
Dara menatap Liu Min di lantai atas melihat Liu Min yang melesat dengan cepat menuruni pegangan anak tangga yang terbuat dari stainless, meluncur dengan menggunakan pegangan tangga bak perosotan anak-anak hingga, "Aw!" jerit Dara melihat handuk Liu Min tertinggal di pegangan tangga.
Dara langsung menutup mata dengan telapak tangannya, "Liu Min, kamu gila!" ujar Dara.
Ia berusaha untuk tidak mengintai dari celah lima jari tangannya melihat tubuh kekar dan maskulin milik Liu Min yang semenit terperanjat menatap Dara.
Liu Min tidak menyadari apa yang terjadi, "Dara! Ada apa?" tanya Liu Min bingung dan khawatir karena ia tidak melihat ada musuh atau apa pun yang mengancam nyawa Dara.
"Handukmu!" pekik Dara menunjuk ke bagian belalai gajah milik Liu Min yang terkulai santai, Liu Min langsung melihat ke arah yang ditunjuk Dara.
Liu Min langsung menangkupkan kedua telapak tangannya, "Aduh, maaf!" balas Liu Min langsung berlari kembali menaiki, sekaligus 2 anak tangga dengan salah satu tangan menyambar handuk, "apes, dah!" batin Liu Min menyumpah serapah di dalam Bahasa Kanton.
Dara hanya terbengong menatap hal itu, "Dasar, Liu Min! Mengapa Liu Min yang ini, sedikit teledor? Berbeda dengan Liu Min pada zaman dinasti Donglang?" batin Dara menepuk jidat membandingkan keduanya.
"Liu Min yang dulu lebih serius dan tidak pernah membuat kesalahan, sedikit pun. Apa karena dia seorang kaisar dan didik dengan sangat keras sesuai tata aturan kekaisaran?
"Tapi, Liu Min yang ini … genit, penggoda, perayu, keras kepala, dan teledor!" umpat batin Dara kesal.
Ia hanya menyeka peluh di dahinya bayangan Liu Min tanpa busana kembali terbayang di pelupuk mata, "Liu Min, aku bisa gila lama-lama jika berdekatan denganmu!" umpat Dara, menutup wajah dengan kedua belah tangannya.
"Baru kali ini aku mendapati seorang mitra yang gila, aku sudah lama bertugas di kepolisian dan memiliki banyak bawahan pria. Namun tak ada yang segila ini," batin Dara.
Sementara Liu Min kembali masuk ke dalam kamar mandi masih terus mengutuk dirinya yang terlalu sembrono, "Sejak mengenal Hot Cat aku menjadi gila! Biasanya aku tidak pernah seperti ini?
"Ya ampun! Betapa tolol dan bodohnya, aku! Mau ditaruh dimana wajahku ini? Um, untung saja belalai gajah ini lumayan besar, paling tidak aku tidak malu," ujarnya sedikit optimis untuk menghibur dirinya sendiri di bawah shower.
Ia mematikan pemanas air ia ingin air sedingin es yang mengguyur tubuh agar melupakan kebodohan yang telah dilakukannya, ia benar-benar ingin menghapus jejak apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Andaikan aku bisa memiliki Kantong Ajaib Doraemon, aku ingin mengulang kembali waktu!" umpatnya masih bertumpu pada kedua belah tangan yang memegang dinding dan tubuh yang terguyur air dari shower.
"Dara, kau benar-benar, sialan! Kau harus jadi istriku! Jika tidak, aku bisa malu, di sepanjang hidupku!" umpat batinnya.
***
Jauh di Kota Medan di markas kepolisian POLDA, Danu diinterogasi di ruangan, "Briptu Danu, (sejak kejadian perkara di Perkebunan Tebu Binjai. Semua anggota kepolisian yang berpartisipasi naik pangkat).
"Apakah kamu tidak tahu, jika Letda Dara Sasmita memiliki hubungan dengan sindikat narkoba lain?" tanya Kolonel Juanda Tobing.
Seorang kolonel yang sangat tegas dan teliti juga tidak pandang bulu untuk menjatuhkan hukuman kepada petugas kepolisian yang melanggar hukum. Wajahnya yang dingin dan sangar juga tubuh tegap, lengkap dengan kumis melintang yang mirip Pak Raden di film zaman dulu.
"Maaf Pak! Saya tidak tahu sama sekali! Selama Bu Dara menjadi komandan kami, dia tidak pernah bertingkah aneh ataupun memiliki hubungan dengan mafia mana pun sindikat mana pun," balas Danu.
Danu menatap Jimmy yang berdiri di sebelah Kolonel Juanda Tobing dari Mabes Polri yang langsung turun tangan. Danu melihat Irawan seorang Juper sedang mengetik setiap apa yang dikatakannya.
Danu hanya menghela napas, "Aku berharap Bu Dara dan Saudara Liu berhasil selamat dan kembali membongkar semua ini. Aku harap laptop dan ponsel di villa Iting Ginting ditemukan mereka," batin Danu.
"Apakah kalian tahu bagaimana Letda Dara Sasmita bisa kabur dari rumah sakit? Jika tidak ada yang memindahkannya.
"Selain itu dia terlihat berkeliaran dengan Kolonel Liu Peter atau Liu Min di perairan Tanjung Balai? Siapa yang bertugas malam itu untuk menjaga Letda Dara Sasmita?" tanya Kolonel Juanda Tobing.
"Bripda Jenny Hutauruk dan Bripda Amir Mutakim, yang telah tewas sedangkan Bripda Jenny Hutauruk masih koma," balas Danu.
"Apakah kamu yang menugaskan mereka berdua?" tanya Kolonel Juanda Tobing.
"Iya, Pak! Karena keduanya adalah polisi yang sangat setia dan berdedikasi tinggi selain mereka memiliki kecakapan di bidang ilmu beladiri," balas Danu.
__ADS_1
"Baiklah, untuk sementara ini. Kamu dilarang untuk keluar dari Kota Medan dan di skorsing selama penangan kasus ini belum terungkap!" balas Kolonel Juanda Tobing.
"Siap Pak!" balas Danu.
"Serahkan pistol kamu!" perintah Kolonel Juanda Tobing.
Danu menarik napas, ia begitu berat jika harus berpisah dengan pistol yang selama ini selalu menemaninya, ia menimbang sejenak dan memberikannya.
"Tolong simpan pistol itu!" ujar Juanda kepada Jimmy.
"Baik, Pak!" balas Jimny tersenyum senang, "aku akan menggunakan ini untuk membuatmu dipecat bahkan dihukum seumur hidupmu, Danu!" batin Jimmy.
Danu hanya menatap ke arah Jimmu, "Aku berharap kau tidak menggunakan ini untuk kepentinganmu!" ujar Danu kepada Jimny sebagai letingnya.
"Jangan khawatir aku akan menyerahkan senjatamu ini pada bagian yang mengurus. Sebaiknya kamu jujur saja, jangan terlalu melindungi musuh kamu,
"Dara Sasmita adalah salah satu pengedar narkoba dan kaki tangan dari Pablo Sandez," balas Jimmy dengan angkuh.
"Kau tidak memiliki buktinya Jimny! Buktikanlah jika itu benar," tantang Danu menatap Jimmy.
"Kau lihat saja!" balas Jimny kesal, ia sangat marah kala dirinya tidak pernah berhasil membawa Danu untuk membagi senua hasil tangkapan narkoba untuk diedarkan kembali kepada masyarakat.
Sehingga Dia pernah menghukum Jimmy selama 3 bulan kurungan, "Aku sangat dendam pada gadis bodoh itu, terlalu sok suci.
"Jika mengandalkan gaji, kapan kayanya?" batin Jimmy.
Ia ingin menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya dirinya sendiri, "Dasar pengkhianat! Suatu saat kau akan menangis darah!" batin Danu mengumpat dan menyumpahi Jimmy.
__ADS_1
Danu keluar dari ruang interogasi dengan diam dan masih dikawal oleh kepolisian, "Maaf Pak Danu. Kami harus melakukan hal ini," ujar salah seorang Bripka.