Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Lamaran manis


__ADS_3

"Kami mengirim Acai ke Turki." Ahim menjawab dengan sedikit rasa khawatir di raut wajahnya.


"Oh, dia berlibur ke sana?" balas Liu Min. 


Ia tahu jika keluarga Ahim Yilmaz semuanya berada di sana. Di Taiwan hanyalah saudara sepupu dari pihak ibunya saja.


"Ahim, mendapatkan teror dan ancaman, jika aku tak berhenti menyelidiki Guangzhou maka mereka akan membunuh Acai. Beberapa bulan lalu mereka berhasil menculik Acai. Kala kamu di penjara, karena aku gencar menyelidiki mengapa kamu bisa dipenjara, Titi?


"Beruntungnya Ahim sempat melihat penculikan itu dan langsung mengerahkan semua orang yang disewanya dari mafia lain hingga berhasil menyelamatkan Acai. 


"Namun, karena itu aku diskorsing dengan alasan, aku membantumu membuat gerakan pengacau keamanan." Liu Amei terdiam, ia masih saja terus menyantap makanan yang berada di mangkuknya.


"Apa?!" ucap semua orang terperanjat, mereka tidak menyangka jika kekacauan tersebut mengakibatkan keluarga kecil Liu Amei menjadi imbasnya, ia tak menyangka jika segalanya menjadi mengerikan.


"Lalu, aku berpikir untuk mengirim Acai ke rumah neneknya di Turki. Aku tidak ingin jika dia akan menjadi korban, selain itu. Aku tidak ingin Amei sulit bergerak karena putra kami selalu menjadi ancaman.


"Ia juga tidak bisa menyelidiki kematian dan mengapa kamu bisa dipenjara di tengah pulau terpencil yang mengerikan di sana?" ujar Ahim Yilmaz.


"Maafkan aku Ce. Semua ini salahku, tapi aku merasa membunuh mereka karena aku yakin, jika mereka pun dipenjara di dalam beberapa waktu mereka akan bebas dengan mudah. 


"Bukan itu saja, korban yang telah mereka hancurkan kehidupannya tidak sebanding dengan nyawa mereka. Namun, hukum tetaplah hukum aku tak bisa menghindarinya.


"Namun, begitu pun para sindikat itu terus saja berusaha untuk membunuhku di penjara, untung saja Tuhan masih berbaik hati menyelamatkan dan melindungiku," ucap Liu Min.


Semua orang terdiam, mereka tidak menyangka apa yang dilakukan oleh Liu Min benar seperti dugaan mereka. 


"Di penjara aku mulai menyelidiki satu demi satu dari orang yang disuruh membunuhku, jika mereka adalah kiriman dari Guangzhou," paparnya.


"Sialan! Jadi Guangzhou benar-benar ada dibalik semua kejahatan yang sedang terjadi begitu?" ketus Liu Amei.


"Selain itu mereka juga memboikot obat-obatan dari pemerintah untuk daerah terpencil dan mencampurnya dengan narkoba, aku tak tahu bagaimana bisa melakukan hal itu. 

__ADS_1


"Mereka benar-benar mahir meracik obat, aku dan ikatan dokter Tiongkok sedikit kewalahan untuk menyelidiki hal itu," ujar Liang Bo.


"Apa? Apa maksud mereka melakukan semua itu? Apa keuntungan yang mereka dapat? Jika mereka melakukan semua itu?" tanya Dara tak mengerti hubungan obat-obatan dan narkoba.


Walaupun ia tahu sebagai kandungan dari obat pereda sakit dibenarkan menggunakan sejenis barang haram untuk bius namun tidak dibenarkan secara besar-besaran dan dilakukan dibawah pengawasan dokter ahli dan laboratorium.


"Itu mudah, mereka melakukan hal itu agar masyarakat semakin ketergantungan akan zat mengerikan. Itu sehingga mereka secara tidak sadar mencari obat tersebut mereka akan merasa selalu sehat, kuat, dan mereka bisa tidak tidur berhari-hari.


"Sehingga masyarakat awam akan mengira jika obat tersebut sungguh mujarab, pada era modern seperti ini semua orang dituntut untuk lebih mengejar waktu dan bekerja karena tuntutan keadaan dan pekerjaan," papar Ahim Yilmaz sebagai seorang pengusaha 


"Jadi, secara tidak sadar mereka telah mengkonsumsi obat tersebut tanpa mereka sadari dan terjebak dengan sendirinya," ucap Liang Bo.


"Berarti mereka memiliki orang-orang ahli di dalam komunitas sindikat mereka yang bisa melakukan hal itu?" ujar Liu Aching.


"Ya, aku sangat yakin akan hal itu!" balas Dara, "bukankah Lu Dang ahli racun dan pengobatan? Dia akan mudah melakukan semua itu," batin Dara.


Dara ingin mengatakan hal itu, tetapi ia takut dianggap gila sehingga semua orang akan menertawainya.


"Um, begini saja. Lusa kalian ikutlah denganku ke Hunan, aku akan memasukkan kalian di sebuah intelijen pemberantas Reskrim dan narkoba. Aku akan menyusupkan kalian ke sana. Aku akan mengubah identitas kalian berdua.


"Kalian tidak boleh menggunakan nama asli kalian lagi, aku mencoba untuk menyisipkan beberapa polisi dan polwan ke Hunan Barat, aku meyakini di sanalah basis Naga merah.


"Tapi, semua yang aku kirim tak pernah kembali. Apa kalian sanggup dan sudah yakin untuk melakukan semua itu?" tanya Liu Amei menatap Dara dan Liu Min.


"Kami akan mencobanya, percayalah Ce. Tapi, sebelum itu terjadi aku mau menikahi Dara dulu. Bayangkan? Jika aku mati, kasihan dong, aku mati masih perjaka!" ucap Liu Min.


Gubrak!


Semua orang hampir pingsan mendengar ucapan yang dikatakan oleh Liu Min, "Dasar kampret!" balas Dara, Liu Aching, dan Liu Amin melempari dirinya dengan sumpit.


Sumpit berhamburan ke arah Liu Min dengan gerakan secepat kilat tanpa disadari Liu Min ia langsung menangkap semua sumpit membuat semua orang yang ada di sana terbengong.

__ADS_1


Plok! Plok!


"Susuk (paman) hebat! Lagi dong!" teriak Ayin dan Ahwa bahagia, melompat-lompat gembira melihat akrobat yang dilakukan oleh Liu Min.


"Susuk, gitu loh!" balas Liu Min sedikit angkuh, "apa yang terjadi dengan tanganku ya!" batin Liu Min tak habis pikir. 


"Jadi kamu ingin menikahi Dara karena cemas hanya masalah perjakamu saja, begitu? Itu bukan alasan yang masuk akal! Jika kamu ingin menikahinya, Amin.


"Berpikirlah secara dewasa! Jika hanya mengenai perjaka? Ya, ampun ini zaman modern. Walaupun aku tidak mengharapkan agar kamu melakukan dosa, tapi … jika kamu menikah Dara dengan alasan itu.


"Lebih baik jangan! Aku tidak setuju itu artinya kamu menyakiti hati Dara, Liu Min!" ketus Liu Amei tidak setuju.


Liu Amei menatap tajam dan marah pada Liu Min, "Kamu benar-benar, kacau. Aku tidak mengerti kamu konslet di mana sih? Kamu terlalu lama bersama ikan pari di lautan. Jadi jadi aneh," umpat Liu Amei.


"Bukan! Aku terlalu lama bersama putri duyung!" sanggah Liu Min.


"Titi … seriuslah sedikit. Jangan anggap pernikahan main-main!" umpat Liu Amei sudah mencengkram mangkuk ingin melemparkan pada Liu Min.


"Iya, kamu buat malu saja Titi!" timpal Liu Aching.


Liang Bo dan Ahim Yilmaz hanya menggelengkan kepala melihat ke arah Liu Min. Semua mata memandang ke arahnya seakan dialah si terpidana mati, yang sedang melakukan kejahatan mengerikan.


Glek!


"Dara Sasmita, maukah kamu menikah denganku? Aku akan menjadi imam yang selalu mencintai dan mengasihimu dengan segenap jiwaku. Aku akan membahagiakan dirimu semampu dan sebisaku.


"Di depan semua orang yang aku sayangi aku berjanji padamu akan selalu mencintai dan mengasihimu dengan seluruh jiwa ragaku!" ucap Liu Min berlutut mengulurkan tangan ke arah Dara Sasmita yang terbengong.


"Li-liu Min …," lirih Dara terperanjat ia tak menyangka akan mendapatkan kata-kata lamaran terindah dari Liu Min Yang selalu saja berkata asal.


Dara memandang pancaran wajah Liu Min yang penuh rasa cinta dan kasih sayang yang tak pernah terlintas di benak Dara selama ini.

__ADS_1


__ADS_2