
"Um, menurut sejarah itu adalah putra mahkota Liu Sun Ming, putra dari Kaisar Liu Min dan Li Phin tapi, entahlah itu terdengar tidak masuk akal, secara biologis
"Namun, menurut rumor itu adalah putra dari Permaisuri Dara Sasmita dan Kaisar Liu Min.
"Terdengar aneh bukan? Tapi begitulah adanya, sebagian orang mengatakan, 'Jika Permaisuri dirasuki seorang malaikat, ada yang bilang dirasuki siluman rubah, ada yang bilang bidadari.
"Malaikat atau siluman rubah itu bernama Dara Sasmita.' terdengar aneh bukan?
"Semua cerita simpang siur, tapi Dokter Luo Kang memiliki banyak lukisan di ruangan kerjanya," balas Xiao Ling.
"Ooh …." Dara hanya diam tak bicara ia hanya menghabiskan makanannya, "apakah Dokter Luo itu memiliki lukisanku?" batin Dara penasaran.
Ia ingin mengetahui kisah yang tak pernah sampai ia tuntaskan di sana, "Liu Sun Ming, kamu begitu tampan, Nak! Mata dan hidungmu, mirip denganku, sisanya mirip Liu Min.
"Andaikan aku masih bisa memeluk putraku. Tapi, itu tak lagi mungkin terjadi, suatu saat nanti aku akan mencari tahu dan membaca sejarahnya," batin Dara termenung.
"Selamat malam! Bagaimana keadaanmu, Nona?" tanya Dokter Luo.
Dara menengadahkan wajahnya, "Tabib Luo?!" ucap Dara terperanjat dengan semua apa yang dilihatnya.
Kenangan masa lalu kembali terbayang, ia tak menyangka jika semua itu kembali ditemuinya di dunia modern walaupun hanya tinggal anak keturunan entah berapa puluh generasi telah terlewati.
Namun, wajah itu masih tetap sama di sana walaupun, berbeda usia. Luo Kang masih menilik dan mengamati wajah Dara, "Wanita ini sangat mirip sekali dengan Permaisuri Dara Sasmita. Tapi, itu tak 'kan mungkin terjadi," batinnya.
Luo Kang masih terus mengamati Dara, "Kecuali mereka berdua adalah reinkarnasi dari pasangan hebat itu! Kakek benar, jika leluhurku adalah orang yang hebat," lanjut batinnya.
Dara tidak menyangka melihat Tabib Luo di masa muda walaupun ia hanya bertemu Tabib Luo yang sesungguhnya di dalam balutan wajah tua Tabib Luo.
"Hahaha, um … Anda terlalu banyak membaca sejarah, jika begitu. Banyak yang bilang, 'Jika wajahku sangat mirip dengan leluhurku,' tapi sayangnya, aku tak pernah bertemu dengannya," balas Dokter Luo Kang, "kalau boleh tahu, siapakah nama Nona?" lanjut Dokter Luo Kang.
"Dara, namaku Dara Sasmita," balas Dara.
__ADS_1
Luo Kang dan Xiao Ling terperanjat keduanya saling pandang, "Maksudku namaku hanya kebetulan saja dengan ya, siluman rubah atau apa pun itu namanya." Dara meletakkan mangkuk dan sumpit ke nakas, ia berusaha untuk bersikap normal.
"Oh, tidak masalah. Um, siapakah pria di sana? Dia sangat kuat," tanya Luo Kang menatap tubuh Liu Min yang masih pingsan.
"Liu Min ... maksudku namanya Liu Min," lanjut Dara.
Pasangan di depannya sedikit terperanjat dengan waktu yang sangat lama, keduanya masih menatap Dara dan Liu Min. Seakan keduanya mengada-ngada, tetapi tak seorang pun yang menentang hal itu.
"Mungkin … nama kami kebetulan saja," balas Dara tersenyum, "andaikan kalian tahu, apa yang kalian bicarakan adalah kenyataan.
"Jika aku dan Liu Min adalah kisah hidup dari semua kejadian dinasti Donglang. Walaupun Liu Min tidak mengingat semua itu," batin Dara.
"Um, baiklah. Kalian berasal dari mana?" tanya Luo Kang, berusaha untuk terus menyelidikinya.
"Aku … dari Indonesia dan Liu Min dari Hongkong," ujar Dara.
Luo Kang dan Xiao Ling memandang keduanya. Sementara di layar televisi segala insiden yang terjadi seminggu lalu di perairan salah satu provinsi yang ada di Indonesia diulang kembali.
Dara melihat Jenny berhamburan di dalam pelukan Joy, menangis. Joy memeluk Jenny dengan tangisan dan ciuman yang bertubi-tubi di sana, linangan air mata menetes dari kedua belah kelopak mata indah Dara.
"Jimmy, putrimu sudah selamat. Aku berharap, kamu bisa beristirahat dengan tenang sekarang," batin Dara.
Dara melihat Kolonel Ardi memberikan klarifikasi tentang segala hal dan membersihkan nama baik Dara, Liu Min, Jimmy, dan semua orang yang terlibat.
Jovich sudah dibaringkan di brankar sedangkan Daniel, Hendra, dan Jalik di sisi Jovich. Danu di sisi Tiara dan anaknya juga Ningrum yang terdiam mematung di sana.
"Mama," lirih Dara memandang ke layar televisi, "maafkan aku, Ma!" lirih Dara di dalam bahasa Indonesia.
Dara, Luo Kang, dan Xiao Ling mendengarkan dan menyaksikan semua berita di dalam bahasa Mandarin. Jika Dara Sasmita dan Liu Min telah tewas di dalam insiden penggerebekan sindikat narkoba Naga Merah yang berbahaya.
Segala kehebatan Dara dan Liu Min disiarkan di televisi dengan kedua foto mereka, aksi heroik keduanya di dalam melakukan penyelamatan yang hanya mereka lakukan berdua begitu hebat sehingga mengundang rasa simpati dan kagum di seluruh penjuru dunia.
__ADS_1
"Pemerintah Indonesia dan China memberikan gelar Anumerta Jenderal kepada keduanya." Berita pun berakhir dengan upacara penghormatan mangkatnya dua jenderal hebat dari Cina dan Indonesia.
Luo Kang dan Xiao Ling menatap ke arah Dara dan Liu Min, "Jadi, kalian berdua adalah seorang Jenderal … sayangnya sudah bergelar anumerta," balas Liu Kang masih melihat wajah Dara yang bersimbah air mata.
Dara hanya diam, ia tak tahu harus berkata apa, "Jika dulu aku koma, ketika sadar menjadi buronan, dan sekarang … saat nama baikku pulih aku malah bergelar anumerta," balas Dara lirih.
Dara tidak tahu apakah dia harus bangga ataupun menangis melihat segalanya, ia hanya sedih melihat Ningrum yang diam mematung. Dara merasakan kepahitan yang dirasakan oleh Ningrum.
"Wah, Anda hebat sekali Nona Jenderal!" puji Xiao Ling kagum menggenggam tangan Dara.
"Terima kasih, Nona-"
"Xiao Ling, namaku."
"Oh, terima kasih Nona Xiao Ling. Kamu pun sangat luar biasa hebat, terima kasih pada kalian berdua yang telah menolongku juga Liu Min," balas Dara.
"Kami malah beruntung telah menolong kalian. Tidak usah terlalu sungkan, Nona," balas Luo Kang.
"Dara!" pekik Liu Min bangun dari pingsannya.
"Liu Min, aku di sini." Dara memandang ke arah Liu Min, ia mengulurkan tangan tetapi jarak yang memisahkan mereka di antara dua brankar.
"Oh, Tuhan! Syukurlah Dara, aku kira kita tak lagi bersama," lirih Liu Min memandang ke arah Dara dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Iya, aku tidak menyangka, jika kita selamat. Untunglah Tuan Luo Kang dan Nyonya Xiao Ling menolong kita," balas Dara memperkenalkan kedua malaikat penyelamat mereka.
"Terima kasih, Tuan dan Nyonya," ucap Liu Min menganggukkan kepala.
"Tidak masalah, Tuan Liu," balas Luo Kang.
"Tunggu dulu ini dimana?" balas Liu Min melihat Liu Min menggunakan bahasa Kanton.
__ADS_1
"Ini di Provinsi Hunan, kalian ditemukan oleh nelayan di tengah lautan. Dewa masih melindungi kalian hingga kalian selamat," balas Luo Kang menceritakan segalanya.