Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta - Keturunan Gu Si Playboy


__ADS_3

"Dara jika kamu tidak mengatakan semuanya sekarang, lebih baik kita berpisah jalan di sini saja, karena aku tidak menjamin jika aku tidak menyentuhmu.


"Aku masih normal dan aku bukanlah seorang ustad, pendeta, atau biksu yang memiliki hati dan kebaikan seluas samudera.


"Aku hanyalah pria akhir zaman yang berusaha untuk menjadi lebih baik lagi  Dara." Liu Min menatap Dara dengan sebuah rasa berbeda, ia tak ingin menjauh dari Dara tetapi ia tak bisa menjamin jika ia akan menjadi pria seperti yang diharapkan oleh Dara.


"Liu Min … aku …," balas Dara semakin bingung, ia tak bisa berpisah dengan Liu Min bagaimanapun ia tak ingin menyelesaikan teka teki kehidupannya dengan sendirian.


"Aku tak bisa menghadapi Guangzhou sendirian di sini tanpa Liu Min. Dialah harapanku," batin Dara.


Dara menautkan kedua tangannya kala ia gugup, jiwanya sudah lelah dan semakin menua dengan tempahan waktu yang bolak-balik membuatnya terhempas di karang terjal yang mengerikan.


"Katakanlah … jika kamu masih berharap aku di sisimu. Sepahit apa pun itu, katakanlah! Jujurlah, padaku."  Liu Min mendesak Dara tanpa menimbang rasa, tatapan mata Liu Min bagaikan sebuah anak panah yang menusuk jantung Dara.


Glek!


Dara hanya bisa menelan ludah merasa dihakimi oleh Liu Min. Dara merasa tak lagi memiliki pilihan lain lagi, selain menceritakan segalanya.


Dara menghela napas, ia tak memiliki pilihan lain, "Aku akan menceritakannya, aku harap … kamu tak menyela sebelum aku selesai menceritakannya," ujar Dara.


Liu Min hanya menganggukkan kepala, "Baiklah!" balas Liu Min, menguatkan jiwa raga untuk mendengar rahasia yang ingin diucapkan oleh Dara.


"Semua ini berawal kala penggerebekan di Perkebunan Tebu …." 


Dara menceritakan semua perjalanan ke sebuah buku yang tak pernah terlintas di benaknya hingga bertemu dengan Li Phin, Liu Min, Lu Dang, dan semuanya.


Liu Min benar-benar menepati janji tidak menyela sedikit pun, "Begitulah ceritanya," ujar Dara menatap Liu Min.


"Jadi kisah itu benar adanya, kamu bukan siluman rubah tapi saksi dari masa lalu … lalu, jika benar demikian. Berarti kita adalah pasangan, dong? Ini adalah sebuah keabadian cinta walaupun aku melupakanmu, Dara sayang.


"Apalagi, yang kamu risaukan? Ini adalah takdir dan rahasia Tuhan!" balas Dara.


"Apakah kamu tidak menyimak semua kisah yang aku ceritakan Liu Min? Apakah kamu tidak mengerti juga? Jika kamu keturunan Liu dan keluargamu masih memiliki pedang dari keluarga Liu yang sama dengan di lukisan. 

__ADS_1


"Itu artinya kamu adalah keturunanku bersama Kaisar Liu Min. Walaupun, tidak secara biologis, karena tubuh Li Phin saat itu. Tapi, jiwanya adalah jiwaku, Liu Min. Aku tidak bisa, menikah dengan anak keturunanku sendiri Liu Min!


"Itu menyalahi aturan agama mana pun dan adat istiadat! Aku tidak mau dihukum Tuhan dan dunia," balas Dara.


Dara berusaha memberikan pengertian kepada Liu Min, akan semua takdir kejam yang sudah mempermainkan mereka berdua.


"Apa?!" 


"Ya, ampun Liu Min! Kamu nyimak nggak sih? Apakah kamu jadi bebal gitu?" ketus Dara kesal.


"Jadi ... kamu mengira jika aku adalah anak keturunanmu, begitu?" tanya Liu Min tak percaya.


"Ya, begitulah!" balas Dara masih menatap Liu Min dengan kesedihan yang berusaha untuk diredam dan tidak diperlihatkan oleh Dara.


Dara merasa takdir benar-benar kejam kepadanya, ingin rasanya Dara berlari dan menenggelamkan tubuhnya di lautan. Namun, ia takut menjadi arwah gentayangan.


"Jawablah dengan jujur, Dara. Jika aku bukanlah anak keturunanmu, apalah kamu mau menikah denganku?" tanya Liu Min.


"Tentu saja, aku mau menikah denganmu!" jawab Dara jujur.


"Kamu benar-benar gila! Aku sudah mengatakan semua kebenaran itu, Liu Min. Tidakkah kau mengerti?" umpat Dara kesal, "legenda Sangkuriang akan terjadi lagi, ini mengerikan. Jika aku harus membunuh keturunanku hanya karena cinta yang salah," batin Dara semakin takut dan sedih.


"Ya, ampun, Dara. Aku yang bego atau kamu yang tolol? Hahaha, aku tidak ada hubungannya dengan anak keturunanmu, Dara Sasmita!" balas Liu Min.


"Apa maksudmu?" tanya Dara semakin bingung.


"Aku tidak memiliki darah keluarga Liu! Aku adalah anak angkat dari keluarga Liu, aku sudah pernah bilang padamu, jika keturunan keluarga Liu jarang memiliki anak lelaki di setiap generasi, kebanyakan anak perempuan. 


"Mungkin anak keturunanmu adalah kedua saudara perempuanku, aku memiliki darah dari keluarga Gu," balas Liu Min.


"Apa? Keturunan keluarga Gu? Maksudmu?" tanya Dara semakin bingung 


"Ya, aku terlahir sebagai keluarga Gu, ayah kandungku bermarga Gu dan memiliki adik perempuan yang menikah dengan marga Liu ayah angkatku yang tak memiliki anak lelaki yang tinggal di Shaanxi (Chang An).

__ADS_1


"Sehingga mereka mengadopsiku, jadi aku tidak ada hubungan dengan anak keturunanmu Dara," balas Liu Min tersenyum.


"Oh ...," balas Dara bengong, "apakah Tan adalah marga ibu kandungmu?" tanya Dara, ia penasaran jika ibu Liu Min bermarga Tan dan semuanya menjadi nyata dan  kebetulan.


"Ya, bagaimana kamu tahu?" tanya Liu Min mengernyitkan kening menatap Dara.


"Hahaha, semua menjadi jelas sekarang. Jika kamu bermarga Gu berarti kamu adalah anak keturunan dari Gu Shanzheng dan Tan Jia Li sepupu Li Phin. Ini benar-benar aneh sekali!" balas Dara, merasa lega.


"Itu artinya? Aku tidak memahaminya," balas Liu Min.


"Itu artinya kamu keturunan dari kerajaan Wuling karena Gu Shanzheng, putra ketiga Raja Wuling dan putri Liu Bei yang menjadi selir Gu Tian. Syukurlah, jika kamu bukan anak keturunanku," balas Dara lega.


"Apakah aku boleh menciummu sekarang?" tanya Liu Min merasa tak ada lagi rintangan di antara mereka.


"Hah! Dasar, parno! Kita belum menikah! Kamu sama sekali berbeda dengan Kaisar Liu Min!" umpat Dara kesal, "kau benar-benar keturunan Gu si playboy."


Liu Min hanya mencebikkan bibirnya, "um, aku hanya bertanya! Jika dikasih syukur kalau tidak pun, ya ... sungguh terlalu!" balas Liu Min.


"Liu Min!" teriak Dara kesal.


"Iya! Iya! Aku mengerti," balas Liu Min, "apakah kamu penasaran dengan anak keturunanmu? Aku akan mengenalkanmu kepada kedua kakakku, kebetulan mereka berada di Shaanxi dan Jinjing," balas Liu Min.


"Apa?" Dara terkejut mendengarkan semua penuturan  Liu Min.


"Liu A Mei bekerja sebagai polwan juga sepertimu dan Liu A Ching sebagai dokter," balas Liu Min.


"Oh …," balas Dara.


"Kebetulan mereka juga menganut kepercayaan yang sama denganmu. Um, keduanya telah menikah. Liu A mei menikah dengan pria keturunan Turki dan tinggal di Shaanxi.


"Liu A ching menikah dengan pria blasteran Tiongkok dan Malaysia dan tinggal di Jinjing. Besok kita akan pergi ke kota bersama dengan Luo Kang." Liu Min meraih pinggang Dara mengunci dengan kedua tangannya.


"Aku rasa lebih baik kita menikah sekarang, jika kita tiba di Shaanxi atau Jinjing, kedua kakakku sangat religius, walaupun ibu Ningrum tidak di sini. Kelak setelah semua ini usai kita akan meresmikan pernikahan di Indonesia," usul Liu Min.

__ADS_1


"Apa? Ini sungguh … apakah kamu mengikuti kepercayaanku?" tanya Dara bingung.


__ADS_2