
"Hahaha, cinta … aku tidak lagi percaya akan cinta. Jika Cinta yang kau bilang itu benar-benar cinta kau tidak akan membiarkan orang yang kau cintai dimiliki oleh pria lain.
"Aku tahu bagaimana rasanya dicampakkan selain itu, kau pasti merasakan luka dan sakit hati karena cintamu yang bertepuk sebelah tangan," balas Qin Jiajia mendengus penuh dengan kemarahan dan kebencian.
"Terserahlah apa yang ingin kamu katakan soal cinta. Aku hanya ingin kau tahu jika cinta yang aku rasakan adalah berbeda dengan apa yang kau rasakan. Aku benar-benar mencintai dengan tulus bukan cinta sementara dan apa adanya.
"Kau tak akan tahu apa yang dimaksud dengan apa yang aku katakan karena hati dan jiwamu bukanlah mencintai dengan penuh ketulusan melainkan dengan penuh kebencian dan kau hanya menginginkan kemasyuran," ketus Liang Si.
"Heh! Aku hanya ingin melihat Putra Mahkota, sekali lagi aku katakan, izinkan aku untuk melihatnya. Jika tidak maka aku akan membunuhmu!" balas Qin Jiajia.
"Permaisuri Mongol! Aku harap kamu mematuhi peraturan dari kekaisaran, akulah yang memerintahkan jika tak seorang pun boleh menyentuh putraku. Kau harus menghormatinya," ujar Dara dengan penuh ketegasan yang sudah berada di antara mereka.
"Hahaha, aku sangat yakin jika kalian pun bersekongkol untuk menghancurkan Kaisar Liu Min. Apakah kalian berselingkuh di belakangnya begitu? Aku sangat yakin kalian berdua masih saling mencintai," balas Qin Jiajia memandang Dara di dalam tubuh Li Phin san Liang Si bergantian.
"Kau kira aku dan Jenderal Liang Si, adalah manusia rendahan sepertimu, Permaisuri Mongol? Tidak semua orang akan berselingkuh dan berniat untuk menghancurkan orang yang mereka sayangi hanya karena sebuah kata cinta?
"Tidak! Kau salah! Jika antara aku dan Pangeran Liang Si memiliki rasa cinta itu adalah masa lalu yang tak akan pernah diungkit kembali. Aku telah berbahagia bersama Jang Min, dan aku berharap kelak dia akan memiliki cinta yang luar biasa bersama dengan wanita yang lebih baik dariku!" balas Dara tegas.
"Hahaha, aku tidak yakin!" balas Qin Jiajia. Ia melontarkan sebuah jarum beracun ingin membunuh Li Phin.
Liang Si yang melihat langsung melesat menarik rubuh Li Phin hingga keduanya terjatuh dengan tubuh Li Phin berada di bawah tubuh Liang Si yang penuh dengan jarum beracun.
"Pangeran Liang Si, apa yang kamu lakukan? Aku tidak menyangka jika kau dan Permaisuri Li Phin benar-benar berselingkuh!" teriak Qin Jiajia ingin menjebak keduanya hingga terbuang dari kekaisaran, "lihatlah, apa yang bisa aku lakukan untuk menghancurkan kalian!" batin Qin Jiajia.
Semua orang yang hadir melihat ke arah Li Phin dan Liang Si bertepatan dengan Jang Min memasuki aula. Ia terperanjat dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ada apa ini?" hardik Jang Min sedikit marah melihat adegan tersebut
"Kaisar! Pangeran Liang Si benar-benar mencintai Permaisuri Li Phin dia ingin menunjukkan jika mereka berdua sedang menjalin asmara terlarang!" teriak Qin Jiajia.
"Yang Mulia, tolonglah!" lirih Dara menggeser tubuh Liang Si yang terkapar pingsan.
"Permaisuriku, tidak akan pernah melakukan hal memalukan itu! Berhati-hatilah jika engkau berbicara Permaisuri Mongol! Jika kau menipuku aku tidak segan-segan akan memenjarakanmu," balas Jang Min ia mengulurkan tangan menarik tangan Li Phin untuk berdiri.
"Suamiku, panggil Tabib Luo. Aku rasa Pangeran Liang Si terkena sebuah racun aku tak tahu bagaimana menolongnya!" teriak Dara.
"Pengawal, panggil Tabib Luo!" teriak Jang Min. Seorang pengawal langsung berlari ke luar aula kekaisaran.
"Phin'er! Phin'er! Jangan tinggalkan aku!" teriak Liang Si bangun dan menggila seoerti kesetanan ingin menangkap dan memeluk Li Phin. Membuat Jang Min langsung melesat menotok aliran saraf Liang Si sehingga ia langsung terjatuh terduduk.
"Li Phin, aku mencintaimu! Sangat mencintaimu!" teriak Liang Si membuat semua orang terperangah menutup mulut mereka dengan telapak tangan terperanjat dengan apa yang mereka dengar.
"Jangan terpancing dengan ucapan Pangeran Liang Si. Ia terpengaruh sebuah racun yang aku sendiri pun tidak tahu," balas Jang Min berusaha untuk menutupi segala hal jika Pangeran Liang Si sekaligus jenderalnya benar-benar mencintai permaisurinya
Ia tidak ingin menjadi rumor yang akan mengerikan nanti kedepannya, "Phin'er … aku mohon kembalilah kepadaku!" ucap Liang Si memohon dengan derai air mata.
"Ya, Dewa aku tidak menyangka jika Pangeran Limen Utara benar-benar mencintai Permaisuri Li Phin!" ucap permaisuri Zedong.
"Padahal dulu rumornya Permaisuri Li Phin-lah yang mengejar-ngejar Pangeran Limen Utara. Nyatanya semua itu adalah kebalikannya," bisik Permaisuri Zhao.
"Jangan terpancing dengan ucapan-ucapan tidak benar! Semua itu adalah ulah manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab!" balas Jang Min.
__ADS_1
Dara dan Li Phin hanya mampu bersembunyi di belakang suaminya, "Dara apa yang harus kita lakukan?" tanya Li Phin begitu bingung.
"Tunggulah, aku akan berpikir sejenak!" balas Dara mencoba mencari solusinya, "Pangeran Liang Si, aku ingin bertanya," ucap Dara menatap ke arah Liang Si yang masih menatap ke arahnya dengan rasa penuh rasa damba.
"Katakanlah, Sayangku! Apa yang ingin kamu tanyakan," balas Liang Si.
"Apakah benar dulu aku mengejar-ngejar dirimu?" tanya Dara.
"Apa yang kamu lakukan, Dara?" teriak Li Phin kalut.
"Tenanglah, aku hanya mencoba mengulur waktu sebelum Tabib Luo datang. Semoga ini berhasil, jika tidak apa boleh buat kita akan menanggungnya bersama," balas Dara.
"Tidak! Kamu tidak pernah mengejarku, tapi kita saling mencintai dengan penuh kasih sayang dan ketulusan. Bahkan kita berjanji ingin menikah," jawab Liang Si dengan penuh kejujuran dan kesedihan.
"Lalu mengapa kita bisa berpisah?" tanya Dara. Jang Min di sisinya membeku ia tidak menyangka jika Li Phin akan menyatakan dan bertanya akan hal itu.
"Apa yang kau lakukan permaisuriku?" tanya Jang Min.
"Maaf, Yang Mulia! Lihat sajalah," balas Dara, "jika Yang Mulia ingin menghukumku dan Liang Si aku akan menerimanya," lanjut Dara pasrah, "tapi aku mohon, dengarlah dulu penjelasan kami, aku tidak ingin semua orang menganggap hina hubungan kami dulu hingga kini," lanjut Dara.
"Kita berpisah karena Nyonya Qin Chai Xi yaitu Chien Ti'er dan Qin jiajia-lah yang memisahkan kami dengan membuatku tak berdaya dengan racun perontok raga, hingga kami terpisah.
"Aku harus mengikuti semua arahan Nyonya Qin Ti'er dan Qin Jiajia bersama dengan selir Qin Chai Chu. Jika tidak dia akan membunuh Li Phin. Hingga mereka menyebarkan rumor itu," papar Liang Si.
Semua orang terperanjat menatap ke arah Qin Jiajia dengan penuh rasa jijik, "Lalu, apakah hingga kini, kita memiliki hubungan terlarang itu?" tanya Dara menatap ke arah Liang Si.
__ADS_1