Bukan Wanita Biasa

Bukan Wanita Biasa
Season 2. Keabadian Cinta- Mulai beraksi


__ADS_3

"Tiara, aku harap kamu mau bekerja sama dengan kami!" ucap Dara.


Dara berbisik kepada Tiara yang menganggukkan kepalanya, Danu langsung memberikan sarung tangan kepada Dara, Liu Min, dan untuknya sendiri.


Danu mengikat istrinya di sebuah kursi dan menyumpal mulutnya, "Berhati-hatilah, Sayang! Katakan, jika yang melakukan semua ini adalah orang yang memakai topeng yang menculikku dan menghancurkan rumah kita!" bisik Danu pada Tiara sang istri dan mencium keningnya.


Tiara hanya menganggukkan kepala. Sementara Danu, Dara, dan Liu Min  menghancurkan sebagian isi rumah. Setelahnya Danu, Dara, dan Liu Min ingin pergi meninggalkan rumah Danu.


"Sebaiknya, kita mengikat ketiga polisi ini agar tidak menimbulkan kecurigaan," ucap Dara.


"Siap, laksanakan!" balas Danu, secepatnya mengikat ketiga polisi yang sedang pingsan.


"Ayo, kita kabur! Sebelum tetangga melihat dan menelepon polisi," ucap Dara, berlari melompat ke atas sepeda motor.


"Ayo!" balas kedua pria tersebut.


"Tunggu dulu, nah!" ujar Dara melemparkan dua buah pistol lengkap dengan peluru kepada Danu yang langsung menangkapnya dengan bahagia.


"Terima kasih, Bu!" balas Danu langsung menyimpan kedua pistol di balik jaketnya.


Dara, Liu Min, dan Danu mengendarai sepeda motor masing-masing.


Ketiganya melintasi jalan raya menuju ke luar Kota Medan. Akan tetapi, di tengah jalan. Beberapa pengendara sepeda motor langsung menyalip mereka dan ingin melepaskan tembakan.


Dor! Dor! Dor!


Pengendara sepeda motor langsung memberondong ketiganya dengan cepat. Dara menyalip kendaraan yang berada di depannya dan berusaha untuk kabur. 


"Bajingan! Dari mana mereka bisa mengetahui keberadaan kami?" batin Dara.


Tembakan langsung bergema ingin membunuh ketiganya Dara langsung mengambil senjata dari balik jaket segera menembak ke arah pengendara motor hingga ledakan terjadi.


Danu dan Liu Min di belakang Dara pun melakukan hal yang sama menembak musuh mereka dengan secepatnya, Dara benar-benar luar biasa lihai, menembak musuh dengan kedua pistol di tangan tanpa memegang stang sepeda motor bergerak dengan cepat.

__ADS_1


Dor! Dor! Dor!


Suara tembakan langsung saling berbalas, lalu lintas semakin kacau balau. 


Ledakan dari sepeda motor yang tertembak  jatuh meluncur di jalanan menabrak mobil atau pembatas jalan sehingga ledakan kembali bergema..


"Wow, Hot Cat selalu saja membuatku terpukau!" batin Liu Min tidak bisa berkata-kata kala melihat kelincahan Dara bergerak di atas sepeda motor bak film wanita yang pernah ditontonnya. 


Dara menembak dengan kedua pistol di tangan dan menunduk menghindari tembakan terkadang menggunakan kakinya untuk mengendalikan setang sepeda motor.


Glek!


"Siapa pun musuhnya, pasti suatu kesialan baginya. Musuh Dara berharap Dara tewas dan tidak pernah berhadapan dengannya," batin Liu Min, "gadis ini bukan seperti polwan melainkan gadis gangster," lanjut Liu Min menembak musuh yang ingin menyalipnya.


Dara kembali memasukkan kedua pistol ke dalam balik baju dan melesat memegang kembali setang sepeda motor dan melaju sekencangnya di atas kap-kap mobil, seakan melewati palang-palang pembatas.


Dara terus menancap gas sepeda motornya meninggalkan Liu Min dan Danu yang melesat melompati kobaran api dengan sepeda motor menyusul Dara.


Hingga mereka tiba di sebuah rumah di pinggir Pantai Cermin memasuki sebuah rumah mungil yang terbuat dari sebuah papan yang dipenuhi semak belukar.


Ketiganya langsung masuk ke dalam garasi. Liu Min terperangah melihat sebuah gubuk yang terlihat dari luar dan tidak terawat. Namun, di dalam terdapat bangunan yang kokoh dan dan sangat luas. 


Liu Min menatap Danu dan tersenyum,


"Aku senang bertemu dengan kamu lagi Saudara Liu Min begitu juga dengan Bu Dara," ucap Danu saling berpelukan dengan Liu Min.


"Wow, hanya aku yang tidak tahu apa yang telah terjadi sebenarnya!" sindir  Dara, mengamati kedua pria di depannya.


Melepas koper yang terselempang di bahu ke atas meja, memutar sebuah buku di lemari kecil, hingga sebuah ruangan yang sedikit luas dan penuh dengan komputer dan berbagai peralatan canggih di dalamnya.


"Maaf, Bu. Kami sudah lama saling kenal, Ibu terlalu lama koma," balas Danu dan Liu Min yang berjalan mendahului Dara.


Dara hanya diam dan kembali mengambil koper dan mengikuti kedua pria menuruni anak tangga. Ia menekan tombol hingga lemari tertutup kembali hingga satu per satu nyala lampu bersinar menerangi ruangan yang terlihat terang benderang.

__ADS_1


Suara-suara bergema dari komputer, Liu Min menatap dengan takjub ke arah Dara yang memasukkan sandi.


"Wow! Luar biasa keren! Kalian benar-benar tidak terbaca oleh musuh!" puji Liu Min menatap Dara dan Danu.


Semua komputer langsung menyala melaporkan banyak hal dari cuaca hingga tindak kriminal yang sedang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya.


"Ya, kamu benar! Um, apakah kamu tahu mengenai Jerry?" tanya Dara pada Danu.


"Aku sudah setahun tidak bertemu dengannya, dia sudah meninggal Bu," balas Danu.


"Siapa yang mengatakannya kepadamu?" selidik Dara.


"Jimmy! Dia bilang Jerry juga sudah meninggal dibunuh … oh, Tuhan! Jangan-jangan dia telah menipuku?" ujar Danu.


"Ya, Jimny menyiksa Jerry hingga kakinya lumpuh, tangannya cacat, dan lidahnya dipotong, hingga Jerry tak lagi bisa bicara," papar Dara,  mencengkram mouse komputer hingga buku-buku tangannya memutih.


"Apa? Jimmy benar-benar sialan! Dia membuatku di skorsing selama kasus ini, belum terungkap dan aku harus menyerahkan pistolku juga.


"Selain itu, aku diawasi 24 jam begitu juga dengan ibu Ningrum," balas Danu.


"Aku sangat yakin jika Jimmy memiliki seseorang dibalik pengkhianatannya. Pasti ada orang dalam yang memiliki jabatan yang sangat tinggi dari kita semua. 


"Tapi siapa yang memiliki aset harta yang mencolok di dalam 3 tahun terakhir ini? Aku ingin kita memeriksanya, dari gaji yang sudah tidak mereka miliki lagi dari pemerintah. Tetapi, mampu membeli banyak aset," ujar Dara duduk menyilangkan kaki menghadap ke tiga pria di depannya.


"Sikap anggun Dara, begitu luar biasa mengundang pria untuk melamar, tapi sikap tangguhnya membuat pria berpikir 1000 kali untuk menikahinya," batin Liu Min.


Liu Min duduk dengan menghadap ke arah dara dengan bertumpu pada sandaran kursi tanpa perlu memutar dan duduk dengan kesopanan. Sementara Danu membelakanginya.


"Ya, aku ingin kita menculik Jimny dan menginterogasi dimana sebenarnya Pablo Sandez. Jika kita tidak bertindak maka selamanya kita tidak akan bisa muncul ke permukaan lagi," papar Dara. 


"Mata Dara sangat unik dengan pupil berwarna biru bak bulan sabit di pupil mata yang berwarna kecoklatan.


"Padahal kulitnya sawo matang ciri khas orang Indonesia. Tapi, ia memiliki sesuatu yang berbeda dari kebanyakan perempuan Indonesia.

__ADS_1


"Apakah karena perpaduan beberapa suku di tubuhnya?" batin Liu Min malah mencatat kelebihan yang dimiliki Dara.


__ADS_2