Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Kekuatan yang ingin dilihat


__ADS_3

Pria yang mirip Qin Chai Xi yang dipanggil Axiang langsung menatap Dara. Ia menjulurkan tangan mencengkram dagu Dara.


"Yu Lan atau Dara Sasmita! Wah, dunia tahu jika kau sudah menjadi anumerta … dan kau berganti identitas menjadi Yu Lan, si bunga Magnolia


"Aku ingin tahu siapa yang telah memberi identitas palsu itu? Nama yang sangat bagus!" ucap Axiang meraih rambut Dara yang sedikit lebih panjang dan menciumnya.


"Lepaskan tanganmu, Brengsek! Jika tidak aku kan membunuhmu!" ancam Dara sambil meronta-ronta membuat kursi bergerak-gerak.


"Hahaha, kamu tak akan bisa lepas dari ikatan itu Dara, mau tidak mau kamu akan mengikuti keinginan kami untuk mencuri pedang itu! Jika tidak maka Liu Min atau Li Min akan mati!" ucap Axiang mencemooh.


"Apa?!" 


"Li Min kekasihmu akan mati!" ulang Axiang dengan mengulurkan kedua tangan di pegangan kursi di kanan-kiri Dara.


"Tidak mungkin, kalian tidak akan semudah itu membunuh Liu Min, kalian tidak akan mudah menyentuhnya …," ujar Dara menatap tajam ke arah Axiang.


"Siapa bilang, kami tidak akan bisa menyentuh kekasihmu itu? Aku rasa, saat ini … Paulin sedang melakukan tugasnya untuk meringkusnya.


"Jika kau tidak ingin mengambil pedang itu! Maka, kau tak akan pernah bisa bertemu dengan kekasihmu, lagi!" teriak Axiang menjambak rambut Dara hingga wajahnya menengadah menatap Axiang.


"Wajahmu begitu cantik, Nona Dara. Aku ingin tahu, apakah rasa tubuh ini senikmat dari perkataan dan seliar semangatmu …?" lirih Axiang membelai wajah, leher dan ke dada Dara.


Axiang ingin menundukkan kepalanya untuk mengecup bibir ranum milik Dara yang menantang. Ia benar-benar tergoda akan kecantikkan seorang Dara Sasmita yang mirip dengan Permaisuri Dara Sasmita yang dilihatnya dari gulungan-gulungan kertas di museum Hunan.


Sejak pertama melihat Dara ia merasa sangat tergoda untuk memiliki wanita cantik itu, siang malam ia merasakan dejavu untuk mencicipi rasa dari permaisuri Dara Sasmita yang terkenal pada zamannya.


Buk!


Dara langsung membenturkan kepalanya ke wajah Axiang, "Aw! Sialan, kau wanita brengsek!" teriak Axiang.


 kala benturan kepala Dara sekeras batu melesat menerjang wajahnya hingga membuat patah tulang rawan di hidung Axing hingga darah segar mengucur dari hidungnya.


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Dara, akan tetapi tak sedikit pun Dara mengeluarkan kata, "aduh".

__ADS_1


"Kau tidak mengenal siapa aku, Bajingan! Lagian aku bukanlah permaisuri Li Phin atau pun Dara Sasmita. Bagaimana mungkin aku bisa mengambil pedang itu, Bajingan?" teriak Dara murka.


Ia tak ingin orang-orang mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.


Dara melesat secepatnya membuat semua belitan plat besi titanium di pinggang, tangan, dan dadanya terlepas.


"Kau!" Axiang begitu terperanjat.


Ia tak menyangka jika Dara memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, "Tuan Guangzhou benar, jika kau adalah Permaisuri Dara Sasmita," ujar Axiang.


Ia menekan tombol remote di sakunya membuat suara alarm bergema sehingga semua pintu terbuka membuat para pasukan Axiang langsung mengurung Dara.


Mereka mengacungkan senjata kepada Dara yang sudah berdiri dengan bebas di tengah ruangan.


"Sial! Bagaimana bisa aku bebas dari cengkraman dan kepungan mereka? Bagaimana aku bisa menyelamatkan Liu Min?" batin Dara mencari celah agar ia bisa bebas.


"Serang dan tangkap wanita ini hidup-hidup! Jangan melukai apalagi membunuhnya, jika kalian membunuhnya maka akulah yang akan membunuh kalian!" teriak Axiang.


"Baik, Tuan!" 


Semua anak buahnya langsung menyerang Dara tanpa senjata, membuat Dara sedikit lega. Dengan kecepatan yang dimiliki Dara. Ia melesat meladeni semua serangan dari anak buah Axiang, perkelahian terjadi.


"Laogong!" lirih batin Dara.


Ia merasa sedikit lelah, apalagi perutnya terus berbunyi, "Aduh, andaikan Liu Min di sini. Aku tak akan selelah ini," batin Daa.


Dara merasa sekujur tubuhnya lemah letih, tak berdaya. Sekaan segala sendirinya sudah mulai putus akibat pukulan semua pria yang hebat di depannya.


Andaikan dia bukanlah seorang Dara sasmita yang oer ah memakan pil mutiara jiwa. Dara tak akan mampu bertahan hidup, ia sudah tewas melawan musuh-musuhnya yang luar biasa hebat.


Ia masih melesat menangkis dan menendang menggunakan tangan dan kakinya. Ia harus melayani semua jurus beladiri musuhnya dari berbagai aliran ilmu beladiri di muka bumi.


Ia mulai tersudut ia tak memiliki kekuatan, tenaganya sudah mulai berkurang ia sedikit melemah.


"Dara … jangan menyerah! Pusatkan kekuatanmu pada tenaga dalamnya. Ayo!" sebuah suara mulai bergema di tubuh ua hingga ia merasakan kekuatan berbeda mulai menjalar di tubuhnya.

__ADS_1


"Matilah kalian!" umpat Dara.


Ia bergerak melesat dengan kekuatan penuh memukul dan menendang musuh hingga tendangan dan pukulannya membuat semua pria  terpelanting menabrak dinding hingga dinding melesak ke dalam dan kematian merenggut nyawa mereka.


"Gila! Wanita ini benar-benar hebat!" batin Axiang.


Ia ingin menyerang Dara, "Jika bukan karena Tuan Guangzhou yang memintanya maka aku tak akan membiarkan wanita ini selamat!" batin Axiang yakin dengan kemampuannya.


Axiang melesat secepatnya langsung menyerang untuk menotok aliran darah di tubuh Darah.


"Kau pikir kau akan begitu mudah membunuhku Tuan Axiang yang terhormat!" umpat Dara mulai kesal.


Amarah mulai menguasai jiwanya. Ia merasa lelah dan marah, semua orang tidak memberinya sedikit waktu untuk merasakan kehidupan ini. 


"Mengapa kalian tak membiarkan aku dan suamiku bahagia?! Mengapa?" teriak Dara marah melesat setinggi-tingginya ke angkasa membuat semua orang terperangah.


Pendar cahaya hijau menyelimutinya ia seakab bukanlah Dara Sasmita lagi melainkan orang lain.


"Hahaha, Tuan Guangzhou akan senang mengetahui semua kebenaran ini. Maka kekuatan pedang naga hijau akan mudah ditaklukkan.


"Tuan Guangzhou akan bisa menguasai dunia ini!" teriak Axiang tersenyum dan tertawa.


Dara mulai merasakan sesuatu dan di batas ambang normalnya, ia hanya merasa jika Axiang tertawa bahagia. Ia melihat di antara sadar dan tidaknya dia, jika ia sudah mengambang di udara di antara lantai dan langit-langit gedung tersebut.


"Bajingan! Jadi, merka sengaja memancing kekuatan naga hijau untuk ke luar?" batin Dara.


"Aaa!" teriak Dara murka.


Ia tak ingin meladeni semua keinginan. Guangzhou atau Lu Dang ia melihat jika semua oertaruangannya sedang direkam melalui CCTV dan disiarkan kepada orang lain.


"Aku yakin Guangzhou sedang menonton pertempuran ini!" batin Dara 


Ia melesat dengan kekuatannya menembus dinding kaca di depannya parang!


Serpihan kaca berserakan Dara melesat meninggalkan gedung pencakar langit di Kota Shenzhen tersebut.

__ADS_1


Mengikuti instingnya melesat melompat dari gedung-gedung dan atap rumah menuju ke arah bau Liu Min.


"Laogong … bertahanlah!" lirih Dara.


__ADS_2