Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta- Terdampar di Hunan


__ADS_3

"Apa?! Hunan!" Dara dan Liu Min saling pandang, mereka tidak menyangka jika mereka akan berakhir di Hunan.


"Itu tidak mungkin? Bagaimana mungkin? Itu sangat jauh sekali, dari Indonesia! Apalagi kami hanya terombang-ambing di lautan," ujar Dara senewen. 


Ia tak pernah membayangkan jika ia dan Liu Min akan terdampar dan nasib membawa mereka ke Negeri Bambu.


Dara merasa semua hal menjadi kacau lagi, ia mengira jika penggerebekan berhasil ia akan sedikit menikmati udara bebas dan akan sangat bahagia.


"Apakah hal ini mungkin?" tanya Dara lagi kepada Liu Min yang masih menatapnya bingung, "bayangkan saja olehmu! Ya, Tuhan … kita terdampar begitu jauhnya.


"Ya, bisa saja terjadi, apa yang tidak mungkin. Jika Tuhan berkehendak," balas Liu Min menatap Dara, "padahal aku ingin mengajaknya kemari di dalam suasana romantis dan berbeda, bukan begini?" batin Liu Min. 


Liu Min masih gelisah dan tidak percaya, "Aku ingjn mengajak Dara berbulan madu jika penggerebekan berhasil aku ingin melamarnya," batinnya.


"Liu Min bagaimana ini? Apakah kamu tahu jika kita sudah digelar seorang anumerta? Apa itu tidak mengerikan?" ujar Dara, "kita bagaikan mayat hidup yang sesang berjalan di siang hari," lanjut Dara.


Dara benar-benar sudah lelah di dalam semua perjalanan hidupnya, "Apalagi yang akan aku hadapi di sini? Um, Hunan …." Dara terdiam memandang ke arah Liu Min, dengan perasaan kacau.


"Um, ya … bagus dong! Paling tidak kita bisa membalas dendam kepada sindikat narkoba, jika mereka tahu kita sudah menjnggal apa itu tidak bagus sekali? Kita tidak akan menjadi buruan para sindikat narkoba.


"Sekarang giliran kita yang akan memburu mereka, itu sangat menguntungkan dan kita akan mudah menyusun rencana di sini. Kita ambil hikmahnya saja," balas Liu Min.


Liu Min selalu berpikiran positif seperti saat ia masih menajdi kaisar di kehidupannya dulu. Dara, Luo Kang, dan Xiao Ling menatap Liu Min dengan menganggukkan kepala. Mereka merasa apa yang diucapkan oleh Liu Min benar adanya.


"Aku rasa apa yang dikatakan oleh Tuan Liu benar adanya. Um, apakah maksud kalian sindikat naga merah yang dikepalai oleh Guangzhou?" tanya Luo Kang, sebagian jiwanya terasa sakit. 


"Ya, begitulah, Tuan Liu. Apakah Anda mengenalnya?" tanya Liu Min.


"Aku pernah menolong Chien Fang saat ia kerusuhan di Shanzhen  tahun 2015 lalu, um, aku tidak tahu jika dia adalah ketua dari Naga Merah," balas Luo Kang.


"Saat itu aku masih berada di Shanzhen di rumah sakit swasta. Guangzhao pun masih lumayan muda itulah awal mula aku bertemu dengannya. Siapa yang menyangka jika dialah penerus dari naga merah," ujarnya.

__ADS_1


"Oh …," balas semua orang.


Semua yang berada di sana menatap ke arah Luo Kang, mereka merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Tapi, aku sarankan sebaiknya jika kalian tidak memiliki kekuatan, jangan coba-cona untuk menyentuhnya. Dia sangat kejam dan mengerikan," ujar Luo Kang termenung.


"Ada apa sebanarnya Tuan Luo?" tanya Dara ingin tahu sebuah masa lalu yang membuat salah satu dokter hebat itu harus berada di desa tersebut.


Luo Kang menatap ke arah Dara, ia melihat wajah Dara begiru jelas dengan lukisan yang berada di ruangan kerjanya wajah yang sama dan tak ada beda dengan permaisuri Dara Sasmita.


"Mengapa engkau bertanya demikain Nona?" tanya Luo Kang.


"Aku merasa, jika ada sesuatu di antara dirimu dan musuhmu Tuan Luo. Aku sangat yakin akan hal itu," ucap Dara menatap ke arah Luo Kang naluri Dara mengatakan sesuatu masalah dan perseteruan di antara keduanya.


Luo Kang menarik napas dan terdiam, ia berusaha untuk mengubur semua kepahitan yang sedang dihadapinya dan kenangan yang menghantui kehidupannya selama ini hingga ia menghabiskan waktu dengan minuman.


"Pada masa itu, tahun 2015, aku masih terlalu muda. Itu adalah sebuah kesalahan terbesar yang pernah aku lakukan," balas Luo Kang matanya berkabut menandakan suatu kepahitan yang dialaminya.


Pada tahun 2015 ….


Di sebuah Jalan di Kota Shanzhen di bagian provinsi di Tiongkok, kerusuhan sedang terjadi. Dimana para mafia naga merah dan Kapak Hitam sedang berseteru merebut kekuatan dan  wilayah di antara mereka.


Pertempuran terjadi di tengah jalan membuat para penduduk di Jalan Shanzhen ketakutan dan berlari masuk ke rumah masing-masing. Sedangkan pengendara dj jalan raya sudah banyak yang menjadi korban bahkan, seorang anak telah kehilangan kedua orang tuanya yang tertebas pedang salah satu mafia yang sedang berseteru.


Seorang pemuda tampan sedang melintas baru pulang dari rumah sakit, di mana dirinya bekerja, ia terjebak di antara para mafia yang sedang berseteru. 


"Ada apa ini?" teriak Luo Kang melompat dari sepeda motornya kala sebuah pedang samurai mulai menebas ke arahnya.


"Turun! Kau harus mengobati ketua kami!" ancam seorang pria menjulurkan samurainya dengan beberapa kaki tangannya ke arah Luo Kang.


"Aku ingin menolong, tapi turunkan dulu pedangmu," ucap Luo Kang.

__ADS_1


Si pria lansgung menurunkan pedang dan menggiring Luo Kang ke sebuah sudut jalan di Shanzhen.


Luo Kang melihat seorang pria berumur sekita 50 tahun sedang berdarah dengan tusukan yang mengerikan sementrara semua orang sedang bertempur di tengah jalan tidak jauh dari mereka.


"Ayo, cepat tolong ketua kami! Jika dia mati maka kau pun mati," ancam si pria, "Tuan Chien Fang, bertahanlah! Anda akan sembuh dan kita akan menguasai seluruh Tiongkok dan dunia," ujar si pria.


Luo Kang langsung memeriksa dan mengobati pria bernama Chien Fang, "Maaf, aku tidak bisa melakukannya lebih dari ini. Kalian harus membawanya ke rumah sakit," ujar Luo Kang.


"Guangzhou, bawa aku ke rumah sakit! Jika perlu bunuh semua orang yang akan menghalangi semua rencana kita," ucap Chien Fang dengan berlumuran darah yang ke luar dari perut dan mulutnya.


"Baik Tuan!" balas Ghuangzhou.


"Adik Guangzhou, bawalah Ketua Chien Fang ke rumah sakit jangan biarkan dia meninggal," ujar seorang pria bertampang kurus dengan bekas luka di wajahnya.


"Baik, Kakak Kedua!" balas Guangzhou.


"Ingat, jika Ketua mati maka kita pun membunuh mereka ya g tidak bisa menolongnya!" ujar Kakak kedua.


"Ayo, bawa kami ke rumah sakitmu!" ajak Guangzhou mengarahkan samurainya kembali kepada Luo Kang.


Ambulan yang ditelepon oleh Luo Kang telah tiba dan membawa Chien Fang bersama Guangzhou ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, "Ayo, bawa pasien ke UGD!" teriak Luo Kang.


Para dokter dan perawat langsung antusias melakukan perawatan dan mengobati Chien Fang, namun brak!


Pintu terbuka lebar dan kras! Kras!


Guangzhou membunuh semua perawat dan dokter yang melakukan pertolongan kepada Chien Fang.


Kras! 


Guangzhou membunuh Chien fang dengan pisau bedah, Luo Kang terperanjat, "Apa yang kau lakukan Tuan?" teriak Guangzhou bingung.

__ADS_1


__ADS_2