
Lu Dang di dalam tubuh Guangzhou tercekat ia tak menyangka jika Dara sudah berada di depannya dengan ketangkasan yang sangat luar biasa menghadangnya.
"Minggir kau Permaisuri Dara Sasmita! Aku akan membunuhmu! Jika kau berusaha untuk menghalangiku mencari anak kembar Li Phin dan Liang Si!" teriak Lu Dang.
"Kau salah! Itu bukanlah anak Li Phin dan Liang Si. Apakah kau sadar Kau hidup di zaman apa Lu Dang? Ini bukanlah zaman dinasti Donglang! Ini di era milenium.
"Kau harus menyadari keadaanmu! Kau hanyalah sebuah jiwa penasaran dari masa lalu yang terus diperbudak oleh raja iblis neraka. Bertobatlah Lu Dang sebelum kau mampus! Aku tidak akan membiarkan nomor buat kekejian lagi kepada semua orang!" teriak Dara Sasmita.
Dara Sasmita telah bersiap dengan pedang Naga hijau di tangannya berusaha untuk menghalangi Lu Dang untuk mengambil si kembar yang sedang bersembunyi di salah satu ceruk batu bangunan yang runtuh.
"Hahaha, aku tidak menyangka kamu begitu hebat, Dara Sasmita! Pada zaman dulu dan sekarang pun kamu masih setangguh ini," ucap Lu Dang.
"Sebagai anggota kepolisian aku akan menangkapmu Guangzhou dan sebagai permaisuri Dara Sasmita, aku akan menghancurkanmu Lu Dang!" teriak Dara Sasmita geram, ia merasa lelah karena Lu Dang terus-terusan menghancurkan kehidupan semua orang.
"Hahaha, kau tidak akan pernah bisa membunuh dan menghancurkanku dan Dara Sasmita! Kau tahu mengapa? Karena aku telah bersekutu dengan raja iblis neraka yang memberiku keabadian!" sanggah Lu Dang.
"Keabadian? Jika kau abadi, mengapa kau masih bisa mati saat pertempuran di benteng Xihe? Kau hidup pada zaman sekarang hanyalah sebagai parasit pada anak keturunanmu. Kau hanyalah sebuah jiwa yang hanya diperbudak oleh raja iblis.
"Jika kalian menang pun kau akan tetap kembali ke neraka sebagai budaknya, hanya Guangzhoulah yang menikmati semua kemenangan ini, karena kau telah tiada di dunia ini. Tak ada yang abadi di dunia ini Lu Dang selain cinta dan kasih sayang!" ketus Dara Sasmita.
*Hahaha, buktinya aku masih bisa menikmati semua ini!" umpat Lu Dang, ia tak ingin mengakui semua perkataan Dara yang benar adanya.
"Tidak usah banyak bicara Lu Dang eh, bukan Guangzhou atau siapa pun namamu! Aku tidak peduli! Aku ingin kita mengakhiri perang ini!" umpat Dara, ia langsung melesat menyerang Lu Dang dengan pedang naga hijau di tangannya.
"Ayo, siapa takut? Ayo, serang aku Permaisuri!" teriak Lu Dang.
Dara ingin membuat Lu Dang tewas hingga perjanjian Lu Dang dengan Raja Iblis Neraka terputus. Akan tetapi, Lu Dang di dalam tubuh Guangzhou tak semudah itu untuk dikalahkan.
Trang! Trang!
Pedang naga hijau bertempur dengan pedang Liu Min dari masa lalu, dentingannya membuat bunga api bertebaran di sana sini.
Dara tak peduli ia melesat dengan ilmu peringan tubuh ia begitu ringan melesat menghancurkan semua musuhnya bak sebuah kekuatan yang luar biasa melesat menembus semua pertahanan yang dilakukan Lu Dang membuat Lu Dang terdorong ke belakang tubuhnya.
__ADS_1
Akan tetapi, Raja Iblis Neraka tidak membiarkan sekutu yang paling disayanginya dari masa lalu tewas dengan mudah.
Bruk!
Patung raja iblis neraka langsung menghalangi pedang Dara yang ingin menebas tubuh Lu Dang. Serangan demi serangan yang luar biasa diberikan oleh Dara membuat Lu Dang kewalahan, ia menyebarkan racun kepad Dara Sasmita.
Namun, semua racun itu tidak berpengaruh sama sekali kepada tubuh Dara Sasmita yang kebal karena mustika penguat ruh milik Long Mei.
Trang!
Sebuah sabetan pedang Dara mengenai lengan Lu Dang, hingga ia terjatuh terjerembab ke tanah.
"Marilah kau bajingan!" teriak Dara bergema membelah angkasa, ia melesat dengan kegiatan yang luar biasa menghunuskan pedangnya.
Brak!
Sebuah tangan arca baru menghempaskan Dara Sasmita,hingga ia jatuh ke tanah.
Dara kesal karena usahanya sia-sia akibat Raja Iblis Neraka menghalangi dirinya untuk membunuh Lu Dang yang sudah terjatuh ke tanah.
"Lu Dang, cepat carilah aku tumbal!" teriak Raja Iblis Neraka, ia langsung menyerang Dara dengan tangan batu, membuat Dara harus melesat ke sana kemari menghindari serangan demi serangan yang diberikan oleh raja iblis neraka yang begitu tragis menyerangnya.
Dara harus bergulingan di tanah untuk menghindari tangan besar itu memukulnya dengan luar biasa dengan kecepatan yang sangat mengerikan.
"Brengsek! Raja iblis neraka tidak memberikanku sedikit saja waktu untuk bernapas!" kutuk Dara, ia masih trus bergulingan dengan pedang di tangannya.
Raja iblis neraka tidak sedikit pun membiarkan Dara untuk menghunuskan pedang ke arahnya, Raja Iblis Neraka sengaja melakukan semua itu untuk mengukur waktu untuk Lu Dang mengambil tumbal yang diinginkannya.
"Hahaha, Menyerahlah kau Dara. Aku akan memberikanmu segala apa yang kau mau, jika kamu mau bersekutu denganku!" ujar Lu Dang, ia ingin mengiming-imingi semua kebahagiaan dan kesenangan kepada Dara Sasmita.
"Rayuan raja iblis ini begitu menggoda membuatku ingin masuk ke surga namun, kenyataannya membuatku meluncur ke langsung neraka," batin Dara, ia merasa ngeri membayangkan semua itu.
"Cuih! Kau pikir aku menginginkan semua itu! Tidak munafik, aku memang menginginkan semua kesenangan. Tapi, aku tidak ingin kesenangan semu yang kau berikan Iblis! Kamu salah! Aku tidak akan mau bersekutu dengan iblis sepertimu.
__ADS_1
"Aku bukanlah Lu Dang yang serakah! Kau salah menilaiku Iblis! Aku sudah cukup bahagia dengan apal yang diberikan Tuhan kepadaku!
"Aku tahu semua janjimu adalah palsu, janjimu hanyalah jambu alias janji busuk!" umpat Dara, "mengapa seperti judul lagu ya?" batin Dara, ia merasa geli sendiri.
"Lihat saja Lu Dang! Dia memiliki semuanya, bukan? Apakah kamu tak ingin merasakan semua itu?" rayu raja iblis neraka.
"Tidak akan pernah! Ia memiliki segalanya tapi tak bisa menikmati dengan tenang, apa artinya? Hidup itu bukan hanya kesenangan tapi juga ketenangan, Dodol!" sanggah Dara, ia melesat menebaskan pedang ke tubuh Raja Iblis Neraka.
Dara berusaha mengecoh iblis yang arogan dan merasa jika dirinya adalah orang yang paling hebat di dunia. Sehingga ia melupakan jika langit masih memiliki 7 lapis lagi.
"Aku akan membuat iblis sialan ini lupa daratan," batin Dara, "bukanlah iblis sama dengan playboy cap gayung? Semakin dirayu dan dilambungkan semakin dia tebang ke awan dan jatuh menggelinding masuk ke jurang!" batin Dara, ia mengambil perumpamaan jika iblis seorang buaya darat.
Sehingga Dara melihat kesempatan dan melesat menerjang iblis yang lengah, hingga trang! Percikan bunga api kembali bergema, membuat semua prajurit hantu di sekitar mereka langsung menyingkir akibat percikan terbesit membakar jiwa mereka.
"Aaargh!" raung gema suara raja iblis neraka semakin murka, ia tak berhasil menggoda dan merayu Dara untuk menjadi pengikutnya.
Malah ia kini harus menghadapi tebasan kekuatan Dara Sasmita yang luar biasa tangkas dan hebat, Raja iblis neraka melihat Dara begitu hebat melesat ke sana kemari seakan ia bak sebuah kapas yang ringan mulai mengelilingi tubuhnya dengan sabetan pedang ke seluruh tubuh patung batu hitam miliknya.
Dara dengan kecepatan dan kegilaan yang langsung menebaskan pedang memuat arca baru tersebut terberai berserakan di bumi. Dara tak ingin berpikir dan membuat raja iblis neraka mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.
Dara tak ingin jika raja iblis neraka mengetahui semua ketakutan yang sedang dihadapinya hingga iblis tersebut menggunakan semua itu dengan hipnotis bujuk rayunya yang menggemaskan.
Namun, seketika serpihan baru itu kembali menyatu membentuk tubuh raja iblis neraka kembali.
"Bajingan! Aduh, benar-benar iblis. Hm, kalau iblis kaleng-kaleng tidak mungkin juga banyak manusia yang akan jadi korbannya ya?" batin Dara kesal.
Ia kembali melancarkan serangannya untuk menebas tubuh arca raja iblis neraka, teepai kala ini raja iblis neraka tak ingin membiarkan Dara begitu saja dengan mudah menghancurkannya.
"Kau hanyalah anak Adam! Berani menghancurkanku! Kau akan rasakan ini!" teriak Raja Iblis Neraka, ia semakin murka karena seorang anak Adam berani melawannya.
"Aku tidak akan pernah takut padamu, setan!" umpat Dara, "apa bedanya setan dan iblis? Sama-sama ciptaan Tuhan yang pembangkang!" batin Dara.
"Hahaha, aku adalah raja dari seluruh setan! Makanya aku dijuluki raja iblis neraka!" sanggahnya kesal, ia merasa Dara begitu mempermainkan integritasnya sebagai menggoda umat manusia.
__ADS_1