi*..!!" suara keren dan nora dari pintu depan.


"iya bentar...!" jawab rania dari ruang tengah.


"itu mereka dateng mi , aku pergi dulu ya" pamit rania.


"*ati - ati ya sayang "



" iya mi , mmuuaaacchhh... Mmuuaaacchhhh*" rania mencium kedua pipi maminya swvelum pergi.



"*lama amat sich , layu kita nich di depan pintu*" oceh keren.



"*iya maaf. Yuk langsung jalan aja* " ajak rania.



" *enggak disuruh masuk dulu ran* ?" pinta nora.



"*ahh... Ntar elo kelamaan , yuk ah* " rania menggandeng lengan nora dengan paksa.




"*key.. kita mau nonton film apa* ?" tanya nora.



"*film horror aja , gimana* ? " usul keren.



"*kalau gue sich terserah kalian aja* .*kalau elo, gimana noi* ?" tanya rania memastikan.



"*gue juga ikut aja deh*" ucap nora.



Mereka menikmati perjalanan dengan bersenda gurau. Hingga tak terasa mereka sudah mendekati tempat yang dituju.



" *ran , noi , kalian nunggu disini dulu. Gue cari tempat parkir dulu* " pinta keren.



" *ok. Key ..... Yuk noi* " ajak rania.



Keren melanjutkan laju mobilnya menuju tempat parkir.



"*piip... Piip* " setelah mengunci mobilnya, keren menyusul kedua temanya.


__ADS_1


"*yuk gays* " ajak keren. mereka memasuki gedung bioskop. Hari ini pengunjung bioskop tidak terlalu ramai. Jadi mereka tidak perlu lama untuk antri tiket nonton.



"*key.. Gue beli cemilan dulu ya , elo sama nora aja yang beli tiket. Biar cepat*" usul rania.



"*oke ran*.."



rania menuju outlet snack yang sudah tersedia di gedung bioskop. Walau tidak terlalu ramai , rania harus mengantri beberapa orang didepanya.



"*huh... Untung cuma berapa orang . Kalau rame , pasti males antrinya*" keluh rania.



"*hey*..**cewek perpus**?" sapa pria dibelakangnya. Rania sontak menoleh.



"*hey juga*" jawab rania setelah tahu siapa yang memanggilnya.



"*sama siapa* ?" tanyanya lagi.



"*sama temen- temen* "jawabnya singkat. padahal jantung rania berdetak kencang.



"*duluan ya*.." pamit rania stelah pesenanya selesai.



"*ok "



"ran... Disini* !!" teriak keren sambil melambaikan tanganya diikuti nora.



"*masuk aja langsung yuk , bentar lagi mulai* " ajak nora.



mereka memasuki ruangan yang pencahayaanya sengaja di buat redup. Mereka berjalan hati - hati , agar tak mengganggu pengunjung lainya.



" *gue duduk dipinggir ya*" pinta keren.



"*gue ditengah aja ah... biar bisa pegangan kalian semua*" timpal nora.



"*terserah kalian ajalah , yang penting gue kebagian tempat duduk*"


"*kevin, kita duduk disini aja ya"


"iya terserah kamu saja*"


rania menoleh kesumber suara yang sepertinya familiar.



Deg.. Jantung rania semakin berdetak kencang ketika sang pria duduk disebelahnya.



"*hey... Ketemu lagi*" sapanya sambil memiringkan tubuhnya ke rania.

__ADS_1


__ADS_2