
Dor! Dor! Dor!
Desingan peluru masih saja terus bergema membuat semua orang langsung bersembunyi dan menembak dari tempat persembunyian.
Semua benda mulai berserakan di ruangan kasino, terkena proyektil maupun peluru itu sendiri. Tiga orang kasir wanita dan semua orang yang berada di sana langsung mengangkat senjata.
Termasuk para wanita penjaja cinta berpakaian minim dan pelayan bahkan OB-nya sekalipun.
Mereka memberondong ke arah Dara dan Liu Min, "Sial, aku kira hanya pria pengawal yang berbaju seragam anak buah naga merah ternyata …." Dara membatin dengan murka.
"Dasar, kampret! Mereka semua adalah mafia itu sendiri! Jangan-jangan si pemenang yang keluar masuk tadi itu pun para anak buah mereka yang memancing orang agar masuk kemari dan menjebak mereka," batin Dara mulai berpikir.
Suara menggelegar seorang pria botak yang dilihat Dara di dalam ruangan yang sedang melakukan transaksi narkoba ke luar dengan marah.
"Ada apa ini?" teriak seseorang dari dalam ruangan di mana Dara melihat transaksi narkoba dan senjata sedang berlangsung.
"Sepasang suami istri sedang mengacau, kami sudah berusaha untuk menahannya. Tapi, sepertinya pasangan suami-istri itu begitu hebat, Tuan Man!" balas pria yang mengancam Liu Min dan Dara tadi.
"Omong kosong! Tidak ada yang lebih hebat dari Sindikat Naga Merah!" ujarnya marah.
Ia meraih senjata Laras panjang dan langsung menembakkan senjata tanpa jeda. Membuat Liu Min dan Dara semakin bersembunyi dan tidak memiliki kesempatan untuk menyerang kembali.
"Bajingan nih, Botak. Buat aku sulit bergerak!" umpat Dara kesal.
Ia melirik Liu Min juga begitu sulit untuk menembakkan senjatanya, di bawah berondongan peluru dan proyektil yang sudah berseran entah di mana-mana.
Keduanya saling pandang dan tersenyum keduanya bergerak secepatnya dan menembak dengan dua pistol di tangan membalas tembakan dan bergulingan masuk ke balik meja kasir setelah menembak para kasir dan mengambil senjata.
Dor! Dor! Dor!
Baku tembak kembali terjadi, Dara dan Liu Min bersembunyi di balik meja dan kursi yang digunakan sebagai tameng untuk menahan senjata.
"Andaikan kami memiliki granat atau sejenisnya," batin Dara.
__ADS_1
Ia berusaha untuk berpikir secara keras, bagaimana cara untuk mengalahkan musuhnya tanpa harus bersusah payah menghabiskan banyak energi.
Dara melihat pusat kotak aliran listrik, "Nah, ini dia!" batin Dara.
Dor! Dor! Dor! Duar!
Dara langsung menembak kotak pusat aliran listrik sehingga ledakan bergema, percikan dari api listrik bertegangan tinggi segera merambat membakar semua ruangan hingga ledakan bergema.
"Laopo!" teriak Liu Min menarik tangan istrinya untuk melompat menerjang pintu kaca bangunan Kasino sehingga ledakan hebat bergema akibat tabung gas juga misiu yang berada di gudang senjata mereka.
Dara dan Liu Min melesat dan terlempar akibat ledakan membuat mereka terjatuh di lantai ubin di luar halaman dan segera berlari dan melompat ke dalam parit kala ledakan beruntun menghancurkan semua bangunan dan semburan api membumbung tinggi, yang ingin menjilat tubuh mereka.
Semua penduduk sekitar bergegas berusaha untuk melihat ledakan tersebut dan mengetahui jika kasino yang meledak mereka kembali masuk ke rumah, tak seorang pun yang berani untuk kembali melihat.
Ledakan beruntun membuat semua gedung Kasino terbakar, sirine ambulan, mobil patroli polisi, dan pemadam kebakaran bergema membuat segalanya menjadi kacau balau.
"Laogong, apa yang harus kita lakukan?" tanya Dara.
"Sabarlah, tetaplah bersembunyi." Liu Min masih mengintai dari dalam parit dan mencari celah untuk kabur jika kerusuhan berakhir.
Dara dan Liu Min melihat jika salah satu ketua sindikat naga merah yang memiliki tato di seluruh badannya marah kepada seorang polisi dan memukul polisi tersebut.
"Bajingan, mereka benar-benar mengerikan! Mengapa pemerintah tidak mampu menangani hal semacam ini?" batin Liu Min dan Dara.
Keduanya masih mengawasi semua kejadian demi kejadian, "Wanita itu!" batin Dara melihat Paulin datang dengan keangkuhan yang sangat luar biasa dengan samurai di genggamannya.
Semua anggota mafia Naga merah langsung berlutut padanya, Dara mengerutkan keningnya. Wajah Selir Qin begitu sempurna tercetak di wajah juga keangkuhan miliknya.
"Sialan! Ternyata dia masih selamat, setelah apa yang dilakukannya di kapal di Tanjung Balai," batin Dara semakin erat memegang senjatanya.
Dara mengingat wanita itu melompat masuk ke dalam laut Tanjung balai dan menghilang bersama air. Dara merasa jika wanita itu begitu hebat dan memiliki kekuatan berbeda hingga ia begitu dihormati.
Liu Min menyentuh tangan Dara, menggelengkan kepalanya. Membuat Dara kembali diam, dan masih menyandarkan tubuhnya ke salah satu sisi parit dan setengah tubuh mereka dari pinggang ke bawah terendam air parit yang bau busuk.
__ADS_1
Sayup-sayup mereka mendengar jika wanita itu bersuara, "Apakah ada yang tahu apa yang terjadi? Masa tidak ada seorang saksi mata pun?" tanya Paulin dingin.
"Tidak ada Nona Paulin," balas anak buahnya berusaha untuk memberikan. Informasi.
"Nona Paulin, ini Tuan Man!" teriak seseorang.
Paulin dan pria yang memiliki tato langsung beranjak ke arah Tuan Man, pria botak yang malakut transaksi di dalam Kasino.
"Maafkan saya Nona Paulin dan Tuan Tek! Saya tidak bisa menjaga kasino dengan baik," ujar Tuan Man.
"Apakah kamu tahu siapa yang melakukannya?" tanya Paulin masih mencengkram pedang samurai dengan baju putihnya yang super ketat dan luar biasa seksii.
"Saya tidak mengenalnya dan pasangan suami-istri," lirih Tuan Man.
Kras!
Samurai Paulin langsung membelah tubuh Tuan Man tanpa ampun.
Deg!
Jantung Dara bergetar, ia tak menyangka wanita memiliki kesadisan dan kebiadaban yang luar biasa.
"Mengerikan! Aku tidak menyangka wanita yang mirip selir Qin itu mengerikan!" batin Dara.
Ia dan Liu Min masih mengintai dari balik parit yang hanya berjarak 5 meter, Dara dan Liu Min beruntung karena keadaan di parit begitu gelap dan air parit berwarna hitam dan bau.
Keduanya masih mendengarkan obrolan Paulin dan Tuan Tek, Dara dan Liu Min masih menyimak dan masih terus waspada.
"Apa yang akan kita katakan kepada Tuan Guangzhou? Sementara Tuan Pablo sendiri masih berada di Meksiko," ujar pria yang memiliki tato di sekujur tubuhnya.
"Aku tidak tahu Tek. Kita akan menyelidikinya, kamu tahu di dalam 24 jam ini sudah banyak kerusuhan ya g terjadi pada kelompok kita di Shenzhen.
Kemarin di KA listrik jurusan Jinjing dan Hunan, jalan raya Chen Mok, dan sekarang kasino ini. Aku merasa jika ada seseorang yang sedang bermain-main dengan kita.
__ADS_1
"Aku minta kerahkan semua anak buah untuk menelusuri antara KA kota Jinjing dan Hunan juga jalan Chen Mok dan kasino ini." Paulin masih menatap reruntuhan api yang melahap Kasino dan membakar banyak anggota mereka.