Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Bab 9~Penyiksaan batin


__ADS_3

Hari demi hari, Kamila lalui dengan kesakitan di hati. Tapi, wanita itu selalu tegar menghadapi tingkah laku suami dan kedua mertuanya.


Mungkin, Kamila belajar menguatkan hati agar tetap bertahan menjalani hidup demi buah hati yang sedang dikandungnya.


Anggap saja ini ujian hidup, batin Kamila.


Namun, tingkah Riki benar-benar membuatnya muak.


Dengan terang-terangan Riki membawa wanita selingkuhannya ke rumah dan memperkenalkannya kepada Kamila.


Namanya, Meri. Dia adalah istri ketiga bosnya di kantor dulu. Sebagai istri muda, ia kekurangan kasih sayang dan sentuhan kehangatan dari suaminya.


Riki yang memiliki wajah rupawan dengan tubuh tegap, mampu menarik perhatian Meri. Sebagai wanita normal, tentu saja ia menginginkan sentuhan dari seorang pria. Apalagi, pria itu mampu dalam segi memuaskan.


Oh, itu yang diinginkan Meri selama ini.


Walaupun segala fasilitas telah disediakan suaminya, tapi Meri selalu meminta Riki datang ke rumahnya untuk membantu. Sebenarnya, itu hanya akal-akalan saja agar bisa merayu si tampan.


Awalnya, Riki selalu menolak ajakan Meri untuk melakukan permainan panas dengannya. Tapi, lambat laun pria itu akhirnya luluh juga setelah diiming-imingi uang yang cukup banyak.


Hidup Riki memang serba kekurangan. Kedua orang tuanya yang hanya buruh kebun, membuat hidup mereka pas-pasan. Dari kecil hingga dewasa, ia tak pernah memiliki barang mewah atau makan enak seperti yang lainnya.


Seharusnya, dia itu bersyukur karena banyak yang tidak bisa makan di luar sana.


Ketika bertemu dengan Kamila untuk pertama kali, Riki yakin jika hidupnya bakal enak. Secara, Kamila berasal dari keluarga kaya.


Riki berusaha meluluhkan hati Kamila agar wanita itu jatuh ke dalam pelukannya. Kedua orang tuanya pun terus mendesak agar Riki bisa menikahi Kamila, seorang putri tunggal Hadi Ferdinan, pengusaha sukses dalam negri.


Setelah menjalin kedekatan selama tiga bulan, akhirnya Kamila menyetujui lamaran Riki dan menerimanya menjadi suami untuk selamanya.


Tapi, kenyataan pahit yang harus dialaminya sampai sekarang. Riki dan kedua mertuanya justru tidak menyayangi Kamila setulus hati. Mereka hanya ingin memanfaatkan segala yang dimiliki Kamila demi kepentingan pribadi.


Saat tahu Kamila keluar dari rumah orang tuanya dan memilih tinggal bersama mereka tanpa sepeser uang pun, saat itulah kebencian mereka dimulai. Tak lama, keluarlah sifat asli mereka yang menunjukan ketidaksukaan pada Kamila sebagai menantu yang miskin dandi benci, bukan menantu idaman.

__ADS_1


Hari ini Riki pergi keluar kota dengan alasan pekerjaan. Padahal, dia diajak untuk menemani Meri di sana.


Suami Meri telah memecat Riki karena ketahuan sering berduaan bersama istri mudanya. Tapi, tanpa sepengetahuan sang bos, justru Riki sering diajak main di luar oleh Meri, istri mudanya.


Seperti sekarang, dia diajak pergi menemani Meri keluar kota karena si bos akan membawa ketiga istrinya. Meri yakin jika suaminya akan menghabiskan waktu lebih banyak bersama istri pertamanya. Sedangkan Meri pasti diabaikan.


Daripada dia harus sakit hati termenung sendiri, lebih baik mengajak Riki ke tempat itu untuk menemani dan menghibur dirinya yang sedang kesepian.


Malam telah semakin larut. Si bos benar-benar tak datang ke kamar yang ditempati Meri di hotel itu.


Hawa dingin menemaninya sepanjang malam. Meri benar-benar kesepian. Beruntung, Riki ikut keluar kota dan menginap di hotel yang sama.


Bergegas Meri keluar kamarnya, kemudian mendatangi kamar yang ditempati Riki.


Tanpa berlama, Riki segera membuka pintu kamarnya untuk menyambut kedatangan Meri, selingkuhannya.


Kedua insan yang sedang dimabuk kepayang itu langsung melakukan rutinitas keseharian untuk melepaskan rasa rindu yang membuncah di dada.


Ranjang hotel itu menjadi saksi bisu, tempat kedua insan berbeda lawan jenis itu menumpahkan hasrat yang dipendamnya berhari-hari. Entah untuk yang ke berapa kali mereka melakukannya, karena dari keduanya seperti tak ada yang berniat menyudahi permainan panas tersebut.


Tenaganya habis terkuras, dan sekarang perutnya lapar meminta asupan energi.


Riki memesan layanan kamar untuk mengirimkan makanan ke kamarnya. Padahal, waktu sudah menunjukan pukul tiga dini hari. Apa pekerja di dapur sudah memulai aktivitasnya? Huh, bahkan mereka tak memikirkannya.


Tapi mau bagaimana lagi? Sebagai hotel bintang enam yang memiliki harga sewa cukup tinggi, mereka harus melayani permintaan tamu apapun dan kapanpun.


Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Tanpa berlamalagi, Riki dan Meri mengisi perut keduanya setelah lelah bekerja lembur semalaman. Mungkin setelah ini, keduanya akan melanjutkan kembali pekerjaan mereka yang tertunda.


Benar saja. Sebelum menjelang subuh, keduanya sudah melakukan penyatuan kembali untuk yang terakhir kali sebelum berpisah, karena Meri harus kembali ke kamarnya. Dia takut suaminya curiga jika dirinya tak ada di kamar.


"Akan aku kirimkan barang-barang pesanan ayah dan ibumu," ujar Meri yang sedang merias diri di depan cermin. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening atas nama Riki. "Jumlahnya aku tambahkan, karena pelayanan mu ... memuaskan!" Meri mengedipkan sebelah mata.


Riki terkekeh setelah memberikan kecupan jauh lewat pergerakan bibirnya. Pria itu sangat senang karena selalu mendapatkan uang dari wanita kesepian tersebut.

__ADS_1


Meri segera keluar dari kamar Riki sebelum ada yang melihatnya. Dia bergegas masuk ke kamar, dan langsung merebahkan diri di ranjang empuknya agar terlihat seperti tertidur nyenyak semalaman.


Pagi menjelang, David masuk ke kamar Meri. Pria itu melihat istri ketiganya masih asyik bergumul dengan selimut, meringkuk seperti orang kedinginan.


Kecupan sayang didaratkan di kening istrinya itu. David menjadi merasa bersalah kepada istri ketiganya tersebut, karena semalaman ia tak bisa menemani sang istri.


"Maafkan aku, Meri!" lirihnya bergumam.


Sentuhan lembut tangan David mengusik tidur Meri yang baru terlelap ketika subuh menjelang. Ia mengerjapkan mata berulang, kemudian menyunggingkan senyum manis di bibirnya. "Pagi, sayang!"


Ada rasa nyeri ketika Meri menyapanya. Tanpa berkata, David langsung menyambar bibir ranum sang istri dan ia pun segera memberikan hak Meri sebagai seorang istri.


Akhirnya, Meri harus benar-benar kelelahan karena diserang oleh David ketika baru bangun tidur.


Beruntung dirinya telah membersihkan tubuhnya setelah pergulatannya dengan Riki. Maka, ketika David menyerangnya, pria itu tak mengetahui jika sebelumnya sang istri telah bermain dengan pria lain, bahkan semalaman penuh.


"Terima kasih, sayang. Karena kamu telah menyempatkan waktu denganku," cetus Meri setelah kegiatan mereka selesai.


David mengecup kening wanitanya lebih dalam. "Justru aku yang berterima kasih karena kamu mau menungguku datang,"


Meri tersenyum sambil memeluk tubuh suaminya yang sama-sama polos. Ia tertawa dalam hati, "Aku bosan selalu menunggumu. Untung ada Riki di sini,"


Sementara Riki tengah kegirangan, karena mendapatkan uang yang jumlahnya cukup besar dari Meri. Ia bahkan pamer kepada kedua orang tuanya, bahwa kini ia berada di hotel berbintang dan tidur di ranjang besar nan empuk.


Pria itu pun memperlihatkan suasana ruangan mewah itu kepada kedua orang tuanya dan menjanjikan mereka untuk menyewa kamar hotel suatu hari nanti.


"Beneran ya, Rik! Kamu janji akan ngajak kami nginep di hotel! Ibu sama Bapak tuh kepengin loh nginep di hotel mewah gitu kek kamu," seloroh ibunya.


"Iya. Ibu sama Bapak tenang aja! Nanti kalau Meri ada waktu pasti ngajak kita nginep di hotel," sahut Riki.


Keduanya terlihat senang karena dijanjikan menginap di hotel berbintang.


Tanpa di ketahui, Kamila tengah mendengarkan perbincangan mereka tersebut. Hatinya sungguh sakit mengetahui sang suami menginap di hotel bersama wanita lain dan melakukan hubungan terlarang. "Ya Tuhan. Kenapa dia tega sekali padaku?!"

__ADS_1


Kamila menangis tersedu di dalam kamar. Batinnya tersakiti karena suami dan kedua mertuanya yang tak pernah menganggap keberadaan Kamila. "Apa yang harus aku lakukan?"


...Bersambung ......


__ADS_2